
Pagi semua up date lagi ya Aku, selama membaca๐๐๐
Di ruang keluarga Papa Ridho dan Mama Maria memberi wejangan untuk menantu nya.
Al pernikahan itu banyak cobaanya" kadang masalah datang gak cuma dari diri sendiri tapi bisa jadi dari suami,saudara, atau mertua mungkin, kadang TUHAN memberi cobaan supaya kita meniadi lebih sabar dan dewasa. ibarat sekolah AL" di uji dulu baru lulus, ujar Maria.
Kadang Papa Ridho juga sering nasehati Kiko supaya menjadi suami yang bijak " tapi dasar anak itu susah sekali kami kendalikan.
Albert hanya tertunduk menatap lantai Marmer mahal di mension itu, mengingat kembali nasehat Papa suji sebelum ia sakit sakitan seperti sekarang, "Nak jadilah pribadi yang kuat dan penyabar maka kesuksesan akan kamu pijak di mana pun" air mata Albert menetes luluh di pipinya.
Maria semakin mempererat pelukanya ke menantu, Al kami menyayangimu " kami tidak bisa memberi apa yang Al minta tapi kami akan turuti keputusan dan ke mauan Al" ujar Maria.
Al ingin menjenguk Papa Suji " Ma Pa.
Ya sudah jika itu membuat hatimu lebih baik" apa perlu Papa atau supir Papa yang mengantar' tawar Ridho.o
Gak usah Pa" biar Al ke sana sendiri. ucap Albert.
Mama Maria mengecup seluruh wajah menantunya dan ikut menitikan air mata, Maaf ya Al di usiamu yang masih muda sudah menagung beban pikiran yang berat atas perlakuan anak Mama ".
Ia Ma gak apa apa" Albert melepaskan pelukan mertuanya dan hendak pergi ke arah mobilnya.
Hati hati Nak AL" kata Ridho.
Albert masuk ke dalam Mobil dan berlalu dari halaman parkiran mension Maria berpapasan dengan mobil Kiko.
Kiko melihat mobil istrinya , ingin mengejarnya tapi hati dan tubuhnya tak dapat bergeming hanya mampu terdiam dalam mobil yang ia biarkan menyala. Salah ya cuma itu rasa yang ada dalam hatinya tapi egonya terlalu tinggi untuk mengakuinya, Dia aku bayar maka harus di sisiku terserah itu mau atau tidak ,batinya.
Maria melihat mobil anaknya terpakir di dekat pintu gebang membuat ia berlari ingin menghampiri, melihat ke kanan dan kiri tak ia lihat alat pembersih rumah (sapu) dan cuma melihat pak kebun yang menyirami taman.
Pak sini selang airnya pinta Maria.
Ia Nyonya" jawab pak kebun menyerahkan selang yang dia pegang.
Ceklek... pintu Mobil terbuka tapi Kiko masih asik dengan rasa penyesalan menundukan kepalanya pada setir mobil.
__ADS_1
Byur.... kricik...kricik... suara air menyembur dalam mobil membasahi tubuh Kiko.
Dasar ... Anak gak tau diri" maki Maria ke anaknya dan menyemprotinya dengan air di selang air.
Ma.. apa apaan ini"??, Kiko basah Ma, Ma...teriak Kiko gelagapan oleh semburan air, mencoba merebut selang yang di pegang Maria. tapi malah di putar Maria ke volume paling besar.
Mampus mampus sudah" Buat apa Mama punya anak macam gini !. Maria membuang sembarangan selang air dan memukul bahu anaknya, Air mata Maria menetes penuh amarah dan sedih. Mama tidak mau punya anak macam kamu teriaknya.
Nah lo rasain kalo emak emak dah ngamuk kata Ridho melihat tingkah istrinya dari jauh.
para pekerja di mansion itu semua melihat pertengkaran ibu dan Anak membuat megelengkan kepala, ada juga menutup mulut mereka menahan tawa.
Maria berlari ke arah suaminya. Pa ' Si biang kerok datang noh, " Mama mau ke kamar malas lihatin.
Hemmm ... jawab Ridho mengagukan kepalanya.
Pa coba lihat tingkah Mama " kata Kiko berjalan masuk ke mansion dan menuju kamarnya.
Beberapa menit kemudian Kiko ingin pergi kekantornya dan berganti Mobil, tapi sebelumnya ia ingin mengisi perutnya terlebih dahulu.
Di meja makan Ridho sudah menunggu ke datangan anaknya dan nampaklah yang ia tunggu sejak tadi.
Marah ke kamu rasanya kurang bijak karena kamu tahu sendiri dulu papa juga pernah salah bahkan pernikahan Papa dulu sempat di ujung tanduk. jika melihatmu seakan mengingat kesalahan Papa sendiri. Kasihan Mamamu dan menantuku merasakan tingkah polah kita yang merugikan semua pihak. Kiko Papa harap kamu bijak menyikapi setiap masalah, Kadang apa yang baik untuk kita belum tentu baik untuk kita, terkadang setiap kesalahan mampu membuat keputusan bijak dalam melangkah.
ingat pesan Papa ini Nak " Ridho menepuk bahu anaknya dengan kedua telapak tanganya.
Kiko semakin merutuki kesalahan yang ia buat. tapi ego di hati tetap bertahta.
Albert memacu mobilnya hendak pergi ke rumah sakit tapi ia tak mau Papa Suji melihatnya dalam kondisi yang seperti ini. iapun menuju ke kantornya sendiri.
Kak Al " tumben jam segini ke kantor sapa Auliya. Pekerjaan Sudah saya selesaikan semua Kak " kalau mau dan bisa Kakak ada planing sore ini jam 17.00 keperusahaan Skay corpiration.
Aul tolong ke ruanganku sebentar ya" dan bawakan aku minyak kayu putih sama koin. Kata Albert yang memijit pelipisnya akibat kepalanya Yang terasa nyut nyutan.
Ia Kak secepatnya saya akan ke sana" tapi saya cari dulu reques Kakak jawab Auliya.
__ADS_1
lima belas menit kemudian.
tok..tok...tok...Kak ini Auliya.suara dari luar pintu ruang kerja Albert.
Masuk Liya Kata Albert. yuk ke kamar aja kamu bisa kan kerokin pugungku katanya lagi.
Jaman sudah maju kok pakai kerok Kak" ada obat untuk masuk angin, Kakak mau? biar Auliya belikan.
Gak usah Aul" aku cocoknya cuma di kerok trus istirahat bentaran. Albert membuka ruangan kecil berisi ranjang singgel berukuran 120x200, meja kecil dan satu kursi .
Aul mulai mengerok pugung Albert hinga terpampang merah di setiap jejak kerokan.
Aul Kakak tidur dulu nanti lima belas menit sebelum kita ke perusahaan Skay corporation bangunin aku ya , jangan lupa kunci saja pintunya dan Katakan aku tidak di tempat jika ada yang mencariku tidak terkecuali suamiku. Aku ingin tidur sejenak.
Siap Kak Albert " jawab Auliya meninggalkan dan mengunci ruangan Bosnya.
Albert menutup matanya dan tertidur tak butuh waktu lama Ia berselancar dalam mimpi.
Setengah jam kemudian Kiko sampai di kantor istrinya, setelah menghubungi lewat sambungan telpon tak di angkat dan Pesan tak di baca, tapi dia yakin kalau istrinya ada di kantor miliknya.
Kiko memarkirkan mobilnya di samping mobil Albert.
Berjalan menyusuri ruangan demi ruangan mencari ruangan istrinya.
R. Presedir. Kiko mendorong pintu Yang terkunci.
Aul Yang ingin membangunkan Bosnya jadi urung.
Eee..h Pak Kiko ! Stop Pak Stop, jangan di dobrak. Pak " Bos kami sedang cuti dua hari ini Pak. jadi percuma andai pintu ini rusak Bapak dobrak tapi tak menemui apa Yang ingin Bapak cari. kata Aul.
Ada info gak ke mana gitu Bu Albert nya pergi?.
Gak pak cuma bilang sedang capek dan kelelahan" sahut Aul.
Ya sudah jika begitu" sampaikan nanti jika Bu Albert menelpon saya sedang mencarinya. kata Kiko. hemmm dasar pembohong aku tau kamu di dalam sana Al, sebaiknya ku tunggu di mobil saja.
__ADS_1
*nah lo emang enak di baperin"
ok" gaes jangan lupa ya komen,like ๐n votenya ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ buat aku, tanpa kalian apalah aku ini hanya insan biasa mengharap karyanya di baca dan di jadikan papolit๐๐ biar nambah ๐ฅ๐ฅ๐ฅ*