Ketiga Si Kembar

Ketiga Si Kembar
Episod khusus Jody


__ADS_3

Sengaja gak up kemarin lagi sedih dapat cobaan dari yang di atas, harus memantapkan lagi hati supaya sabar dan tegar, harta sewaktu waktu di ambil tanpa perlu persetujuanmu entah kamu setuju atau tidak, ikhlas atau tidak. jadikan lapang dada menerima kenyataan pahit. jadi ngelantur sendiri Authornya๐Ÿ““๐Ÿ“– selamat membaca semua dan tetap jaga kesehatan ๐Ÿ˜˜๐Ÿ’ž๐Ÿ’• lope lope untuk para reader.


Liya menelpon Ibunya atas perintah Jody.


Apa " lihat lihat , kamu ini buat tensiku naik aja!. ucap Liya sambil memicingkan kedua kelopak matanya.


Jody memperlambat laju mobilnya.


jadi merasa rugi nih" ciumanya cuma nempel doank gak pake lumyatan gitu aja gak terima?, ya sudah telpon Emak mu saja biar aku yang bertagung jawab.


Ya... enak di elo rugi di gua" ucap Liya. kenal Emak gua juga kagak, malah menyulut api di depan pemanggangan.


lu aja kagak tau, emak gua tu sudah mendamba punya menantu saat aku berusia muda, bisa mati aku di nikahi hari ini juga. batinya.


Malah diam" mau gak nih aku tagung jawab , ujar Jody sambil menampakkan wajah gemasnya menggigit bibir bawahnya yang berwarna merah tanpa sapuan lips tik atau lipsglos.


Sabar Bor" yang di rugiin gua tapi kenapa lu malah emosi tingkat dewa?. Ok" gak sah tagung jawab tapi usahakan jangan gitu donk lu natap wajah gua seolah belum makan seabad, ngeri ae " bergidik nih bulu roma. ucap Liya megidikan kedua bahunya.


Gemeeees...ah" lihat wajah gemoy milikmu" tutur Jody, membangkitkan nafsuku yang lain, iihhh. tangan Jody mencubit pipi cabi Liya.


gua gak gendut ya cuma sedikit montok" ucap Liya membalas perkataan Jody. dan singkirin tangan lu dari wajah imutku" dengan PDnya dia mengucapkan. gua harap kedepanya jangan cium cium seenak jidatmu, pacar kagak. suara Liya yang naik satu oktaf.


Jadi cewek jangan jutek jutek ntar gak laku laku dan aku gak bilang kamu gemuk tapi gemoy" dengan menatap saja aku tau berapa ukuranya 38 B cup. Jody menarik sebelah alisnya dan menggigit sebelah bibir bawah miliknya menatap lurus ke depan dua dada kembar milik Liya.


Brengs*k, tutup mulutmu" Liya melompat dari tempat duduknya ke arah Jody yang sedang dalam kemudi mobil saat berhenti. keluar gak? bentaknya. membuka pintu mobil dan seat bell dari atas pangkuan Jody kemudian mendorongnya dengan sekuat tenaga, alhasil Jody terlempar dari tempat duduknya.


Sial" Bener nih... Fik dah cocok dengan sebutan tengil dan bar bar. batin Jody dan memberdirikan tubuhnya yang terhempas dari mobil.


Dengan sigab Liya mengunci pintu mobil dan mengemudikan sendiri, Jody yang di luar mobil mengetuk ngetuk kaca mobil berharap di bukakan pintu saat itu juga. Liya kemudian menjalankan mobilnya berlahan meninggalkan Jody.


Memang enak di anggurin" rasakan Batin Liya menatap Jody dari kejauhan pada sepion tengah dalam mobil. hingga suara nada telpon berdering di atas dasbor mobil samping kemudi.

__ADS_1


Ya Bos" segera. jawab Liya mengakat Telpon gegam milik Jody. yang setahunya Tuan Ridho yang menghubungi. mencari si pemilik HP tersebut.


Sial sial kenapa pake acara ketinggalan juga sih ni HP dan Dompet pria busuk itu", gumam Liya dalam hati kan kalau gini gua mesti putar arah dan jemput dia lagi.


Sisi lain.


Apes apes dapat cewek bar bar" baru juga mau di rayu eh malah ninggalin gue di tepi jalan sepi kayak gini. mana dompet dan HP aku ada di sana lagi, ucap Jody merutuki kesalanya sendiri mengacak rambutnya yang dari rapi jadi gak karuan, ****...dah๐Ÿ˜ˆ.


Di saat ketidak berdayaanya menyusuri jalan yang sepi terluntang lantung tak jelas


arahnya, datanglah Liya menjemput atas perintah Tuan Besar Ridho. mengikuti dengan pelan membuka pintu mobil dan kaca jendela tanpa terbuka secara keseluruhan.


Hai prodak luar negeri" lagi joging ya? , tapi kok setelan jas sih, ntar banyak gadis terpesona loh !. goda Liya menaikan suaranya satu oktaf.


Jody yang terkejut olehnya setengah memaki dan memedam emosinya.


Apa lo" katanya menekuk tanganya ke pinggang. sudah di tinggal gak di sanguin lagi!


Masuk gak nih? , Bos besar mu marah tu, telpon kamu berdering gak henti henti , Liya terus memarkirkan mobilnya di tepi jalan menunggu Jody masuk ke dalam Mobil.


eh... malah merokok di depan mobil, lanjutnya dan menurunkan tubuhnya dari mobil.


Ya elah " ayo prodak luar negeri, malah merokok di sini, lihat langit noh bentar lagi gelap dan hujan mana sudah jam 17.00. kata Liya, dan menyodorkan HP yang dari tadi berbunyi.


Jody menyahut HPnya dari tangan Liya kemudian mengakatnya.


Ia Tuan Maaf sepertinya hari ini saya gak bisa ke kantor lagi karena berkasnya belum di tanda tangani sama Nyonya Muda, jadi semntara saya handel dulu.


(.......)


Baiklah besok pagi akan saya jadwalkan kembali mengenai rapat thander di group A.

__ADS_1


(......)


Baik Tuan Ridho. jawab Jody mengakhiri panggilan HP tersebut.


Jody kemudian memetikan rokok yang ia hisap dan masih tersisa sedikit.


Sini..." ajaknya melambai tangan ke Liya. duduk sini mengarah ke samping dia duduk.


Apa lagi " gerimis nih hujan bakal lebat tau. jawab Liya sambil berjalan ke arah Jody dan mematuhi apa yang dia mau.


Tatap mata aku" tangan Jody memegang dagu Liya dan menangkup bahunya. apa ia aku mau mempermaikanmu, aku itu sudah tertarik sama kamu semenjak kita ketemu di kantor Bos mu dan sering lalu lalang di sana, Dasar kamu aja yang bersikap sok cuek, sini duduk di pangkuanku dan lihat benar benar apa aku ingin mempermainkanmu tatap mataku lebih dekat lagi. Jody menarik tangan Liya yang berdiri di depanya alhasil limbung kehadapanya dan terjatuh bersamaan memposisikan tubuhnya tepat di atas tubuh Jody.


A'aah kamu sih tarik tarik" Liya hendak berdiri dan menumpu pada paha Jody dan terpeleset tanpa sengaja menyegol senjata pamungkas milik Jody. Ah... Maaf ucapnya bertambah panik.


Hemm..." Jody membuang nafasnya dengan kasar.


Kamu ya paling pintar membubarkan suasana romantis"ucapnya. tangan Jody kemudian malah memeluk erat tubuh gemoy Liya.


Nahkan hujan beneran" ayo masuk mobil. ajak liya.


Gak sebelum kamu jawab dan balas apa yang aku tanya kan?. tanya Jody.


Baiklah beri aku waktu untuk menjalaninya karena hal yang seperti ini sesuatu hal yang baru buat aku. jawab Liya.


Cup...cup..Bibir Jody mendarat dan mengecup bibii Liya.


Ini aku jadikan tanda penerimaan hatiku untukmu , artinya mulai hari ini kita jadian. ucap Jody.


itukan kamu Prodak luar negeri " bukan aku. ucap Liya.


Ayuk kita masuk mobil" ajak Jody karena hujan semakin deras. merekapun masuk dalam mobil bersamaan.

__ADS_1


*****


jangan lupa like, komen dan vote ya trimakasih sebelumnya๐Ÿ‘โœ‹๐Ÿ’–


__ADS_2