Ketiga Si Kembar

Ketiga Si Kembar
Inikah.


__ADS_3

Dengan kondisi yang ekonomi dari tengah ke atas hingga usaha yang Ayah mengalami kebangkrutan,Aku berusaha setegar mungkin menerima kenyataan,Bersyukur Ayah mendidikku tidak hidup dalam manja kemewahan.


Namaku Alberta sedangkan Ayahku Bernama Sujiwo mangkubuono, Ibuku telah lama meninggalkanku semenjak Aku masih di bangku kelas 9.


Mlm itu Aku terpaksa menjual tubuhku di salah satu pelelangan kelas atas di karenakan penyakit lama Ayahku kembali kambuh yang memikirkan beban hidup,rumah yang di sita pihak bank bahkan hampir sepeserpun uang tak kami miliki.


Tok....Tok....Tok....


Dalam ruang lingkup kegelapan.


pelangan pertama kali ini kami buka dengan sebuah lukisan yang amat langka,teriak salah satu MC, di mulai dengan harga 25 juta.


30 juta teriak salah satu tamu VIP, disertai teriakan tamu yang lain menaikan harga hingga terjualah lukisan itu beserta barang barang yang MC tawarkan lainya.


Hingga Kali ini giliranku keluar, MC pun mematikan lampu terang dalam gedung, dengan memampang tubuh yang berbalut kain tipis dan cadar tipis tanpa dalaman apapun di bawah sinar lampu shot temaram tubuhku terlihat seperti ikan di pasar yang di lihat puluhan mata, seolah puluhan om om genit siap akan memakan tubuhku.


Malu ia, gugup ia" tapi mau bagaimana lagi hanya jalan ini satu satunya yang bisa aku lakukan di usiaku yg masih kecil18 tahun.


50 juta teriak salah satu pasang mata om yang bertubuh tidak terlalu tinggi dan berperut bulat,


Maaf Tuan kami belum buka harga karena barang yang akan saya tawarkan adalah barang yang sangat berkualitas, kata MC itu berbicara lewat mikrofonya.


Baik langsung saja karena semua sudah tidak sabar saya akan buka harga dengan 300 juta teriak MC.


Di bangku urutan teratas ada salah satu orang yang berperawakan masih muda kisaran usia 24 tahun dan di dampingi seorang lagi duduk manis di meja VVIP bersama Bosnya, Bos berapa harga yang ingin engkau tawarkan kata Jody sang sekertaris.


Beri saja 1,5 M jawab sang empunya, Aku tau dia adalah anaknya Pak sujiwo pengusaha yang saat ini sedang mengalami kebangkrutan, bahkan raganya saja terbujur di RS kanung djoso, berilah harga tertinggi bila masih ada yang berani menawar lagi.


Baik Bos jawab Jody sang asisten. kemudian meneriakan harga tersebut. 1,5 M saya akan memberi harga ini apakah ada yang akan banding lagi??. ucapnya tanpa ragu


Baiklah 1,5M ayo apa ada yang mau banding , kata MC tersebut.


Seketika suasana menjadi sepi tanpa ada kegaduhan yang ingin menaikan harga itu.


Akupun di bawa ke belakang panggung dan di suruh memakai pakain yang sangat minim kemudian di masukkan dalam mobil seperti tawanan.

__ADS_1


Setibanya di sebuah Hotel sangrila mobil itupun berhenti dan menyuruhku turun.


Baiklah Nona indah ini kunci kamarnya dan tolong sesampainya di kamar , ganti baju anda dengan yang ada di bungkusan ini, Petugas itu memberiku bingkisan tas kecil berwarana coklat tua.


Ooo iya" Nona Indah kamar anda bernomor 709A atau kamar prodensual suit, mengenai pembayaran akan pihak kami transfer setelah transaksi selesai, ucap sang sopir yang mengantarku.


Baik Pak jawabku' sambil menerima bungkusan dan cartu card akses untuk masuk dalam kamar hotel itu.


Akupun masuk dalam liff dan menuju ke kamar 709A di temani pegawai yang menunggu liff.


Sesampainya di kamar itu Aku berganti baju dengan yang ada dalam tas, Lingere Akupun tercengang menatap isi tas ini.


baiklah Albert anggap ini sebagai tugas demi kesembuhan Ayahmu, dan cuma ini jalan instan untuk mendapatkan uang dengan singkat. batinku menyemangati diri.


tinggg....suara pesan notifikasi bank masuk di HP, dengan nominal 1.4 M telah masuk dalam rekeningku.


Kini tinggal Aku menjalankan misi ini, batinku. akupun berganti pakaian lalu berbaring di ranjang yang berukuran big zais, tak berapa lama kemudian aku mendengar suara jejak sepatu .


grogi ia dan cagung pastinya , aku menatap wajah itu.


Bagaimana dia tahu namaku pada hal aku sudah memakai nama samaran, batin Albert dengan wajah bingung dan tersentak kaget.


Albert pun membalikkan tubuhnya untuk melihat wajah pria yang ada di belakang tubuhnya.


tapi sungguh sesal ia tak dapat melihat karena pria itu memakai topeng yang terikat di kepalanya.


Baiklah Albert sebelum aku menyetubuhi mu aku berharap kamu tanda tangan kontrak ini dan aku berjanji akan memberi kompensasi lebih dari yang kamu terima saat ini.


Albert pun mengambil sebuah kertas yang berisi kontrak untuk melakukan hubungan in*im menolak memakai pengaman.


Berharap hingga mendapat bayi untuk di serahkan pada pihak pertama, kemudian pihak ke dua meninggalkan tanpa jejak apapun. ya walaupun tak tahu Apa nanti yang akan terjadi.


Baiklah " jawab Albert tanpa berfikir panjang meminta sebuah pena menadatangani surat bermaterai tersebut.


Pak sebelum aku membubuhi namaku di situ aku punya pertanyaan untukmu,apakah bapak bersedia menjawapnya?, tanya Albert.

__ADS_1


Tanyakan dan itu hanya satu saja tidak lebih, dan jangan panggil aku Bapak, aku tidak suka dengan panggilan itu. toh aku tidak menikahi ibumu" ,panggil aku KOKO itu sudah mewakili semuanya. ucap Kiko


Baiklah Mas KOKO, aku akan bertanya apakah anda memilik istri di rumah?. tanyaku dengan gugup, jika ia maaf" aku tidak mau menjadi madu kalian kata Albert sambil menundukan wajahnya dan menutupi sedikit tubuhnya dengan selimut, yang di lihat dua pasang bola mata milik pria dalam kamar tersebut.


Baiklah akan aku beri tahu" aku adalah pecinta kebebasan sedangkan Ibuku berharap memiliki pewaris dalam keluarga, sekarang tanda tangani kontrak itu, bentak pria bertopeng tersebut.


Baiklah"jawab Albert kemudian membubuhi tanda tangan dengan nama aslinya, Albertina sujiwo mengkubuono sambil matanya melirik nama pihak pertama Vederiko Hans.


Koko pun menyahut kertas itu dan di berikan kepada asistennya yang ia panggil dan memasuki ruangan . Jody simpan baik baik kertas ini dan lakukan saperti hal yang aku sampaikan di mobil tadi. sarkasnya.


Baik Bos ", Jody mengambil berkas itu lalu pergi meninggalkan ruangan Bosnya.


Mandilah dulu bersihkan tubuhmu dan layani aku kata Vederiko tanpa penolakan.


Baiklah Mas KOKO" ,jawab Albert sambil berlalu dari hadapan Pria bertopeng itu,


10 menit kemudian Albert duduk di ranjang menyebelahi pria bertopeng di sebelahnya.


Wanginya aroma sabun yang di pakai Albert menyeruak dalam ruangan itu. membuat Vederiko menelan salifanya sendiri, sini mendekatlah padaku. perintahnya tanpa penolakan.


Albert di buat gugup oleh tingkah lelaki tersebut yang mencengkeram pundaknya dengan lembut sambil menyimbakan rambutku ke belakang telinga, lalu mengendus tengkuk leher milikku dan melumyyat habis bibir kecil itu.


Ku mohon lakukanlah dengan pelan ya Mas KOKO. pinta Albert.


Apakah ini juga pertama bagimu,Vederiko kembali menyesap bibir mungil Albert dan di jawab dengan anggukan kepalanya.


kamu cantik apakah ibumu orang arab atau turki karena wajah membuat aku terkesima ingin segera melahapmu. ucapnya berterus terang.


Deg...deg.. jantung Vederiko berdetak kencang.


Almarhum ibuku orang inggris tapi buyutku yang orang turki. jawab Albert sambil meringis kesakitan saat gunung bromonya di hisap dan sedikit di gigit hingga memerah.memberikan tanda kepemilikan.


Batin dan fikiran Albert tak menentu ke mana arahnya di sisi lain ia memikirkan Ayah yang terbaring di ruangan ICU, batinya menikmati tiap sentuhan yang di berikan Kiko memberi rasa gelenyar seluruh tubuh dan rasa geli di tiap bulu romanya.


~•√•~

__ADS_1


tetap pantau lanjutanya ya,ini novel perdana aku, salam kenal


__ADS_2