kenalpot cinta

kenalpot cinta
BAB 12 Kepentok takdir


__ADS_3

ini saya beri gambaran Nyonya Ida dan Tuan Herlambang




Hari ini Hari Sabtu semua keluarga berada di rumah. Tyo pun kini berada di rumah utama. Dia sedang membicarakan suatu hal dengan ayahnya.


"Gimana tadi malam di polres Nak? Terima lasih sudah menyelamatkan adikmu dari si brengsek itu" Kata herlambang yang geram dengan kelakuan Haikal.


"Untuk sementara dia masih di polres. Kalau semua keterangan sudah lengkap, Dia baru dimasukkan ke dalam penjara. Sudah menjadi tanggug jjawab Tyo sebagai seorang kakak."


"Bungkam semua media dan kejadian di hotel itu." ucap Herlambang sambil merebahkan punggungnya ke kursi kerja.


"Dari semalam Tyo sudah meretas segala CCTV, baik pihak manager maupun pimpinan hotel tersebut sudah aman. Tinggal pernikahannya yah." ucap Tyo.


"Emm gimana ya? Aku juga bingung. Kalau dibatalkan nanti aku yang kena malu. kalau tidak dibatalkan masa ia aku mengemis pada anak yang mau berbuat bejat dengan anakku." Herlambang bimbang dengan perkataannya.


"Bagaimana kalau diganti saja pengantin prianya?" usulTyo dengan ragu.


"Gila kamu ya. Ini menyangkut masa depan adikmu jangan main asal tukar saja." Herlambang meninggikan suaranya.


Tyo sebelum mengobrol dia memberikan beberapa foto dan juga perjanjian konyol Fransiska. "Fransiska maupun Dito pasti setuju dengan keputusan ini."


Herlambang melihat ekspresi anaknya setiap bersama Dito. Bahkan Dia juga melihat anaknya menangis. Lalu Herlambang membaca perjanjian itu hanya bisa menggeleng-geleng kepala.


Setelah Herlambang selesai membaca Tyo baru melanjutkan ceritanya. "Memang pertemuan mereka koyol. Tapi ayah lihat Fransiska selalu tersenyum indah disaat bersama dengan Dito. Dito sebenarnya menolak semua pemberian Fransiska tapi Fransiska selalu mengancam akan membakar pemberiannya itu di depan mata Dito. Jadi Dito terpaksa menerimanya. Tapi ia selalu memakai saat bersama Fransiska saja yah." terang Tyo meyakinkan Herlambang bahwa Dito lelaki yang tepat. Tyo selalu menyuruh orang jika adik angkatnya itu pergi.


"Oke panghil Dito sekarang ke rumah." Titah Herlambang.


Tyo minta izin menelpon Dito dulu.


...**************...


Di tempat Dito, dia baru saja selesai mencuci motornnya. Paman dan Bibiknya sudah pulang ke kota S. Mengurus perpindahan sekolah Rendi. Dengan maksud agar lebih dekat dengan Rs yang lebih bonafit. Rendi sedang duduk memperhatikan kakaknya sambil minum susu dn beberapa cemilan sehat. Sebenarnya dia ingin membantu tapi tidak diperbolehkan dengan kakaknya.

__ADS_1


"Kak telpon dari tuan Tyo." ucap Rendi sambil memperhatikan hp di atas meja dekat Rendi bersantai di teras.


Dito yang ingin kebelakang langsung mengurungkan niatnya dia langsung menyambar hp tersebut.


"Assalamualaikum Dit." Tyo memberikan salam kepada Tyo.


"Waalaikum salam. Ada apa Tuan" Dito menjawab.


" Kamu ke rumah Fransiska sekarang. alamatnya nanti saya kirim." Perintah Tyo.


"Maaf Tuan bisakah saya membawa adik saya. Soalnya dia sendirian di rumah. Saya masih takut kalau adik saya sakit lagi." Tanya Dito sambil mengiba.


"Oke gak papa." balas Tyo.


"Baik Tuan saya akan ke sana."


Dito memberikan salam lalu meletakkan hpnya. Dia langsung memerintahkan adiknya agar segera siap-siap ikut ke rumah Fransiska. Sedangkan Rendi mendengar kata Fransiska dia langsung kegirangan. Karena Kakak itu ceria.


...****************...


"Permisi mas ada yang bisa saya bantu?" Ucap


"Permisi pak saya mau ketemu Tuan Herlambang. Nama saya Dito"


"Oh mas Dito mari mas sudah ditunggu sama Bapak." ucap satpam.


Setelah satpam itu membukakan pintu Dito diperkenankan menaiki ke club car atau lebih dikenal sebagai mobil golf. Pemandangannya asri diawali dengan sungai buatan yang mengelilingi rumah Herlambang, mereka harus melewati jembatan kecil barula samai di depan halaman rumah yang ditanami beberapa pohonan.


"Kak ini rumah apa istana?" ucap Rendi sambil melotot melihat banguanan di depannya.


"Hus diam jangan perlihatkan wajah norakmu." bentak Dito dengan nada yang agak pelan.


Akhirnya mereka masuk terlihat Herlambang dan Tyo sudah menyambut Dito dan Rendi.


"Selamat datang Dito, silahkan masuk."Herlambanng mempersilahkan sendiri tamu pentingnya ini. "Ini adikmu?"

__ADS_1


"Eh iya Tuan ini adik saya. Perkenalkan namanya Rendi." Ucap Dito setelah bersalaman dengan Tuan herlambang dan Tyo.


"Selamat siang Tuan." ucap Rendi dengan sedikit rasa takut melihat 2 orang di depannya.


"Gak usah takut saya gak galak kok. Mari silahkan duduk." ucap herlambang dibalas senyan dari Rendi.


Mereka akhirnya duduk, lalu Herlambang menanyakan dengan tentang asal-usul serta keluarganya. Mbok Sri membawakan 4 minum. 3 kopi dan 1 jus buah yang pastinya untuk Rendi. Setelah Mbok Sri meletakkan semua minuman itu Herlambang malah menyuh mbok Sri membawa Rendi ke belakang dulu karena Ada hal yang mau mereka bicarkan sangat penting.


"Bik bawa Rendi ke belakang saja. Di sana ada mamah dan Fransiska.


"Baik Tuan. Mari nak saya antar menemui Nona sama Nyonya di belakang.


Akhirnya Mbok sum mengantar Rendi ke belakang. Setelah mereka tak nampak barulah Herlambang berucap.


"Dito saya tahu kedekatanmu dengan anak saya. Bahkan saya tahu tentang perjanjian yang kalian buat." Ucap herlambang sambil menjeda omonganya.


Sedangkan Dito yang mendengar semua ucapan itu hanya bisa menunduk. Hatinya sudah bergemuruh hebat takut kena marah atau malah ganti rugi yang lebih banyak mengingat semua yang diberikan oleh Fransiska.


"Karena ada insiden yang tidak mengenakkan kemarin itu saya harap kamu bisa menggantikan pengantin prianya." ucap Herlambang dengan mantap dan tegas.


Mendapat permintaan seperti itu Dito langsung mendongak dia menatak dengan perasaan yang bingung campur aduk antara senang, susah dan kaget. Senang karena bisa bersanding dengan Fransiska, susah karena dia tau siapa Fransiska dan siapa dirinya. Kaget kenapa harus dia dan mendadak?


"Emm kalau tidak bisa tidak apa-apa biarkan namaku akan menjadi bnyak pergunjingan karena tidk jadi menikahkan anaknya." sambung Herlambang


"Sa..saya mau tapi..." Dito menjeda dan memandang Herlambang dan Tyo secara bergantian.


"Sudah yang penting kamu mau. Cukup mempersiapkan mas kawin yangbkamu mampu itu sudah cukup. Dan masalah Fransiska biar saya saja yang bicara dengan dia Pasti dia setuju." Herlambang menegaskannya sekali lagi.


"Terimalah Dit. Aku tahu kau juga mencintai Fransiska." Tyo menjawab susai dengan fakta.


"Bismilah semoga keputusan saya ini benar. Baik saya setuju. Kapan menikahnya?" Tanya Dito yang memang belum diberi undangan oleh Fransiska.


"Monggu depan." Kata Tyo tegas


"Haaa Minggu depan?" Dito Syok "Ya Allah semoga aku bisa." Ucap Dito dalam hati

__ADS_1


__ADS_2