
Hari ini adalah hari persidangan pertama bagi Haikal. Sudah ada Hakim, penuntut dan terdakwa. dan beberapa saksi tak terkecuali Fransiska dan Dito. Walau harus menggunakan Kursi roda Dito yang didampingi dua perawatnya masuk ke persidangan.
"Sayang nanti kalau kamu memang merasa tidak kuat langsung bilang ya. Aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu." Ucap Dito yang menguatkan istrinya yang sedang duduk sambil menundukkan wajahnya. Sesekali mata itu mengeluarkan air mata sehingga membuat Dito merasa tambah iba dengan istrinya.
Sedang Fransiska hanya mengangguk-angguk ketika suaminya berbicara. Dia sesekali mengelap air matanya menggunakan tisu.
Setelah Majelis hakim meminta penuntut umum membacakan dakwaannya terdakwa pun akhirnya naik ke atas podium. Di sanan jaksa penuntut menanyai beberapa pertanyaan
"Saudara Haikal apakah anda dan Fransiska dulunya kekasih?" Tanya Jaksa Penuntut umum.
"Benar yang kami adalah sepasang kekasih. Sudah 5 tahun kami menjadi kekasih." Ucap Haikal dengan jujur.
"Kalau anda sudah 5 tahun berpacaran mengapa anda malah akan memperkosanya? Sedangkan acara pernikahan pun tinggal 1 minggu?" Jaksa penuntut mengajukan rentetan pertanyaan kepada Haikal.
"Saya sudah tidak tahan dengan Fransiska, dia selalu menolak saya ketika saya cumbu. Dan satu lagi yang membuat saya sebal dia kekasihku tetapi dia tersenyum lepas dengan pria yang disampingnya itu" Ucap Haikal sambil menunjuk Dito.
"Apa ada motif lain selain mengambil kesucian Fransiska?" Jaksa penuntut umum mulai mempertanyakan beberapa kemungkinan
"Tidak ada. Hanya itu saja." Ucap Haikal.
Baik yang mulia saya rasa cukup.
Setelah terdakwa ditanyai dengan beberapa pernyanyaan akhirnya dia dipersilahkan untuk duduk di tempatnya semula. Selanjutnya dihadirkan beberapa saksi yang pertama dalah korbannya.
"Saudara Fransiska apakah anda melakukan adegan cumbu dengan sadar?" Tanya pengacara dari terdakwa.
"Tidak. Saya selama ini tidak pernah kontak fisik secara berlebihan. Hanya sebatas pelukan dan kalau cium hanya sampai pipi dn kening saja. Karena saya beranggapan kalau ciuman melalui mulut bisa mengakibatkan hamil." Ucap Fransiska. Ya memang Fransiska beranggapan seperti itu akibat diberi tahu oleh ibunya. Ibunya selalu mewanti-wanti kepda anaknya agar tidak pernah melakukan ciuman pada bibir.
Mendengar pernyataan Fransiska hampir semua orang mendilik teritama Haikal. Dia tak habis fikir dengan pemikiran yang diluar nalar itu.
__ADS_1
Berbeda lagi dengan Haikal, Dito malah senyum-senyum sendiri karena pernah melakukan ciuman sebelum dia menikah.
"Wah ternyata anda walau pintar di bidang bisnis anda cukup cupu dalam bidang percintaan." Sindir pengacara Haikal.
Sudah hamir 2 jam seluruh saksi juga sudah diperiksa akhrinya Hakim memutuskan.
"Setelah ucapan terdakwa dan beberapa saksi, Berdasarkan pasal 285 tentang percobaan pemerkosaan terdakwa Haikal dijatuhi hukuman 4 tahun penjara." Hakim berucap lalu mengetuk palunya sebanyak tiga kali 'dok dok dok'
Semuanya merasa lega, tetapi beda dengan Haikal, dia hanya sendirian tanpa didampingi oleh orang tuanya. Hanya ada pengacara yang ia bayar menggunakan uang sendiri.
Sebenarnya Fransiska merasa iba dengan penampilan mantan kekasihnya itu. Tapi dia juga merasa takut dengan kejadian waktu itu.
...****************...
Di sekolahsetelah melakukan pelajaran olah raga Resti berniat mengganti baju dengan Dila. Mereka berganti di bilik masing masing yang sudah disediakan. Tak beberapa lama kemudian ada Vita dan kawan-kawannya dia mengunci kedua pintu bilik tersebut dari luar. Tak beberapa lama kemudian dia mengguyurkan air dari atas bilik tersebut alhasil Resti dan Dila basah kuyup.
"Heh bangsat apa-apaan ini. Kalau berani jangan main curang. Keluarkan gue dari sini!" perintah Resti
"Selamat menikmati hidup di neraka tuan putri. Itu balasannya kalau kalian mengusikku" ucap Vita
"Awas saja kalian akan aku laporkan kalian kepada pemilik sekolah ini biar kalian juga di hukum. Bila perlu kalian juga biar dikeluarkan." Resti berucap sambil teriak-teriak. Sedangkan Vita sudah pergi memberikan tanda di depan toilet itu agar tidak menggunakan karena rusak.
"Dil apa kamu bawa hp?" Tanya Resti mulai putus asa.
"Baterai lemah tadi aku matikan dan aku letakkan di dalam tas." Kalau kamu bagai mana Res? Dila juga merasa kedinginan dengan baju yang basah kuyup ini.
"Hp Ku dalam loker. Awas saja kamu v
Vit aku akan membalas mu." Ucap Resti.
__ADS_1
"Trus kita gimana dong?" Dila yang penakut mulai menggedor pintu kamar mandi tersebut.
"Tidak akan terdengar Dil percuma. Lebih baik kita pikirkan jalan keluar yang lain." Resti memberi nasihat kepada temannya padahal dia sendiri juga takut.
...****************...
Jam menunjukkan pukul 4 sore Alfin mulai cemas dia tidak melihat Resti dari tadi.
"Bry apa Resti baik-baik saja? Aku takut dia ada apa-apa?" Ucap Alfin kepada saudara kembarnya.
"Halah gak usah takut kamu ke uks saja siapa tahu mereka berdua bolos kimia. Secara Resti paling sebal dengan Bu Bintang." Bryan memberikan saran kepada kembarannya.
"Tapi Bry perasaanku gk enak."Alfin mulai cemas.
"Ya sudah kita cari saja. Heh Ren kamu ikut gak?" Tanya Bryan kepada Rendi yang duduknya tepat di depannya.
"Aku ikut, tapi izin dulu ma mama dan kakakku." Rendi berucap sambil mengeluarkan hp-nya lalu menghubungi orang tuanya. Ya kegiatan ini dilakukan oleh semua orang yang berada di rumah Herlambang tak terkecuali Rendi. Setelah Rendi menghubungi orang tua angkat dan kakaknya lalu dia pergi ke UKS membantu mencari Resti dan Dila.
"Gimana apa mereka ada di dalam?" Tanya Rendi. Sebenarnya tanpa diberi tahu ekspresi wajahnya sudah menggambarkan raut kekecewaan.
"Semua sudah ku cari. Tapi tidak ada bahkan OB yang biasanya bersih-bersih di sini juga tidak tahu. Hp mereka juga tidak aktif." Ujar rAlfin sambil mengacak-acak rambutnya.
"Gimana kalau kita cari di semua toilet wanita. Mungkin mereka ketiduran karena kecapean." ucap Bryan ngasal.s
"Kita kesana barengan saja biar tidak dikira ngintip mereka." usul Rendi kepada kedua temannya itu.
Akhirnya ketiga bujang itu pergi menuju toilet wanita. Sesampainya di depan toilet mereka teriak-teriak dulu nama Resti dan Dila. Sekolahan ini memiliki 3 toilet wanita. Toilet ke 1 dan ke 2 tidak ada. Semuanya kosong. Berbeda dengan toilet yang terakhir. Di sana diberi tanda kalau toiletnya rusak.
"Eh gimana tinggal toilet ini. Tapi ini toilet rusak. Apa kita masih perlu memeriksanya?" ucap Bryan yang kurang yakin dengan toilet terakhir ini.
__ADS_1
"Iya ya masa mereka menggunakan toilet ini. Ayo kita pergi saja." Rendi memberikan saran kepada kedua temannya.
Tak berapa lama ketika mereka mau melangkah justru ada Bros milik Dila yang tergeletak di dekat pintu masuk. Alhasil tanpa berpikir panjang mereka bertiga langsung masuk ke dalam.