
Seamoga para reader banyak kasi Vote dan like, mau komen biar cuma sapaan. ya wes la Balikpapan mendung gaes bikin mager aja, cucian numpuk numpuk dah gak kering. langsung aja Cuus selamat membaca reading 📓📖🙏
Halo Tuan Andarson, sebentar lagi kami akan sampai ke sana. jawab Auliya dari ujung telpon.
(....)
Ia Tuan " sesuai dengan Yang anda inginkan Bos sendiri Yang akan turun tangan, Auliya.
(......)
Baik " setengah jam lagi,akan saya siapkan prosedurnya, selamat sore Tuan Andarson.
Auliya menutup sambungan telpon dan bergegas menyiapkan surat kontrak kerja yang di butuhkan untuk pertemuan sore ini.
Albert terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara alaram dari HP miliknya. bergegas mandi dan meganti baju yang tersedia dalam lemari darurat yang sudah ia siapkan.
Ceklek.... Ceklek... suara kunci pintu terputar n membuka daun pintu dengan lebar.
Kak... bangun waktunya mengumpulkan dolar teriak Auliya dari depan pintu masuk.
Auliya adalah adik kelasnya waktu SMA sahabat dan segalanya buat Albert karena di saat susah cuma di teman satu satunya yang bersedia membantu tidak hanya bantuan materi tapi juga batin, menjadi penyemangat hidup.
Tara... Aku sudah siap" jawab Albert yang sudah berdadan cantik, tidur setengah jam membuat aku tambah semangat menjalani hari nanti dan esok. jawabnya.
Kak ngerasa gak sih kalau tambah hari pipi dan tubuh Kakak jadi agak berisi. Kata Auliya.
Mungkin Aku harus kontrol jadwal makanku yang gak teratur," apa lagi kalau lagi stres mangga muda sekilo juga habis sendiri, apa lagi jeruk menado asemnya bikin aku ketagihan ,jawab Albert.
Hi...i netes ni liur Kak" cuma dengar aja bikin ngilu. Siap yuk berangkat Nona besar" ajak Auliya.
Jangan panggil aku Nyonya, Bos, atau apalah karena perusahaan ini tanpamu juga gak bakal jadi besar , ini kunci Mobil kamu yang supirin ya" ucap Albert.
Siap Nyah" Aul tertawa begitu juga Albert.
Mereka masuk ke dalam mobil dan Aul memacu dengan kecepatan rata rata tanpa mereka sadari Mobil sang suami membuntuti dari belakang. percakapan kecil dalam mobil Albert membuatnya sedikit terhibur.
Kak kenapa gak lanjutin kuliah aja, tanya Liya.
Tagung Liya , aku gak bisa bagi waktu belum Papa Suji Yang belum sembuh, perusahaan ini dan juga MR Crab. I'm taried .
__ADS_1
Ia juga ya" kadang kalau perusahaan lagi banyak kerjaan Yang mesti aku handel, lelah rasanya mau kuliah, balas Liya.
Semangat ya Liya aku berharap banget sama kamu, rencana aku juga mau buka perusahaan cabang di kota S. jadi kalau kamu gak semangat siapa yang bantuin aku. Albert.
Tenang aja Kak gak usah di fikir" toh Kaka Roni bentar lagi sudah lulus dari negeri paman sam dan berencana tinggal di sini dengan calis. sahut Liya.
Calis" apaan?. namanya Calis Kata Albert.
Calis itu calon istri" gitu aja Kakak gak tau !.
Ya maklum Liya aku bukan anak gaul, boro boro ngumpul sama teman, sekedar lihat ig aja jarang.
Mereka sampai di plataran Resto X1. tempat yang sudah di tunjuk oleh relasinya. di depan pintu masuk terlihat Mr Anderson bersama sekertaris menunggu kedatangan Albert dan Liya.
Maaf Kami terlambat" kata Albert menyalami Andarson dan sekertaris cantiknya.
Ah .. tidak apa" jawab Bule blesteran inggris dan asia menjawab dengan bahasa yang masih kagok.
Mari masuk Mr. Andarson ajak Albert. menduduki ke tempat yang sudah Liya pesan di samping jendela kaca dan memiliki view seperti taman kecil.
Jadi bagaimana dengan tawaran saya Nona untuk membuka cabang perusahaan di negeri K, nanti vasilitas akan saya bantu sesuai dengan ke inginan anda Nona. kata Andarson to the poin.
Ini Mr Andarson berkas berkas yang anda inginkan untuk di tanda tangani" Liya menyodorkan Map tebal berwarna biru tua.
Vi tolong periksa ini dan serahkan kembali jika data yang kita inginkan sudah lengkap, ucap Andarson.
Tak berapa lama hidangan yang mereka pesan tersaji di atas meja piring mereka.
Albert mencium tumisan sayur bercampur bawang putih. membuat perutnya begah dan ingin muntah tapi ia tahan dan berlari ke toilet terdekat.
Maaf Mr, Andarson saya ke toilet dulu sebentar, pamit Albert.
Ia memasuki toilet tersebut dan memuntahkan kembali isi dalam perutnya. setengah jam lebih ia bersarang di sana.
tok...tok.. Kak sudah belum ?" Tuan Andarson mau pamit dan menunggu persetujuan Kakak. ucap Auliya.
Bentar Liya aku perbaiki dulu riasanku" Albert bangkit dari toilet dan membuka pintu.
Setelah mencuci tangan Albert ke tempat relasinya berada.
__ADS_1
Maaf tadi berlama lama di sana" tubuh saya sedang tidak Fit hari ini, ucap Albert sambil memijit pelipis mata dan kedua keningnya, namapak terlihat pucat.
Anda tidak apa apa Nona? , tanya Andarson.
Sejauh ini masih oke" jadi bagaimana dengan failnya' apakah anda menyetujuinya, tanya Albert.
Ya saya sudah tanda tangan di sana dan tinggal menunggu Nona" jawab Andarson.
Baiklah " Albert kemudian mendatangani fail itu satu untuknya dan satu lagi untuk relasinya.
Selamat Nona kita sekarang menjadi patner kerja dan dalam tiga bulan ini akan saya persiapkan segalanya di negara saya, baiklah kalau begitu saya undur diri, Ayo Vi kita langsung ke bandara saja, kata Andarson.
Mereka berjalan beriringan menuju pintu keluar dan ke area parkir, di saat berjabat tangan untuk sekedar berpamitan tubuh Albert oleng oleh rasa pusing Yang hebat ia rasakan saat itu. Andarson melihat tubuh Albert yang akan terjatuh ia tangkap secara reflek dan di situ Kiko menghadang menampar pipi istrinya dan mencercanya. Albert yang akan tumbang tersadar kembali oleh suara bariton milik suaminya.
Gini ya caramu" Setelah bosan ke aku kau jual tubuhmu ke dia. Kata kiko penuh amarah.
Maaf Mr Andarson ini hanya ke salah pahaman dan Trimakasih tadi sudah menolong saya. ucap Albert menutupi Pipi dan luka di sudut bibirnya.
Apa tidak apa apa saya tinggal pergi" jawab Andarson.
Silahkan Mr Anderson dan nona Vivian . Andarson meninggalkan Albert serta asistenya, dalam hati mereka tak tega melihat hat itu tapi atas alasan Albert berikan akhirnya mereka pergi dengan berat hati.
Dia suamiku ini hanya salah paham ucap Albert.
Kiko yang merasa di diamkan oleh Albert merasa kian berkobar api amarahnya.
Liya bawa mobil itu pulang bersamamu dan hati hati di jalan, ucap Albert , dan di iakan oleh Asistenya.
Plak tangan Kiko menampar kembali pipi istrinya yang tadi masih berbekas.
Dasar kegatelan" maki Kiko .
Anjir... kau perlakukan aku seperti ini lagi. Resek.... teriak Albert menyeka Pipinya kembali yang meneteskan darah tak henti henti. Biada" kamu Kiko. sesegera mungkin aku akan urus surat cerai kita, dan ku ucapkan selamat menikmati tubuh bidadari yang bisa kau beli. Albert memanggil taksi yang saat itu sedang melewati jalan itu.
Kiko menjambak rambutnya dengan kasar membuang rasa jengkelnya. ****... kenapa aku bisa kelepasan dan bibirnya " ohh TUHAN kenapa aku tak berfikir ke sana bisiknya dengan lirih, Kiko masuk ke dalam Mobil dan mengejar istrinya, di lihatnya ke arah mansion Mama Maria.
****
Ok gaes ke temu ampai esok dada bay2✋. oo ya jangan lupa Vote dan like nya 💜😁
__ADS_1