
Selamat membaca ya" Trimakasih banyak bagi yang sudah mampir ke sini kasih komen dukungan, Selamat membaca ππ
Papa Ridho berjalan tertatih menahan nyeri pada pigangnya, di tuntun oleh istri tercintanya menuju ke kamar tidurnya.
Tahan Pa bentar lagi sudah sampai kamar kok" ucap Maria.
Mama sabar ya bakalan puasa dulu" Papa bakal libur dulu nih !. Ridho.
Mama mah gak hawatir " kalao gak gini ya gak libur menghangatkan ranjangmu" ucap Maria.
Jadi ceritanya senang di atas penderitaanku nih" ucap Ridho.
Mana ada" biasa juga aku main di atas' ucap Maria setengah marah.
Hehehe ia πmalu deh Papa" kata Ridho sambil mencium pipi istrinya. Ma kita itu makin tua tapi kok malah tambah doyan ya?.
Ia nafsu sapi tenaga ayam" π hahaha... kata Maria sambil membuka daun pintu kamar.
Apa ?" jadi selama ini Mama ngeremehin aku ni. seru Ridho.
Ahhh Gak Kok" Papa itu ibarat kata jaman Sekarang Kakek sugiono japanese.ππ.
Ya ampun Ma.... dapat dari mana lagi kata itu. Ridho meluruskan pigangnya yang encok dan lupa akan sakitnya, aduh...aduh...aduh... nyeri Papa Ridho kembali membungkukkan tubuhnya dan membaringkan di tepi ranjang.
Pa nanti malam Mama mau ke rumah Al dan ingin jadwalkan dia pada Dokter OBGYN.
Aaaa.. Mama Kenapa Papa di tinggal?. manjanya Ridho.
Papa mau ikut Mama?. tanya Maria.
Ya ialah " penasaran seperti apa sih janin dari awal semester sampai akhir" dulukan Mama hamil Kiko Papa gak tau.
Ia sibuk dengan gundik gundikmu itu" emosi Maria.
Jangan gitu donk Sayang jangan buka luka lama π pleace. Ridho.
__ADS_1
Dan ya begitulah rutinitas kehidupan di mansion Mama Maria.
Albert yang tidur dengan lelapnya merasakan panas di seluruh tubuh, melepas jaket dan kaos kaki dengan mata tertutup tak ketinggalan baju dasternya. hingga memampangkan bra dan Cdnya tanpa memandang siapa yang berada di sampingnya.
Kiko terbangun dan merasa gerah oleh cuaca Yang sedang terik di luar sana dan kamar yang tertutup tanpa ada pentilasi yang di buka, menyambar remot Ac di narkas lalu menyalakanya.
Kiko sadar sepenuhnya melihat pameran semi di hadapanya membuat si JJ bangun tanpa di suruh.
Kiko mencari selimut untuk menutupi tubuh semi istrinya membuka pintu Almari satu persatu dan mendapat yang ia inginkan. Kiko menutupi tubuh Al dan berbaring kembali di sisinya.
Albert yang terlelap menghimpit kepala suaminya di depan dadanya memampangkan sedikit pucuk dadanya yang terlihat. mengeratkan pelukanya dan menjepit bagian bawah tubuh Kiko dengan Kakinya.
Kiko gelagapan oleh dekapan itu menambah si JJ bangun dan mengeras.
Ya Tuhan pemandangan apa ini?, aku tak kuat ya Tuhan, harus bagaimana ini, ingin membangunkannya tapi kasihan. tapi jika seperti ini aku...Anu...tersiksa, batin Kiko.
Kiko merasa tak kuat akan tantangan yang ada di depan matanya membuat ia ingin menyetuhnya.
Ya ampun dada ini dulu kecil bisa sembunyi dalam tangkupan satu telapak tanganku dan sekarang jadi montok membuat aku ingin menangkupnya. Kiko menenggelamkan wajahnya di tengah gundukan dada milik Albert.
Kiko mendongakan wajahnya ke atas dan melihat istrinya sedang bermimpi. matanya kini tertuju di perut istrinya melihat dan mengelusnya pelan.
Kalian Rindu Papi gak?. bisiknya di perut istrinya yang sedikit membuncit. Nanti kita main bola ya jika kalian sudah keluar dari perut Mommy. Papy akan sabar menantimu' lalu Kiko mendaratkan ciumanya di perut istrinya mengelus dengan lembut.
JJ yang sabar jangan bangun terus bikin bingung nih. batin Kiko.
Albert bergeser dan merapatkan tubuhnya ke suaminya hinga pucuk hidung saling bersentuhan dan jangan lupa tubuh polosnya menggesek tubuh Kiko membuat si empunya terdiam dalam geloroa api asmara.
Deg...
Deg...
Deg...
Bunyi jantung Kiko semakin cepat menyembunyikan gairah nafsu tertahan.
__ADS_1
Sayang Bolehkah aku itu...mmm ...belum selesai pembicaraanya Kiko terpotong oleh
lenguhan Albert dalam mimpinya ayo.. Beb.
Dan dengan senang hati Kiko membuka baju miliknya dan melepas celananya yang sesak.
Kiko bergerak cepat melepas sisa baju yang menempel di tubuh Albert. memposisikan tubuhnya agar tak melukai perut sang istri.
Memasukan JJ ke dalam sarangnya dengan pelan beralasan agar tak melukai anaknya di dalam sana memaju mundurkan pigangnya bak goyang poco poco. saat sudah di ubun ubun yang akan pecah Albert membuka pelupuk matanya merasakan miliknya nikmat bercampur sesak.
Ya ampun Mas" apa ini?. menunjuk ke arah pusakanya Yang basah dan menegang sempurna, Abert kemudian mendorong tubuh suaminya, Kamu ya... kamu ya... hiii...k , Albert mencubit perut suaminya dengan kencang dan membuat bekas biru di sana.
Al' ini bukan mau Mas Kiko tapi JJ yang ingin menengok anak kita, toh tadi juga ijin dulu dan kamu juga meng iyakan. alasanya.
Albert berdiri di atas ranjang memukul kembali ke punggung suaminya. Maaf saja belum aku ucapin malah berbuat gini" menelanjangiku tanpa ijin, menikmati tubuh di balik tidurku yang nyenyak. untung di kamu rugi di aku, ucap Albert dengan amukan.
Ya sudah kalau gitu kita Bater aja bagaimana?.
kamu enak aku juga enak. jawab Kiko tanpa salah.
tapi Albert ngedumel gak jelas. membuat Kiko gemas dan melahap bibir mungil istrinya, memasukkan kembali JJ ke ruang gelap nan hangat itu.
Sejam kemudian mereka mandi bersama membersihka tubuhnya.
Albert keluar dari kamar dan menyambar Hp yang ada di meja sofa berbunyi sejak tadi.
Halo Aslalamualaikum jawab Albert. dan ternyata yang menelpon adalah mertuanya.
(......)
Baik Ma" nanti malam akan Al usahain Ma.
(....)
Ia gak Papa kok. ia Ma Al akan ke tempat praktiknya, Konsultasi sekalian Kontrol.
__ADS_1
Sampai besokβ