
Di sebuah mansion yang mewah, Felicia terlihat sedang merendam tubuh indahnya di dalam bathtub, tubuhnya yang polos tanpa memakai busana sedikit pun kini telah ditutupi oleh banyak busa sabun.
Felicia memejamkan matanya, mengingat bagaimana ketika dia bercinta dengan Gleen semalam, semua sentuhan yang Gleen lakukan kepada tubuhnya, sungguh masih terbayang dan terasa, hal tersebut membuatnya gila.
"Felicia, kamu adalah seorang Felicia Gerrad, banyak orang yang sangat segan dan takut padamu. Tapi mengapa kamu harus terpedaya olehnya? Kamu benar-benar bodoh!" Felicia mengumpat pada dirinya sendiri, dia benar-benar merasa telah menjadi wanita bodoh karena tak bisa menolak pesona dari seorang Gleen Fernando.
Tapi jika dia dipaksa untuk berbicara jujur, apa yang terjadi semalam antara dirinya dengan Gleen memang sangat nikmat, sebuah kenikmatan yang tak pernah bisa dijabarkan dalam sebuah kata, yang pasti mampu membuat angan dan jiwa Felicia terbang melayang.
Felicia menggelengkan kepalanya, dia segera berdiri, membersihkan tubuhnya di bawah guyuran air shower.
"Pokoknya dia tidak boleh berbuat semena-mena lagi terhadap tubuhku." Felicia bertekad untuk tidak akan pernah tergoda lagi oleh sang penipu ulung itu.
Gleen memang seorang penipu ulung yang handal, sampai Felicia tak dapat membedakan setiap perkataan yang Gleen ucapkan adalah sebuah kebohongan, sandiwara, atau sebuah kenyataan. Pria itu selain pandai dalam berbicara, dia juga pandai dalam berakting.
Felicia masih teringat ketika dia terbangun dari tidurnya, saat itu dalam keadaan Gleen sedang memeluk dirinya, keduanya sama-sama dalam keadaan tela-njang, hanya ditutupi oleh selimut saja. Felicia buru-buru pulang saat jam tiga dinihari, dia membayar semua pelayan di mansion agar mereka semua tutup mulut, karena ayahnya pasti belum bangun.
Setelah mandi dan memakai pakaian, Felicia mendengar suara ketukan pintu.
Tok!
__ADS_1
Tok!
Tok!
"Nona, Felicia. Anda ditunggu Tuan di lantai bawah."
Felicia menghela nafas, pasti ayahnya akan membicarakan masalah kehamilannya, sehingga dia membawa satu buah tespek yang menunjukkan bahwa dia benar-benar hamil, padahal itu adalah tespek orang lain yang dia bayar.
Dan setelah tiba di ruang makan, Felicia memperlihatkan tespek tersebut agar ayahnya percaya.
Arsen menghela nafas berat, dia menatap tajam kepada Felicia, mengapa bisa-bisanya Felicia terpikat oleh seorang pria miskin seperti Gleen Fernando.
"Aku tidak akan mundur, aku tetap ingin menikah dengan Gleen, Pa. Aku sangat mencintainya." Felicia harus bersikap seolah-olah dia sangat mencintai Gleen. Ini semua demi misi membongkar kejahatan Alvin dan agar dia tidak jadi menikah dengan Alvin.
"Nanti malam, suruh pria itu datang ke rumah, sekalian papa akan mengundang Om Robert dan Alvin. Biar papa yang memutuskan kamu menikah dengan siapa." Sikap Arsen kini terlihat begitu dingin.
Felicia tahu bahwa dia telah mengecewakan ayahnya, tapi ini semua dia lakukan untuk kebaikan ayahnya juga, agar ayahnya tahu bahwa Alvin tidak sebaik yang Arsen pikirkan.
Setelah selesai makan siang, karena hari ini adalah hari libur, Felicia menggunakan waktunya untuk berolahraga, dia sedang berlari di joging track yang ada dihalaman belakang mansion.
__ADS_1
Namun, lagi-lagi dia tak bisa fokus ketika mengingat saat dia dibuat mendes-ah dibawah kungkungan Gleen.
Felicia segera berhenti berlari, dia mengusap wajahnya yang berkeringat dengan handuk, "Lupakan kejadian malam itu, Felicia!"
"Lupakan, oke!" sambungnya dengan terengah-engah.
Jika seandainya ada pesulap yang mampu membuat dia melupakan kejadian malam itu, dia pasti akan membayarnya dengan harga cukup tinggi.
Felicia teringat dengan undangan acara makan malam untuk Gleen dari ayahnya, dia terpaksa harus menghubungi Gleen, karena harus memberitahunya bahwa nanti malam akan ada acara makan malam di mansion. Dan itu sangat penting, agar ayahnya bisa melihat keseriusan Gleen.
"Padahal aku tidak ingin berbicara dengannya." Pasti Gleen akan mengodanya habis-habisan tentang semalam.
Tut!
Tut!
Tut!
Namun, Felicia sudah mencoba menelpon Gleen lebih dari lima kali, sayangnya Gleen sama sekali tak mengangkat panggilan telepon darinya.
__ADS_1
"Tumben dia tak mengangkat panggilan telepon dariku!" gumam Felicia, biasanya Gleen selalu fast respon padanya.