
Ini pasti ulah si Iko, apa di bawa pergi dan menggagalkan acara yang sudah hampir terlaksana, gumam Mama Maria sambil memijit keningnya.
Ma.. Papa sudah keliling rumah tapi gak klihatan batang hidungnya Nak Albert, kata Ridho yang ikut panik.
Mama akan cari ke kamar Iko dulu deh Pa sapa tau dia di sana.Maria berjalan ke kamar anaknya di ikuti oleh Ridho sang suami.
Ikooo.... teriak Maria di depan kamar Kiko. Dasar mesum. Hiiii...ik Maria menjewer daun telinga Kiko yang sedang memakai handuk kecil melilit menutupi Juniornya, sedang mengukung Albert di atas ranjang.
Sedangkan di ujung pintu sepasang mata menjurus,memanah tepat ke arah Iko. Dasar gatel ya, Papi sudah kasih tau ke kamu nikah dulu baru ehem ehem.woy cunguk .Mata Ridho memerah memedam setengah emosinya.
Pa.. Ma.. Iko gak ngapa-ngapain Albert, Iko cuma..belum selesai bicara Ridho memotong perkataan anak semata jagungnya.
Mau cari kesempatan, pantesan Papi cari gak ketemu dasar cabul, parah anak satu ini . Ridho.
Albert kok nurut sih apa yang di lakuin Iko ke kamu. kata Maria sambil menarik tangan sang calon menantu untuk di bawa ke kamarnya dan di sambut MUA karna acara akan segera di selenggarakan.
15 menit kemudian Albert duduk dan di sambut oleh Kiko di dudukan di ruangan yang sudah tertata rapi di hadapan Ustadz dan beberapa warga yang menjadi saksi.
Kiko mengucapakan ijabkobul dengan satu tarikan nafas dan Sah di mata waraga yang menyaksikan acara tersebut.
Nah kalau sudah beginikan Papi dan Mami gak kepikiran lagi walaupun menikah siri tapikan Sah di mata agama dan di halalin oleh ALLAH. kata Ridho. Insyaallah Pa jawab Maria.
Bawa sudah pengantinmu biar urusan ini Mama dan Papi mu yang handel. kata Maria sambil menyikut perut anaknya.
Ma.. IKO jadi malu nich,jadi gak apa ni Iko tinggal, kata Iko siap meninggalkan ruangan ijabkobul.
Model mu...huuu..kata Mama Maria.
Kiko meninggalkan Mamanya dan menyambut tangan Albert di apit sela-sela jarinya dengan lembut.
Ayo sayang ke kamar Mas Kiko ya. Kiko.
Albert hanya tertunduk malu melihatkan pipi mulus yang berubah warna.
Di ruangan yang dingin dan kedap suara di atas ranjang yang empuk Kiko meruda paksa bibir lembut Albert melepas bajunya dan baju Albert helai demi helai, tak bosan Kiko menatap penuh ***** tubuh putih mulus milik Albert dan menyesapi biji kembar cery yang menyembul sedikit di atas dadanya.
__ADS_1
Albert yang di sentuh seluruh tubuhnya megelinjang penuh kenikmatan kedua tanganya menutupi wajahnya.
Kiko senang melihat gairah istrinya yang memuncak,dia membelai tubuh Albert tanpa tertinggal satupun memberi jejak kepemilikan, menyikap rok kebayanya menarik ke bawah hingga terpampang jelas seluruh isinya.
Albert mendesah setengah malu menutup bibirnya supaya tak bersuara tapi tak urung kesahnya terdengar oleh Kiko.
Tangan Kiko menyentuh dan memainkan area sensitif milik Albert, Sayang mendesahlah kata Kiko yang melihat alat tempurnya yang siap pakai.
akk... sakit Mas jangan yang itu.Albert
Tenang sayang ini juga baru pemanasan belum juga adikku ini,Kiko menarik jarinya yang sudah ia tenggelamkan di Venus milik istrinya, otak Kiko treveling ke pinggir surga, ahh akhirnya aku ketemu ama yang sempit gini,batin kiko seulas senyumpun terpampang di wajah bahagianya, Albert ohh.. Albert tak sia-sia aku membayarmu mahal.
Tok..tok...tok..suara daun pintu kamar milik Kiko yang semakin mengeras volume suaranya.
Tuan muda... Tuan muda eyang Hambali ingin bertemu dengan Tuan,kata salah satu pelayan memanggil atas suruhan Tuan Ridho.
Mas Kiko maaf ada yang mengetuk pintu, kata Albert ,Alhamdulilah aku terselamatkan batinya.
Syet....an dah dikit lagi tagung Dek,gak jadi dah belah semangka,gemesnya....Kiko ******* kembali bibir ranum yang sedikit membengkak akibat sesapan dan gigitan keci yang ia lakukan.
Mas Kiko, Albert menyadarkan kembali suaminya yang akan melayang ke surga.
Ini akan aku lanjutkan nanti malam persiapkan dirimu.Kiko menyudahi apa yang ia perbuat pada istri syahnya dan mengambil baju santainya kemudian keluar dari kamar tidurnya.
pelayan mengakat tanganya dan hendak mengetuk pintu kembali tapi Tuan mudanya keluar dari persembunyian.
APA" bentak Kiko ke pelayanya. otak sudah mau muncrat ganggu aja.
Maaf Tuan muda Eyang hambali menyuruh saya untuk memanggil Tuan. jawab pelayan itu sambil memikirkan apa yang di katakan Tuanya. emang otak bisa muncrat ya pelayan itupun membatin sembari menggelengkan kepalanya,berjalan meninggalkan Tuan mudanya.
Sudah berapa kali coba gagal maning, ah ntar malam ke hotel atau apartemenku ajalah dari pada gak jadi unboxing.hi....hi... gemes. Kiko mengobrak abrik tatanan rambutnya menjadi gak karuan.
Eh cucu guanteng sejagad raya sudah merit kok Eyang gak di kabarin sich,terus mana cucu kasanova eyang perginya?.
Bilang pingin cicit ya libur dululah, jawab Iko sambil melepas pelukan manja Eyang Hambali. Eyang sudah donk Iko sudah dewasa umur dah hampir kepala tiga kok peluk gini .
__ADS_1
Biarin kamu sih jarang main ke jogja kampung Eyang,dulu aja kecilmu tiap liburan ke tempat Eyang.
Repot Eyang kerjaan di kantor banyak kapan bisa ke sana ?,Iko mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
Padahal cewek di desa banyak lho yang cantik- cantik. Hambali.
Aaa... Eyang jangan gitu donk, cewek di sana banyak peraturan Iko gak suka, di cium aja suruh tagung jawab, apa lagi di peluk bisa suruh tagung jawab nah kalo sekampung cantik semua banyak donk istri Iko. bingung malam ini giliran siapa ?.
Dasar Mesum", kata Maria sambil menonyor kepala Iko.
Ma... inimah penyiksaan anak di bawah umur" Iko mengelus kepalanya yang sakit tadi.
Papanya tertawa melihat tingkah istrinya ,Walah anak bawah umur" adanya anak kebo kali , kata Ridho membela sang istri.
Eyang aku ini anak siapa sih kok di buli terus . Iko sembari mengerucutkan bibirnya.
Kamu itu cucunya Eyang anak Eyang,milik Eyang dah sini peluk. Hambali.
Yah gini deh, sebenarnya ada apa Iko di suruh ke sini lagi asik bertapa di ganggu. Kiko
ishh kau ni, Suami anak sama cabulnya. Pa ke kamar yuk biarin Eyang sama cucu kesayanganya itu. Maria sambil menyahut dan megandeng tangan suaminya.
Salah siapa coba yang ingin segera punya cucu Kiko kan gak mau nikah dulu kenapa dulu gak mau buat adek buat Iko. Kiko
Jangan gitu sayang Mamamu itu ada penyakit bawaan makanya gak bisa dan tidak di perbolehkan punya anak banyak. Hambali.
Ia Eyang Iko tau. Kiko
oh ya dari tadi kok cuma ada kamu" mana istrimu ?.Hambali
Eyang pingin ketemu, bentar Iko panggil. Kiko pergi ke kamarnya untuk memanggil sang istri sirinya.
__ADS_1
klo dah baca jangan lupa vote komen n like, jangan tadi pembaca rahasia jadilah pembaca bijak