
Pukul 05 pagi ketika Bintang sudah mennyelesaikan sholatnya dia ingin membangunkan Claudia tapi ketika dianggil beberapa kali Claudia tidak memberikan reaksi
"Buk buk bangun hari sudah mau siang." Bintang sudah mengetuk beberapa kali tapi tidak ada balasan. Dia juga heran biasanya dia bangun jam 3 untuk melaksanakan sholat malam. Tanpa berikir panjang dia langsung membuka pintu itu. Untungnya intu itu tidak dikunci. Bintang lalu melihat Claudia tergeletak di lantai dekat tempat tidurnya. Tanpa berpikir panjang Bintang lalu mendekat dia mengecek nafas dan nadi Claudia, alangkah terkejutnya ternyata dia sudah meninggal. Dia langsung mencari tetangga dan menta tolong untuk merawat zenajah sebelum dimakamkan.
Semua tetangga pun berdatangan mereka mulai mempersiapkan proses pemakamannya.
****************
Di penjara Haikal tidak bisa tidur semalaman. Dia merwsa gelisah tapi tak tahu apa yang dia gelisahkan. Di ingat ibunya, mengapa ibunya sudah lama tidak menjenguknya. Dia juga sudah taubat, setiap hari juga sudah melaksanakan sholat serta sudah bisa memohon ampun dengan segala dosa yang iya telah perbuat. Hari ini dia juga menelpon nomor Fransiska menggunakan nomor milik penjara tersebut. Memang di lapas ada jatah menelpon lekuarga sebulan 1 kali. Dia memanfaatkan kesempatan itu meminta maaf kepada Fransiska.
****************
Telpon Fransiska berbunyi. Fransiska yang sedang duduk di ruangan kantornya hanya melihat sekilas karena itu nomor baru, dia tidak langsung mengangkatnya. Tak beberapa lama kemudian telponnya kembali berbunyi akhirnya dia mengangkatnya.
"Assalamualaikum Fransiska" Haikal memberikan salam kepada mantan kekasihnya.
__ADS_1
Fransiska tidak menjawab dia hanya diam
"Tolong jangan ditutup aku menelponmu hanya ingin minta maaf. Maafkan atas kesalahanku aku menyesal dengan semua itu. Maaf sudah membuatmu merasa trauma. Sekali lagi aku minta maaf dari lubuk hatiku. Aku sebenarnya sudah cinta sama kamu tapi keadaan yang memksaku untuk berbuat seperti itu sekli lagi aku meminta maaf. Sudah jangan menangis ku tak pantas kamu tangisi. Terima kasih sudah meluangkan waktu mendengarkan permintaan maaf dari aku assalamualaikum." Haikal langsung menutup telpon itu lalu meneteskan air matanya.
****************
Di kantor setelah menerima telpon dari Haikal dia masih menangis. Dan disaat itu suaminya masuk karena ingin meminta tanda tangan kepada istrinya. Dito sudah beberapa kali mengetuk pintu itu tapi tidak ada sahutan. Dia juga sudah menyakan kepada sekretaris istrinya tetapi dia bilang istrinya ada di dalam tanpa berpikir panjang Doto langsung membuka pintu itu. Dito melihatbsang istri menangis di kursinya. Dia menunduk sambil beberapa kali mengelap ingus dan air matanya menggunakan tisu tersebut.
"Ada apa Siskaku sayang?" Dito bertanya kepada sang istri ya siska adalah panggilan yang disematkan kepada istrinya sejak pertama dia bertemu. Tapi karena di rumah memanggi caca dia juga ikut memanggil caca.
Fransiska yang mendengar suara suaminya langsung mendongak. Dia melihat sang suami sudah ditepi mejanya dia juga melihat suaminya jongkok dan menggeser kursinya agar mendekat dengan sang suami tapi apa mau dikata Fransiaka hanya bisa menangis bahakan tersedu-sedu melihat suaminya yang dia cintai dengan sigap selalu ada di dekatnya. Dia langsung memeluk suaminya yang masih jongkok.
"Menangislah sayang jika ini membuatmu merasa lega tapi setelah ini jangan pernah menangis lagi. Kasihan dengan janinmu jika kamu menangis." Dito berucap sambil mengelus rambut sang istri yang berada di dekapannya. "Yuk bangun." Dito mengajak bangun sang istri.
Fransiska yang sudah lemes dia hanya pasrah tapi ketika dia baru berdiri tiba-tiba tubuhnya melayang. Sang suami sudah menggendong ala bridal style masuk ke dalam kamar yang ada di ruangan kantornya. Ketika sang suami mau meninggalkannya Fransiska langsung mengarik baju sang suami
__ADS_1
Dito yang mendapatkan perlakuan seperti itu langsung duduk di tepi ranjang lalu berucap"Aku hanya ingin mengambilkan mu air minum agar kamu lebih tenang. Setelah itu aku akan menemanimu sayang."
Setelah meminum minuman dari sang suami Fransiska merasa lega. sang suami melepas jasnya lalu menaik ke atas tempat tidur. Dia langsung mendekap sang istri.
"Kalau kamu sudah siap ceritakan apa yang terjadi. Jangan memikul sendiri beban yang kamu rasakan. Kita menikah bukan hanya mengikat secara status tapi juga harus bisa saling berbagi dan melengkapi disaat senang maupun susah."
Fransiska meangguk-angguk dia sangat senang memiliki suami yang pengertian seperti Dito.
Setelah selesai acara menangisnya Fransiska mengambil permen dari saku jas yang ia kenakan lalu membukanya, dia akan memasukkan ke dalam mulutnya tapi tanpa dia duga Dito langsung berebut dengan cara mengecup bibir sang istri. Fransiska kaget dia hanya melong tapi setelah itu dia merasakan kembali bibir sang suaminya. Dito memasukkan permen tersebut menggunakan mulutnya alhasil mereka akhrinya berbagi permen belalui mulut ke mulut. Ketika yang atas sedang melakukan ciuman tangan Dito mulai menanggalkan pakaian istrinya. Dalam sekejap semua sudah hilang tinggal bra warna pink sangat cantik membungkus dua gundukan yang sintal dan dan berisi, terlihat menggoda sekali. Dito kini mulai *******-***** gundukan yang masih terbungkus bra tersebut. Secara perlahan Dito mulai menjilati leher sang istri tak hanya itu dia juga sesekali membuat tatto kepemilikan di leher dan mulai turun secara perlahan. Gundukan tersebut sekarang sudah tidak terbungkus ******* demi ******* dinikmati dengan penuh sensasi.
Dengan posisi masih duduk Fransiska mulai merasa bergejolak. Permen abadi yang menancap ditubuhnya dihisap dalam-dalam lalu dia mulai mengerang menahan gairahnya dan tanpa di duga pula ******* itu muncul bersaman dengan hisapan dan permaianan permen itu dilakukan secara bersamaan oleh sang suami.
Dito memang sudah mulai lincah memainkan permen kepunyaan Fransiska. Dan secara perlahan membaringkan sang istri dia membuang semua yang menempel di tubuh istrinya tersebut. Lalu dia juga melucuti pakaiannya sendiri.
Fransiska melihat pisang Dito langsung menelan salifa. Dia memang masih malu-malu kucing jika melihat itu. Padahal dia sudah pernah merasakan sebelumnya. Memang Fransiska dan Dito tergolong masih jarang bahkan ini yang ke 2 kalinya.
__ADS_1
Dito kembali mendekati istrinya kali ini dia memilih bermain di dekat hutan rimba milik sang istri.
Fransiska mendapat serangan seperti itu makin kelojotan. Dia menahan kepala sang suami ketika akan memasuki gua tersebut. tetapi Dito malah mencekal tangan istrinya dan mulai nenghisap madu dari lebah goa itu ******* demi ******* mulai terdengar di telinga Dito. Tak lama kemudian Dito mulai menyatukan dirinya dengan sang istri tersa nikmat sekali. Perlahan tapi pasti irama muncul secara alami dan ******* itu mengikuti irama yang mereka buat dan akhirnya penyatuan itu diakhiri dengan badan lemas keduanya