KENANGAN DAN ABU HORMUZ

KENANGAN DAN ABU HORMUZ
Kata Penutup


__ADS_3

Dragon Quest, Wizardry, Final Fantasy, Megami Tensei, Metal Max, Romancing Saga,


Breath of Fire, Tinggal Live, Chrono Trigger, Arc the Lad, Tactics Ogre, Gensou


Suikoden, Tales of Phantasia, Wild Arms, Final Fantasy Tactics, Star Ocean,


Mary Atelier (seri Atelier), SaGa Frontier, Xenogears, dan konsol Game RPG


lainnya selalu menjadi penyelamatku.


Aku tidak mahir dalam game shooting, game sport, game fighting, atau yang lainnya,


jadi aku tidak pernah benar-benar menyukainya, tapi game RPG adalah sesuatu yang


terus menarik perhatianku. Meskipun aspek pemain tunggal yang mengembangkan


karakterku dengan perlahan tapi pasti bukanlah satu-satunya hal yang aku suka,


namun aku pikir itu adalah salah satu aspek yang paling penting dari genre ini.


Bahkan sampai hari ini, aku tidak pernah menjadi orang yang memiliki begitu banyak


teman. Bahkan mungkin, kau bisa mengatakan bahwa aku hanya memiliki beberapa


orang teman. Tentu saja, itu jauh berbeda dari “tidak memiliki teman sama


sekali”, tapi aku bukanlah tipe orang yang bisa bergaul dengan banyak orang


atau bersemangat tentang sesuatu bersama-sama orang lain. Ini adalah sesuatu


yang ingin aku lakukan, tapi aku hanya tidak begitu mahir dalam hal itu.


Game Dragon Quest dan Final Fantasy pertama kali aku mainkan ketika aku masih duduk


di SMP. Semua orang memainkannya dan teman sekolahku biasanya saling bertanya


setiap hari, "Seberapa jauh lantai yang kalian dapatkan?" atau "Berapa


level kalian sekarang?" Aku tidak pernah bisa berpartisipasi pada


percakapan seperti itu. Meskipun begitu, apa yang bisa aku lakukan hanyalah

__ADS_1


mengorbankan waktu tidurku untuk bermain game, sehingga aku bisa memastikan


bahwa pencapaianku dalam game lebih baik daripada para pemain lain.


Ketika seseorang membual, "Aku harus bisa ke tempat itu!" Aku akan


mengatakan dalam hati, "Kau hanya sampai sana? Itu belum apa-apa. Aku


lebih jauh darimu," dan tersenyum diam-diam. Dengan kata lain, aku adalah


pribadi yang cukup anti-sosial. Tapi beberapa orang yang menjadi pahlawan dalam


suatu cerita selalu menjalani petualangan besar dengan semua kelebihan dan


kekurangannya, kemudian menjadi kuat dan menyelamatkan dunia .... Game RPG


benar-benar menyelamatkanku.


Kemudian, bagi para gamer soliter dan tertutup seperti kita, datanglah suatu titik balik.


RPG online Diablo, Ultima Online, Ever Quest, Dark Age of Camelot ... Itu semua


siapapun dari manapun dan bermain bersama.


Tentu saja, ide bergabung dengan seseorang untuk Roleplay sudah ada pada konsepan


RPG, tapi bagi orang seperti aku yang tidak baik dalam pergaulan, dinding


penghalang untuk masuk sungguh terlalu tinggi. Tapi dengan adanya game online,


aku tidak perlu bertemu mereka pada dunia nyata. Aku bahkan bisa bermain dengan


orang-orang di luar Indonesia kalau aku tahu beberapa frase dalam bahasa


Inggris.


Aku benar-benar terpesona. Tentu saja lingkungan internet di kala itu tidak maju


seperti sekarang ini. Tidak ada koneksi 4G, HandPhone masih jadul, dan aku


harus bermain ke warnet siap kali ingin bermain.

__ADS_1


Ketika aku bermain, RPG online adalah dunia nyata bagiku. Dan waktu sisanya aku


habiskan hanya untuk tidur atau makan, aku terbiasa tak memikirkan hal apapun


kecuali game. Aku menyelam ke dalam dunia RPG online yang penuh ketegangan


setiap malam dan kembali ke dunia nyata yang membosankan di pagi harinya. Aku


hidup di dunia game dan game membuat aku hidup.


Sesekali, aku bertanya pada diriku sendiri mengapa aku ingin menjadi seorang penulis dan


aku harus mengakui bahwa game adalah alasan terbesarnya. Andaikan aku tidak


pernah mengenal Game RPG, aku pasti tidak akan pernah bisa menulis nvel ini.


Aku sampai sejauh ini karena dipandu oleh khayalanku, atau mungkin lebih tepat jika


disebut fantasi liar Game RPG, termasuk RPG online, dan ini berdasarkan pada


game-game tersebut. Aku sudah terlalu lama memainkan begitu banyak judul Game


RPG, dan aku tidak lagi memiliki gairah untuk memainkan Game RPG yang sudah biasa


aku mainkan. Namun demikian, aku selalu bersemangat ketika aku memainkan game


yang membawa kenangan lama kembali.


Aku menulis novel ini sembari merenungkan masa-masa ketika aku pertama kali


memainkan Game RPG, dan aku percaya tanpa keraguan bahwa di sisi lain menanti


suatu dunia yang tak pernah aku kenal sebelumnya. Jika aku terus memiliki


kesempatan, aku ingin terus menulis novel yang membuatku mengenang kembali


masa-masa itu.


Dengan banyak cinta dan harapan, kita akan bertemu lagi, aku akan meletakkan penaku untuk hari ini.


Urek Mazino ( 151710813036 )

__ADS_1


__ADS_2