
Hari ini di rumah Herlambang akan ada penyelenggaraan akad nikah. Acara akad nikah akan dilakukan pukul 09.00, keluarga inti dari Herlambang sudah datang. Berbagai aktivitaspun di rumah tersebut sudah sangat heboh dari kemarin mulai dari siraman di pagi hari disusul dengan pengajian sore harinya. Konsep yang diambil memakai warna serba putih.
" Katanya pengantinnya beda loo?" Ucap Risa Adik ipar Herlambang yang tidak begitu suka dengan kesuksesan Kakaknya.
"Huss diam nanti kamu bakal disuruh pulang kalau tau bergosip di sini." Kata Yuna.
"Halah bilang saja kamu takut dengan posisi suamimu yang jadi Derektur di perusahaannya Kak Alam tergeser. ( Alam nama kecil Herlambang)
"Lagian kenapa sih orang yang punya menantu dia. Dah lah sudah lihat orang-orang nglihat kita." Yuna memilih pergi ketimbang jadi sorotan orng banyak.
Suara iring-iringan mobil datang di kediaman Herlambang. Mobil itu langsung menuju ke samping rumah karena karena acara dilaksanakan di belakang rumah. Detak jantung Dito sudah tak karuan, semakin dia mendekat semakin jadi debaran itu. Mc sudah mempersilahkan pengantin prianya masuk. Semua tertegun tak terkecuali Yoana dan Risa. Pria dengan tinggi 185 cm dan berat 75 cm dan perawakan putih ini sangat memukau semua mata berbalut pakaian adat Jawa.
Setelah mempelai pria duduk dan bersalaman dengan naib dan saksi, mempelai wanita datang bersama kedua orang tuanya. Warna baju yang melambangkan suci, memakai mahkota dan di belakangnya masih menggunakan sunduk pentul. Riasan ala adat jawa dan melati yang menjuntai ke bawah menambah kesan skral .
"Bagaimana apa sudah bisa di mulai Mas?" Tanya penghulu kepada mempelai pria.
"Insya Allah saya siap." Ucah mempelai pria.
"Pak Herlambang mau menikahkan sendiri atau wali hakim?" sekarang pak penghulu yang ganti tanya kepada Herlambang.
"Saya nikahkan sendiri." Jawab Herlambang
Mereka akhirnya mulai mengucapkan kata-kata sakral itu. Dan hanya dengan 1 tarik nafas Dito menyelesaikan kanya. terdengar suara
__ADS_1
"Sah sah sah" Dari berbagai pihak. Lalu Mc menyuruh mempelai wanita bersalaman lalu mencium punggung tangan suaminya. Fransiska yang medapatkan perintah itu sangat malu-malu dia sangat gugup telpak tangan yang dipenuhi lukisan khas india itu terasa dingin saat bersentuhan dengan tangan Dito. Begitu juga dengan diri Dito dia lalu mencium kening bidadari di depannya yang kining jadi istrinya.
Setelah itu selesai, memberikan kesempatan kepada bapak Herlambang untuk mengucapkan beberapa petuah untuk pengantin baru.
"Sebelumnya nak Dito aku titipkan nak semata wayangku ini kepada kamu, bimbinglah istrimu kelak ke jalan Allah. Jangan sesekali kamu menyakiti dia. Bila kamu sudah tidak kuat membimbingnya kembaliakan saja kepada kami." ucap Herlambang sambil meneteskan air mata.
"Untuk Tuan Herlambang, yang sekarang sudah menjadi orang tua saya juga. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk masuk ke keluarga Tuan. Saya sebagai kepala rumah tangga Insya Allah akan menjalankan janji saya bukan di hadapan anda saja tapi juga di hadapan Allah." ucap Dito meyakinkan orang tua Fransiska.
Setelah rangkaian acara inti selesai kini tiba acara hiburan. Rendi menyumbangkan
beberapa lagu untuk kakaknya tercinta. Wanita-wanita remaja yang tau akan ketenaran YouTuber yang satu ini teriak-teriak memanggil nama Rendi. Tak terkecuali Resti anak dari Bagas dan Risa . Sedangkan keponakan yang laki-laki seperti Alfin Dirgantara dan Bryan Dirgantara Keturunan Yuna dan Dirgantara hanya memandang Jengah melihat kelakuan dari wanita-wanita itu.
...****************...
Malam harinya di salah satu hotel HE ibu kota yang diperbolehkan meliput hanya stasiun milik HE dengan dekektur utama Dirgantara. Undangan berasal dari 2 keluarga mempelai, rekan bisnis dan teman-teman.
"Ini limited edition. Jadi tidak boleh ada yang memiliki." ucap Dito sambil memeluk istrinya. Sedangkan Fransiska hanya senyum sabil mengeleng-heleng kepala.
"Yaelah pelit amat ni bocah. Boasa juga makan nasi kucing sepering berdua." Ucap Agus yang masih gak terima jawaban dari Dito.
Fransiska malah semakin terkekeh melihat Dito melotot pasalnya dia tidak pernah melihat raut muka Dito seperti itu, terlihat lucu. "Dah ah, nanti ngompol di sini aku gara-gara kamu kalian. Silahkan Gus nikmati hidangan malam ini siapa tahu bisa kecantol bidadari."Ujar Fransiska mengusir secara halus.
"Betul juga ya. oke deh cantik aku permisi dulu." Agus berucap sabil berlalu.
Berbeda dengan dengan Dito, Rendi duduk tenang menikmati suasana malam hari dia asyik dengan dunianya sendiri. Sang kakak sudah berpesan agar dia tidak boleh kecapean. Tiba-tiba ada yang menoel pundaknya terpaksa dia membuka mata. Ada seorang wanita yang menggunakan gaun pich dengan aksesoris renda-renda dengan panjang selutut.
__ADS_1
"Hei kenapa sendirian di sini?" Tanya Resti sambil memasang senyum manisnya. "Kenalin gue Resti." Resti mengulurkan tanganya tapi tak ada balasan dari Rendi.
Rendi yang tidak tahu merasa risih dengan kedatangan cewek ini.
"Oke. oke kalau tidak mau berjabatan tangan gak papa. Gue sepupunya Mbak Caca/Fransiska. Oh ya gue dwngar dari tante Ida kamu mau masuk ke sekolahannya Om Tyo?" Resti tetap bicara walau yang dajak bicara masih diam seribu bahasa.
"Ya." Hanya itu yang keluar dari mulut Rendi, soalnya agak risih dengan kedatang Resti yang tiba-tiba.
"Oh iya aku pengikut chenel mu lo kamu sangat hebat. Nanti kalau kamu jadi sekolah di Sun School akan berteman dengan ku juga. Semoga kita bisa satu kelas ya." Resti terus berbicara.
"Terima kasih." jawab Rendi.
Sedangkan Alfin dan Bryan sedang mengamati seupunya itu. Pasalnya Alfin menyukai Resti tapi resti hanya menganggap sepupu saja.
"Fin buka mata Lu. Dia hanya menganggapmu sepupu tidak lebih." Ucap Byian yang kesal dengan sikap kembaranya yang tidak mau berpindah hati. Padahal Bryan sudah beberapa ganti cewek.
"Lu gak ngerti Bry. Dia adalah gadis imutku yang slalu ada di hatiku." ucap Alfin yang membanggakan Resti.
"Heleh gadis petasan itu kamu bilang imut. Haduh matamu memang sudah kena katarak cinta." Bryan berlalu.
Sedikit berbeda dengan keseruan anak muda kedua mempelai malah asyik bercengkrama dengan sendirinya agar rasa bosan dan penat hilang saat menyalami undangan.
"Cantikku capek sini aku pangku mau?" Dito mulai menawarkan diri karena melihat Fransiska yang menggerak-gerakkan anggota badanya.
"Hus mas ngomong apa sih. malu dilihatin orang tu." pipi Fransiska sudah memerak ketika membalas candaan suaminya tersebut.
__ADS_1
"Mas. Wah aku suka dengan panggilan ini." Dito masih saja mengganggu Fransiska. Dan dia juga membisikkan kata
"Nanti kita lanjut di kamar"