Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)

Kembalinya Sang Pewaris (Gleen Fernando)
Bab 44


__ADS_3

Felicia menghela nafas, rencana Gleen memang gila, tapi terpaksa harus mengikuti permainan Gleen, karena memang saat ini dia sedang menyewa The Darkness untuk menyelidiki kasus kematian Milea. Dan dia harus bisa melancarkan rencana penyamaran yang akan Gleen lakukan.


"Bagaimana kalau aku tidak hamil? Lagian kita hanya melakukannya satu kali." bisik Felicia kepada Gleen, saat ini dia dan Gleen masih berada di gudang.


Gleen malah ingin menggoda Felicia, "Tentu saja kita harus membuatnya secara rutin agar kamu hamil."


Felicia mendeliki Gleen, Gleen langsung menjauhkan dirinya dari Felicia.


"Jangan injak kakiku lagi, karena aku mungkin setelah ini akan mendapatkan hadiah dari ayahmu." ucap Gleen sambil mengusap wajahnya yang tampan, mungkin bisa saja dia akan mendapat tamparan dari calon mertuanya. Karena sebelum dia datang ke restoran ini, dia sudah memperhitungkannya.


Dan kini, Felicia dan Gleen telah kembali ke ruang VVIP yang ada di restoran Gerrad Signature, terlihat Felicia sedang bersimpuh di hadapan ayahnya.


"Maafkan aku, Pa. Apa yang Gleen bilang itu benar, aku sedang mengandung anaknya, karena itu aku tidak bisa menikah dengan Alvin." Felicia terpaksa harus berakting, dia harus benar-benar terlihat sangat sedih.


Ayah mana yang tak kecewa mendengar pernyataan itu dari putrinya, seorang putri yang selalu dia jaga dan dia besarkan dengan baik, malah harus dirusak oleh seorang pria.


Sehingga Arsen sangat marah, dia berjalan ke arah Gleen, menampar wajah pria itu dengan sangat keras.


Plakkk!


Gleen sedikit meringis, padahal dia sudah sedari tadi mempersiapkan wajahnya jikalau dia harus kena tampar sang calon mertua. Wajar saja, jika dia menjadi seorang ayah, dia juga akan melakukan hal yang sama kepada pria yang telah lancang merusak putrinya.

__ADS_1


Felicia walaupun tidak peduli dengan nasib pria itu, tapi kini harus pura-pura mencintai Gleen, sehingga dia segera berdiri, memprotes perlakuan ayahnya. "Papa Kenapa menamparnya?"


"Seharusnya sebelum kamu mengencani Felicia, kamu harus tahu diri dulu, bahwa kamu sama sekali tidak pantas bersanding dengan putriku." Arsen terlihat marah kepada Gleen. Mengapa Felicia harus jatuh hati kepada pria yang tak sepadan dengannya.


"Aku yang salah, aku yang mengejar-ngejar dia. Apa papa tega ingin memisahkan anak yang aku kandung dari ayahnya? Aku rela pergi dari mansion kalau seandainya papa tidak merestui pernikahan kami." untuk pertama kalinya Felicia melawan ayahnya, walaupun dalam hatinya mual karena harus berlagak menjadi wanita bucin.


Hal tersebut membuat Arsen terdiam, menatap tajam ke arah Felicia.


"Saya memang tidak memiliki apa-apa dan bukan berasal dari keluarga kaya raya, tapi saya sangat mencintai putri anda dengan tulus, Tuan Arsen." kini Gleen yang giliran bicara, sikapnya seolah-olah menandakan bahwa dia benar-benar sangat mencintai Felicia.


"Dan anda boleh memukul saya lagi, karena saya pantas mendapatkannya!" ucap Gleen lagi dengan mantap, padahal dalam hati jangan.


Arsen meminjat-mijat pelipisnya, dia merasakan bimbang, entah langkah apa yang harus dia lakukan sekarang ini, siapa yang harus menikah dengan Felicia? Gleen si pemuda miskin itu atau Alvin yang sudah jelas dia mengenalnya dari kecil?


"Tapi Pa..."


Arsen tak mendengarkan protes dari Felicia, dia terus menarik tangan putrinya itu, Felicia berpura-pura tidak ingin berpisah dengan Gleen, sampai wanita itu sedikit memberontak pada ayahnya, kemudian dia dan Gleen saling mengedipkan mata, karena acting mereka sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai cukup sampai disini dulu.


...****************...


Gleen mengendarai mobilnya, sekilas dia memegang pipinya yang lumayan terasa sakit karena mendapatkan tamparan cukup keras dari Arsen. Sebagai penipu ulung dia sudah terbiasa terluka, jangankan ditampar, kena tembak saja dia pernah merasakannya.

__ADS_1


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Saat rambu-rambu lalu lintas menunjukkan lampu merah, Gleen menghentikan mobilnya, kemudian dia membaca sebuah pesan masuk, rupanya dari Felicia.


[Wajahmu pasti sangat sakit, aku akan mengutus seorang pelayan untuk mengirim obat untuk mengobati wajahmu itu. Aku harap kerjasama kita akan berjalan dengan lancar, aku disini akan meyakinkan ayahku untuk bisa secepatnya menikah denganmu.]


Gleen tersenyum membaca pesan dari Felicia, "Apa dia sedang perhatian padaku?"


Setelah rambu-rambu lalu lintas menunjukkan warna hijau, Gleen menjalankan mobilnya kembali. Namun, saat dia melewati sebuah jalan yang sepi, tiba-tiba saja ada sebuah mobil menghadangnya, membuat Gleen segera menghentikan mobilnya.


ckkiitt...


Gleen pun menyeringai, dia mengunyah premen karet dengan gaya cool-nya, dia sudah memprediksi hal ini akan terjadi, Robert pasti akan mengincarnya, dan menyuruh Salman untuk membunuhnya.


Gleen dengan santai keluar dari mobil, dia melihat seorang pria memakai masker hitam keluar dari mobil yang menghadangnya, pria tersebut terlihat sedang menggenggam belati untuk menyerang Gleen.


Rencananya, Salman akan membunuh Gleen, lalu memasukkan badannya ke dalam mobil, kemudian dia akan membuat mobil tersebut terjun ke dasar jurang yang tak jauh ada disana. Salman pun penasaran dengan sosok pria yang namanya mirip sekali dengan anak angkatnya itu.

__ADS_1


"Sudah lama tidak bertemu denganmu, ayah!"


__ADS_2