kenalpot cinta

kenalpot cinta
24. Antar Hidup dan Mati


__ADS_3

Tinggal sedikit lagi keduanya akan menjadi santapan bagi kenken dan biri. Antara hidup dan mati, itulah dua pilihan yang harus di pilih dua tawanan tersebut. Salah satu dari mereka akhirnya mengaku


"Kami disuruh seseoranng yang sudah setengah baya. Kami kurang tau nama tapi pas waktu itu dia pernah mengucap nama Haikal. Dia mempunyai suami bule." Ucap kedua penjahat itu secara bergantian.


"Karena sudah mengantong satu nama bawa mereka ke kantor polisi. Biar mereka diadili." Ucap Tyo lalu dia pergi meninggalkan tempat itu menuju rumah sakit.


"Baik akan kami urus." Kata Gilang.


"Jangan lupa jangan sampai diketahui oleh wartawan." Perintah Tyo


"Siiiap." Gilang menjawab.


Akhirnya Kedua tawanan itu digiring ke kantor polisi terdekat untuk membuat berita acara.


****************


Dito masih berada di ruang oprasi sudah 4 jam mereka menunggu tak selang beberapa waktu lampu mati, pintu ruang oprasi terbuka lalu ada 3 dokter profesional yang menanganinya.


" Alahmdulillah proses oprasinya sudah berjalan lancar. untung penusukan ini tidak mengenai bagian hati cuma usus besarnya terkena sedikit robekan. Jadi juga harus ikut dijahit dan sebentar lagi sudah boleh dimasukkan ke ruangan nya walaupun masih pingsan kita menunggu siuman."


"Baik dokter. Terima kasih." jawab Herlambang.


"Dan satu hal lagi jangan diberi air ataupun makanan kalau belum kentut. Nanti akak merusak kerja sistem pencernaan. Kalau ada apa-apa segera hubungi dokter jaga." Ucap Dokter Aldo.

__ADS_1


"Baik Do. Terima kasih sudah melakukan yang terbaik." Herlambang berucap sambil berjabat tangan dengan dokter Aldo.


"Sama-sama." Dokter Aldo membalas jabat tangan Herlambang.


Mereka yang berada di belakng Herlambag merasa lega. Apa yang disampaikan dokter tadi berarti Dito sudah melewati masa kritis dan bisa dipibdahkan ke ruang inap.


...****************...


Tyo sudah menghubungi ayahnya, mereka janjian bertemu di kantor milik Ida. Ya mamanya Fransiska ini adalah derektur utama rumah sakit Herlambang. Bukan karena sahamnya terbanyak tapi karena beliaulah yang mendirikan rumah sakit ini. Dulu karena Ida berasal dari keluarga biasa dan orang tuanya meninggal karen sakit TBC hanya selang 2 tahun keduanya meninggal. Sedangkan Ida tidak tertular karena dia tidak tinggal satu rumag dia mondok. Dan mulai saat itu dia bercita-cita menjadi orang yang berguna dibigang dunia pendidikan. Tapi karena tidak punya biaya dia hanya sekolah farmasi.


"Masuk nak." Ucap Herlambang dengan rasa kasih sayang. Dia sangat bersyukur memiliki anak angkat seperti Tyo. Anak itu sangat berbakti kepada orang tuanya sehingga menjadikan tangan kanan keluarga Herlambang.


"Terima kasih Ayah." Herlambang memanggilnya xengan sebutan ayah karena dahulunya ia juga menyebut nama ayah keada orang tua laki-lakinya.


"Bagaimana sudah ada kabar baik?" Tanya Herlambang kepada anaknya.


Sedangkan Herlambang sangat murka mendengar itu dia langsung mengealkan tangannya, suara eratan giginyapun terdengar jelas. "Besok segera tangkap dia dan penjarakan dia sampai membusuk di penjara bersama anaknya." Perintah Herlambang kepada Tyo.


"Baik yah besok kalau polisi belum bertindak kami sendiri yang akan menjemputnya." Tyo mengerti perasaan yang dirasa oleh ayahnya tersebut.


"Dan tolong perketat penjagaan aku tidak ingin ada penjahat lain yang buru anak-anakku. Termasuk kamu. Kemana-mana jangan sendiri." Perintah Herlambang.


" Ya ayah, tapi kalau untuk aku tidak perlu. Karena sebagian orang tahunya saya pekerja ayah." Ucap Tyo membantah titah ayahnya yang tidak.

__ADS_1


"Ya baiklah yang penting jaga dirimu. Dan pulanglah istirhatlah kamu juga butuh me time untuk diri kamu sendiri."


"Baik Yah. Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Tyo sambil berjalan menjauh dari meja Herlambang.


Herlambang menganggukkan tangannya. Dia bersandar mengingat-ingat masa lalu bersama temannya yang bernama Danu. Awalnya dia dan Danu sahabat karip. Tapi setelah Danu menggelapkan ratusan juta untuk keperluan pribadi dan tidak mau mengakui akhirnya tingkat kepercayaan Herlambang kepada Danu berubah. Sebenarnya dia sudah memaafkannya, tapi hukum sudah berjalan. Dan karena Danu tidak bisa menerima itusemua akhirnya dia memilih jalan pintas, dia bunuh diri.


"Semoga kau bahagia di sana sobat" Doa itulah mengakhiri lamunan Herlambang. Akhirnya dia memilih kembali bersama anak dan istrinya di kamar Dito.


...****************...


Keesokan harinya di rumah Claudia sudah ada 2 polisi yang mendatangi rumah Claudia. Awalnya pengawal secara berbelit-belit menghalangi keberadaan majikannya tersebut. Tetapi karena akan ikut memenjarakan orang yang akan menghalang-halangi proses penangkapan itj mereka juga bisa terkena pasal persengkokolan. Mendengar hal itu 2 pengawal tersebut akhirnya mengalah dn mempersilahkan masuk. Sedangkan Claudia sudah pergi melalui pintu belakang. Suaminya yang tidak tahu apa-apa hanya bisa pasrah dan mengatakan hal-hal sesuai apa yang dia tahu.


Polisi tersebut akhirnya mengejar Claudia yang lewat pintu belakang. Terjadi aksi kejar-kejaran hingga akhirnya Claudia menghentikan sebuat truk lalu ketika truk itu berhenti dia langsung naik ke atas dekat dengan pengemudi.


"Ada apa ini?" Tanya Sopir tersebut.


"Tolong jalan dulu nanti ku ceritakan cepat jalankan mobilmu ini!" perintah Claudia kepada sopir itu.


Karena merasa iba tanpa mendengarkan alasan sopir itu langsung percaya. Dia langsung membawa Clarisa pergi.


"Terima kasih." ucap Claudia dengan memelas.


"Sama-sama. coba ceritakan apa yang terjadi mungkin aku bisa bantu." Sopir itu mulai mengintrogasi wanita cantik yang berada di sampingnya.

__ADS_1


Akhirnya Claudia sedikit mengarang cerita. Sebenarnya cerita ini dialaminya saat suami pertamanya meninggal. Dia berkata kepada sopir itu kalau saat dia lagi diuber depkolep karena tidak mampu bayar setelah suaminya meninggal dan meninghalkan hutang yang banyak. Untuk membiayai anaknya dan memilih untuk menjual segala yang dipunya suaminya. Dia menceritakan saat ini anaknya sudah tinggal bersama neneknya. Dia tidak ingin melihat orang tuanya dikejar-kejar depkoleptor setiap hari.


Sang sopir hanya mendengarkan dia merasa iba dengan wanita tersebut. akhirnya dia memperbolehkan tidur di belakang joknya yang di desain memang untuk tidur. Dari depan jok belakang itu tidak terlihat oleh orang. Jadi pas ada pemeriksaan di perbatasan dia diloloskan. Sungguh malang nasib Claudia dia harus mengulangi hal yang sama di hari tuanya. Seharusnya dia sudah menimang cucu di rumah yang penuh kedamaian


__ADS_2