Ketakutan Aida

Ketakutan Aida
Asal Usul Charlotta


__ADS_3

Aku membiarkan Charlotta melampiaskan semua emosinya dengan menangis keras selama beberapa saat, ketika aku merasa dia sedikit lebih tenang saat itu aku membantunya berdiri dan menuntunnya kembali ke kursi kami. Disana aku dan Charlotta berhadap - hadapan meski dia tidak menatapku sama sekali, dia menundukkan pandangannya kebawah dan membuat posisi kami seakan sebagai seorang hakim dan terdakwa.


"Charlotta, jangan salah paham. Kita disini bukan untuk menghakimi ataupun mengorek informasi darimu, aku hanya ingin tahu tentang siapa kamu sebenarnya. Apa aku bisa mempercayaimu atau tidak, ini semua demi Aida" dengan lembut aku mengatakannya, perlahan Charlotta mengangkat kepalanya dan menatapku.


"Aku mengerti, tanyakan apa yang ingin kamu ketahui dariku" ucapnya


Ketenangan Charlotta saat itu bisa dengan mudah dia dapatkan setelah histeris dengan perkataanku sebelumnya, sosok Charlotta memanglah menyimpan misteri tersendiri bagiku. Kini nada bicaranya begitu tenang dan aku merasa bisa dengan baik untuk berkomunikasi dengannya.


"Apa tujuanmu?" tanyaku


"Kamu berbicara pada Isabella atau pada Charlotta?" tanya balik Charlotta padaku, aku mengerutkan dahiku karena tidak memahami pertanyaannya.


"Apa mereka berdua memiliki misi berbeda?" tanyaku lagi


"Ya" jawabnya singkat


"Baik, aku bertanya pada Charlotta. Apa misi mu?" kembali aku bertanya padanya


"Melindungi anak angkat Sir Steve Smith yang bernama Andrews Hopkins" jawab Charlotta dengan tegas tanpa keraguan sedikit pun. Sorot matanya begitu tajam menatapku, tatapan mata itu tidak pernah aku dapatkan dari sosok Charlotta yang aku kenal.


Tentu saja aku terkejut dengan jawaban Charlotta, aku sampai tidak dapat melanjutkan perkataanku untuk beberapa saat namun aku yakin Charlotta sangat memahami seberapa terkejutnya aku atas jawabannya. "Darimana dia tahu tentang Sir Steve? sejak kapan mereka saling mengenal?! apa dia sedang bercanda denganku?!" begitulah pertanyaan yang berputar - putar didalam kepalaku.


"Apa.. kamu bisa menjelaskan... tentang misi itu?" tanyaku lagi terbata, aku masih tidak percaya dengan apa yang baru saja Charlotta katakan.


Aku terlalu terkejut sampai tidak menanyakan bagaimana prosesnya berkenalan dan bertemu dengan Sir Steve yang merupakan ayah angkat ku, aku bahkan tidak pernah mendengar Sir Steve menyebutkan nama Charlotta kepadaku. Lagi dan lagi aku dihadapkan oleh sesuatu yang membuatku tidak dapat menemukan jawaban apapun.


"Tentu, Sir Steve Smith menyewa ku untuk melindungi apapun bahaya yang akan dihadapi Andrews Hopkins dan..." belum selesai Charlotta berkata, aku memotongnya.


"Kenapa Sir Steve menyewa mu?" tanyaku

__ADS_1


"Karena pekerjaanku sebenarnya adalah detektif swasta" jawab Charlotta kembali tanpa keraguan sedikitpun


"Tidak! maaf, aku tahu pekerjaanmu sebelumnya dan kamu bukanlah seorang detektif" timpal ku dengan sedikit menekannya


"Kalau begitu, seharusnya kamu bertanya tentang apa misi dari Isabella Rosenberg" dengan senyum sinis Charlotta mengatakannya, aku terdiam sejenak mencoba untuk mencerna apa yang sebenarnya ingin dia katakan padaku.


Cukup lama aku dan Charlotta hanya terdiam sejak perkataan terakhirnya padaku, benakku meracau saat itu. Aku masih tidak dapat berpikir jernih setelah semua yang terjadi, mungkin saat ini aku sudah didalam batasan kemampuan berpikir. Aku hanya bisa terdiam dan terus menatap mata Charlotta yang masih saja tersenyum sinis padaku, sampai gestur tangan Charlotta yang seakan memintaku untuk melanjutkan pembicaraan menyadarkan ku dari lamunan.


"Apa misi dari.... Isabella?" tanyaku setelah menelan ludah yang terasa sulit untuk aku telan


"Membunuh Sir Steve Smith" jawabnya terdengar begitu ringan tanpa beban


Kalimat yang dia lontarkan membuatku merasa berhadapan dengan Isabella Rosenberg, aku seakan tidak bersama Charlotta saat itu. Tidak aku lihat Charlotta yang periang dan sering menggodaku, inikah sosok Isabella sebenarnya? tatapan matanya yang tajam dan dingin juga nada bicara yang mengintimidasi membuatku kebingungan untuk mengambil sikap. Tetapi jawabannya atas misi yang dia lakukan sangat memantik emosiku.


Aku memukul meja di hadapanku dengan sangat keras, aku merasa dia sedang mempermainkan ku dengan kata - katanya. Tapi Charlotta tidak bereaksi sedikitpun, dia tetap menatapku dengan senyum sinis yang sama sejak tadi. "Ada apa ini?! benarkah dia berkata jujur?! apa dia sedang mencoba mempermainkan ku?!" tanyaku dalam hati, kemudian aku mencoba untuk memutar kembali semua ingatanku tentang Sir Steve. Namun aku tidak pernah merasa Sir Steve diincar oleh siapapun, bahkan ketika aku dan Sir Steve tinggal dalam satu rumah yang sama.


"Jangan bercanda.... Charlotta... ini sudah tidak lagi lucu, aku tahu kamu sering mengerjai ku!! kali ini katakan semuanya dengan jujur!!" bentak ku padanya


"Tidak, dia... maksudku, ayah angkat ku itu selalu memerintahkan ku untuk berpegangan pada data" jawabku, Charlotta menghela nafasnya setelah mendengar jawabanku.


"Sepertinya kita adalah anak angkat yang dibesarkan dengan cara yang berbeda, Andrews" ucap Charlotta


"Berhenti membohongiku!!" bentak ku


"Di umur sembilan belas tahun, Isabella pernah ditugaskan oleh intelejen negara lamanya untuk membunuh orang yang kamu sebut ayah angkat itu" dengan tenang Charlotta mengatakannya, aku merasa inilah saatnya aku bisa menilai apakah dia berbohong atau tidak.


"Pada suatu malam, Isabella muda berhasil menyelundup ke negara ini lalu memulai misinya untuk membunuh Sir Steve Smith. Mencari rumahnya, lalu pada suatu malam... Isabella muda memasuki rumah Sir Steve Smith secara diam - diam, dia berhasil dan hanya tinggal melakukan tugas terakhirnya yaitu... eksekusi" ucap Charlotta melanjutkan ceritanya.


"De... dengan kemampuanmu, itu bukan tugas yang sulit kan?" tanyaku terbata, aku memiliki ketakutan tersendiri mendengar cerita Charlotta yang sangat mudah berbicara tentang pembunuhan dan menghabisi nyawa orang lain.

__ADS_1


"Itu benar, aku berhasil menusuk punggungnya namun sayang saat itu tusukkan belati ku meleset sedikit dari titik vital. Dia memberontak tapi percuma, aku terlatih untuk mengatasi situasi itu. Saat dia terjatuh dan berbalik untuk menatap wajah orang yang mengincar nyawanya, wajahnya begitu terkejut namun ekspresi kaget itu tidak berlangsung lama sampai dia..." Charlotta menggantung kalimatnya sejenak, entah apa yang membuatnya berhenti sejenak untuk meneruskan ceritanya.


Aku kembali menelan ludahku namun begitu sulit untuk aku lakukan, tenggorokan ini terasa menyempit. Jantungku berdetak cukup cepat, tubuhku sedikit bergetar. Sepertinya aku ketakutan akan sosok Charlotta ini, ekspresinya datar ketika menceritakan semua kejadian mengerikan itu. Tapi... sejenak terdiam, tiba - tiba dari kedua matanya aku melihat air mata yang mengalir. "Apa?! apa itu?! kenapa dia tiba - tiba menangis?!" tanyaku dalam hati, aku tidak mengerti tentang sosok Charlotta ini.


"Sir Steve Smith menatapku dengan tatapan iba, dia mengatakan menyesal mengetahui Isabella muda menjadi seorang pembunuh seperti ini, dan juga mengatakan... jika... apa yang sedang dia usahakan terasa sia - sia..." dengan menangis Charlotta mengatakannya, aku terkejut mendengar apa yang dia katakan.


Aku tahu apa yang diinginkan oleh Sir Steve karena dia pernah mengajakku untuk berdiskusi tentang itu sejak aku diadopsi olehnya, dia menginginkan dunia yang damai untuk anak - anak tanpa ada kekerasan dan kejahatan yang menimpa kami. Sebab itulah Sir Steve meminta dewan untuk mendirikan pusat perlindungan saksi dan korban, disana lah pada akhirnya dokter Lee yang sombong dan congkak itu memulai kisahnya.


Semua terjadi ketika Sir Steve memintaku untuk meneruskan tekadnya menciptakan dunia tanpa kekerasan dan kejahatan pada anak - anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik, aku memahami pola kerjanya. Kami akan memperbaiki mental anak - anak yang telah rusak oleh kejamnya dunia dan berharap anak - anak yang telah kami selamatkan akan menjadi pionir - pionir di masyarakat untuk membela anak - anak lain yang mengalami nasib sama dengan mereka, tapi... itu tidak semudah saat kita mengatakannya.


Anak - anak silih berganti tak ada habisnya menjadi korban dari kejamnya dunia, bukan salah anak - anak itu... tapi salah sistem yang telah bekerja di dunia ini, karena itulah Sir Steve ingin merubah dunia ini. Begitu juga aku...


Namun aku... gagal...


"Setelahnya... dia memintaku untuk melepaskan semua hal - hal yang berkaitan dengan masa laluku, Sir Steve memberikan aku nama baru dan kehidupan baru dibawah naungannya... Itulah Charlotta yang kamu kenal sekarang, Andrews" ucap Charlotta memecah keheningan kami


"Lalu... apa tujuan Sir Steve Smith memintamu untuk melindungi ku? apa aku dalam bahaya? siapa yang dicurigai olehnya?" tanyaku


"Desa tempat kita tinggal... apa kamu tahu arti desa itu?" tanya balik Charlotta padaku, aku mengerutkan dahiku dan berpikir keras mencoba mengerti apa yang Charlotta katakan namun aku tidak memahaminya.


"Tidak, desa itu... aku datang karena kebimbanganku, aku tidak sadar telah sampai disana setelah melalui perjalanan panjang tanpa arah" jawabku


"Andrews, apa Sir Steve mengatakan dimana dia akan tinggal ketika memutuskan untuk pensiun kelak?" tanya Charlotta padaku dengan sedikit tekanan, aku kembali dikejutkan oleh perkataannya.


"Ja... jangan katakan... Ji..." terbata aku berkata, sampai Charlotta memotong perkataanku.


"Desa itu adalah desa yang dipilih oleh Sir Steve untuk menjadi tujuan pensiunnya. Mungkin kamu merasa semua berjalan sesuai keinginanmu, tapi tidak Andrews. Sir Steve sudah memperkirakan semuanya, dia tahu kamu pergi dari kota ini setelah apa yang terjadi padamu dan kamu pasti akan menuju desa itu lalu Sir Steve segera meminta bantuanku untuk mengawasi mu" timpal Chalotta kepadaku


Aku sudah tidak dapat lagi berkata - kata, aku terlalu banyak tidak mengetahui apa - apa. Sebenarnya selama ini aku hidup seperti apa? bahkan aku tidak memahami ayah angkat ku sendiri meski sudah hidup bersama dengan waktu yang cukup lama, aku merasa semakin bodoh dengan apa yang telah terjadi. Perlahan aku menekuk kedua tanganku diatas meja untuk menopang kepalaku yang terasa begitu berat, saat itu aku mencoba untuk memperbaiki benang merah yang terasa sangat kusut tanpa tahu apa ujungnya.

__ADS_1


Tapi... setidaknya dengan ini, aku tahu asal - usul Charlotta yang menjadi misteri selama ini. Aku hanya perlu mencari lagi kepingan - kepingan misteri lainnya sampai aku berhasil mengungkap siapa dalang dari kejahatan ini, aku harus segera menyelesaikan semuanya dengan baik.


__ADS_2