kenalpot cinta

kenalpot cinta
BAB 11 Ketakutan


__ADS_3

Harap bijak BAB ini berisi 21+


Di perusahaan Fransiska ada Tyo dan Dito sedang membicarakan tugasnya tiba-tiba Tyo teringat akan Fransiska


"Dito di mana Fransiska?" tanya Tio kepada Dito.


"Hemm? oh, itu tadi non Fransiska keluar bersama pacarnya, dia keluar bersama dokter Haikal." Jawab Dito


"Sejak kapan?" perasaan Tyo tiba-tiba tidak enak


"Memangnya ada apa?" tanya Dito Y


yang penasaran.


"Cepat kita harus menemukan non Fransiska perasaanku tidak enak." Titah Tyo kepada Dito


"Oke oke kita pakai motor saja biar cepat." ajak Dito.


Akhirnya Dito dan Tyo mencari Fransiska. Tyo sudah mengerahkan beberapa anak buah untuk meretas CCTV mulai dari keluar perusahaan sampai di jalan-jalan. Beberapa saat kemudian Tyo sudah mengantongi alamat hotel yang dipesan atas nama Haikal. Tyo memperlihatkan alamat itu kepada Dito. Lalu Dito mencari jalan alternatif agar cepat sampai. Dito hapal setiap gang di kota ini karena dulu pas menjadi tukang ojek dia dituntut cepat. Tak membutuhkan waktu lama hanya sekitar 10 menit mereka sampai.


****************


Situasi berbeda dengan Tyo dan Dito, Di kamar hotel yang cukup megah ini Fransiska sudah mulai melepas bajunya, dia merasa kepanasan. Tapi yang bikin Hiakal tambah murka yaitu Fransiska menyebut nama laki-laki lain.

__ADS_1


"Dit ayo cium aku aku sudah gak tahan." Fransiska merancu.


Sedang Haikal hanya menanggapi sentuhan Fransiska tanpa mengeluarkan sepatah kata. Haikal mulai menyesap dalam-dalam bibir ranum itu. Ciuman panaspun berubah menjadi gairah. Bra Fransiska sudah hilang entah kemana kini tinggallah Cd,Haikal mengangkat tubuh Fransiska ke meja rias ada di. Lalu dia melepas semua bajunya yang tersisa tinggal cdnya. Dia memulai menikmati tubuh indah Fransiska. Gundukan indah yang masih belum terjamah terlihat padat. Haikal menyesapnya dan memutar-mutar puncak gundukan itu bak analog.


Sedangkan Fransiska karena itu pengalamannya yang pertama langsung terangsang, suara ******* "Aahh" sungguh indah ditelinga Haikal. Fransiska pun mulai blingsatan bibir Haikal mulai menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Dan Fransiska pun mulai menjambaki rambut Haikal


Tiba-tiba ketukan pintu kamar Haikal berbunyi. Baik Haikal maupun Fransiska masih asyik dengan kegiatannya. semakin lama ketokan pintu itu semakin kerap dan keras. Haikal yang merasa risih langsung mengintip dari balik lubang pintu. Ternyata Office boy. Tanpa berpikir panjang Haikal membuka kunci itu. ketika hendel di tekan Tyo langsung mendorong pintu itu dengan badannya. Haikal yang tidak siap dial langsung terlentang. Tyo lalu menerkamnya bak singa. Beberapa tinju 👊 mendarat ke muka Haikal. Sedangkan Dito langsung masuk ke kamarnya. Alangkah kagetnya dia melihat Fransiska yang hampir telanjang.


"Dito." dengan suara dan tatapan menginginkan Dito Fransiska langsung membabi buta menciuminya." Dito yang tahu wanitanya sedang terpengaruh dengan obat lalu dia membopongnya ke kamar mandi dan mengguyur dengan air dingin.


Di Depan Kamar Hotel sudah ada satpam yang dipanggil office boy tadi. Dia langsung membawa Haikal ke kantor polisi. Walaupun keadaan Haikal mengenaskan karena masi mengenakan handuk hitel dan CD.


Selang 1 jam Tyo kembali membawakan baju untuk Nonanya dan baju Dito. Tyo mengetuk pintu itu.


"Ini baju untuk mu dan untuk Fransiska. Kamu di sini saja! Aku percaya sama kamu. Aku akan mengurus semuanya di kantor polisi. Sebentar lagi Tuan Haikal datang bersama istrinya." Tyo memberi perintah kepada Dito. Dito mengangguk2


Akhirnya Dito kembali lagi ke kamar. Dia miris melihat wanita pujaannya meringkuk dalam bungkusan selimut, sambil menutup mata tapi sesekali meneteskan airmatanya. Dito lalu mendekat lalu berjongkok.


"Sudahlah itu semua bukan salahmu. Yang terpenting kamu tidak apa-apa." Dito membelai rambut Fransiska yang menyembul diujung slemit. "Kamu kalau masih menasih-menangislah sampai rasa kesalmu habis. Tapi mulai besok janganku tangisi pria itu. Aku ada di sini. Aku akan menjalankan semua perjanjian kita dengan ikhlas. Jadi tertwalah bersama denganku." Dito menjeda suaranya. "Kau maukan hidup dengan orang tak punya ini?" Tanya Dito.


Fransiska tidak berkata apapun dia hanya menganggukkan kepalanya. Kini yang dirasakan Fransiska selin malu, takut juga kepalanya mau pecah. efek samping dari obat tadi.


Pintu kamar hotel itu tiba-tiba terbuka, orang yang menjaga kamar itu mempersilahkan Tuannya mempersilahkan masuk.

__ADS_1


"Fransiska" Ibu Ida naik ke atas tempat tidur yang ditempati Fransiska." Nak ini ibu." Ibu Ida lalu memeluk tubuh naknya. Mereka berdua nangis bersama. Yang satu menyalahkan dirinya yang kurang bisa menjaga anaknya dan anaknya menyalahkan dirinya yang kurang hati-hati mudah tertipu dengan rayuannya.


Dito lalu diberi kode untuk mengikuti Tuan Herlambang. Akhirnya mereka ke kantin hotel. Di sana mereka memesan kopi lalu Tuan Haikal mulai mengintrogari Dito.


"Tadi bagaimana ceritanya?" Tolong ceritakan dengan jelas.


"Awalnya saya di kantor ber papasan dengan non Fransiska yang sedang mau kencan. Selang beberapa waktu pas saya mengerjakan berkas Pak tiyo bertanya kepada saya tentang keberadaan Non Frnsiska. Dan saya memberi tahu bahwa Non Fransiska keluar bersama pacarnya. Tapi perasaan tuan Tyo tidak enak dan mereka mencari CCTV akhirnya kami menemukan alamat Hotel ini dan inilah sayng terjadi." Ucap Dito.


"Hemm aku juga gak tahu harusbagai mana. Dia dari dulu baik di depan ku." ucap Herlambang.


"Tapi saya pas di rumah sakit pernah memergokinya beberapa kali keluar dari kamar praktek bersama dengan suster jika jaga malam." ucap Dito yang membeberkan kebenarannya.


"Brengsek memang itu orang." Herlambang mengeratkan giginya dan mengepalkan tangannya. "Aku akan membuat perhitungan dengan dia!" Hp Herlambang berbunyi tertera gambar istrinya yang kirim pesan lalu Dia memmbukanya"Ayo kita kembali Fransiska sudah mulai tenang."


Fransiska akhirnya meninggalkan hotel itu, tak terkecuali dengan Dito. Dia mengendarai matic buntutnya menuju ke kontrakan Rendi. di dalam kontrakan Rendi, Dito mengendap-endap karena merasa yakin orang yang di rumah sudah pada tidur tPi ternyata tiba-tiba Rendi keluar dari kamarnya.


"Baru pulang kak?" Tanya Rendi kepada Dito.


"Eh adikku sayang. Iya ni banyak kerjaan." jawab Dito berbohong.


"Baju kakak baru ya? Eh leher kakak kenapa?" Rendi mulai menelisik penampilan kakaknya.


"Eh ini kalau baju tadi dipinjemin teman, gara-gara kena tumpahan kopi. Kalau leher pasti kena tomket(hewan kecil yang suka menyengat)." Jawab Dito berbohong. Lagian dia tidak sadar kalau tadi Fransiska sempat beberapa kali menggigitnya dia fokus menenangkan pujaannya dari pengaroh obat laknat itu.

__ADS_1


__ADS_2