
Hari ini adalah hari penyelenggaraan pensi di Sun school sebagai pemilik sekolah tersebut Tyo Mengundang keluarga Herlambang yang memiliki peran yaitu donatur terbesar di sekolah tersebut. Kebetulan yang datang pada acara ini diwakili oleh Fransisca dan Dito. Berbagai merek mobil sudah berada di parkiran memang sekolah ini terkenal dengan sekolah elit. Tapi berbeda dengan Fransiska dan Dito meraka malah memakai bajaj. Ya bajaj yang berwarna oranye dan kalau dinyalakan bunyinya 1 kampung terdengar. Dan penampilan Fransiska malam ini dia malah menggunakan mini dres putih tanpa lengan yanv ditutupi dengan cardigan pink bunga putih. Terkesan cantik sedangkan Dito sendiri memakai batik warna hitam dengan motif putihdan memakai celana putih.
Sedangkan yang melihat kedatangan mereka berdua saling berbisik tentang penampilan maupun kendaraan.
"Sayang apa kamu tidak merasa kalau kita jadi tontonan di sini?" Ucap Dito yang tidak nyaman dengan pandngan yang seperti itu.
Berbeda dengan Fransiska karena dia terbiasa dengan hal seperti ini, dia menanggapinya dengan cuwek "Biarin saja mereka juga akan memelototi kita jika pakai pakaian yang bermerk dan mobil yang kita kendarai apabila kita memakai hadiah pemberian papa." Cerca Fransiska. Ya dia memang mendapatkan mobil dengan merk B***ti yang didapatkan dari ayahnya sebagai hadiah pernikahan.
"Tapi aku risih." Dito sedikit berbisik pada sang istri
"Sudahlah ayo kita masuk aku sudah membayar bajajnya." Fransiaka menggandeng suaminya.
Mereka akhirnya berberjalan sambil berbincang-bincang tentang kejadian yang mebggelitik di perut. Soalnya pas mereka menaiki bajaj tadi sang supir agak ngebut pas di tikungan badan Fransiska tiba-tiba terhenyak mengenai badan Dito yang berada di dekatnya. Bukannya marah Fransiska malah tertawa. Berbeda dengan yang dirasakan Dito, dia dekdekan menangkap badan sang istrinya karena dadanya menempel pada tangan sang suami. Kenyal dan besar mungkin karena dia sedang hamil jadi rasanya berbeda tapi yang jelas membuat pisang Dito tiba-tiba bergerak. untungnya Fransiska tidak tahu. Dia beberapa kali juga harus menahan tubuh istrinya agar tidak mengenai badan supir.
Mereka sudah sampai di depan panggung Tyo sudah mempersilahkan adiknya duduk di depan. Mereka lalu berbincang-bincang.
****************
__ADS_1
Sedangkan yang di belakang panggung sudah heboh sendiri. Ada yang masih pakai make up ada yang sedang menghafal dialog ada juga yang memperisapkan panggung. Mereka bekerjasama dengan kompak agar pagelaran ini tersaji secara apik.
Diawali dengan penampilan beberapa band lalu ada yang menari baik tari dance maupun tari tradisional dan di akhiri dengan penampilan sebuah teater dengan Judul 'Sangkuriang' Kisah ini bercerita tentang seorang anak yang suka dengan ibunya sendiri karena terpisahkan cukup lama dan tidak percaya kalau Dayang Sumbi adalah ibunya.
Singkat cerita ibunya mau dinikahi oleh sangkuriang
"Dayang sumbi bagaimana apa kamu mau menikah denganku? ucap Sangkurangang (yang berperan sebagai sangkuriang adalah Alvin)
"Kamu jangan ngawur Sangkuriang aku ini ibu kamu." Jawab Dayang sumbi (Yang jadi adalah Resti)
"Halah kamu cuma alasan Sumbi, coba lihat apa kurangnya aku? Aku masih muda, perkasa dan juga bisa mengabulkan segala yang kamu inginkan." Sangkuriang mulai memaksa lagi.
"Baik kalau begitu, Sangkuriang dengarkan aku. Aku mau jadi istrimu tapi kamu harus bisa membuatkan aku sebuah perahu yang besar hanya dalam 1 malam." Ucap dayang sumbi
"Hanya itu dayang sumbi?" Tanya Sangkuriang yang menggampangkan permintaan Ibunya.
"Ya itu saja. Buat malam ini kalau sampai terdengar kokokan matahari itu mendakam matahari terbit dan waktu itu kamu dinyatakan kalah." Dayang sumbi memberikan syarat yang berat agar Sangkuriang tidak bisa mengabulkannya.
__ADS_1
"Oke. Kamu tunggu saja di sini aku akan membuatnya." Sangkuriang sangat yakin dengan ucapannya
Ketika malam tiba sangkuriang ke sebuah lapangan lalu dia mulai bertapa, beberapa saat kemudian datang beberapa mahkluk gaip, lalu mereka melakukan diskusi untuk membangun proyek tersebut. Ketika sudh mau selesai Dayang Sumbi merasa kebingungan akhirnya dia memiliki ide yaitu menyuruh para warga untuk bermain lesung. Karena ketukan lesung berkali-kali dan orang-orang rame akhrinya membangunkan para ayam jantan dan ayam jantan 1 kampung itu berkokok. Sangkuriang marah karena belum waktunya tapi Dayang sumbi suruh memberhentikan pembuatan perahu yang sudah 95% itu. Karena marah akhirnya Sangkuriang menendang perahu itu dan menjadi sebuah gunung yaitu tangkuban perahu.
Semua penonton sorak gembira begitu juga dengan para pemain yang merasa lega peraswmbahannya berjalan dengan lancar. Kini Fransiska, Tyo dan Dito sudah di parkiran.
"Mana mobil kalian?" Tanya Tyo sambil celingkan mencari mobil adiknya.
"Kami ke sini naik bajaj Kak." Jawab Dito
"Apa, kok bisa?" Tyo mebggeleng-gelengkan kepala sambil merasa keheranan dengan tingkah 2 manusia di depannya itu.
"Nyidamnya yang aneh-aneh kak tapi gak jauh dengan kenalpot. Jadi ya seperti ini." Dito hanya pasrah dengan keadaan ini.
Sedang yang yang nyidam santai saja. Dia malahan mau diantar oleh kakak angkatnya tersebut.
" Kak aku mau diantar ma kamu."Ucap Fransiska dengan entengnya.
__ADS_1
"Iya adikku sayang akan ku antar kemanapun kamu mau."
Dito hanya diam seribu bahasa. Dito juga disuruh untuk menjadi supirnya. Sedang Fransiska duduk di tengah. Dan Tyo malah disuruh duduk di belakang sendiri. Untung mobil yang dibawanya kali ini adalah alp**t.