
Fransiska kini keluar dengan baju yang lebih santai tetapi masih sopan. Baju dengan bermotif bunga-bunga satu couple dengan hem yang dipakai suaminya berwarna biru yang berbahan katun. Terlihat cantik ditambah topi yang berbentuk lebar dan memakai topi hitam. Dia melihat kakaknya yang masih memakai baju yang sama dengan yang tadi lalu dia menghampirinya.
Mengapa kalian belum istirahat?" tanya Fransiska yang menjajarkan duduk dengan Ara dan kakaknya.
"Kami masih ingin menikmati pemandangan yang berbeda dengan kota. jarang-jarang kita bisa melihatnya." jawab Tyo.
"Kakak pernah berapa kali ke sini?" tanya Fransiska kepada Tyo.
"Aku sudah dua kali ini yang pertama dengan Ayah. Waktu itu kami meninjau Pulau ini sebelum ayah membelinya. Pulau ini tidak akan dijadikan tempat pariwisata tetapi dijadikan sebagai liburan keluarga. Dan satu hal lagi bila kita pergi ke tengah hutan nanti akan ketemu dengan danau yang sangat cantik Insya Allah besok kita akan ke sana."
"kita mau jalan-jalan ke dekat karang itu apa kakak mau ikut? tanya Dito kepada Tyo sambil menarik istrinya agar berdiri dan mengikuti langkahnya.
"Oke Kak kan ini ke sana dulu arah jangan sungkan-sungkan kalau kamu ingin sesuatu bilang saja ke kakakku ini pasti dia akan mengabulkannya dia sama kok dengan Doraemon." Fransiska bicara sambil tertawa
Ara tidak menjawab tapi dia ikut tertawa. Sedangkan yang diperbincangkan hanya menggeleng-geleng saja.
"Sayang kita ambil gambar suruh anak-anak ambil gambar kita berdua yuk." Usul Fransiska.
Dito mengangguk-angguk. Kebetulan mereka melewati adik dan sepupu-sepupunya sedang bermain air.
"Fin Tolong foto kakak dong aku tahu kamu hobi memotret." Ucap Fransiska, Dia tahu kalau hobi sepupunya itu memotret. Dan tidk perlu diragukan hasilnya.
"Baikkak maunya di mana?" Alfin pasrah, lagian dia sudah dapat liburan gratis dan tempat tinggal yang super mewah, fasilitasnya juga sangat memuaskan. Dan dia juga ingin memberikan hadiah yang spesial dengan ciripayahnya sendiri.
"kita ke dekat karang situ saja kelihatannya pemandangannya di situ lebih baik." Kata Dito.
__ADS_1
"Oke siap" jawab Alfin
Akhirnya mereka bertiga ke dekat pintu dekat karang. Sesi foto pun dilakukan dengan baik, jepretan Alvin memang sangat jitu panorama alam yang tersaji sangat mendukung. Mulai dari lautnya, hingga sunset kebetulan langit cerah jadi semuanya terasa indah. Mereka semua menikmati matahari yang tenggelam dan menanti malam di bibir pantai. Para pekerja pun sudah mulai menata api unggun dan beberapa perlengkapan untuk barbequean.
...****************...
Waktu menunjukkan pukul 19.00 malam mereka semua sudah melaksanakan sholat, lalu menuju ke pantai untuk makan malam ala barbequean. Sudah tersaji ayam ungkep tinggal memanggang sebentar akan selesai. Karena udaranya mulai terasa dingin kebanyakan dari mereka memaki baju agak tebal.
"Sayang sini duduk dekat api unggun, udaranya sangat dingin."pintar itu kepada istrinya.
Semua orang di sana tidak merasa risih dengan keintiman pengantin baru mereka sangat memaklumi.
"Ih kayak Dito so sweet banget, Aku mau nanti kalau punya suami seperti Kak Dito." ucap Resti dengan membayangkan betapa indahnya memiliki suami seperti itu.
"Halah kamu itu sekolah yang bener dulu, baru nanti cari suami." ucap Bryan sok bijak.
"Aku ngefans sama kamu haduh dunia sudah kiamat apa?" ucap Bryan yang sesunggutan sambil meninghikan satu oktaf suaranya.
"Sudah duduk saja tidak ada gunanya berdebat. Kita nikmati malam ini dengan kecerian saja." Ucap Tyo yang menengahi perdenatan ini.
"Kak ini ayamnya dipanggang di mana?" tanya Fransisca kepada Tyo.
"Taruh di atasnya saja lalu kita bolak-balik secara perlahan biar nanti matangnya merata. Dan yang lain siapkan ikan-ikan itu panggang juga sekalian tapi kalau sudah agak kecoklatan berarti audah matang." perintah Tyo keada semuanya
"Oke siap." Jawab semua secara kompk.
__ADS_1
Mereka semua akhirnya membakar beberapa makanan yang audah dibumbui sesuai dengan tugasnya masing-masing. Setelah matang mereka akhrinya memutuskan makan dari hasil panggangannya.
"Kak sebentar aku ke toilet dulu." Ucap Rendi kepada kakaknya yang kebetulan di dekatnya. Dia langsung menuju ke toilet yang kajaraknya sekitar 300 meter dari bibir 300 meter dari bibir pantai. Tanpa sengaja dia mendengan rembicaraan seseorang dengan telpon dengan 2 orang yang ada di balik bilik toilet itu. Dari omongan mereka berdua Rendi menangkap kalau mereka mengerjakan suatu hal tapi apa tidak terlalu jelas. Rendi tidak terlalu menggubrisnya. Dia pikir cuma 2 anak buah yang sedang merokok dan sambil memperjelas pekerjaannya antara satu orang dengan orang yang lain. Da akhirnya Rendi memutuskan untuk kembali istirahat.
Waktu berlalu begitu saja semua orang-orang tidur di tempat tidur sesuai yang diinginkannya. Tiba-tiba lampu mati di bebera cottage mati, terutama lampu yang mengarah ke kamar utama. Dito memang belum tidur karena usai berolah raga dengan Fransiska. Dia lebih memilih menikmati bintang malam sambil minum air jahe yang ia buat setelah mandi tadi dia merasa lelah tetapi belum bisa memejamkan mata. Harapannya setelah minum air jahe dia bisa tidur. Tapi dia dikagetkan dengan seseorang yang ingin masuk ke kamarnya.
"Siapa kamu?" Dito tanya.
Bukanya menjawab dibawah remang-remang malam orang tersebut malah mengajaknya berantem karena beberapa kali terkena dinding kayu di kamarnya membuat Fransiska kembali membuka matanya. dengan masoh menggunakan baju tidur Fransiska membuka kaca tempat dia istirahat. Betapa terkejutnya ia melihat dua orang berkelahi dan salah satunya adalah suaminya sendiri. Tanpa berpikir panjang Fransiska berteriak
"Tolong tolong" Fransiska menangis sambil meminta tolong.
Tiba-tiba si penjahat itu menusuk Dito lalu pergi. Dan Dito yang ditusuk langsung tergeletak sambil memegangi perutnya. Mendengar ada teriakan semua orang terbangun dn menuju sumber suara. Lampu menyala. Ternyata suda banyak darah yang berceceran.
Tyo langsung mendekat, "Ada apa ini?"
"Aku ga Aku nggak tahu tapi tolong tolong suamiku dia mengeluarkan banyak darah." kata Fransiska sambil mendekat sang suami yang sudah pingsan
"Oke oke aku langsung panggil dokter ke sini dan kalian tolong cari siapa dalang dibalik semuanya." Tyo memerintahkan kepada anak buahnya agar mencari siapa yang melakukan ini semua.
"Siap Tuan" ucap anak buah Tio secara serempak mereka lalu bergegas mencari pelakunya tersebut.
tak berapa lama dokter yang telah ia persiapkan untuk keluarga ini sudah mulai memeriksa keadaan Tio
"Untuk sementara aku hanya bisa menghentikan pendarahannya tetapi kamu harus secepat memanggil pertolongan agar Tuan Dito segera mendapat penanganan yang lebih baik." Ucap dokter tersebut.
__ADS_1
Tyo menekan handphone nya lagi dan menghubungi seseorang agar segera mendatangkan helikopter pribadinya