kenalpot cinta

kenalpot cinta
BAB 14. KB (Keluarga Bahagia)


__ADS_3

Tyo juga ikut meneteskan air matanya. Apa yang dialami Rendi juga pernah dialaminya. Herlambang yang duduknya di dekat sang anak angkat hanya bisa mengusap lengannya yang artinya saling menguatkan.


"Nanti sekolahnya di sekolah milik Kak Tyo ya. Namanya Sekolah Sun School, Kamu pasti suka di sana." Ida mempengaruhi Rendi sambil membelai lembut punggungnya.


"Terima kasih ma pa kak Tyo." Jawab Rendi


Akhirnya mereka meneruskan makannya. Setelah sore Tyo mengantar Dito dan Rendi ke kontrakannya yang dekay dengan rumah sakit.


"Terima kasih Kak aku berhutang budi padamu. Berkatmu aku dan Caca bersatu." Ucap Dito.


"Aku melakukan ini semua demi kebahagiaan Caca. Ingat aabila kau membuatnya menangis kau akan berurusan denganku." Ucap rendi sambil nyetir dan sesekali melihat Dito di dekatnya.


Rendi yang duduk di belakang memilih mengotak atik tablet baru hadiah dari papa barunya. Awalnya dia menolak karena takut kakaknya marah. Tapi karena Papanya mengancam membuang smke tempat sampah, dan cara itu persis dilakukan oleh Fransiska terhadap Dito. Melihat itu semua semua yang ada di ruangan itu tertawa kecuali Rendi yang tidak tahu apa-apa.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka samai dengan selamat.


"Apa tidak turun dulu kak?" Tanya Dito.


"Lain kali saja, masih ada hal yang harus ku selesaiakn. Dan oh ya jangan Lupa Senin kau menghadiri panggilan sebagai saksi nanti ebgacara keluarga akan mendampingimu. Ya sudah aku pergi dulu. Ren belajar yang rajin senin sudah masuk sekolah." ucap Tyo


"Baik kak akan aku laksanankan."Kata Rendi sambil memberi hormat kepada kakaknya yang baru.


****************


Malam hari di kontrakan Dito kebetulan kedatangan Agus. Dia kesana karena merasa sepi karena tidak ada temannya. Padahal Dito juga sudah bayar. Mereka berdua duduk di teras rumah karena di dalam rumh Rendi sedang belajar.


"Dit kapan kalian pindah ke kontrakan kita lagi?" Tanya Agus yang sudah gabut setiap harinya karena tidak ada yang diajak bicara.

__ADS_1


"Waduh kalau itu susah Gus. Soalnya tuan putri pasti gk nyaman kalau satu atap ma kamu?" Jawab Dito sambil memilih rasa martabak yang ada di depannya.


"Maksudnya gimana ini? Tuan putri dari negri mana?" Agus menghentikan aktivitasnya dan memilih pindah duduk dekat Dito.


Dito yang gak siap pada saat makan martabak sampai keselek saat Agus menggoyang-goyang Tubuhnya. "Uuhg uhg." Dito lalu minum."Lu mau bunuh gue?"


"Heheheh maaf habis Lu ngasih omongan setengah-setengah sih." Agus senyum pasta gigi "Turus maksud Lu Tuan putri siapa?" Agus semakin gemes dengan Dito yang hanya senyum-senyum.


Ketika mau menjawab pertanyaan Agus tiba-tiba Rendi datang memegang Hp Dito dan berkata "Kaka Mama ma Kak Caca nelpon ni. Katanya kakak suruh lihat katalog baju pengantin yang dicoba besok.


"Hah coba baju pengantin caca mama? siapa pereka itu? Heh Dit Lu hutang penjelasan ke gue." Agus sedikit meninggikan suara karena Dito sudah hilang ditelan pintu. "Ren sini sini duduk dulu." Agus siap-siap mengintrogasi adik Dito


"Ya kak ada apa?" Rendi menuruk dengan perintah Agus.


" Tolong jelaskan ke kakak siapa mama, caca dan kapan kakakmu menikah?" Agus sudh pasang telinga mendengar penjelasan dari Rendi.


"Caca itu bosnya kak Dito, mama itu mamanya kak Fransiska. Karena aku dan kakak gak punya orang tua mulai tadi Aku diangkat jadi anaknya Tuan Herlambang. Sedangkan kakak tadi diminta menggantikan jadi menantunya Tuan Herlambang. Tapi kakak jangan bilang ke orang-orang dulu ya. Sebab musuh Tuan Herlambang masih banyak yang diluar." Ucap Rendi setengah berbisik.


****************


Di dalam rumah setah sambungan telpon itu mati Dito melihat beberapa macam-macam baju pengantin dia memilihat-lihat tetapi semakin dilihat semakin pusing kepala. Agus tiba-tiba menghampiri Dito.


"Dit Lu benar mau nikah dengan Siska?" Tanya Agus yang masih gak percaya.


Dito tidak menjawab hanya mengangguk-nganggukkan kepala. Tapi berbeda dengan reaksi Agus dia berjungkrak-jongkrak seperti sporter bola yang kegirangan saat melihat clupnya cetak gol. "Yes sebentar lagi gue juga akan kecipratan rezeki mu. Sebagai teman baik, Lu harus.


"Ya insya Allah kalau gue ada rezeki pasti akan ngajak Lu."

__ADS_1


"Tapi gue Lu undang kan?" tanya Agus lagi.


"Wani piro??"tanya Dito. Mereka akhirnya malah saling kejar seperti anak SD.


Sedang Rendi hanya bisa tersenyum melihat kakaknya dan temannya itu saling berkerjaran seperti anak-anak.


****************


Di rumah Herlambang Ibu dan anak itu saling berbagi pendapat tentang baju pengantin. Walau sebelumnya pernah fitting baju dengan Haikal. Sebab semua yang berhubungan dengan Haikal akan dikubur dalam-dalam bagi keluarga Herlambang.


"Ma besok pas fitting bajunya aku mau dilakukan di rumah saja. Aku masih takut ma." ucap Fransiska kepada mamanya.


"Tenanylah sayang tante Riska akan ke sini dan membawakan beberapa pesanan kita. ucap Ida sambil mengelus rambut anak perempuannya di sofa ruang keluarga.


"Ca, nanti Dito kalau sudah menjadi suamimu apapun yang dikatakannya kamu harus nurut. Kalau ada masalah diomongkan baik-baik. Dan satu lagi jangan membicarakan penghasilan atau harta. Karena itu bisa menyinggung harga diri seseorang." petuah Haikal kepada anaknya.


"Iya Pa." Jawab singkat Fransiska.


"Dan 1 lagi Biar Tyo mengajari Suamimu di Bisnis. Nanti kalau sudah beres semua biar dia memimpin salah satu perusahaan HE." Ucap Herlambang meyakinkan.


"Kalau masalah pekerjaan biar Dia putuskan sendiri Pa. Aku takutnya Nak Dito akan tersinggung. Bicarakanlah semuanya. Dengan baik-baik." Ida memberi saran kepada Keluarganya


"Ya ma. Tapi aku maunya tetap dia bisa memegang salah satu perusahaan kita." ucap Herlambang.


****************


Di apartemennya Tyo sedang merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


"Hem apa kau merindukanku Ta?" Sebuah Foto anak kecil sekitar umur 5 tahun yang sedang memegang lolipop tersenyum bahagia. Ya dia adalah Tita teman main Tyo saat kecil. Dia adalah pahlawan kecilnya Tyo. Di saat teman yang lain mengolok-olok karena tidak punya, Tita malah setiap hari berteman denan Tyo hingga suatu ketika Tante Tuti mengajaknya merantau ke kota karena orang tuanya meninggal ada lalu tanpa sengaja bertemu dengan keluarga Herlambang.


Ketika mau melahirkan Fransiska Ibu Ida malah terjebak di Mall. Untung saja Ada Tuti dan keponakannya. Ia membantu persalinan di dalam lift dan saat itu Tuti pernah belajar menjadi suster. Tapi karena tidak punya biya akhirnya putus di tengah jalan.


__ADS_2