
Tahanlah sedikit ini akan sedikit sakit Albert, kata Koko yang merayapkan telapak tanganya di sekujur tubuh Albert.
Oh kenapa kau siksa aku dalam nikmat ini,apa yang kamu lakukan hingga sekujur tubuhku menggeliang panas dingin dalam jutaan rasa,aku tak pungkiri rasa ini.gumam rintihan Albert dalam hati.
Apakah kamu menginginkan ini sayang,jangan katakan hanya karena kau aku bayar,Koko pun melepas helai baju yang di pakai Albert. Koko meyesapi tiap jengkal tubuh Albert dan meninggalkan jejak kepemilikan, mendesahlah aku tak ingin kau diam seperti ini ibarat patung manekin,ayolah tidak usah malu Sayang.
Aku...aku...Ohh" jangan sebelah situ Mas geli. kata Albert sambil menutup seluruh wajahnya karena malu,ini...ini...harus bagaimana Aku mengungkapnya,Ahh...dia begitu lihai melakukan ini,sepertinya sudah sangat berpengalaman,gumam Albert dalam hatinya.
Ayolah sayang keluarkan ******* manjamu,Koko pun melepaskan bajunya sendiri dan melihat si juniornya bangun di dalam celananya yang belum terlepas. Albert lepaskan ini,aku berharap kamu agresif sedikit, kata Vederiko sambil menunjuk ikat pinggang dan celananya.
Albert yang tadi terbaringpun kini duduk di tepi ranjang dan melihat apa yang di tunjukan Vederiko dengan jari telunjuknya.
Di kotak katik tapi tidak terbuka juga.
Lhaaa ini bagaimana bukanya Mas,"Albert gak tau bukanya,buliran keringat menetes di keningnya.
Seulas senyum terpampang di wajah Vederiko, "yang sayang "cara bukanya di tekan dulu baru terbuka,Vederiko sudah tak sabar melihat aksi Albert iapun menyesap kembali bibir mungil Albert, melumyaat tanpa habisnya lalu mendorong tubuh Albert ke ranjang empuk yang ada di hotel itu.meruda paksa memasukan juniornya.
Dering Hp Vederiko terdengar nyaring membuat siempunya memberhentikan aktivitas yang indah menuju surga dunia itu. Bangsyaaaat siapa lagi yang mengganggu juniorku.suara umpatan Vederiko di samping telinga Albert.
Vederiko menyambar Hp di atas narkas yang terletak samping rajang pertapaan.
Hiiiiih" Halo ada apa nyonya besar,sahut Vederiko mejawab panggilan Mama tercintanya setengah emosi.
Iko "sudah dapat belum gadis yang mau melahirkan cucu untuk Mama?, harus yang berbibit unggul ya dan usahakan dari keluarga baik2,yang sehat dan gak berpenyakitan dan ingat harus cantik supaya cucuku nanti cakep dan gak malu- maluin,ingat ya apa yang Mama mau atau bawa aja ke rumah ini biar Mama seleksi dulu.suara mamanya Vederiko dari ujunh telepon.
__ADS_1
Bu sosialita" Vederiko nyari orang untuk pecetak cucu mu,bukan calon istri ya,harap di ingat.Vederiko di buat kesal oleh pertanyaan2 yang di lontarkan Mamanya sembari menjambak rambutnya sendiri karena juniornya tertidur kembali.
Iko Mama itu ingin yang terbaik untuk keluarga kita,sekarang kamu ada di mana ?,Papimu nyari kamu di kantor tapi asisten kamu bilang lagi ada keperluan.
Aduh udah deh Iko bukan anak kecil lagi yang harus di urusin toh urusan perusahan sudah oke dari yang Papi kerjakan,Perusahan juga sudah lebih maju dari yang dulu Ma.
Ternyata dia anak Mama di balik sikap aroganya,hmm.. lebih baik aku pakai kembali lengire ku,gumam Albert sambil memunguti bajunya satu persatu,untung saja dia belum apa2 kan tubuhku,Albert tersenyum dalam hati sembari menggigit bibir bawahnya yang mungil.
Tanpa di sadari sepasang mata melirik ke arah Albert yang sedang memungut baju dan mengigit bibirnya membuat hati ingin mengembara kembali tapi melihat junior yang tertidur membuat si pemilik gundah.
Sudah Ma jangan hujani aku dengan pertanyaan lagi,jawab Vederiko hendak memutuskan sambungan telponnya.
Bawa anak itu ke rumah sekarang,aku tak keberatan dia di rumah ini,bentak suara Mama Vederiko sambil menutup pembicaran di ujung telponya.
Albert lekas mandilah Mamaku ingin bertemu dengan kamu.bentak Vederiko kepadanya.
Albert berjalan ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya sembari melihat tubuhnya yang penuh dengan jejak kepemilikan.lalu bagaimana aku menutupi ini leherku dan dadaku penuh dengan noda merah biru,Albert memukul jidatnya dengan pelan.
Vederiko membuka gagang pintu kamar mandi dan hendak membersihkan dirinya,ia melihat sepasang gunung kembar di bawah guyuran sower membuat Kiko menelan salifanya kembali.Albert cepatlah ini sudah mau jam sembilan malam,Mamaku sudah menunggu kamu di rumah.
Albert terkaget mendengar suara serak memanggilnya,kenapa pintu tadi tak aku kunci ya suara lirih Albert, diapun mempercepat ritual mandinya.
Dasar anak kecil " cepatlah apa kamu berharap aku yang memandikan mu?. Kiko pun hendak membuka selambu yang terpampang di atas buth up itu.
Tidak jangan" aku sudah selesai keluarlah aku akan memakai baju dengan cepat Mas Kiko.jawab Albert sambil melilitkan handuk di tubuhnya.
__ADS_1
Vederiko kemudian pergi dari kamar mandi dan memakai baju takxidonya kembali.duduk di ujung sofa tunggal di lorong sambil mengutak ngatik hapenya.sepasang matanya melirik
Albert yang sedang memakai baju dan tersenyum kecil.
Mas Kiko ini bagaimana?. Albert menujukan lehernya yang penuh jejak bibirnya.Aku malu menunjukkan sisi murahanku,Albert kembali menitikan air matanya yang sudah berpakaian lengkap yang dia pakai sebelum pelelangan.dres biru tanpa lengan dan celana jins pendek selutut.terlihat simpel tapi modis.
Tanpa jawaban apapun Vederiko menyahut lengan kecil milik Albert dan menggandengnya ke mobil di lantai bawah depan lobi.Albert hanya bisa 'minta menunduk malu di sepanjang jalan yang ia lalui untuk meninggalkan kamar hotel tersebut.
Pak ini kontak mobilnya,suara salah satu pegawai hotel yang Vederiko suruh.
Vederiko mengambil kontak itu menyerahkan selembaran uang biru kepada pegawai itu.lalu menarik lengan Albert dan mendorong tubuhnya dengan lembut,cepatlah masuk ke dalam mobil kata Vederiko sambil memelototi setiap pegawai yang melihat Albert gadis kecil yang dia bawa.
Mobil mersedes benzs CLS moristwon silver milik Vederiko melesat setengah cepat di jalanan yang sepi,sengaja lajunya tidak ia gass poll,karena sepasang matanya melirik gunung bromo milik Albert dan leher jenjang yang penuh dengan tanda kepemilikan.otak mesumpun berjejer di kepala Vederiko.
Mas kiko jangan menatap aku seperti itu',malu tau,"Albert di buat salah tingkah oleh tatapan mata Vederiko.
Coba kamu lihat di kursi belakang ada syal dalam bungkusan itu nanti bisa kamu pakai.jawab Vederiko sambil menyetir mobilnya dengan kecepatan rendah saat memasuki halaman mension yang indah dan luas.
Sesampainya di pintu depan Vederiko memberhentikan mobilnya dan mengambil tas hitam kecil di jokk belakang.tanganya sembari mentoel tubuh Albert berimbas kena dadanya.
Mas Kiko mau ngapain coba ,di depan ada Mamanya lho yang melihat ke arah kita suara Albert yang terdengar parau akibat nerves yang ia rasakan.
©¥©
tetap pantau ya ges
__ADS_1