
ini"Malu sama motornya neng."
"Lah itukan punyamu. Kamu tidak mencuri." Fransiska masih ngotot dengan jawabanya.
"Iya cantikku ini motor buat beli rumah saja bisa. Kalau aku pakai motor ini yang ada orag-orang minta tanda tangan. Nanti dikira aku Rossi." Ucap Dito menjelaskan dengan sabar dan tanpa sengaja tiba-tiba Dito mengacak-ngacak rambut Fransiska. Dito gemas dengan perempuan disampingnya itu. Kebetulan tempat duduk mereka berdampingan mski menggunakan kursi menjalin sendiri-sendiri.
"Ih Kamu jangan merusak tatanan rambutku." Fransiska lalu membenarkan model rambutnya. Dito tidak tahu kalau hal yang dilakukan ini membuat Fransiska memerahkan pipinya. Kalau tahu mungkin pria itu akan menerkamnya. Selang beberapa waktu akhirnya Fransiska berpamitan karena masih banyak pekerjaannya di kantor.
***
Tyo kini berada di gedung HE pusat dimana keluarga herlambang sudah menganggap Tyo sebagai anaknya sendiri.
"Gimana Tyo ada kabar apa mengenai adikmu?." Herambang mempertanyakan perkembangan putrinya.
"Dari segi bisnis dia sudah menangani beberapa tender. Sekarang ini Caca memfokuskan pada pembuatan hotel yang ada di kota S. Bahkan besok dia kesana. Katanya mau mampir ke villa dulu." Jawab Tyo dengan tenang.
"Kalau hubungan Adikmu dengan kekasihnya bagaimana?" Herlambang masih penasaran dengan anaknya
"Kalau dengan Haikal dia baik-baik saja. Tetapi mereka sering melewatkan waktu bersama karena kesibukan masing-masing." Tyo jawab jujur, tapi dia tidak mengatakan tentang kehadiran Dito di kehidupan Fransiska.
"Trus bagaimana besok apa ada hal yang harus kupersiapkan? Ibumu kemarin juga tanya ke saya." Herlambang menjelaskan kalau istrinya juga tany kepadanya tentang persiapan yang dilakukan Tyo."
"Semuanya sudah. Terima kasih yah. Tante besok malam mengadakan tahlil dengan lingkungannya. Kalau ayah dan Ibu tidak ada acara saya mohon kehadirannya." Tyo berharap orang tua angkatnya bisa hadir.
"Ya nanti kami usahakan bisa datang." Herlambang mengaggukkan badannya
"Terima kasih. Kalau begitu saya undur diri dulu." Tyo membungkuk dibalas anggukan oleh Herlambang.
\*\*\*
__ADS_1
Hari ini masih hari kerja jadi jam 8 pagi masih banyak lalu lalang giatan masyarakat mulai dari sekolah, kerja bahkan ke pasar masih banyak hingga macet. Kedatangan Fransiska membuat heboh warga sekitar. Selain mobil gambar kuda merk dengan warna khasnya dia juga membawa mobil pick up yang dihiasi dengan hiasan warna pink yang mendominasi untuk membawa motor
.
"Siska cantik apa memang harus begini ya?" Dito menunjuk ke pick up yang berwarna pink yang akan diisi motor GPnya, Dito hanya bisa menggeleng-geleng kepala. Gak habis ikir dengan kejadian pagi ini.
"Dit ayo masuk biar aku yang nyetir kamu masih sakit." Fransiska mendorong pelan Dito agar masukke mobil ya. Sedangkan Dito yang didorong hanya pasrah saja. Toh kalaupun Dito berkata jelas dia tidak akan menang.
"Kenapa kita gak pkek salah satu kendaraan saja Sis?"Dito berucap kepada Fransiska yang baru masuk ke dalam mobil.
"Akukan mau nostalgia sama kamu." Jawaban Fransiska singkat tapi cukup dimengerti oleh Dito.
***
Tepat Pukul 10.00 Fransiska tiba di Villa milik keluarganya. Dito hanya diam seribu bahasa, rumah yang ia datangi adalah rumah gedonga. Yali Dito menciut.
"Apa iya aku bisa bersanding dengan mu Sis. Kita bagai bumi dan langit." Dito hanya mampu bermonolog dlam hati saja.
"Eh iya. Maaf membuatmu repot." Dito yang kaget dengan langsung bergegas keluar. Tapi tidak sengaja ia menyundul pintu mobilnya. "Aduh..." Dito memegangi kepalanya yang sakit.
Melihat hal tersebut Fransiska ikut panik
"Lah. Hati-hati dong. Mana yang sakit sini aku lihat dulu." Fransiska yang tingginya hanya sebahu Dito mencoba berjinjit.
Dito yang mendapatkan perintah menundukkan kepala dan sedikit membukukkan badannya. Fransiska meniup-niup kepala sambil ngecek dengan teliti. Karwna terlalu lama Dito mendongakkan kepala dan badannya tanpa bicara dengan Fransiska dahulu alhasil, dahi Fransiska terkena keala Dito
"Aduh.." Fransiska memegangi dahinya.
Dito dengan sigap gantian memegang tangan Fransiska lalu lali meniup-niup dahinya. Dan untuk beberapa saat tatapan mata saling bertemu mereka bertemu. Tiba-tiba terdengar deheman dari pak Sapri sang penjaga villa tersebut. Mereka langsung membeh diri.
__ADS_1
"Non maaf menggagu ini motornya taruh mana?" Tanya Sapri sambil senyum-senyum.
"Oh iya. Taruh dibagasi saja Pak dan tolong sekalian panasi soalnya kita mau pakai sebentar lagi. Ayo Dit kita masuk saja Bik Jum sudah menyiapkan yang seger-seger di dalam." Ucap Fransiska. Lalu mengajak Dito masuk ke rumahnya. Dia tidak mengajak Dito ke ruang tamu melainkan langsung ke belakang rumah dan meminta Dito duduk di tepi kolamnya.
"Bik bawa ke sini saja makanan dan minumannya ya!" Ucah Fransiska ke Bik Jum. Dan berlalu menuju ke kamarnya untuk ganti pakaian yang agak formal. Karena tadi Fransiska hanya mengenakan kaos putih dan luarnya cardigan warna pink. Sedangkan celananya pakai Jeans warna putih
"Baik Non." Ucap bik Jum. Bik Jum langsung menurunkan beberapa jus dan makanan ringan.
"Terima kasih Bik." Jawab Dito yang agak sungkan dengan tempat yang baru.
"Tuan temannya Non Siska?" Tanya bik Jum basa-basi. Pasalnyanya Bik Jum tahu dia bukan Haikal.
"Iya saya temannya." Jawab Dito singkat
Tiba-tiba dari belakang muncul Fransiska dengan mengenakan baju warna serba biru. Yang atas buru kemeja biru muda yang bawah kulot warna biru tua, karena dia tahu mau naik sepeda motor.
"Bik nanti siapkan makan malam. Aku dan Dito mau makan malam di sini." Fransiska memerintahkan bik Jum.
"Baik Non." Bik Jum menjawab lalu inin meninggalkan mereka berdua.
"Nanti kita mall sebelah stadion itu ya." Fransiska memberi tahu dito sambil duduk di sebelah Dito.
"Oke." Jawab Dito singkat yang masih fokus dengan hpnya.
Melihat hal itu Fransiska merasa sebal. Dito lebih mementingkan hpnya dibandingkan bicara dengan dia.
"Iih lihat apa sih. Apa kamu chate dengan pacarmu?" Tanya Fransiska dengan nad juteknya.
"Tidak cantik. Aku cuma memberi tahu adikku kalau aku di kota ini. Dan adikku mau ketemu dengan ku, lagian tenang saja adikku cowok" Dito tersenyum dengan tingkah bebek cantiknya yang memanyunkan mulutnya.
__ADS_1
"Ooo. Kukira." Fransiska akhirnya ikut senyum. "Ayo berangkat sekarang saja keburu panas."
Akhirnya mereka berdua berangkat. Karen jarak dari Villa hanya 1 jam mereka cepat sampai. Bagi mereka berdua 1 jam berasa 10 menit, mereka jubmga gak nyangka bisa cepat sekali. Setelah sampai di parkiran mereka berdua turun. Dito merapikan rambut Fransiska. Kalau orang ya v tidak tahu pasti mereka mengira kalau sepasang kekasih.