KENANGAN DAN ABU HORMUZ

KENANGAN DAN ABU HORMUZ
Episode 22 - Prolog


__ADS_3

Lonceng berdentang untuk menunjukkan pukul 6 petang.


Ketika suara lonceng tersebut mulai bergema kemudian memudar, Atalante pun


sudah diliputi oleh kegelapan malam. Itu adalah bunyi lonceng terakhir hari


ini, dan lonceng hanya dibunyikan mulai pukul 6 pagi sampai dengan 6 petang.


Namun, hanya buruh pekerja keras yang memanfaatkan


gema lonceng itu. Hari kerja mereka dimulai pada pagi hari, dan diselesaikan


dengan makan malam dan minum-minum. Banyak juga orang yang menggunakannya


sebagai pertanda untuk menutup toko. Sementara itu, bagi para pekerja di kedai


minum, bunyi lonceng tersebut adalah penanda bahwa tempatnya akan mulai penuh


dengan pelanggan.


Dan bagi Kedai Sherry, ketika bunyi lonceng ke 6 sudah


selesai bergema, mereka pun menikmati bisnis terbaik. Sejumlah besar Anggota Red


MooN mengunjungi tempat itu untuk bersenang-senang sembari melepas lelah, agar


esok harinya mereka bisa bekerja lagi dengan semangat.


Namun malam ini, Kedai Sherry lebih hidup dari


biasanya. Anggota Red MooN bukan satu-satunya yang hadir, ada juga pengrajin


tua, orang-orang muda yang sedang magang kerja, pedagang gemuk, wanita karir


yang menawan, dan bahkan pasukan reguler juga ikut meramaikan kedai itu.


Pada setiap sudut kedai, yang Haruhiro lihat hanyalah


manusia yang bersesakan, dan bahkan lantai yang luas terasa sempit. Tentu saja,


tak ada tempat duduk tersisa, sehingga banyak orang yang harus berdiri. Mereka


tak hanya berdiri di lantai satu atau dua, namun mereka juga berdiri di tangga.


Semua orang memenuhi Kedai Sherry ini setelah mereka


mendengarkan rumor tertentu.


Biasanya, anggota Red MooN yang terkenal akan


dipanggil oleh Klan tempat mereka berasal. Pria dari Klan ini….atau, wanita


dari Klan itu…... Manusia adalah ras yang paling dominan di Atalante dan


sekitarnya, namun jika kau semakin jauh dari Atalante, maka kau akan semakin


sering menemukan ras monster yang kuat dan tak bersahabat.


Seringkali, mereka mengandalkan jumlah yang banyak


untuk membunuh manusia setiap kali bertemu. Oleh karena itulah Klan lahir, dan


jika tujuannya adalah mencapai pencapaian militer tertentu, maka pilihan


terbaik adalah bergabung dengan salah satu dari Klan-klan tersebut. Bahkan,


mungkin lebih akurat jika mengatakan bahwa bergabung adalah suatu keharusan,


dan sangat diperlukan.


Meskipun begitu, ada suatu Party yang masih saja


bertarung secara sembrono sampai saat ini, tanpa meminta bantuan dari orang


lain. Empat dari mereka adalah anggota Red MooN, dan satunya adalah Elf. Salah


seorang anggota Red MooN itu adalah Pingo, dan dia adalah seorang Necromancer.


Jika manusia buatannya bernama Zenmai, maka total anggota Party itu adalah 6


orang.


Mereka dianggap sebagai yang terbaik dari yang


terbaik, dan reputasi mereka di Atalante selalu unggul. Mereka adalah


satu-satunya anggota Red MooN yang pernah diundang pada acara pesta makan malam


yang diselenggarakan oleh yang mulia Khun Atalante, mereka bahkan menolak untuk


menghadirinya.


"Souma, bukankah sekarang adalah saat yang


tepat?"


Atas desakan wanita seksi ini, Souma bangkit dari


tempat duduknya. Itu saja sudah menyebabkan kegaduhan pada seisi kedai


tersebut. Tentu saja, itu adalah suatu hal yang lumrah. Lagipula, semua orang


di sini ingin mendengarkan pengumuman yang akan Souma nyatakan. Bagaimana jika

__ADS_1


mereka tidak mendengar pengumuman itu karena kegaduhan yang mereka buat


sendiri?


Bagaimanapun juga, hari ini adalah hari yang layak


dicatat dalam buku sejarah. Hari ini adalah hari disaat Souma yang terkenal


hendak membentuk Klan, dan tentu saja ini diluar dugaan. Rumor mengatakan bahwa


ia datang untuk merekrut anggota.


Tapi, apakah rumor itu benar? Mungkin itu tidak lebih


dari suatu kabar burung yang diragukan kebenarannya. Banyak juga yang


berpendapat begitu, tapi Souma benar-benar muncul di Kedai Sherry malam ini,


dan ia sepertinya ingin mengumumkan sesuatu di depan banyak orang yang


berkumpul saat ini.


"Shima," kata Souma.


"Yap," wanita seksi itu tersenyum sedikit


dan mengangguk.


Souma kemudian mengalihkan perhatiannya kepada pria


berambut gimbal. "Kemuri."


"Siap," si Kemuri yang berambut gimbal pun


menjawab, sembari dengan malas meregangkan lehernya ke kiri dan kanan.


Souma menatap seorang pria yang terlihat seperti anak


kecil.”Pingo."


"Mmm ..." tatapan Pingo menuju ke bawah, dan


dia mendesah panjang. “Aku tidak suka hal-hal seperti ini.”


"Aku paham." Sudut mulut Souma berkerut


sedikit ketika dia mengerutkan kening. Akhirnya dia menoleh pada orang bertopeng


menakutkan. "Zenmai."


Dengan perlahan-lahan, Zenmai mengangguk sekali.


 Mata Souma kemudian tertuju pada anggota terakhir dari


Party-nya, yaitu si gadis Elf. “Leelya.”


mata mencolok bagaikan batu safir.


 Souma mengakhiri komunikasinya dengan mengambil napas


dalam-dalam, lantas membisikkan satu nama terakhir.


"Nino."


Gadis itu tidak ada di sini. Gadis itu pernah menjadi


Priest mereka, namun kini dia telah tiada. Kemuri merubah kelasnya dari


Warrior, menjadi Paladin. Shima meninggalkan Guild Thieves, kemudian pergi ke


pemukiman Elf di Kagemori, dan menjadi Shaman. Leelya juga bergabung dengan


mereka baru-baru ini.


Sejak kematian Nino, Souma selalu mencari cara untuk


mengembalikannya, tapi sampai hari ini, cara seperti itu tak pernah ditemukan.


Dia menduga bahwa ada petunjuk yang mungkin bisa ditemukan di tempat


peristirahatan Wright King. Itu terletak jauh di dalam tempat yang dulunya


merupakan Kerajaan Ishmael, namun tak seorang pun mengetahuinya dengan pasti.


 Suatu cara untuk menghidupkan kembali orang mati


bahkan tidak pernah ada di dunia ini. Dunia macam apakah ini? Dari manakah


datangnya mereka, dan bagaimana bisa mereka berakhir di sini? Bagaimana bisa terdapat


suatu dunia konyol di mana bulan bersinar merah, di mana monster merupakan


bagian biasa dari kehidupan sehari-hari, dan di mana binatang berlarian di


sekitar setiap hari?


Lantas, Kemuri berkomentar dengan suara pelan, “Ini


seperti sesuatu dari video game ...” dan Souma menjawab dengan, "Ya,


memang."


Seperti itulah yang mereka pikirkan saat ini, namun

__ADS_1


sesaat setelahnya, mereka tidak tahu lagi apa yang telah mereka bicarakan. Bahkan


mereka tak paham kosakata "video game". Kegelisahan secara bertahap memudar,


dan mereka perlahan-lahan akan melupakan semuanya. Namun Souma masihlah


mengingatnya. Bahkan sampai sekarang, itu terukir jelas di dalam lubuk hatinya.


Bagaimana jika dunia ini tidak nyata, namun semacam


“peniruan” yang rumit? Semacam doppelganger? Mungkinkah Souma dan yang lainnya


datang dari dunia nyata, dan apa yang akan terjadi pada Nino setelah mengalami


kematian di dunia ini? Mungkinkah Nino kembali ke dunia nyata begitu saja?


Apakah dia masih hidup?


 [Doppelganger adalah dua orang identik (bukan kembar)


yang hidup secara bersamaan, namun beda tempat. Ini semacam dunia pararel.]


Kemungkinan selalu ada. Dan, ketika kemungkinan ada


... itu berarti, harapan tidak pernah kosong ...


Souma membuka matanya. “Kami telah memutuskan untuk


membentuk Klan.” Kata-kata itu saja sudah menyebabkan kegemparan di seluruh


kedai. “Tujuan kami adalah menyerang bekas Kerajaan Ishmael, yaitu berada di


daerah Undead.” Meskipun ia tidak berusaha untuk berbicara dengan keras,


kata-katanya menggema di seluruh ruangan.


Suaranya bernada dalam dan mengancam. Dengan suara


seperti itu, dia bisa dengan mudah mengintimidasi monster sampai lari


tunggang-langgang. Monster yang sanggup berdiri di depan Souma pastilah monster


terkuat.


"Kami sudah mendapatkan informasi bahwa Wright


King menunjukkan tanda-tanda akan kembali pada keabadiannya. Kami bermaksud


untuk menyelidiki ini lebih lanjut, dan jika Wright King memang kembali hidup,


kami akan menghancurkannya lagi tanpa ragu-ragu. Tentu saja, ini bukanlah


pekerjaan mudah, tapi kami pasti akan menemukan caranya. Kami membutuhkan


kekuatan. Kekuatan dalam jumlah besar. Kekuatan yang melebihi kami


berenam."


Semua anggota Red MooN di kedai mulai berbicara


sekaligus, sedangkan warga sipil dan non-anggota lainnya bertepuk tangan, dan


bersiul. Deru gemuruh tepuk tangan, sorakan, dan teriakan seakan-akan sanggup


merobek-robek udara di sekitarnya.


Tapi yang Souma katakan tidak semuanya benar. Tentu


saja, dia hanya akan mengungkapkan motifnya yang sebenarnya pada orang-orang


yang dapat dipercaya, namun pada suatu saat nanti.


"Kumohon, pinjamkan kekuatan kalian!" sebut


Souma. “Orang-orang yang menganggap dirinya layak untuk bergabung dengan kami,


silahkan bergabung !!!”


 “Beri kami nama! Apakah nama Klan kalian?!” seseorang


berteriak.


Souma mengangguk. “Mulai sekarang, kami akan dikenal


sebagai Daybreakers! Mereka yang gagah berani, mereka yang bijaksana, mereka


yang berhati mulia, mereka yang bermartabat dan tegas, bergabunglah dengan


kami! Jangan takut mati! Kami menyambut semua orang yang berani mencari


kebenaran hidup!”


Dalam keriuhan yang meledak di kedai, Souma berbisik


dalam hatinya, "Nino ..."


Aku akan mengungkap misteri dari dunia ini, dan


kemudian, mungkin suatu hari, kita akan bertemu lagi ...


Haruhiro tidak pernah tahu nasib macam apakah yang


akan mereka hadapi, dan menunggu di akhir nanti.

__ADS_1


                                                       SEASON 1 : Bisikan, Nyanyian, Doa, Bangkitlah


                                                                                        -- End --


__ADS_2