kenalpot cinta

kenalpot cinta
23. Ketahuan


__ADS_3

Suara helikopter sudah mendarat di tepi pantai. Sekitar 1 jam perjalanan dari kota menuju pulau tersebut. Semua orang tidak lagi tidur mereka berkumpul di rumah utama. Sungguh kejadian ini diluar rencana.


"Ca kamu dengan Rendi naik helikopter saja. Sedangkan yang lain biar naik kapal." ucap Tyo kepada adiknya.


"Baik Kak" ucap Fransiska. Matanya sudah sembab karena menangis sejak semalam. Selang infus dan oksigen sudah terpasang ditubuhnya.


"Bertahanlah sayang. Sebentar lagi sudah sampai." Fransiska kembali meneteskan air mata. Dia beberapa kali menciumi suaminya . Alat infus dan oksigen sudah menancap di tubuhnya tetapi pisau yang menancap di tubuhnya masih belum dikeluarkan dan harus segera dioperasi.


Dokter dan suster sudah bersiap di helikopter tersebut. mereka juga sudah menambahkan darah melalui infus kakinya. Dan akhirnya mereka terbang. Kini tinggallah keponakan dari Fransiska yang masih di situ.


"Fin Kamu pagi ini bersama yang lain silahkan kembli saja. Sebentar lagi mereka akan sampai." ucap tyo dengan tegas.


"Apa yang bisa kami bantu kak?" tanya Bryan yang masih penasaran dengan semua ini."


"Kalian segera pulang saja di sini tidak aman baginkalian." Perintah Tyo


" Kak bolehkan aku bicara sebentar? Kita bicara di sana saja." Alfin menunjuk kursi 2 yang ada di pojokan itu.


" Oke kita ke sana. Yang lain silahkan berkemas saja. Kalian jangan takut, semua sudah saya sterilkan tidak akan terualng kekadian semalam."


Akhirnya Alfin dan Tyo menuju ke kursi itu lalu duduk saling berhadapan.


"Katakan apa yang ingin kau bicarakan. Waktuku tidak banyak." Ucap Tyo


"Ini mengenai pelaku yang menyerangbkak Dito kemarin. Sebenarnya aku sendiri juga belum yakin tapi Rendi sempat mendengar percakapan 2 orang yang sedang merokok berdua di sebelah toilet. Dia mendengar kalau persiapannya sudah matang. Tinggal menunggu hasilnya." Alfin menceritak lagi apa yang di dengar oleh Rendi semalam.


"Apa ada ciri-ciri yang bisa buat menangkapereka?" tanya Tyo.

__ADS_1


"Katanya yang satu ada tanda lahir di belakang telinganya yang cukup besar. seukuran kuku tanyan kurang lebih dan yang satu tangannya ada bekas goretan menyilang seperti orang habis jatuh ke benda lancip atau disayat benda tajam.


"Oke terima kasih kamu sudah memberi ciri-ciri pembunu itu." Tyo berucap tulus.


"Iya kak. Sama-sama kalau begitu kami amit dulu."


"Aku akan ikut denganmu saja siapa tahu aku bisa membantu. Aku bisa sedikit-sedikit kalau ada hubungannya dengan nge-hack komputer" ujar Ara kepada Tyo.


"Kalau begitu ikut ke bagian pusat data di sebelah rumah utama." ajak Tyo kepada Ara


Ya Ara, memang tidak sekolah tinggi tapi ada salah satu teman yang mengajari tentang dunia hacker. Dia beberapa kali meretas data milik bank dan dijual ke pasar ilegal.


Mereka bubar, anak-anak ulang sedangkan Tyo dan Ara mulai bekerja memperbaiki beberapa sisi TV yang hilang. Dalam waktu 5 menit Ara sudah memperlihatkan 2 orang yang sedang masuk pusat informasi dan ada yang mematikan listrik. setelah itu memang gelap.


Tyo segera menyuruh anak buahnya mencari berdasarkan cctv dan ciri-ciri yang diceritakn Alfin tadi.


Ternyata dari pantauan cctv juga ada sebuah kapal boat yang melesat menjauh dari pulau tersebut.


......................


Sesampainya di atas rumah sakit HE Herlambang dan Ida sudah menyambutnya diikuti beberapa dokter yang akan menangani Dito. Mereka mengeluarkan Dito dari dalam Helikopter lalu diikuti istri dan adiknya. Ketika Fransiska melihat ibunya dia langsung berlari dan langsung menumpahkan rasa ketakutannya. Sang ibupun mengelus punggung sang anak


"Tenanglah nak Semuanya pasti baik-baik saja." ujar ibunya yang menenangkan sang buah hati.


Fransiska tidak menjawab dia hanya mengagguk-angguk saja.


"Kami akan langsung melakukan oprasi pak." Dokter itu meminta izin kepada anaknya.

__ADS_1


"Silahkan, lakukan yang terbaik." ucap Herlambang pada tim dokter.


Mereka membawa Dito ke meja oprasi. Rendi sudah menghubungi paman dan bibinya kalau Dito terkena musibah.


...****************...


Di sisi lain 2 orang yang sudah bekerja sama untuk membunuh keluarga Herlambang sedikit lagi menepi. Todak ada kejanggalan apa-apa di pantai itu. Seperti biasa ada pengunjung, penjual makanan, jasa foto maupun menawarkan naik perahu boat. Mereka semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


"Akhirnya kita sampai darat juga," kata pria bertompel di belakang telinga itu.


Tiba-tiba mereka disamperi beberapa pengunjung. Awalnya mereka tidak curiga karena, mereka mengira pengunjung yang akan menyewa boat ternyata mereka adalah Anak buah Tyo. Keduanya ingin melarikan diri tetapi sudah tidak bisa. Karena mereka dikepung oleh 5 orang berbadan besar. Lalu kedua penjahat itu dimasukkan mobil dan dibawa ke gudang eksekusi.


Setelah mereka sampai Tyo ternyata sudah ada di sana.


"Cepat gantung di atasnya kenken sama biri" Tyo menyuruh Gilang.


Gilang adalah tangan kanan Tyo dia membantu segala hal. Terutama masalah bobol membobol data yang bersifat ilegal dia ahlinya. Waktu di pulau kemarin dia tidak ikut lantaran terkena flu parah jadi dia tidak diizinkan untuk ikut. Makanya pas ada Ara yang bisa meretas cctv Tyo langsung menyetujui.


Anak buah gilang sudah menggantung kedua penjahat itu di atas kubangan yang besar. Di dasarnya sudah ada 2 hewan reptil yang siap menerkamnya.


"Sekarang katakan siapa yang menyuruh kalian?" tanya Gilang mulai menggali informasi."


"Aku tidak disuruh oleh siapa-siapa ini semua ini siapa ini semua inisial inisiatif ku sendiri" Ucap pria yang memiliki sayatan di tangannya.


"Turunkan sedikit tali itu biar hati biri dan kenken senang." ucap Gilang yang masih sabar dengan kedua penjahat tersebut. Dia masih ingin mempermainkan nyawa tahanannya. "


"Bunuh saja kami secara langsung kenapa kalian repot-rept dengan cara seperti ini." Ucap pria bertompel itu.

__ADS_1


"Emm tidak seru dong kalau langsung dor. Aku ingin melihat ekspresimu yang lucu ketika kakimu dijilati sama kenken." tambah Gilang sambil tertawa. "Turunkan lagi"


Dan sekali lagi anak buah gilang menurunkan tawanan itu. Terlihat beberapa kali peliharaan Tyo itu membuka mulutnya karena diberi daging dari atas. Ke 2 tawanan itu pucat pasi. Dia menimba maju kena mundur juga kena


__ADS_2