
Tepat jam 09.00 pagi Fransiska berada di rumah sakit HE. Tanpa sengaja Dia bertemu dengan Dito diparkiran.
"Hai Dit. Dari mana?" Ucap Fransiska sambil memperhatikan Dito yang membawa 1 bungkus plastik yang berukuran agak besar.
"Oh aku dari market depan. Ini aku membeli peralatan mandi. Badanku lengket semua. Padahal aku tidak bekerja tapi kok gak ensk dibadan kalau tidak mandi."
Fransiska hanya tersenyum lalu dia menyerahkan 1 bungkusan nasi yang ia beli tadi fi restoran kesukaannya.
"Ini ambillah buat sarapan. Yang 1 buat Haikal."Fransiska berucap sambil tersenyum lebar. "Ya sudah aku pamit dulu. Maaf semalam aku gak bisa jenguk Rendi karena Tyo memberikanku setumpuk pekerjaan."
" Ya gak papa. Jaga kesehtanmu baik-baik kalau ada apa-apa hubungi aku bagaimanapunjuga sekarang ini aku anak buahmu." Dito berucap sambil menahan sesuatu.
Mereka akhirnya berpisah sekali lagi Frnsiska dengan senyum manisnya melambaikan tangan sebagai lambang perpisahan. Sedangkan Dito hanya tersenyum. Berbeda dengan adegan yang manis ini. Haikal mengepalkan tangan Dia tidak rela gadisnya berbicara dengan laki-laki.
Sesampainya di depan ruangan Haikal Fransiska mengetuk pintu tapi tidak ada yang menyahuti. Tapi tiba-yiba dari belakang Haikal memeluk dan berucap
"Selamat pagi tuan putri wah ada angin apa ini pagi-pagi sudah mengunjungi kakanda?" Haikal berucap sambil memeluk Fransiska.
"Tidak ada apa-apa cuma aku tadi mampir ke restoran favorit dan membeli sarapan. nih aku bawa pan makanan favoritmu." ucap Fransiska yang masih berada dipelukan Haikal.
"Kalau begitu masuk dulu yuk!" Haikal mendorong Fransiska untuk menuju ke ruangannya.
Fransiska menurut dengan Haikal.
"Honey aku sangant merindukanmu." Fransiska kini didudukan di atas meja praktek Haikal. Haikal terus mendekatkan mukanya ingin mencium Fransiska, tapi pada saat kurag satu incin Fransiska lalu menoleh. Tanpa sengaja dia melihat bekas Lipstik yang hampir tersamar di kerah baju praktek Haikal. Fransiska mulai berkecambuk membayangkan siapa saja yang berduaan dengan Haikal. Tiba-tiba pintu dibuka.
"Ups maaf saya kira tidak ada orang." Ucap Nanda lalu dia menutup pintu itu kembali.
"Aku pergi kerja dulu kerjaanku numpuk hari ini." ucapkan Fransiska sambil turun dari meja tersebut.
"Ya udah deh kalau masalah pekerjaan aku tidak bisa membantu ataupun mengelaknya. ku antar ke depan jangan lupa nanti hubungi aku." perintah Haikal kepada Fransiska.
__ADS_1
Fransiska tidak menjawab tetapi dia hanya menganggukkan kepalanya.
***
Di dalam kamar VVIP Dito sedang membaca beberapa ayat Al-qur'an. dia begitu kusuk membacanya sampai-sampai ketika paman dan bibinya datang Dito tidak tahu.
"Paman sudah lama di situ."Dito menyapa Paman dan Bibiknya.
"Duduklah di sini nak aku mau bicara kepadamu." Paman menyuruh Dito untuk duduk di sampingnya duduk di sofa yang panjang itu.
"Apa kau sudah makan?" tanya pamannya berbasa-basi karena Pamannya tahu ada minuman di situ dan ada 1 nasi yang tercecer di bawah.
"Sudah paman tadi Fransiska ke sini membawakan satu bungkus makanan untukku." jawab Dito.
"Maaf sebenarnya apa hubunganmu dengan Fransiska? Kemarin kan dokter itu bilang dia tunangannya. Aku jadi bingung terus kamu di sini siapa?" Pamannya bertanya beberapa kali kepada keponakannya.
Akhirnya Dito memberitahu kepada pamannya tentang awal mula kejadian dia bertemu dengan Fransiska. Dito juga menceritakan tentang hutang karena dia telah menabrak mobil Fransiska. Dia juga menceritakan perjanjian yang dia lakukan dengan Fransiska kala itu. Tidak hanya itu juga Dito juga menceritakan tentang gaji yang ia terima agar pamannya tahu dari mana asal uang yang dimiliki.
Dito tidak berani menjawab Dia hanya menundukkan kepalanya dia takut dengan semua yang ia lakukan ini, karena ini semua belum pasti.
"Sebagai seorang paman aku hanya bisa menasehati ini. Kalau kamu memang suka sebelum janur kuning melengkung ungkap kanlah. Dari pada nanti kmu menyesal. walaupun kasta kita berbeda. Hanya sekedar memberi tahu. Tapi kalau dia sudh menikah, jangan pernah kamu mengganggunya walaupun kastamu di atas. Karena itu awal dari sebuah bencana. Entah nanti kamu yang ngalami ataupun keluargamu. Karena ada hati yang akan tersakiti." Ucap paman
"Baik paman." Hanya itu yang keluar dari mulut Dito.
"Pak'e Rendy Rendy ciuman." ucap bibik Dito yang senang melihat pergerakan tangan dan mata Rendi.
"Allhamudillah. Ucap kedua laki-laki di dekat ranjang Rendi.
Dito lalu menekan tombol yang menyalurkan dengan suster jaga yang ad di luar ruangan. Menandakan ada yang darurat. Tak sampai 5 menit beberapa suster dan dokter jaga menuju ruanganan VVIP tersebut. Mereka lalu memeriksanya. Mulai dari detak jantung memakai stetoskop, tensi darah, mata, dan yang terakhid adalah lidah.
"Alhamdulillah Pak Bu diknya sudah siuman, tetapi untuk minum nunggu 4 jam dulu baru boleh minum. Dan kalau makannya besok pagi baru boleh. Sementara setelah 4 jam Minum susu ini. Hal ini dimaksudkan melatih lambung agar secara perlahan bisa mencerna makanan dengan baik dan daat bekerja kembali seperti sedia kala." Penjelasan dokter tersebut panjang lebar.
"Baik dokter kami mengerti." Ucap Dito.
__ADS_1
"Nanti kalau ada apa-apa silahkan encer lagi tombol itu." Suster itu menyapanya.
Setelah mereka pergi Rendi memperhatiakn sekeliling kamarnya. Dia penasara akan tempatanya sekarang ini.
"Kakak kenapa kita bisa di sini? Rendi. bertanya dengan suara pelan.
"Ini semua os kakak yang berikan karena bos kakak yang punya RS ini." Jawab Dito jujur.
"Bolehkah aku bertemu dengannya? Aku mau mengucapkan terima kasih." Rendi memohon pada Kakaknya.
"Oke akan ku telponkan dulu, tapi aku yidak janji.
Akhinya Dito izin untuk keluar kamar. Lalu menelpon Fransiska.
***
Di salah satu perusahaan milik HE Fransika sedang duduk smbil ditemani banyak tumpukan kertas. Dia mengerutkan dahinya ketika nama kenalpot berarti Dito yang telpon. Tanpa berpikir panjang ia langsung menggeser gagang hijau.
"Ya Halo. Wa'alaikumsalam" Fransiska menjawab salam dari Dito.
"Apa kamu ada waktu Sis? Adikku mencarimu."Tanya Dito
"Wah dia sudah siuman? Oke nanti malam aku ke situ."
"Terima kasih aku tunggu kedatanganmu. Jangan capek-capke saat bekerja." Ucap Dito di sebrang sana.
"Oke.Waalaikumslam." Balas Fransiska
Fransiska yang mendapatkan telpon dari Dito seperti Hp habis diisibpenuh jadi power full.
***
Malampun tiba Fransiska tiba-tiba ke rumah sakit smbil membw buah tangan. Orang-orang rumah sakit menyapanya. Dan salah satu orang kepercayaan Haikal langsung menelponnya memberi tahubkalau pacarnya datang. Tapi dia menunggu agak lama calonya tidak segera datang akhirnya dia berinisiatif ke ruang VVIP di tempat adik temannya dirawat. Dia tidak masuk hanya mendengar beberapa percakapan yang membuat mukanya merah dan hatinya mengeras
__ADS_1