
Berbeda keadaan dengan pesta yang ramai di hotel HE di hotel prodio ini Haikal sangat marah. Pasalnya dia tadi melihat dengan kawan-kawan napi tentang berita pernikahan keluarga Herlambang.
"Wah mereka sangat serasi ya?" Tanya salah satu napi kepada napi yang lain.
Haikal yang melihatnya hanya mengepalkan tanganya.
"Eh lihat pengantin prianya seperti aktor korea yang main di salah satu TV yang tayang setiap sore itu ya?"
"Iya ganteng dan cantik pas. Saludah jodohnya. kira-kira kalau gue punya bimi seperti itu gimana ya?" ucap napi itu. Belum sampai membayangkan tiba-tiba Haikal memukul muka napi tersebut al hasih mereka akhirnya bertengkarnya. Keduanya lebam-lebam.
"Aaaa" Haikal merasa sangat kesal dia tidak bisa memiliki Fransiska. Tapi disisi lain dia juga harus balas dendam sebab ibumya selalu mencuci otak Haikal.
"Lahat saja akan aku buat kalian menderita."
****************
Pesta sudah usai semua keluarga sudah masuk ke kamar hotel masing-masing. tak terkecuali Fransiska dengan Dito. Mereka sudah berada di kamar luxsury di hotel.
Frasiska merasa sangat berdebar, dia masih terbayang-bayang hal yang tidak mengenakkan kemarin. Dia meneteskan airmatanya. Bayangan si bejat itu hadir menertawakanya. Fransiska langsung lari ke pojokan dekat lemari. Dia menutup telinganya sambil menangis.
Berbeda dengan Dito, dia sudah terlihat fresh, dia sudah mengenakan kaos oblong dsn celana kolor. Melihat di atas tempat tidur sepi lalu dia mencari keberadaan istrinya tersebut. "Sis sayang, kamu di mana?" Dito mencari sambil menyebut nama istrinya. Dia membuka pintu yang mengarah keluar di sana ada kolam renangnya. Tapi istrinya tidak ada. Pas mau masuk tanpa sengaja dia melihat Fransiska yang sedang duduk di lantai sambil menyatukan badannya dengan paha sebagai tumpuannya. Dito menghampiri istrinya tersebut. "Sayang kenapa kamu di sini?"Tanya Dito yang penasaran dengan tingkah istrinya.
Fransiska tidak menjawab dia malah terisak.
"Sis ada apa? kenapa tiba-tiba menangis?" Dito memperlakukan Feansiska seperti nak kecil, Dia mengelus puncak rambutnya. "Apa aku menyakitimu? Tanya Dito yang penasaran. sekali lagi Fransiska menggelengkan kepalanya. Dito menjadi bingung. "Kamu gak suka di sini?"
Fransiska menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah bangun dulu yuk nanti kita keluar saja kalau kamu gk suka di sini." Dito memberikan penawaran kepada istrinya tersebut.
__ADS_1
Fransisk mendongakkan badan dan duduk dengan tenang dulu. Riasannya blepotan kemana-mana karena sudah bercampur dengan air mata.
"Yuk bersihkan riasan dulu yuk aku bantu." Dito menawarkan diri lagi kepada Fransiska.
Fransiska hanya diam saja ketika Dito memberaihkan mukanya. Dia hanya melihat laki-laki di depannya telaten dan tulus membantunya. Dengan malu-malu Fransiska berucap. "Aku takut."
Dito menghentikan aktivitasnya dia lalu memandang mata Fransiska. "Sayang aku tidak akan memaksamu. Kalau malam ini kita tidak melakukan apa-apa juga gak papa. Lagian aku juga sudah capek. Tamumu kebanyakan." Dito berkata bohong sebenarnya dia sudah ingin menerkam Fransiska tetapi, melihat keadaan Fransiska yang seperti itu dia tidak ingi menimbulkan batinnya terluka lagi.
" Terima kasih Mas, terima kasih sudh mengerti keadaanku." Fransiska bicara smbil menundukkan badan.
"Ya sudah mandi yuk aku tadi sudah mengisi air bak buat kamu berendam. silahkan berendam dulu. akan kusiapkan baju untukmu. Handuknya sudah ada di dalam.
berbeda dengan Bawaan Dito yang dia taruh di tasransel seperlunya saja. Tapi yang dibawa Fransiska hanya baju haram. Dito sangant kaget setelah mengetahui isi koper tersebut. "Waduh kalau dia pakai baju ini pisangku pasti gak mau tidur." Ucao Dito sambil menenteng baju jala di depannya yang berwarna hitam tersebut. Susah payah Dito menelan salivanya sambil membayangkan tubuh Fransiska. Tak lama kemudian Fransiska sudah datang sambil menggunakan jubah handuknya. Dia menatap Dito.
"Ada apa?" Tanya Fransiska bingung melihat Dito.
"Emm ini bajunya tidak ada adanya ini." Dito menenteng baju haram itu.
"Gimana kalau kamu pakai kaos aku ini. gak papa kok. Ini muat di kamu juga secara ukuran badanku lebih besra sedikit dari kamu." Dito menawarkan kaos yang ia pkai lalu ia lepas dan menyerahkan kepada Fransiska.
"Baiklah aku akan memakai ini" Akhirnya Fransiska kembali ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian pintu kamar mandi itu terbuka. Kaos putih yang ukuran XL itu menutupi bagian intim istri Dito. Dia nampak seksi di matanya. Di atas ada gundukan yang agak menyembul sedikit menambah seksi dimata Dito.
"Duh Gusti gimana mau tidur kalau suguhannya seperti ini." Dito bermonolog di dalam hati. Beberala kali dia juga mengatur nafasnya. Tarik dan hembuskan secara bergantian. Untung Fransiska tidk menyadari.
"Bolehkah aku tidur di dekatmu? Aku takut" Fransiska sebenarnya malu tapi itu yang ia rasakan.
"Boleh cantik sini tidur dengan dengan Mas." Dito menepuk bantal di sebelahnya.
__ADS_1
Fransiska buru-buru naik tempat tidur lalu dia menutupi tubuhnya dengan selimut tak lupa dia membatasi dengan guling di tengahnya.
"Mak salah apa aku ini. Hem sabar-sabar, untung ada guling jadi pisangku gak kelihatan saat merangkak tinggi." Dito Akhirnya menutup mata ketika mendengar suara dengkuran halus dari istrinya.
Wah ini sepertinya aku harus mandi lagi. kalau tidak aku tidak akan bisa tidur. Akhirnya Dito mandi untuk yang ke dua kali dan yang ini pakai air dingin. Setelah itu dia tidur smbil memeluk istrinya.
****************
Waktu menunjukkan pukul lima pagi Dito dan Fransiska sudah selesai menunaikan sholat subuh berjamaah. Dia menuju lobi untuk jalan-Jalan. Sekitar Pukul 4 pagi tadi Dito sudah ditelpon Tyo dan bilang kalau menaruh baju di depan pintu kamarnya. Mereka tampak serasi memakai baju serba putih dengan gambar hati sebelah dipakai Dito dengan tulisan l love dan hati sebelahnya tulisan you. Mereka barkeliling mencari tukang bubur. Ternyata ada dan ternyata Rendi beserta Paman Iman dan Bibi Sri.
"Ayah ibu lihat tu pengantin baru, So sweet ya? Rendi memberi paman dan bibinya.
"Halah kamu itu. Tahu apa anak kecil?" Dito menloyor kepala adiknya.
"Yah lihat ni tatanan rmbut ku jadi benranfakan kan." Ucap Rendi sambil membenarkan tatanan rambutnya.
"Sudah-sudah tidak enak dilihat orang lain. Mang tambah 2 mangkuk ya!" Tambah Bibik Dito
"Oke siap Bu." Jawab Tukang bubur
"Kak gimana malam pertamanya?" Tanya Rendi kepada Fransiska.
Fransiska yang diajak bicara masalah tabu langsung bersemu wajahnya.
"Heh anak kecil tahu apa kamu?" Dito agak meninggikn suaranya.
"Lah aku salah. Kan biasanya tidur sendiri sekarang bersama kakak yang sukanyaendekir."
"Enak saja, kapan aku mendengkur kapan?" Dito ngegas-ngegas.
__ADS_1
Pertengkaran ini terus terjadi membuat paman dan bibik Dito pusing dibuatnya.