Ketiga Si Kembar

Ketiga Si Kembar
Kemarahan Papa Suji


__ADS_3

selamat membaca😊📓 , tapi jangan lupa like Vote dan komen dukungannya.


Albert apa maksud kamu dengan menikah di usiamu yang masih 17 tahun' kamu tahukan Papa memalsukan umurmu untuk bersekolah dulu dan juga rengekanmu ketika melihat anaknya tetangga depan rumah berangkat ke sekolah kamu ingatkan!!, tanya Papa Suji.


Kiko bangun dari atas sofa dan menyalami pugung orang tua Albert atau tepatnya mertuanya.


Pa kenalkan " saya suami Albert Pa".suara Kiko bergetar takut akan tatapan tajam dari Papa Suji seperti bilah pedang.


Apakah Albert tidak memberi tahu berapa umurnya saat ini, hemmm... ini memang salah Papa dulu memalsukan data diri Albert, Papa Suji mendengus dan merutuki nasip anaknya.


Hening..


Hening...


Albert menarik lengan suaminya dengan kuat mengajak supaya keluar dari ruangan Papanya agar ia bisa menjelaskan semua hal yang penting baginya dan menutupi perihal kawin kontrak yang ia lakukan, Albert termasuk pribadi yang dewasa di usianya yang masih muda.


Mas tunggu di luar saja " biar Albert yang jelasin ke Papa dan ingat Mas harus tutup mulut, Aku gak ingin pernikahan kita yang singkat ini di ketahui Papa. bisik Albert ke telinga Kiko.


Hanya anggukan saja mewakili semua jawaban Kiko untuk Albert.


Albert mengambil nafas besar dan membuangnya berlahan, membuka daun pintu dan menutupnya kembali.


Pa.."Albert mendekat ke tubuh renta dan terlihat kurus. Pa Albert senang sekarang, Papa sudah tinggal masa penyembuhan, Albert mengambil sebelah tangan Papanya dan ia tepuk dan belai penuh kasih.

__ADS_1


Maafkan Papa Suji Albert " tanpa terasa air matanya keluar tanpa aba aba. Papa yang harusnya menyekolahkan mu jadi seperti ini, Papa gagal melaksanakan pesan Almarhuma Mamamu. Papa malu, bahkan uang asuransi pendidikanmu raip dan di bekukan akibat kesalahan Papa. Papa Suji meraih tubuh anak semata wayang itu.


Sudah Pa tenang saja tidak usah di pikirkan" Albert bisa mendaftarkan kuliah dengan beasiswa penuh jika Albert mau. Bahkan dulu Albert pernah dapat undangan gratis untuk di salah satu Universitas ternama. tapi Albert mau Papa sembuh dulu dan dengan bantuan suami Albert yang membiayai oprasi Papa. pada hal dengan menjual tubuh ini agar terhindar dari utang dan segala pembiayaan. Batin Albert yang terdiam dengan lamunanya.


Albert Papa sayang kamu Nak" Papa suji mempererat pelukanya. Sekarang bawa suamimu masuk ke sini , titahnya.


Tapi janji ya Pa jangan Marah ke Mas kiko" secara Mas Kiko gak tau dengan usia Albert. di sini yang salah Alber Pa" yang mau jadi istrinya juga Albert. kemudian melepaskan pelukan Papanya dan memanggil suaminya.


Di lorong Kiko duduk di bangku yang di sediakan memang khusus untuk penunggu pasien. merenung dengan perasaanya saat ini, walaupun menikah jalan dua bulan tapi seoalh hati dan tubuhnya hanya di khususkan untuk Albert, dulu aku seorang kasanova dan tak bisa bertahan dengan satu wanita kini malah jijik dengan penggoda hati yang siap menghangatkan ranjangnya. Apakah aku mulai mencintainya? tanyanya dalam hati.


Mas Koko masuk yuk" Albert memanggil dan menoel sebelah lengan Kiko.


Kiko terperanjat kaget dan membuyarkan rangkaian pertanyaan dalam lamunanya. Ayo sayang " tapi Papa sudah gak marahkan, tanya Kiko.


Pa" panggil Kiko ke mertuanya.


Sini Nak mendekatlah" kata Papa Suji mengagukkan kepalanya.


Ia Pa"jawab Kiko sembari mendekatkan tubuhnya.


Trimakasih Nak" akan Papa ingat jasamu, Papa harap kamu jaga Albert anak Papa satu satunya.


Ia Pa Kiko janji" jawab Kiko dan memegang kedua tangan keriput milik mertuanya.

__ADS_1


Ya sudah Papa istirahat dulu" kata Papa Suji sembari memegang dadanya yang sedikit sakit dan nyeri efek dari oprasi jantung.


Tak berapa lama Papa Suji terlelap setelah mendapat suntikan di dalam infusnya. Kiko menyambar HPnya setelah ada telepon masuk yang tak lain adalah Jody.


Sayang Mas keluar dulu ya" pamit Kiko.


Ia Mas" Jawab Albert. dirasa Papa Suji terlelap Albert juga ingin merebahkan tubuhnya di sofa lipat.


Ceklek... pintu terbuka.


Maaf ganggu Ning gelis " mau priksa Om dulu , kata Tompy dan mengeluarkan alatnya stetoskop dan alat tensi dan yang lainya, di temani perawat yang bertugas malam itu.


Di rasa semua membaik Tompy memasukkan kembali alat alatnya dan di bantu asisten perawatnya.


Albert mendekatkan tubuhnya yang tadi mau beristitahat menjadi berdiri.


Jadi bagaimana Kak kondisi Papa sekarang " tanya Albert.


Semua sudah mulai baik dan bagus, Apakah tadi Om sudah bangun? tanya Tompy.


Ia Kak " jawab Albert lagi.


Gini ya Ning" Tompy memegang tangan Albert hendak menjelaskan kondisi Papa Suji akan tetapi Kiko masuk kembali keruangan itu dan melihat mereka bergandengan.

__ADS_1


__ADS_2