
Setelah kejadian semalam Dito dan Fransiska tidak masuk kerja. Orang tua Fransiska sedari pagi sudah pergi ke perkebunan teh untuk melihat hasil teh yang ia pasok.
"Yank Kamu masih sakit?" Tanya sag suami yang tak tega melihat langkah istrinya berbeda dengan biasanya.
"Oh. emm aku gak papa. Fransiska berlahan menuju kamar mandi, dia tidak ingin merepotkan sang suami dan memilih jalan dengan perlahan. Rasanya perutnya sebah dan ada yang masih mengganjel di area misv.
"Sudah aku siapkan airnya di bak mandi." Dito masih kasihan melihat langkah istrinya. Dia lalu berinisiatif menggendong sang istri ala bridal style.
"Heh kamu mau apa? Turunkan aku." Fransiska antara takut jatuh dan malu
"Sudah lah honey kalau kamu teriak-teriak nanti mama dan papa dengar lo. Lagian aku hanya bantu kamu sampai ke kamar mandi tidk lebih."
Akhirnya kegiatan mandi itu berjalan semestinya. Sebab Dito merasa kasihan dengan kondisi istrinya.
****************
Saat Tyo saat ini berada di sebuah kafe. Di depan Tyo sudah tersaji satu latte di cangkir putih. Sungguh pagi yang damai. Dia berada tepat di depan jendela besar yang dibiarkan terbuka di luar terdapat berbagai macam bunga ditanam di situ. Wewangian khas bunga melati ikut menyambut sang surya. Tampak dari kejauhan sang pujaan hati yang memakai baju topi, baju kotak-kotak hitam putih dengan dalaman kaos putih dan celana cargo warna hitam.
"Maaf lama menunggu." Ara memperlihatkan senyum termanisnya. Dia berjabatan tangan dengan Tyo. Lalu duduk di depan nya.
Sedangkan Tyo hanya membalas dengan senyuman.
"Mau pesan apa?" Tyo bertanya kepada Ara lalu manggil pramusaji dengan cara melambaikan tangannya.
"Selamat Pagi Kak ada yang bisa saya bantu?" sambung pramusaji tersebut.
"Aku pesan 1 jus stroberi dan 2 desert box satu rasa red Velvet dan satu rasa brownies." Ara menunjuk gambar sambil berucap.
"Baik mbak akan saya sediakan silahkan tunggu sebentar." pramusaji itu berucap lalu pergi.
__ADS_1
"Ta, apa tidak ada yang ingin kamu jelaskan ke aku?" tanya Tyo dengan dinginnya.
"Soal apa ya? Aku jadi bingung ni. Oh ya panghil gue Ara aja biar enak." Ara mulai kebingungan.
Tyo mengangguk lalu berucap"Semuanya, aku ingin dengar semuanya dari mulutmu. Tentang kamu selama ini." Tyo mulai mengintrogasi Ara.
Dengan berat hati Ara mulai menceritakan kehidupannya kepada Tyo mulai dari dia sekitar umur 8 tahun sudah ditinggal ibunya meninggal. Ayahnya yang suka judi selalu maksanya untuk mengamen dijalan, lalu uangbya untuk judi dan miras. Dan dia mulai merubah penampilan sedikit demi sedikit dari wanita ke laki-laki. Karen kalau dia menjadi perempuan dia akan sering ditindas. Dia akhirnya menggelandang, dan mulai mengamen.
Tyo merasa iba dengan kehidupan sang pujaan hati yang begitu memilukan"Trus kamu sekarang tinggal di mana?" Tanya
"Sekarang aku kos di belakang mall He yang dekat dengan stadion. Yang kemarin kita ketemu itu." Jawab Ara.
"Trus bagaiman dengan sekolah dan pekerjaanmu?" Tyo belum tanya dengan perta
"Aku hanya lulusan SMP.Untuk pekerjaan aku kalau pahi cuci mobil, kalau sore di kafe. Ikut bantu masak."
"Memangnya siapa yang mau memperkerjakanku aku hanya lulusan SMP. Kerjaku yng sekarang saja atas belas kasih orang." Ara berucap sambil mengaduk-aduk jus stroberinya.
"Aku bisa, kamu ingin bekerja sebagai apa? Tinggal bilang sama aku nanti akan aku caeikan. Sebagai sales, artis samai sekertaris aku bisa." Tyo berkata sungguh-sungguh.
Ara terseyum menanggapi itu semua dia malah menganggap laki-laki di depannya ini bercandan dan hanya menghibur saja. "Terima kasih tapi aku masih betah dengan pekerjaanku sekarng ini." ucap Ara tulus. "Oh iya kamu ngajak aku ketemuan untuk apa?" Ara penasaran
"Aku disuruh Caca untuk bujuk kamu ikut jalan-jalan ma dia." Tyo berkata jujur, tadi malam adik angkatnya itu memintanya untuk membujuk ara agar mau ikut ke pulau miliknya.
"Waah aku mau memang mau jalan-jalan ke mana?" Taya Ara yang penasaran.
"Nanti kamu tahu sendiri. Eh maaf sudah jam 9 ni aku ngantor dulu ya." Tyo pamit lalu meninggalkan Ara sendirian.
Ara hanya melihat kepergian sahabat kecilnya itu. Dia menatap dari jendela, keergiannya yang menggunakan mobil sport berwarna putih.
__ADS_1
...****************...
Hari ini sudah hari Sabtu rencana untuk pergi ke pulau pribadi milik keluarga Herlambang sudah 99% jadi. Semuanya sudah berada di Kapal pesiar milik keluarga Fransiska.
"Kak kok gak berangkat-berangkat?Memang masih nunggu siapa?" Tanya Resti yang sudah gak sabar pengen berlayar.
"Iya sayang memangnya siapa lagi penumpangnya sedangkan di sini sudah ada Rendi, Resti, Ara, Kak Tyo dan temannya Resti namanya Dila. Kamu mau ngajak siapa lagi?" Dito penasaran dengan orang yang ditunggu-tunggu pasalnya sudah 10 menit mereka menunggu.
"Sabar ini spesial." Ucap Fransiska malah bikin penasaran semua orang
Tak beberapa lama kemudian datanglah dua pria tampan ala-ala korea yang memakai baju pantai dan celana putih. memakai celana hitam da menenteng tas olahraganya.
"Itu dia. Perusuh kita. Pasti tambah rame kalau banyak orang." Jawab ar dengan santainya
"Iih kenapa si abzad ikut sih. Bikin bete saja." Resti cemberut melihat kedatangan Alfin dan Bryan.
"Halo semua maaf terlambat. Tadi ban kami kempes." Ucap Alfin secara tulus.
"Alah ngomong saja bangun kesiangan." Sanggah Resti.
"Heh bacotlu diam. Gue robek kalau bicara yang tidk-tidak." Bryan mulai ngegas karwna merasa tidk terima.
"Sudahlah kita memang datang terlambat." Alfin melerai mereka berdua
Brayen langsung menghadap ke saudara kembarnya dan langsung melotot "Heh. Al jangan menjadi buta gara-gara ketutup ma si petasan banting ini." Bryan berucap dengan penuh emosi.
"Dah kita berangkat saja. keburu siang nanti. " Ucap Tyo dengan nada datar.
Akhirnya pun mereka pergi berlayar bersama-sama. Sang anak buah dan nahkoda memperkenalkan diri sebelum mengemudikan kapal pesiar tersebut mereka semua diberi satu kunci untuk satu orang. Kamar luxury dihuni oleh pengantin baru, sedangkan yang lain menggunakan kamar model vip. Di kapal tersebut terdapat beberapa fasilitas di bawah sendiri ada dapur dan tempat istirahat para pelayan sedangkan tingkat kedua ada kamar tidur bagi para penumpang dan ada juga mini bar sedangkan yang di atas sendiri terdapat kolam renang dan tempat berjemur serta pengendali kapal. S semuanya terlihat bahagia Fransisca dan Dito kini menikmati pemandangan laut yang biru dengan cara berdiri di ujung kapal layaknya adegan Titanic. Sedangkan yang lain asyik dengan kegiatannya masing-masing.
__ADS_1