
Iko membuka pintu mobil yang di sambut sang supir Mamanya. Pak parkirkan mobilku ini kuncinya. kemudian Iko menggandeng Albert yang sudah turun dari mobil duluan.
Di ujung jalan sepasang mata Mama maria menelusuri tubuh tinggi seksi milik Albert. kenapa anak ingusan yang di bawa pulang,gumam nyonya sosialita dalam hati.
Malam Ma"sapa Vederiko sambil menggandeng tangan milik Albert.
Kamu yakin tentang dia Iko"?. coba lihat dia terlalu muda untuk mu Iko,kata Mama Maria sambil menunjuk gadis yang di gengam tangannya sembari masuk rumah mension mewah itu.
Setelah memasuki mension dan duduk di ruang keluarga barulah perbincangan itu di mulai kembali.
Siapa namamu nak?, tanya Mama Maria sambil menyalami telapak tangan Albert yang sudah menjulur.
Nama saya Albert tante,kemudian mencium pugung tangan wanita paruh baya itu.
Baiklah karena kamu sudah di pilih anakku maka tinggallah di mension ini,tapi sebelum kalian melakukan hubungan yang jauh lebih baik kalian menikah siri dulu, Mama tidak ingin memiliki cucu hasil zina ya,itu di larang dalam agama tante,untuk kamu Iko tahan syahwat mu dulu.
Maa..Iko tidak ingin menikah. maksud Iko ke sini cuma ingin mengenalkan saja, Albert yang akan melahirkan cucu untuk Mama.
Pletak" potongan buah apel mendarat tepat di kening Iko. Albert tercengang melihat aksi pria paruh baya yang membawa mangkuk kecil berisi potongan buah apel.
Paa.. apa ini,Iko mengelus keningnya yang kesakitan .
Kamu ini anak manusia atau binatang sih di atur sedemikian rupa masih saja susah,Papa ingin cucu tapi bukan hasil haram, Mamamu juga sudah memberi tahu,besok akan Papa panggilkan Ustadz supaya hubungan kalian halal.
Kok jadi gini sih Iko ga'mau nikah Pa, Ma. kata iko setengah jengah dan mejambak rambutnya hingga acak- acakan, merasa di jebak. apa kalian gak tahu siapa yang Iko bawa, bagaimana bibit bobotnya, biasnya kalian permasalahkan siapa aja gadis yang Iko bawa?.
Ohh' ayolah Pa, Ma Iko gak mau nikah.
Ihh ..cerewetnya Anak semata jagung ini keluh Mama Maria. Albert malam ini tidur di kamar tamu biar bibi kasih kuncinya dan ingat tutup pintu kamarmu kunci rapat2. besok panggil Pak Ustadz ya Pa !. Mama maria pun menggandeng Albert sembari meninggalkan Iko. begitu juga Papa Ridho meninggalkan KiKo sendirian.
Di ruangan kamar tamu Mama Maria kembali mengitrogasi Albert bak detektif yang butuh banyak info ke calon menantunya. mulai dari umur,sekolah tamat apa,tinggalnya di mana,akan tetapi Mama maria lupa menyakan siapa Bapak dari Albert.
Ke esokan pagi Mama maria dan Papa Ridho di buat sibuk dengan acara yang akan mereka selenggarakan, bangun dari jam empat pagi sampai matahari yang hampir terbit.
__ADS_1
SKIP~~~
Jam lima " dering alaram ponsel Albert berbunyi tanda bangun pagi yang biasa ia lakukan, untuk melaksanakan sholat wajibnya. Albert mengerjapkan sepasang bola matanya dan meregangkan tubuhnya, uhhh..tak terasa sudah hampir pagi kata Albert sembari merapikan tempat tidurnya dan menuju kamar mandi yang sudah di vasilitasi lengkap oleh Mama maria. selesai ritual mandi dan sholat Albert membuka kamar tidurnya.Albert berjalan dan menyusuri ruangan untuk menuju ke dapur, mata Albert di buat terkesima dengan ruangan keluarga yang di sulap sedemikian rupa untuk acara akad nikah yang di lakukan nanti.
Albert tertegun melihat dan terhenyak oleh suara cempreng khas Mama Maria yang memanggil.
Eh nak Albert sudah bangun," ayo MUA sudah datang , langsung ke kamar aja ya biar di rias acara tinggal sejam lagi lho.kata Mama Maria.
Albert haus tante" dapurnya sebelah mana ya ,?
jawab Albert dan kruyuk..kruyuk.. suara perut Albert yang minta di isi . Maaf Tan ini gak sopan. Albert menyentuh perutnya karena malu dengan suara perutnya.
Mama Maria tersenyum melihat tingkah Albert yang salah tingkah sendiri. Albert maafin Mama Maria ya semalam gak kasih makan dan minum" Mama kira Kiko sudah ngajak kamu makan. Bibi.... panggil Mama Maria,mana ni orang di panggil gak datang atau lagi repot siapin acara ya pikirnya, emmm gini aja deh di ruangan ini kamu jalan lurus terus lalu belok kiri setelah ada kamar Kiko nah jalan dikit lagi di situ ruangan makan kamu langsung aja sarapan dan panggil MUA untuk mendadani mu setelah kamu selesai !. kata Mama Maria.
Albert pun berjalan menyusuri lorong seperti yang di katakan Mama Maria.
Ceklek..suara pintu kamar terbuka tanpa di sadari Albert. Kiko mengekori lalu mengakat pinggang Albert dan menggendong memasuki kamar Kiko.
Akhirnya kamu ketangkap juga,kata Kiko sambil menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Kiko menurunkan Albert mengekang menatap wajah mungil calon isrinya itu dan melumyaat habis bibirnya lama hingga menjadi sedikit membengkak,tanganya menyusuri dalam kaos dan meremas lembut gunung kembar milik Albert mendorong menyudutkanya di belakang pintu.
Atas dekapan dan lumyatan rakus Kiko di belakang pintu kamar tidurnya.
Kruyuk....kruyuk..suara perut Albert terdengar di telinga Kiko.
Kiko terganggu dengan suara itu dan memberhentikan sesapan gunung kembar yang memerah di sana sini. Kamu lapar? tanya Kiko.
Ia Mas Koko, dari kemarin Albert tidak makan apa2 aku juga haus. jawab Albert sambil tertunduk malu dengan aktifitas yang sudah di lakukan calon suaminya.
Kiko mencari interkom dan menombolnya. tuuu...ut...tuuuuut.
Ia Tuan muda ada yang bisa Kami bantu jawab interkom dari arah dapur!.
Bawakan saya sarapan dan susu "cepat Suruhnya . ingat gak pakai lama lalu Kiko menutup intetkom itu kembali.
__ADS_1
Sambil menunggu sarapan kita datang Aku akan memberi tahu kembali pernikahan ini hanya syarat dan setelah kamu hamil lalu melahirkan tinggalkan anak itu lalu kita bercerai, oh ya satu lagi Aku tidak mau kamu mengekang kebebasanku dan jangan pernah berpikir menjadi nyonya muda di sini.sentak Kiko dengan suara tegasnya.
Baik Mas Kiko, jawab Albert sambil tertunduk.
tok...tok...tok..suara ketukan dari daun pintu kamar Kiko.
Albert memundurkan tubuhnya dan membuka pintu kamar calon suaminya.
Salah satu pelayan pun mendorong narkas yang di disain untuk menyerahkan pesanan makanan tuan mudanya.
Trimakasih Pak jawab Albert menerima narkas yang di bawakan pelayan.
Sini suapi aku, Kamu tak perlu mengucapkan trimakasih toh mereka di bayar untuk itu.bentak Kiko.
Albert menjawab dengan mengaguk dan menyuapkan sandwich kedalam mulut calon suaminya itu.
auhh..rintih Albert ,lalu menyuapkan lagi dan Auhh...desah Albert"Mas Kiko jangan lakukan itu kenapa kau sesapi dan mengigit jariku.rona merah di pipi Albert tersirat kembali.
Kiko meminum setengah gelas susu itu menyuruh Albert menghabiskanya. Makanlah itu dan habiskan sendwichnya. lalu meninggalkan senyuman sembari berjalan ke kamar mandi tanpa merasa bersalah.
iih... ingin kutelan saja kamu bisik hati Kiko.
Albert menuruti apa yang di suruh Kiko tanpa ada penolakan satupun,memulai sarapan dengan setengah gelas susu dan beberapa roti sandwich,cukuplah untuk mengisi perut yang sedang keroncongan ini ,gumamnya dalam hati.
Di sisi lain Mama Maria dan MUA di buat kalang kabut mencari keberadaan Albert.
Pa ini gimana si Albert gak ada di kamarnya?, tadi pamit ke dapur tapi kok....!Mama Maria.
Jangan2 kabur Ma," jawab Papa Ridho.
Mama Maria semakin panik acara sudah hampir terlaksana,Pak Ustadz juga sudah datang,cari di mana si Albertnya yang tak kunjung bertemu.
©¥©
__ADS_1
tunggu besok ya jangan lupa torehkan jejak n comenya