Ketiga Si Kembar

Ketiga Si Kembar
Rahasia yang terdengar


__ADS_3

Nah sebelumnya maaf ni kalau ada Typo di penulisan di tiap Bab, jari aku tu gendut kalau pake layar sentuh kadang bleset 'jadi huruf yang gak aku ingini keluar sendiri, Ok" langsung aja Cuzz selamat membaca Semua📖😀


***


Setelah Mereka mengantarkan Klain ke bandara dan melepas kepergian sahabatnya yang datang atas perintah, Maria dan Ridho kembali memacu mobilnya dengan kecepatan di atas rata menuju mansion mewahnya.


Malam Tuan, Nyonya sapa seorang sopir pribadinya yang setengah gugup pasalnya mereka pergi tanpa sang sopir.


Malam juga" jawab Ridho. Udin tolong parkirkan mobilku di dalam garasi ya beserta mobil antik lainya. perintahnya.


Baik Tuan " jawab Udin.


Ridho dan Maria bersantai di sofa besar ruang keluarga , berbincang dan menikmati suguhan teh dan kopi panas yang sudah di hidangkan oleh ART dan berbincang santai.


Ma simpan baik- baik fail itu jangan sampai terbaca oleh anak dan menantu kita " kan gak enak , apa hak kita ingin munguak pribadi Albert.


Biasa aja kali Pa namanya juga cari menantu ya harus tau bebet bobotnya, tapi Mama lega sudah tahu siapa Albert. emang ya Kiko itu seperti Mama tau aja bibit unggul. Hehehe...tawa Maria.


dari tangga mewah terlihat tubuh renta yang masih aktif dengan HPnya menuruni tangga dengan senyum semringah.


Eyang " hati hati jalan di tangga bahaya lo kalau terpeleset" ucap Ridho.


Dho Papa menang " main boling dapat poin 30 juta koin kalau di rupiahkan dapat berapa ya? tanya Eyang Hambali,


Sistem mainya bagaimana ni Eyang? "tanya Ridho antusias.


Ya...ya..ya.. Mereka kalau sudah bahas game gak bakal ada habisnya, ucap Maria. ahh mending aku ke kamar tidur, Sepertinya Kiko dan menantu gak balik ke mansion Nih. gerutu Maria meninggalkan sepasang orang yang berbeda usia tapi dalam satu hoby yang sama.


***


Di Apartemen Kiko.


Mereka kelelahan selama pergumulan yang dahsyat membuat ranjang yang sudah tertata rapi menjadi berserakan tak karuan, saling mendekap dalam tubuh polos tertutup selimut tanpa helai kain satu pun menempel di tubuhnya.


Sayang bangun donk" lapar nih Mas. ucap Kiko mengoyangkan salah satu bahu milik istrinya.


Hmmm... Albert menjawab dengan erangan lembut.


Ayo donk bangun ". Kruyuk kruyuk suara perut Kiko terdengar megema di kamar tidur yang luas itu.


Jam berapa ini Mas?" ,tanya Albert sambil meregangkan tubuhnya.


Mau subuh Sayang bentar lagi jam lima. ucap Kiko sambil memakaikan baju kaosnya berwarna biru ke tubuh istrinya.


Bajuku mana ? kok pakai ini sih kan kebesaran. tanya Albert dan tidak keberatan.


Gak apa Sayang pakai ini aja " sudah cepat bersihkan tubuhmu dan masakkan aku nasi goreng daging. Perintah Kiko yang sedang mengelus perutnya.

__ADS_1


Siap Big Bos " jawab Albert dan berlalu dari hadapanya.


Setelah membersihka dirinya kini Albert berkutat di dapur memasak reques suaminya. tak butuh waktu lama masakan itu terhidang nampak megiurkan.


Sudah matang ya , gak usah di pisah Sayang " aku tuh maunya kamu yang suapin, perintah Kiko ke istrinya yang hendak menjadikan nasi goreng daging menjadi dua piring.


Albert menyuapi mulutnya dan suaminya dengan telaten.


Laper apa kelaperan ya Beb" dua porsi tandas di mulutmu aku cuma makan beberapa suap saja. ejek Albert.


Kelaparan aku Sayang " jawab Kiko dengan cengiran di bibirnya. sedangkan kedua tanganya beraktifitas meluncur di papan kayboard laptop miliknya.


Mas nanti pagi aku mau ke rumah sakit jenguk Papa suji " ,semalam yang harusnya ke sana jadi batal, jadwal oprasi nanti jam 10.30 .


Ia tapi ingat yang di jenguk itu Papamu bukan Dokter abal abal itu" jawab Kiko penuh penegasan, mata yang tadi fokus melihat layar laptop jadi teralihkan melihat lekuk tubuh istrinya berbaring di ranjang dan memeluk bantal guling terpampang di cermin meja rias, membuat birahinya kembali bangkit.


Aaa... Mas " sudah cukup aku lelah mau lanjutkan tidurku yang terjeda tadi, ucap Albert menerima kecupan mesra dari samping tubuhnya dan hendak menghindarinya.


Jangan menghindar biarkan aku memakan mu sebentar saja dan silahkan kalau ingin melanjutkan mimpimu ", jawab Kiko yang semakin mempererat pelukanya di perut rata milik istrinya. hemm aku tak akan biarkan kamu terlelap dengan kecupan ini, batin Kiko mencumbui tubuh istrinya mengajaknya kembali menikmati gairah bercinta.


Keesokan hari Kiko berangkat ke kantor dengan Jody sedangkan Albert terkapar kelelahan setelah melayani suaminya dari Malam hingga menjelang pagi, terkadang Albert di buat kelabakan oleh sikap suaminya yang tiap hari meminta jatah dan haknya.


Dert....dert....derrt... suara dan getar alaram membangunkan pemiliknya.


Albert terbangun dari mimpinya, malihat jam dan beranjak dari ranjang pembaringan, Cepat Albert bersihkan tubuhmu dan pergi ke rumah sakit, gumamnya.


Hai ". kata Dokter Tompy.


Hai juga Kak" sahut Albert.


Baru beberapa hari tak bertemu hatiku hilang separuh, kata Tompy mejatuhkan pulpen yang biasa ia sangkutkan di saku baju dinasnya.


Kak ini" Albert mengambil dan menyerahkan ke Tompy.


Makasih ya sudah mengambil bulpen aku" karena tanpa bulpen warna ini aku tak dapat menuliskan jutaan rindu di hatiku dan memberi tahumu bahwa aku rindu kamu. kata Tompy


Sudah deh Jangan baperin aku pagi pagi gini Kak, jadi ...jawab Albert yang terpotong oleh kata Tompy.


Jadi terimalah hatiku dan temani aku sarapan dulu untuk jadwal oprasi Papa suji setengah jam lagi. ucap Tompy.


Bentaran Kak aku tuh ingin lihat kondisi Papa dulu. Albert.


Ya udah ayo samaan" dari semalam Papa suji sudah siuman dan berbicara sama Bibi katanya pingin ketemu kamu. kata Tompy.


Ayulah" jawab Albert dengan singkat dan menuju ruangan rawat inap karena sudah di pindahkan dari ruang ICU .


Ini ruangan Papa suji Albert " Kata Tompy membukakan ruangan kelas satu.

__ADS_1


Benar saja sepasang mata nanar dalam sedih menatap putri semata wayangnya, menyimpan jutaan kesedihan yang ia simpan dalam relung hatinya.


Asalamualaikum" Pa, Albert langsung memeluk tubuh ringkih itu dengan penuh kerinduan. tanpa ia harap air mata tertumpah di pipi pink muda Albert.


Walaikum salam Ning gelis" jawab Papa suji dan membalas pelukan anaknya. Sudah sudah jangan menangis, ke mana saja semalam Papa di sini sendiri hanya berteman dengan Bibi??.


Maaf Pa" Albert bekerja, dan jam kerjanya roling kadang siang kadang juga malam, bagaimana kondisi Papa saat ini ?. mana yang sakit dan gak enak kasih tau Albert?. kata Albert yang memegang kedua telapak tangan Papa suji.


Maafkan Papa ya Ning ( panggilan kecil Albert).


Papa gak bisa kuliahin Ning !!.


Sudah Pa gak usah bahas itu, nanti kalau kerjanya Albert tambah baik dan posisi Ning sudah bagus bisa kok sambil kuliah. jawab Albert.


Ehem...ehem.. suara serak Tompy memecahkan kesedihan antara Papa dan anaknya. Om.. "sapa Tompy.


Eh Nak Tompy" masuk Nak!! ucap Papa suji.


Om masih puasakan?. setengah jam lagi kita di ruang oprasi dan pasang Ring di jantung Om". kata Tompy.


Kamu sudah besar ya TOM" jadi penerus Ayahmu kelak, bagaimana kabar adik mu? ,tanya Papa Suji.


Semua baik saja OM" sekarang masih kuliah di luar negeri A, kalau gitu Tompy siap siap dulu ya Om" dan selamat bernostalgia Ning gelis. ucap Tompy mengikuti Papa Suji.


Siang itu jadwal oprasi pemasangan Ring jantung berjalan agak lambat karena kondisi Papa Suji yang naik turun dan kondisi tubuh yang semakin menua. jadwal seharusnya 3 jam jadi 4 jam. Albert Mondar mandir harap cemas dengan kabar Papanya dan jam oprasi yang berjalan lambat.


Lampu biru jadwal oprasi mulai padam tanda berakhirnya tugas para Dokter dan perawat dalam ruangan itu. Pasien kembali ke ruang rawat inap.


Bagaimana Kak Tompy dengan Papa Suji?. tanya Albert.


Tinggal masa penyembuhan Ning kamu tenang aja" semua sudah berjalan baik untuk sekarang, bisa jadi satu atau dua bulan lagi Papa Suji bisa pulang. jawab Tompy. Sekarang Kakak pulang dulu ya. pamit Tompy.


Trimakasih ya Kak", ucap Albert menyalami tangan Tompy.


Nanti malam aku usahakan nengokin Papa Suji kalau gak ada jadwal. kata Tompy lagi.


Gak usah " Kakak pasti lelah mendingan Kakak istirahat dan tidur. ucap Albert.


Ya udah "Kakak pulang Ya. Pamit Tompy meninggalkan Albert dan rumah sakit tempat ia bekerja.


Jam menunjukan waktu 18.30. Kiko sudah pulang ke Apartemen miliknya tapi terlihat gelap dan sunyi, Ia tahu kalau istrinya belum pulang.


Ah ia dia pasti masih menunggu Papa suji di rumah sakit, setelah aku bersihkan diri baru menyusul dia Ah" , kangenlah keluhnya dalam hati.


Sesampainya di rumah sakit Kiko menelpon istrinya .


Sayang aku sudah sampai rumah sakit dan di ruang ICU tapi kok gak ada .

__ADS_1


*** Bersambung💝💝📖


__ADS_2