Ketakutan Aida

Ketakutan Aida
Pengkhianat


__ADS_3

Charlotta menatapku dengan tajam dan menunjukkan seberapa marahnya dia, namun itu tidak menyurutkan kecurigaanku padanya. Aku yakin dia bukanlah wanita pemiliki toko baju biasa seperti yang banyak orang ketahui di kota kecil tempat kami tinggal, Charlotta bukanlah seorang warga sipil dan dia sudah menunjukkannya beberapa kali dihadapanku. Entah siapa dia sebenarnya dan untuk apa dia berada di kota itu, asal usulnya masih menjadi misteri bagiku.


Wanita cantik dengan penampilan yang sangat feminin dan tinggal dikota kecil yang minim kriminalitas, begitu berani datang ke kota besar yang tinggi angka kriminalitasnya dengan membawa senjata dan menunjukkan keberanian yang luar biasa untuk melawan mafia belum lagi sikap tenangnya menghadapi situasi yang sangat menegangkan. Sulit untukku berfikir bahwa Charlotta adalah wanita biasa saja tanpa keahlian khusus.


Plak!!


Suara tamparan Charlotta dipipiku begitu keras sampai menggema di ruangan, seketika aku terdiam dan merasa semua pemikiran negatifku hilang begitu saja. Aku kembali menoleh menatap mata Charlotta yang berkaca - kaca, saat itu aku masih tidak tahu apa yang harus aku katakan karena aku sangat terkejut dengan tamparan itu. "Sepertinya aku melakukan hal bodoh lagi disaat genting seperti ini" ucapku dalam hati, mempertahankan kewarasan ditengah pertaruhan nyawa memanglah tidak mudah.


"Kalau aku bisa tenang, memang kenapa? kalau aku membawa senjata, memang kenapa? kalau aku berusaha untuk melindungi kalian, memang kenapa? apa yang salah dari itu semua, Andrews?!" agak membentak Charlotta bertanya


"I..ini bukan tentang yang kamu pikirkan, tapi aku merasa semua orang sedang mengincarku dan aku masih tidak tahu siapa kawan dan lawan. Aku..." belum selesai aku berkata, Charlotta memotongku


"Kamu pikir aku bagian dari komplotan itu?!" bentaknya kembali padaku, aku terdiam sejenak namun terus aku tatap mata Charlotta dalam - dalam untuk menggali kejujuran dari setiap kata yang dia ucapkan.


"Andrews!! kamu berpikir aku adalah salah satu dari mereka?!!" bentaknya lagi karena aku masih juga terdiam saat dia bertanya, aku menghela nafasku lalu membuang muka untuk menghindari bertatapan mata dengannya.


Ketika itu aku merasa kalah darinya, mungkin benar akulah yang berlebihan kali ini. Seharusnya tidak mungkin aku menaruh curiga pada Charlotta, pada dia yang rela mati demi keselamatan Aida ketika Aida akan dibawa oleh Rick dan Shane. Pada akhirnya aku menyadari tentang kebodohan cara berpikirku, siapapun Charlotta saat ini seharusnya tidak aku pedulikan selama dia berada di pihakku.


"Maaf Charlotta, aku tidak bermaksud seperti itu... kamu tahu beban yang sedang aku pikul, bahkan tempat yang seharusnya aman ini pun pada akhirnya mendapatkan serangan brutal seperti ini" celetukku setelah sempat terdiam beberapa saat, perlahan aku kembali menatap mata Charlotta.


Saat itu aku melihat Charlotta tidak berpaling sama sekali menatapku tajam, raut wajah itu sangat meyakinkan jika memang Charlotta adalah orang baik yang berada dipihakku. Semua kejadian yang aku alami memang menyulitkanku untuk percaya kepada banyak orang, namun seharusnya aku tidak menaruh curiga pada Charlotta yang memberikan ketulusan hatinya seperti Rachel.


"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, aku juga tidak tahu siapa kawan dan lawanku... yang aku tahu hanya seseorang sedang mengincar nyawaku demi merebut Aida dari tanganku, aku tidak bisa biarkan itu terjadi apapun resikonya" ucapku lagi meneruskan kalimat yang sempat aku gantung


"Aku bukan lawanmu, kamu boleh tidak percaya padaku tapi aku tidak akan pernah menjadi lawanmu!" tegas Charlotta mengatakannya, aku mengangguk lalu menatap Aida yang masih meringkuk dan larut dalam pelukan Charlotta.


"Hei Aida, kamu baik - baik saja?" tanyaku pada Aida, saat itu Aida hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali untuk merespon pertanyaanku.


Aku kasihan kepada Aida yang harus beberapa kali mengalami rentetan kejadian mengerikan ketika ada keberadaanku disampingnya, wajah Aida memperlihatkan kembali ketakutan walau ketika kutanya keadaannya dia hanya mengangguk seakan semua baik - baik saja. Siapa sebenarnya Aida hingga membuat mafia itu mengincarnya? atau mereka mengincarku karena kembalinya aku kekota akan menjadi ancaman bagi keberadaan mereka? lalu apakah jika tidak bertemu denganku Aida akan mengalami hal mengerikan ini? ingin segera kutemukan semua jawaban dari teka - teki ini, aku yakin semua akan segera terjawab dan Aida akan secepatnya aku tangani dengan baik.


Belum selesai berkutat dengan isi kepalaku yang penuh tanya, kemudian aku terfikirkan tentang Rachel dan dokter Robert yang tidak aku ketahui keberadaannya.


"Kita harus tahu kondisi diluar, dokter Robert dan Rachel juga harus kita pastikan kondisinya karena mereka salah satu yang aku percaya di institusi ini" ucapku sembari menatap wajah Charlotta, dia pun mengerutkan dahinya dan tersenyum sinis padaku.


"Hoo~ begitu ya... jadi kamu hanya menaruh curiga padaku" sindir Charlotta, aku menghela nafasku lalu mengalihkan tatapan mataku untuk mengawasi sekitar ruang.


"Ayolah Charlotta, kamu datang tiba - tiba ditengah kami saat kami sedang mengalami hal genting seperti ini. Maaf aku curiga, tapi jika kamu di posisiku, aku yakin kamu akan berpikiran yang sama denganku" timpalku

__ADS_1


"Huh!! ya sudahlah, terserah kamu saja!" begitu kesal Charlotta mengatakannya, ketika itu aku merasa tidak ada hal berbahaya ditempat ini meski suara sirine masih terdengar begitu jelas.


"Charlotta, dimana kamu menyimpan Glock milikmu?" tanyaku sembari menatap wajahnya kembali


"Gak tau!" jawabnya masih dengan nada marahnya


Wanita memanglah makhluk yang sedikit merepotkan, disituasi segenting itupun masih saja menunjukkan sikap yang konyol. Sepertinya aku harus ekstra keras untuk menenangkan hatinya.


"Ayolah, berhenti marah. Ini bukan waktu yang tepat..." belum selesai aku berkata, suara teriakan seorang pria memanggil namaku begitu keras terdengar.


"Dokter Andrews!! apa anda ada disini?!!" teriak suara yang tidak asing ditelingaku


Dari balik pilar penyangga gedung aku mengintip dan mencari sumber suara, diujung lorong aku melihat Rick dengan beberapa polisi menyusuri lorong sepertinya mencoba untuk mencariku. Aku melihat Charlotta hendak keluar dari persembunyian kami, namun aku menahannya dan memberikan gestur tangan agar dia dan Aida tetap berada disina. Charlotta menganggukkan kepalanya beberapa kali menyetujui instruksiku, aku pun merangkak mendekati pilar lainnya dan seolah disanalah kami bertiga sedang bersembunyi.


"Petugas Rick!!" teriakku sembari keluar dari balik pilar, ketika itu Rick dan beberapa polisi yang bersamanya menatapku.


Ada lima orang polisi yang berlari bersama Rick untuk mendekatiku, disana aku mencoba untuk mencari keberadaan Shane yang tidak biasanya terpisah dari Rick. Namun saat itu tidak hanya aku yang terlihat sedang mencari sesuatu dengan tatapan mata, Rick juga sepertinya mencoba untuk mencari keberadaan Aida dan Charlotta. Kepalanya beberapa kali terlihat berusaha menatap kearah belakangku dimana aku sempat keluar tadi dari tempat persembunyian, merasa ada yang janggal saat itu aku pun menatapnya penuh kecurigaan.


"Ada apa petugas Rick? mencari sesuatu?" tanyaku menekannya


"Ya tentu saja, perintah Jendral Simon adalah melindungimu dan Aida. Apa dia ada dibelakang sana juga?" tanya Rick sembari menunjuk pilar penyangga gedung, aku menoleh menatap pilar tempat aku mencoba mengelabui mereka semua.


Drat!! drat!! drat!!


Entah berapa peluru yang sempat dia tembakkan sebelum pada akhirnya keempat polisi lain bersama dengan Rick menembak polisi itu sampai dia tewas, kejadian itu begitu cepat terjadi dan membuatku tidak sempat untuk beraksi apapun. Aku begitu terkejut dengan tindakan polisi itu, sampai dia tewaspun aku masih terpaku membatu menatapnya. Polisi yang tewas itu adalah pengkhianat yang memburu Aida sebagai target, instingku benar jika keberadaan Aida akan sangat membahayakan dirinya. Entah siapa dalang dari polisi yang berkhianat itu, namun keadaannya yang sudah tak bernyawa menyulitkanku untuk membongkar identitas atasannya.


"Dokter!! Kau baik - baik saja?" tanya salah satu petugas polisi


"Apa Aida benar - benar ada disana?" tanya Rick sembari berlari kecil mendekati mayat polisi yang berkhianat itu.


"Opsir Rick! kita harus segera mengamankan tempat ini!!" agak berteriak polisi yang lain memberi saran pada Rick


"Perintahkan Shane untuk merapat kesini, kita harus segera selamatkan Aida!!" timpal Rick lalu aku melihatnya berlari menuju balik pilar, dari raut wajahnya aku yakin dia tidak menemukan Aida disana.


Aku hanya terdiam memperhatikan semua yang terjadi diantara polisi itu sambil mencoba mencerna setiap kejadian yang terjadi didepan mataku baru saja ini, sebelum akhirnya perlahan Rick menatapku dengan wajah yang menunjukkan kekecewaan. Namun entah kenapa hatiku merasa lega karena Charlotta sepertinya berhasil membawa Aida menuju tempat aman, entah kapan dia mulai bergerak... aku bahkan tidak merasakan pergerakan sama sekali dan juga tidak memberikan aba - aba apapun. Sepertinya Charlotta benar - benar bisa diandalkan, setidaknya disaat genting seperti ini.


"Dimana Aida, Dokter?" tanya Rick padaku, nadanya terasa begitu menekan

__ADS_1


"Aku dan dia terpisah dipersimpangan jalan tadi..." jawabku mencoba mengelebui mereka


"Itu tindakan yang berbahaya dokter! kita harus segera mencari Aida!" timpal salah satu polisi yang berada didekatku


"Jujur saja aku merasa dia ada ditempat dan bersama orang yang tepat, tidak ada alasan aku perlu mengkhawatirkannya" ucapku tegas


"Apa maksud anda?! anda meremehkan kami para polisi?!" bentak polisi lain padaku


Aku memang mengalami krisis kepercayaan diri terhadap banyak orang, kejadian pengkhianatan polisi yang menembaki tempat yang dia sangka menjadi persembunyian Aida membuatku semakin sulit untuk mempercayai beberapa polisi yang kini ada dihadapanku. Mereka bisa saja berpura - pura berada dipihakku demi menuntaskan kepentingan mereka dan aku harus selalu mewaspadai siapapun yang aku hadapi. Semua demi kebaikan Aida, aku ingin segera membawanya keluar dari semua hal yang membahayakan ini.


"Siapa dia?" tanyaku sembari menunjuk mayat polisi yang sempat mencoba untuk membunuh Aida.


"Dia opsir Hansel, satu angkatan denganku. Aku tidak mengira dia akan melakukan hal seperti itu" jawab Rick dengan nada datar padaku


"Kenapa orang seperti ini bisa bersama kalian? bukankah keselamatan Aida adalah tanggung jawab kalian? bagaimana kalau seandainya Aida benar - benar ada dibalik pilar itu?" tanyaku lagi menekan mereka semua, pada akhirnya mereka hanya bisa terdiam tanpa dapat menjawab pertanyaanku.


Tidak lama suara Shane memanggil Rick pun terdengar, tatapan mata kami pun beralih padanya yang berjalan mendekat dengan begitu berhati - hati menatap kanan - kiri. Melihat ada mayat dengan seragam polisi membuat Shane mengernyitkan dahi saat itu, tanpa berkata apapun Rick memberikan gestur tangan yang menandakan jika ditempat itu sudah aman pada Shane. Setelah itu Shane terlihat berlari mendekati kami lalu memeriksa mayat polisi yang tergeletak, tidak lama dia kembali mendekati kami.


"Ada apa ini?" tanya Shane, saat itu Rick menghela nafasnya lalu menunjuk mayat itu.


"Dia mencoba untuk membunuh Aida, untung saja dokter Andrews berhasil menipu kami semua dengan mengatakan Aida ada disana" jawab Rick


"Menipu polisi, hah? anda hebat sekali, dokter Andrews" terdengar menyindir Shane mengatakannya


"Lalu dimana Aida, dokter?" tanya Rick


"Sudah aku bilang, aku terpisah dengannya namun dia ada ditempat dan bersama orang yang tepat. Aku tidak tahu dimana dia sekarang, jadi aku pun harus mencarinya perlahan" jawabku meyakinkan


"Tindakan anda tidak bisa diterima, dokter!" timpal seorang polisi padaku


"Lalu tindakan kalian membiarkan pembunuh Aida bersama dengan kalian bisa aku terima?!!" bentakku begitu marah sambil menarik kerah bajunya, ketika itu Rick dan Shane mencoba untuk melerai kami.


"Itu kesalahan kami, tapi kehilangan Aida akan membahayakan dirinya!" masih terdengar tidak terima polisi itu membalas perkataanku


"Sudah, dokter Andrews benar. Kita sudah terledor sampai tidak tahu ada pengkhianat diantara kita" ucap Rick mencoba menenangkan suasana, Shane saat itu menepis tanganku lalu mendorong polisi untuk menjauh dariku.


"Lalu dokter, bagaimana sekarang?" tanya Rick padaku

__ADS_1


"Aku akan mencoba mencarinya, aku tidak ingin ditemani kalian jadi biarkan saja aku mencarinya sendiri" jawabku sembari berbalik dan berjalan menuju salah satu koridor yang paling mungkin tidak akan dilalui oleh Charlotta dan Aida, aku merasa masih harus untuk mengelabui mereka karena kecurigaanku ternyata benar... pembunuh Aida bersembunyi diantara para polisi.


Dengan apa yang sudah terjadi hari ini, aku yakin sesuatu sedang mencoba menggerogoti tuan Simon. Daniel yang sebelumnya ada di kepolisian juga mendadak menjadi penjahat seperti itu, berarti sebenarnya para penjahat yang mengincar Aida berada ditubuh kepolisian itu sendiri. Aku masih tidak tahu siapa dalang sebenarnya dibalik Daniel yang tiba - tiba berubah menjadi orang jahat, tapi setidaknya mulai hari ini aku dapat memahami satu hal... Polisi yang bersamaku, tidak semuanya tunduk pada tuan Simon. Aku harus meningkatkan kewaspadaanku, demi Aida.


__ADS_2