
Rendi dan Resti berjalan berdampingan. Di sepanjang jalan semua pasang mata memperhatikan ada yang kagum ada juga yang meremehkan. Dan mereka masuk ke dalam kelasdi kelas X (Sepuluh) A. Ternyata si kembar Alfin dan Bryan juga satu kelas.
"Tu lihat Si Resti nempel terus ma pujaanmu." Bryan berbisik dengan nada mengejek Alfin.
"Heleh biarin. Mungkin dia disuruh tante Ida." Jawab Alfin santai.
"Matamu buta ya? Pengen gue tonjok aj. Tu lihat sorot mata Resti ke Rendi Dia tu perempuan ambisius. Kalau kamu hanya diam dan tidak mengungkapkan rasa lebih baik kamu ke laut aj." Bryan sudah muak jika harus kalau mslah menasehati kembarnnya tentang cinta.
Jam istirahat tiba, hampir semua siswa merasa kesal. Kalau yang cowok kena popolan karena rambutnya terlalu panjang. Sedangkan yang cewek perkara baju ketat, dan rok yang terlalu pendek.
"Hais para guru itu apa gak tau model ginian lagi ngetren sih." Suara itu itu datang dari salah satu siswa yang berada di kantin tersebut.
"lu enak, kalau laki-laki hanya dipopol rambutnya. La gue, ni baju gue" ucap salah satu siswi yang memperlihatkan bajunya yang dibuat besar seperti semula. dan tidak ada kat baju jekecilan.
Hampir semua anak kena razia itu. Rendi hanya memperhatikan teman sekelasnya
"Kaya tapi minim moral"kata Rendi di dalam hati. Ya inilah yang terjadi saat ini hampir semua mampu tetapi minim tentang akhlaknya.
****************
Di apartemen milik Fransiska pasangan pengantin baru ini sedang bebenah. Banyak sekali kado dari teman-teman yang belum dibuka mereka. pernah merasa capek mereka mereka menaruhnya di kamar sebelah.
"Sayang di kulkas tidak ada bahan makanan bagaimana kalau kita belanja dulu sekalian belanja beberapa peralatan dapur ya?Soalnya aku lihat hanya ada sedikit peralatan di dapur." ucap Dito sambil memperhatikan istrinya yang sedang membereskan baju-baju dari koper di dekat lemari.
"Oke deh Mas kita belinya di mall HE saja ya di sana semuanya lengkap kok." usul Fransiska
"Ya nggak apa-apa sekalian jalan-jalan." Tambah Dito.
...****************...
berbeda situasi dengan keadaan Haikal di rutan dia selalu uring-uringan karena orang tuanya tidak menjenguknya emang dasar gimana sih ibu Ibu cepat keluarkan aku dari sini ini juga diusahakan nak pengacara yang kita sewa sudah mengunggah berkas ke kejaksaan tetapi sampai saat ini belum ada hasil jawab ibunya ganti saja kalau memang nggak becus tambah Haikal yang masih marah-marah sebenarnya ini semua salah kamu Ibu sudah pernah memperingatkan kamu dengan segala tingkah yang kamu buat tapi apa kamu hanya ingin enaknya saja tanpa berpikir panjang alah udahlah Bu yang penting sekarang ini bagaimana caranya aku bebas dari sini aku sudah pusing ya akan aku usahakan mami Haikal lalu pergi karena tak tahan selalu dimarahi oleh anaknya .
__ADS_1
...****************...
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 siang Fransiska dan Dito pergi ke mall milik keluarga. Dito sangat kagum dengan kemegahan Mall mikik Fransiska tersebut. "Waah ternyata mall di sini lengkap ya sayang." Ucap Dito sambil memegang tangan Fransiska.
"Iya dong punya siapa dulu Fransiska gitu loh." Ucap Fransiska yang sedikit menyombongkan diri.
"Mulai deh, kalau gitu aku bilang siap Bos aku akan mematuhi segala perintahmu." Ucap Dito sambil memberi hirmat kepada istriny. "Ih apa sih. Mas aku ke toilet dulu ya udah nggak betah nih Mas tunggu di sini aja sambil pesan jajan atau makanan dulu di foodcourt situ." Fransiska menyuruh suaminya untuk menunggu.
"Oke siap cantik."Dito melepaskan tangan istrinya dn menuju ke foodcourt.
Fransiska akhirnya pergi ke toilet tetapi sebelum sampai di toilet tiba-tiba dompetnya diambil oleh jambret tolong tolong Fransiska teriak-teriak minta tolong tidak ada yang mendengarkan karena tempat toilet itu berdekatan dengan Timezone. Dari belakang secara tiba-ada seorang wanita memakai pakaian pria dia pintar sekali silat. Akhirnya, perempuan itu membekuk jambret tersebut
"Wah terima kasih Bang aku berhutang Budi kepadamu." ucap Fransiska yang masih gugup.
"Oh tidak ada apa-apa Kak, ini tas kamu." Ucap wanita itu kepada Fransiska.
"Kamu ternyata perempuan ya!" Tanya Fransiska yang kaget mendengar suara dan wajah cantik wanita tersebut.
"Ah tidak apa-apa kenalin aku Fransiska." Fransiska mengulurkan tangannya.
"Gue ara. Oh ya kamu mau ke mana?"Ara tanya?
"Aku mau ke toilet, maaf bisa minta tolong antar aku aku takut." Fransiska memohon kepada Ara.
"Oke, gue antar ke dalam." Ucap Ara yang merasa kasian dengan perempuan di depannya itu.
Di dalam toilet usai buang air Fransiska menekan tombol menghubungi Tyo untuk mencari jambret tersebut. Dia tidak ingin kejadin tadi menimpa orang lain. Setelah itu dia mengajak Ara untuk menemui suaminya.
"Mas..." Tiba-tiba Fransiska memeluk suaminya lalu menangis.
"Ada apa sayang?"Tanya Dito yang khawatir dengan keadaan istrinya.
__ADS_1
"Itu tadi ada jambret untung da Ara yang menyelamatkanku? Fransiska berucap smbil sesenggukan.
"Apa itu benar?" Tanya Dito pada wanita di belakang istrinya. Karena wanita itu mengangguk lalu Dito berucap "Terima kasih."
Tak berapa lama kemudian Tyo datang, kebetulan hari ini dia memang berada di mall ini untuk ngecek keuangan.
"Ca kamu tidak apa-apa?" tanya Tyo kepada Fransiska Fransiska yang berada di pelukan suaminya.
Mendengar suara kakak angkatnya Fransiska lalu berbalik dia tidak berucap hanya mengangg-menganggukan kepalanya.
"Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa." Tyo merasa lega melihat adiknya tidak apa-apa. Lalu dia melihat gadis yang berada di dekat adik angkatnya tersebut.
"Tyo, kenalin nih ini namanya Ara." Ucap Fransiska. Dia memang terbiasa memanggil dengan tidak memakai kata kak kepada Tyo karena dia ditugaskan sebagai mata2 diperusahaan.
Arah mata Tyo langsung memandang lekat gadis yang berada di dekat Fransiska tersebut
"Salam kenal namaku Ara."Ara tersenyum manis sambil mengulurkan tangan untuk salaman.
Tyo dia tetap melihat gadis tersebut karena merasa pernah melihatnya tanda tahi lalat yang ada di bibirnya dan tanpa sengaja dia melihat kalung yang berlogokan kunci sebagai liontin "Tita?" satu kata yang keluar dari mulut Tyo.
"Eh siapa ya? kok rasanya aku juga kenal dengan kamu." jawab Ara yang masih bingung dengan laki-laki yang ada di depannya tersebut.
Tanpa aba-aba Tyo memenarik Ara kedalam pelukannya dan berkata "Aku Tyo laki-laki kecil sering main dengan kamu. Aku sangat merindukanmu" Tyo masih memeluk Ara.
Ara yang tidak siap hanya mematung ketika dipeluk oleh laki-laki laki.
Suara deheman Dito membuyarkan langsung membuat Tyo meleaskan pelukan wanita itu.
"Ayo semua kita duduk dulu. Kita ngobrol sambil makan saja biar enak." Tawar Dito sambil mencairkan suasana.
Mereka akhirnya duduk dan ngobrol tentang yang terjadi dengan Fransiska.
__ADS_1