KENANGAN DAN ABU HORMUZ

KENANGAN DAN ABU HORMUZ
Kata Penutup Jilid 2


__ADS_3

Dari waktu ke waktu, aku bertanya-tanya pada diriku sendiri tentang permainan apa yang paling ideal. Aku telah bermain banyak RPG sebelumnya, jadi wajar saja jika aku mengatakan bahwa game ideal menurutku adalah RPG. Secara pribadi, game yang paling menonjol menurut diriku adalah Dragon Quest III dan V, Final Fantasy II, IV, dan VII, dan Romancing Saga. Adapun MMORPGS, aku akan mengatakan game yang setara dengan itu adalah EverQuest. Tapi, baik MMO maupun game RPG tradisional, keduanya selalu masih berkembang, bahkan ketika judul yang baru dirilis, sebagian orang akan mengatakan bahwa game-game tersebut hanya sedang diperbaiki, dan tidak benar-benar berkembang. Dalam kategori MMOS, World of Warcraft adalah juara bertahan, sementara game yang datang setelahnya hanya memperbaiki atau memoles formula awal. Seseorang boleh berpikiran bahwa formula tersebut telah disempurnakan, atau telah mencapai puncaknya.


Ketika aku pertama kali bermain Dragon Quest, Final Fantasy, dan MMOS awal, aku merasa seolah-olah indraku terbuka lebar oleh dunia baru yang ditampilkan di hadapanku. Jiwaku yang rapuh terbang dari duniaku yang kecil, menuju dunia baru yang lebih besar. Aku tidak ingin meninggalkan dunia baru itu, di mana semua yang aku lihat dan dengar adalah suatu hal yang benar-benar baru. Sejujurnya, aku bahkan menutup diri untuk keluar dari dunia nyata sementara waktu.


Aku penasaran, jenis rilisan permainan baru macam apa yang bisa membuatku kembali merasakan hal-hal seperti itu? Apakah itu bergantung pada kemajuan teknologi yang mereka kembangkan? Atau mungkin sesuatu yang baru lahir dari kombinasi formula awal? Atau apakah itu adalah suatu pertandingan yang tak seorang pun pernah bayangkan sebelumnya, dan muncul entah dari mana layaknya komet di langit?

__ADS_1


Tidak peduli berapa banyak aku memikirkannya, aku benar-benar tidak pernah tahu. Mungkin aku tidak akan lagi menemukan game yang bisa membuka duniaku seperti saat-saat itu. Hanya Kenangan-kenangan kecil yang muncul betapa aku menikmati bermain game tersebut.


Tapi untungnya, bagi aku, ada novel. Aku tahu apa yang bisa ditulis oleh orang bertipe seperti diriku, tapi karena aku bukanlah orang yang jenius atau berpengalaman, hal-hal yang aku coba tidak pernah berjalan dengan lancar, dan itu seperti meraba-raba jalan selangkah demi selangkah. Aku selalu terintimidasi ketika mencoba untuk menulis


sebuah novel. Aku selalu bertanya pada diri sendiri, dapatkah aku melakukan ini? aku takut apa yang aku mulai tidak dapat aku akhiri. Semua bayangan buruk tentang itu semua selalu menghantuiku dan terkadang membuatku depresi juga.

__ADS_1


Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembaca yang menikmati novel ini dan juga kepada teman-temanku yang membantuku dalam membuat novel ini. Kepada senior yang membimbingku sejak awal aku ucapkan terima kasih, karena tanpa senior dan juga teman-temanku aku tidak akan pernah menulis novel ini.


Dengan penuh rasa syukur dan cinta, aku meletakkan penaku untuk hari ini, dan berharap untuk melihat kalian lagi esok hari.


                    KENANGAN DAN ABU HORMUZ Jilis 2 : Semuanya Berharga, Tak Ada yang Tergantikan

__ADS_1


                                                                                    -Fin-


                                                                   Urek Mazino 151710813036


__ADS_2