KENANGAN DAN ABU HORMUZ

KENANGAN DAN ABU HORMUZ
Jilid 2 Chapter 13 - Kombo


__ADS_3

Dia tidak bisa tinggal di kandang ****-cacing selamanya ... salah seekor ****-cacing telah jatuh cinta padanya, dan itu membuatnya jijik.


"Dengar, kita sungguh tak bisa menjalani hubungan ini," Marco mengatakan kepada babi-cacing yang melekat padanya. “Aku minta maaf ... Sebenarnya, tidak. Aku tidak menyesal sama sekali. Hey! Berhenti mengikutiku! Berhenti, aku akan panggang dirimu dan aku makan bulat-bulat!”


Dia memprotes dengan sia-sia namun, ****-cacing hanya mengatakan buu-hee-buu-buu padanya dan berusaha untuk meringkuk lebih dekat.


“Dasar ****-cacing kasmaran bodoh! Selamat tinggal!” Marco mengebaskan ****-cacing dan melompati pagar.


Satu-satunya makhluk yang mengikutinya sekarang adalah setan-nya, yaitu Zodiak.


{Penakut! Heehehehehe ... penakut penakut penakut! Keehehehehe ... penakut penakut penakut penakut!}


"Diamlah, Zodiak!"


{Kau yang diam! Hehehehe ... DIAM SELAMANYA!}


"Kau menyuruhku untuk mati?! Apakah itu yang kau katakan!?"


{Keehehehehe ...}


"Tarik kembali kata-katamu!"


Tapi tidak, tunggu sebentar ... Sebelum Marco bisa menyelesaikan pemikirannya, Zodiak tiba-tiba mendekat, mengarahkan mulutnya di dekat telinga Marco, kemudian dia berbisik,


{Ada di sini ... di sini ... hehehe ... dia telah datang untuk membungkan dirimu selamanya ... dia di sini ...}


"Apa!?"


Dengan panik, Marco buru-buru melihat ke sekelilingnya. Di situ ada seekor kobold petua, salah satu dari mereka adalah bos yang membawa cambuk berujung besar dan kawat berduri. Untungnya, dia tidak melihat ke arah Marco, tapi dia memang sedang mendekatinya. Marco ragu-ragu untuk sejenak, sebelum akhirnya dia melompat kembali ke kandang bersama ****-cacing yang barusan dia tolak.


Jika berada di dalam kandang ****-cacing, ia tidak akan diperhatikan oleh setiap kobolds yang mendekat. Ada kandang ****-cacing lain di dekatnya, tapi sebelumnya, dia dan teman-teman telah melemparkan seekor petua yang mereka bunuh ke dalam kandang babi-cacing. Setelah menyaksikan puluhan ekor ****-cacing melahap tubuh kobold dengan rakus, Marco memutuskan untuk menahan diri untuk memasuki kandang babi-cacing tertentu. Dimakan oleh hewan seperti itu bukanlah pilihan yang baik.


Ia langsung melompati seekor ****-cacing… tidak, tidak bisa disebut "Melompat"; seekor babi-cacing beringsut-ingsut dan membungkuskan dirinya pada tubuh Marco. Tak lama kemudian, beberapa ekor lainnya melakukan hal yang sama, dan sekarang tubuhnya ditempeli lebih dari seekor ****-cacing. Mereka menjilat wajahnya dengan begitu semangat, dengan menggunakan lidah yang begitu kasar seperti ampelas. Mungkin ada pendarahan pada kulit Marco, karena itu terasa sangat perih.


Sial ... "Sepertinya aku tak tahan lagi," katanya kepada diri sendiri.


{Gaaaaakk tahan! Gaaaaakk tahan! Heehehehe ... Gaaaaakk tahan ... keehehehe ... Gaaaaakk tahan!}


"Zodiak, sialan ..." Marco bersumpah dengan sepenuh hati bahwa suatu saat nanti, dia pasti akan menghabisi si cilik ini.


Tapi tidak sekarang. Zodiak tidak seperti ****-cacing yang meringkuk pada Marco, tapi ia juga bukan setan Dark Knight yang bisa menjadi teman terbaik. Kemampuan khusus seekor setan tergantung pada jumlah Vice yang dikumpulakn oleh seorang Dark Knight.


Nol sampai sepuluh Vice akan membuat si setan memberikan peringatan ketika musuh berada di dekatnya. Itupun terjadi jika setannya ingin melakukannya. Sebelas sampai empat puluh Vice adalah peringkat kedua, dan si setan akan mengalihkan perhatian musuh dengan berbisik berbagai hal pada telinga mereka. Itupun terjadi jika setannya


ingin melakukannya. Peringkat tiga akan diperoleh dengan terkumpulnya empat puluh satu Vice atau lebih, dan si setan akan mengganggu musuh atau menghalangi gerakan mereka. Tentu saja, itupun terjadi jika setannya ingin melakukannya.


Namun, di ketentuan atas hanya berlaku setelah matahari terbenam, ketika kekuatan Dewa Luminous berkurang, maka Dewa Skulheill melahirkan musuh. Bahkan pada peringkat satu, Dark Knights tidak bisa memanggil setan mereka pada siang hari. Dan pada tingkat di atas peringkat kedua, efektivitas setan pada siang hari selalu berada satu level di bawahnya.


Marco saat ini berada pada peringkat tiga, dan meskipun sulit membedakan kapan siang atau malam di dalam tambang ini, Marco menduga bahwa saat ini bukanlah malam hari karena Zodiak hanya menunjukkan kemampuan level 2 ... itupun jika Zodiak merasa ingin melakukannya.


"Masterku mengatakan kepadaku bahwa semakin banyak Vice kukumpulkan," katanya sembari bergumam. "Setanku akan menjadi lebih kuat, dan menjadi lebih patuh, tapi ... "


{Sungguh? Apakah itu benar? Keehehehe ... dia benar-benar mengatakan itu? Heehehehe ...}


"Ya, dia mengatakan itu."


{Kau sudah ditipu! Ditipu! Keehehehe ... tertipu tertipu tertipu! Heehehehe ...}


"Berhenti mengatakan hal-hal seperti itu. Itu hanya akan membuatku sebal!."


{Nasib sial! Nasib sial! Nasib sial! Eeehehehehe ... Kau hanya akan mati atau terbunuh! Heehehehe ...}


"Sialan kau, Zodiak. Inilah sebabnya aku tidak suka memanggil dirimu. "

__ADS_1


Itu berarti, ada saat-saat ketika setan ini benar-benar membantunya, contohnya adalah ketika Zodiak memperingatkannya tentang datangnya seekor kobold petua barusan. … Paling tidak, berada sendirian di sini akan membuatnya merasa semakin kesepian.


Tidak tidak tidak, Marco menggeleng. "Aku tidak kesepian. Bodoh amat dengan itu. Tidak mungkin. Aku bahkan tidak tahu arti kata itu. "


{Pembohong! Pembohong pembohong pembohong! Keehehehe ... pembohong besar! Hehehe ... hehe ... pembohong kotor!}


"Aku bukanlah pembohong besar ataupun pembohong kotor!"


Dia hanya bisa marah pada setan panggilannya, tapi terima kasih karena Zodiak sudah berada di sini untuk menemaninya, setidaknya dia tidak menjalani ini dengan membosankan. Marco mengangguk untuk meyakinkan dirinya sendiri.


"Itu jelas-jelas merupakan unsur pokok dari suatu hal. Unsur pokok. Ya ampun, kosakataku benar-benar keren. Bukan 'faktor', UNSUR. Sialan itu terdengar begitu mengagumkan karena akulah yang mengatakannya. Jadi, itu berarti bahwa aku sungguh keren, ya kan Zodiak? Unsur- ... Zodiak! Oy! Zodiak, mohon katakan sesuatu sebagai balasan!”


{...}


"Hei, kenapa kau tidak mengatakan sesuatu sekarang? Katakanlah sesuatu!"


{......}


“Zodiak! Oy! Zodiak!”


{.........}


"Zoooodiak! ... Zodiak? "


{............}


"A-apa yang terjadi? Zodiak, apa yang salah? Apa yang terjadi? Apakah kamu baik-baik saja?"


{...............}


"Z-Zodiak ?!"


{Aaahahaha ... kau tertipu! Keehehehe ... kauuuuuuuuu tertipuuuuuuuuu!}


Marco mencoba meninju setan sebagai hukuman, tetapi pukulannya luput karena Zodiak memantul menjauh sehingga tidak terjangkau oleh tangannya.


{Kau tidak tahu bagaimana cara memukul setan ... meskipun begitu, kau memang seorang Dark Knight bodoh ... Keehehehehe ...}


“B-bodoh! Tentu saja aku bisa! Tapi kau adalah setanku, kan? Jenis orang macam apa yang tega memukul setannya sendiri?!”


{Sungguh? Sungguh? Hehe! Apakah kau meeeeeeemang bermaksud seperti itu?}


"Tentu saja! Apakah aku harus mengatakan bahwa aku tidak serius?"


{... Sialan kau seratus juta kali!}


"Apa?!"


{Keeehehehe ... Heehehe ... Keeehehehe ... Hehe… Keehehehehe ...}


Sial. Ini berubah seperti pertunjukan yang menyerupai pertengkaran sepasang kekasih yang biasa terlihat pada suatu opera sabun. Pada awalnya ini menyenangkan, tapi sekarang tidak lagi.


"... Tidak boleh hanya bersembunyi. Itu tidak seperti diriku. Tapi aku tidak melihat adanya pilihan lain ... mungkin?"


Tetapi bahkan jika ia tetap tinggal di sini, ia tidak yakin bahwa bantuan akan datang. Mereka tidak datang. Tidak mungkin mereka akan datang ... Tidak, tidak ada alasan untuk mengharapkan orang lain datang. Bahkan, mengapa aku berharap mereka akan datang? Menyedihkan. Apakah aku adalah seorang pria sejati atau apa?


"Jika aku melihat yang lainnya lagi, aku akan membuat perhitungan dengan mereka," Marco mengatakan itu pada dirinya sendiri, dan ia memutuskan untuk berjudi dengan meninggalkan kandang tersebut. Menurutnya, berdiam diri di sini sungguh tidak mencerminkan kepribadiannya. Itu membuatnya merasa lebih baik.


Ia mengenyahkan semua babi-cacing yang tertempel pada dirinya, lantas dia melompat keluar dari kandang tersebut. Masih ada jalan panjang sebelum benar-benar melarikan diri dari sini, sehingga ia bergegas menyusuri jalan di antara kandang-kandang, bukannya berlari dengan kecepatan penuh.


"Mudah. Ini sungguh mudah."


Daerah di sekitar jamur hitam, pakis ogre, dan bunga cahaya sungguhlah berbahaya, areanya benar-benar terbuka dan terdapat banyak kobold pekerja yang berkeliaran di sekitar. Tapi, sesekali juga ada beberapa ekor petua, dan ada juga 1 – 2 kobold biasa yang berpatroli di sekitar kandang ****-cacing dan ****-tikus, jadi di area ini cukup aman. Pagar di sekitar kandang juga cukup tinggi, jadi jika Marco membungkuk, dia bisa tetap tersembunyi. Tapi, mungkin saja dia terlalu berhati-hati.

__ADS_1


"Dengan keadaan seperti ini, aku mungkin bisa melompat-lompat tanpa ada masalah ..." ia tertawa.


Ketika semakin berani, Marco melompat antara dua kandang, dan tiba-tiba dia bertabrakan dengan kobold pekerja saat ia mendarat. Kobold itu mendengking, dan Marco juga hampir berteriak, namun dia menyadari bahwa tidak ada waktu untuk menjerit. Dia mempertaruhkan segalanya, namun sepertinya dia tidak punya waktu untuk


menghunuskan pedang panjangnya.


Apa yang akan dia lakukan ...?


Tiba-tiba dia memikirkan beberapa hal. Belakangan ini, dia telah melihat Haruhiro menggunakan skill baru, [WIDOW MAKER], mungkin seperti itu namanya. Mungkin ia juga bisa menggunakannya. Marco sebenarnya tidak tahu bagaimana cara menggunakan skill itu, tapi dia sudah cukup banyak melihatnya. Sehingga, mungkin saja jika dia meniru gerakan Haruhiro, dia bisa menggunakan skill serupa.


“Hei! Berhenti bergerak!” Marco menuntut sembari ia bergerak untuk mengunci lengan kobold tersebut.


Tentu saja, kobold itu melancarkan serangan balik, dan itu teralu kuat. Tapi Marco juga mencoba sekuat tenaga untuk memenangkan pertarungan ini. Dia menyematkan lengan kobold itu ke bawah, dan berusaha untuk membungkuskan lengannya pada tubuh kobold, tetapi itu tidak berhasil sesuai dengan yang dia bayangkan. Mereka jatuh bersama-sama dengan tubuh yang saling terkunci.


Ketika keduanya berguling-guling di tanah, Marco memukul kepala lawannya beberapa kali. Kobold itu juga menyikut rusuknya berulang kali, dan rasanya lebih sakit daripada yang dia bayangkan. Skill [WIDOW MAKER] ini tampak mudah, tapi prakteknya sungguh sulit. Meskipun dia berhasil menahan lengan kobold sementara, namun ternyata hanya itu yang bisa dia lakukan, tidak lebih.


"Harus ... mencekiknya!"


Dia membiarkan lengan kobold lepas untuk sementara, lantas dia membungkuskan kedua lengannya pada leher monster itu, dan menekannya sekeras mungkin. Ketika kobold mulai tercekik, dia meronta-ronta dan menjadi semakin liar. Kobold mencoba untuk menghempaskan Marco. Marco pun berteriak, dan bertahan dengan seluruh


kekuatannya.


Kobold menggoreskan cakar pada wajahnya, menusukkan jari ke dalam mulutnya, dan merobek sudut bibirnya.


"ARGH !!!" Marco menggigit jari kobold sebagai balasan, kemudian dia mencekik lehernya dengan lebih keras.


Lalu akhirnya, akhirnya tubuh kobold pekerja itu melemas.


"Apakah aku berhasil- ?! Tidak, belum!"


Ia menolak untuk percaya bahwa makhluk itu telah mati, lantas dia memegang lehernya untuk mencekik selama lima, sepuluh detik lebih, dan Marci pun terus memberikan tekanan pada tenggorokan si kobold. Sekarang mungkin sudah aman ...


Dia memeriksa untuk melihat apakah kobold itu masih bernapas. Napasnya berhenti. Dia telah mati. Marco mendorong dirinya agar menjauh dari tubuh kobold tersebut, dan dia mulai berdiri lagi, tapi tidak bisa. Semua kekuatan di dalam tubuhnya terasa sudah terkuras. Zodiak terpental dan melayang di sekitar Marco, lalu makhluk itu menatapnya dari atas.


{Keehehehe ... apa yang kau lakukan? Dasar amatir! Amatir payah! Hehehehe ....}


"Amatir katamu? Apa-apaan itu…?"


Itu adalah pertarungan yang nyaris. Nyaris aman ... kan? Yahh, itu tidak berbahaya sama sekali ... Dia menyelesaikannya dengan sempurna, sangat sempurna.


"Ya, ayo kita tinggalkan saja itu ..."


Marco berguling, merangkak, dan mendorong dirinya dengan kakinya. Bagaimana caranya membuang bangkai ini? Sebelum itu, ia perlu mengambil jimatnya. Mendapatkan jarahan membuatnya merasa sedikit lebih baik, lantas ia mendorong bangkai itu pada kandang ****-tikus dengan segenap tenaga.


"Selesai!"


Suara menggonggong memenuhi udara. Seekor kobold. Tidak, bukan hanya satu, sejumlah kobold sedang bergegas menuju ke arahnya dari kejauhan.


{Bangkitlah, Dark Knight! Eeehehehe ... Lawan lawan lawan! Keehehehe ...}


"Tidak mungkin lah aku melawan mereka semua!!”


{Penakut penakut! penakut penakut penakut! Eeeehehehe ...}


"Sialan kau, Zodiak!"


Marco berbalik dengan tumitnya, kemudian dia berlari dengan tubuh lunglai. Mungkin tubuhnya terasa ringan, tapi sobekan di sudut mulutnya memang terasa sakit. Seberapa parah si kobold telah melukai mulutnya? Sial. Dia kan dijuluki Si Bibir Sumbing selamanya. Dan tampangnya yang sangar akan rusak.


Tidak waktu untuk berpikir tentang hal itu! Suara hati mengatakan kepadanya.


Ketika Marco berbalik untuk melihat ke belakang, dia melihat segerombolan kobold nyaris menyusulnya. Tentu saja dia ingin mengumpatkan sesuatu, tapi dia sudah muak dengan ejekan Zodiak. Pada keadaan ini, dia tidak tahu apakah dia bisa tahan mendengar ejekan-ejekan dari si setan itu.


Tanpa kata dan tanpa melihat ke belakang, ia berlari sekuat tenaga.

__ADS_1


__ADS_2