
Di ruangan VVIP hanya tinggal dua kakak beradik. Karena sudah malam Paman dan bibik Dito beristirahat di kontrakannya. Mereka asyik bercanda, ya walaupun yang sering berbicara itu Dito. Dari arah pintu terdengar bunyi ketukan. Dito akhirnya menghampiri pintu tersebut untuk membukakannya. Terlihat senyum manis terbit daei wajah nan ayu. dwngan memakai
"Alhamdulillah silahkan masuk."Dito mempersilahkan Fransiska untuk segera masuk.
"Permisi. Wah si tampan sudah bangun ya?" Pernyataan ini membuat Rendi jadi tersipu malu.
"Kakak Bosnya kak Dito?" Tanya Rendi lagi
" Iya aku bosnya kak Dito." Fransiska menjawab sambil menempatkan pantatnya di kursi yang sudah di sediakan oleh Dito.
"Kakak cantik sekali sudah punya pacar?Tanya Dito.
Fransiska tidak menjawab dia malah melihat sekilas wajah Dito yang berada di sebrang tempat pasien. Dito yang diperhatikan hanya diam tanpa ekspresi. Fransiska kembali ke Dito sambil tersenyum.
"Kalau aku belum punya pacar gimana kalau sudah gimana?" Fransiska malah bertanya balik.
"Kalau sudah ya gak papa. Tapi kalau belum pacaran dengan kakakku mau?" Rendi menatap dengan penuh harapan.
"Wah kenapa harua kakakmu? kan kamu yang lebih ganteng? Aku muanya maunya kamu yang jadi pacarku?" jawab Fransiska sambil menaik turunkan alisnya.
Rendi tersipu mendengarnya. Tapi dia menyangkal "Waduh kak kalau aku masih jauh. Lagian kakakku lebih ganteng." Rendi menyangkalnya
"Sudah-sudah malah ngomong nglantur kalian." Jawab Dito yang merasa tidk diperhatikan.
Akhirnya mereka membahas tentang kesehatan dan hal-hal yang lain. Di sisi lain Haikal yang melihat tampak memerahkan mukanya dan mengepalkan tangannya. Dia meninju tembok ruangan itu lalu pergi.
***
__ADS_1
Satu minggu telah berlalu, Rendi sudah diperkenankan pulang tetapi harus sering kontrol. minimal 1 minggu sekali. Mengingat kondisinya masih lemah. Karena kontrakan Dito agak jauh dari RS tersebut akhinya memutuskan untuk menyewa salah satu rumah yang ada di sekitar situ. Memang tidak besar tapi masih layak karena memiliki 3 kamar dan 1 kamar mandi,. Halaman bisa masuk 1 mobil dan sedikit taman. Hari ini jadwal Rendi untuk berobat mereka sudah berada di dalam ruabgan Haikal.
"Untuk detak jantungnya sudah normal. Kram otot jantung sudah tidk ada lagi. Tetap jaga pola makan agar tidak ada masalah terhadap kerja jantung. Apa ada keluahan?" Haikal secara profesional menerangkan kondisi jantung Rendi."
"Untuk saat ini tidak ada keluhan. Terima kasih kami akan mematuhi semua saran dokter." ucap Rendi
" Kalau begitu kami permisi dulu dokter." Ucap Paman Rendi.
"Semoga selalu sehat."
Haikal memperhatikan pasiennya yang keluar dari tempat praktek. Dia teringat dengan Fransiska dan Dito. "Aku punya rencana lihat aja kamu akan menjadi milikku selamanya walau tinggal beberapa minggu lagi pernikahan kita aku akan mempercepatnya." Haikal tanpa diketahui keluarga Dito.
...****************...
Hari sudah malam Haikal merencanakan sesuatu, dia sudah memesan salah satu kamar di slh satu hotel pusat kota tetapi bukan hotel milik HE grup. dia merencanakan makan malam di rooftop hotel itu tetapi juga merencanakan tidur bersama Fransiska di hotel tersebut.
"Memangnya kita mau ke mana kok mendadak sekali." tanya Fransiska yang bingung dengan sikap mesra Haikal.
"Kita kan sudah lama tidak berduaan masa iya aku harus berkutat dengan pasien terus setiap hari?" bantah Haikal agar rencananya tercapai.
"Iya deh aku mau kalau begitu aku siap-siap dulu ya."
Beberapa saat kemudian Haikal dan Fransiska keluar dari ruangannya dia berpapasan dengan Dito di depan Lift yang sedang ingin ke ruangan Fransiska.
"Mau ke mana Non ini ada berkas yang harus anda tanda tangani." tanya Dito Yang penasaran dengan mereka berdua.
"Heh babu kamu taruh aja berkasnya di meja Fransiska, kami akan melakukan kencan jangan ganggu kami."
__ADS_1
Fransiska hanya diam mematung tanpa bicara dia tahu dari sorot mata Dito merasa tidak suka. akhirnya Fransiska dan Haikal masuk ke dalam lift sedangkan Dito menaruh berkasnya di ruangan Fransiska di dalam lift
"Kenapa tadi kamu berbicara kasar dia? Itu anak buahku." tanya Fransiska
"Untuk apa aku bermanis-manis dengan pemuda budajulan seperti itu dia itu hanya akan membawa sial bagimu." nasihat Haikal.
"Sudah-sudah ayo kita berangkat nanti makanan kita jadi tidak enak dimakan hanya gara-gara kita bertengkar yang tidak ada ujungnya." jawab Fransiska mengalihkan pembicaraan.
...****************...
Tak selang beberapa waktu Haikal dan Fransisca sudah berada di sebuah hotel yang Haikal pesan. Mereka berada di rooftop yang sudah dihiasi dengan beberapa hiasan yang cantik membuat Fransiska merasa tersanjung. "Wah cantik sekali ada apa ini?" tanya Fransiska yang penasaran dengan sikap Haikal.
"Aku kan hanya ingin memanjakan calon istriku apa tidak boleh?" elak Haikal
"Oh nggak papa sih aku juga senang kamu bisa berbuat manis ya udah makanan yang kamu pesan, sudah ada di depan ayo kita makan." aca Haikal sambil menuntun calon istrinya
"Terima kasih Haikal." ucap Fransiska dengan tulus.
"Sama-sama Honey Kamu terlihat cantik malam ini."Haikal mulai merayu."eh kita bersulang yuk aku bawain anggur yang usianya sudah lama kamu ingin mencobanya?" tanya Haikal.
Di otak Fransiska terbesit bayangan Dito yang sedang marah-marah pada saat dia hanis minum. "Aduh aku boleh nggak minum jus aja?" Frnsiska memohon
"Ayolah cantik ini makan malam terakhir kita sebelum kita jadi suami istri loh nanti ketika kita jadi suami istri kita makan malam di luar seperti ini setiap minggunya ya biar cepet jadi Haikal juniornya." Haikal mulai merajuk dengan bayangannya berbeda dengan
Fransiska dia malah menerka-nerka dengan keadaan Dito "Saat ini apakah sudah makan atau belum ya? ucap Fransiska di dalam hati lalu menggeleng-gelengkan kepala. "Apa yang aku pikirkan di depanmu ada cowok yang mau menjadi suamimu." Fransiska bermonolog lagi di dalam hati.
Tak selang beberapa waktu setelah makanan habis akhirnya Fransiska tergiur juga dengan anggur yang di depannya Dia meminum sedikit anggur tapi selang waktu 10 menit badan Fransiska terasa aneh dia merasakan panas menjalar ke seluruh tubuhnya tiba-tiba Haikal yang ada di depannya berubah menjadi Dito
__ADS_1
"Apa ini benar? Bukannya tadi itu Haikal?" Dia bingung dengan bayangan yang ada di depannya dan sosok laki-laki yang ada di depannya berubah-ubah. Sedangkan Haikal hanya melihat saja dengan tersenyum obatnya sudah bekerja sebentar lagi kau akan ku rusak Fransiska dia memang ingin merusak Citra Fransiska dan keluarga dia tidak akan pernah menikah dengan Fransiska tetapi dia merencana ingin menghamili Fransiska.