
Selamat membaca ya📓📖, eeh.. tapi entar dulu, Saya ucapin Trimakasih sebanyak banyaknya sudah mau baca karyaku dan memberi komen mendukung, jadikan karyaku salah satu 💝 di hati HP milik kalian, jadi haru pilu😢😅 bahagia tak menentu. cusslah gak pakai lama.
Ciiit....decitan suara rem mobil jadul yang amat sangat terawat.
Setelah seminggu lebih akhirnya Eyang gaul menampakan diri untuk melihat cicitnya.
Maria oooo Maria" panggil Hambali memampangkan senyum bahagia di wajahnya, di mana para persebelasan kita.
Maria datang tergopoh gopoh menyambut Eyang kesayangan sepanjang masa ini. sini Eyang aku di sini" mau ke mana kok ke arah sana?, orang kamarnya bersebelahan dengan kamar Kiko. jawabnya.
Emm...tidak tidak aku harus mandi terlebih dahulu takutnya bawa kuman dari mana mana !, Hambali bermonolog pada diri sendiri. Aku mandi dulu ke kamarku, nanti aku ke sana sendirilah toh letakya tak jauh dari tempat tidurku. ucapnya.
Baiklah Eyang" kita tunggu di sana ya!, kata Ridho.
Setelah beberapa menit mereka kumpul di ruangan Baby. Hambali menitikan air mata merasa bahagia di usianya sekarang masih bisa melihat cicitnya. karunia Tuhan memang patutnya di sukuri , batin Hambali.
suara tertawa terdengar renyah di sana,membuat siapa saja iri akan kebahagiaan keluarga besar Ridho.
****
Jody menemui Liya di sebuah hotel atas permintaan Liya.
Flassh back.
Kak Jo tolongin Liya " klien yang minta ketemuan sama Liya agak resek, tapi tander yang ia tawar kan cukup besar nominalnya jadi mau gak mau terpaksa aku hadir sendiri. jika pesan ini telah Kakak baca tolong segeralah ke hotel RANDOME ruangan XII.pesanpun terkirim.
Jody yang melihat sebuah pesan masuk segera ia baca, menghentikan email email yang akan ia kirim, Jody bergegas mendatangi alamat tertera di HP miliknya.
flash back off.
Ayolah Liya minum dulu" atau di makan dulu hidangan yang sudah saya pesan, hargai dikit donk perusahaan kami, tutur Brilio asisten petusahan XY.
Maaf Om" sebenarya saya habis makan siang, tapi karena Om yang maksa baiklah saya minum juss alpokat Ini saja ya, balas Liya.
Baiklah " duduk dan minumlah di sini biar aku melihat kutulusan pegawai perusahaan SKY, ucap Brilio dengan tatapan nakal nya, tunggu lima menit lagi akan ku habisi dirimu sebagai bukti tulusnya perusahaan mu itu,batinya. apa salahnya mencicipi daun muda" gratis lagi!.
__ADS_1
Baiklah Om" minumnya sudah saya habiskan dan tolong Om tanda tangani berkas berkas ini dan sebentar Liya ijin ke toilet sebentar, pamitnya.
Di dalam toilet Liya merasakan tubuhnya yang kepanasan dan rasa pusing kepala hebat. Ada apa denganku, tubuhku serasa bergetar dan rasa ingin melampiaskan nafsuku, batinya bermonolog. Ia pun mengeluarkan benda pipih di sakunya.
Liya mencoba menghubungi Jody dan di tersambung ke pemiliknya.
Kak lekaslah kemari"!. Aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku, aku di tolilet wanita Kak.📲
Baik baik" sekarang kamu diam di sana dan jangan ke mana mana, ingat jangan kembali ke ruangan itu. tunggu lima menit Aku sampai di sana.📱
Jody sampai di hotel itu dan menuju ke ruangan XII.
tok....tok...tok, suara pintu di ketuknya.
Siang Tuan Brilio" saya kemari mau mengambil berkas berkas yang sudah Tuan bubuhi tanda tangani.
Lho kok kamu yang ambil berkas ini,mana asisten Albert yang imut itu?, dan bukankah kamu bekerja di Ridho corporation, kok bisa ke sini sih?. tanya Brilio.
Ia Maaf" Asisten tadi di suruh ke mansion Tuan Ridho ucapnya Jodi. menahan amarahnya sedemikian rupa.
Baik Tuan saya permisi dulu" dan terima kasih atas kerja samanya, Jody menyalami Brilio dan mengumpulkan berkas berkas di sana, membawa tas Liya yang tertinggal menuju toilet perempuan.
Liya berada dalam toilet merasa gelisah tak menentu, Kapan kiranya bantuan segera datang?, bahkan wajahnya pun kini berubah merah padam begitu pula matanya.
Jody setengah berlari menghampiri toilet tersebut dan di lihat oleh para pemakai toilet wanita di sana.
Brak...suara Jody membuka paksa pintu toilet tersebut.
Eeh Bang ini tu toilet khusus wanita bukan untuk laki laki ya"!. emang situ ngonde?. cakep cakep kok ngonde' bisu lagi gak bisa jawab. ucap emak emak di sana.
Jody yang tadinya gak mau jawab jadi tersentil di bilang ngonde.
Eh...Ses" kaca sebesar itu gak bisa lihat yang ngonde itu situ atau saya. bentuk gak jelas, jawab Jody setengah membentak.
Kak Jo aku disini" ucap Liya menampakkan wajah nakalnya dan membuka pintu toilet yang sudah dia pakai, efek obat sudah mulai menjalar dalam tubuhnya. Liya berlari kecil dan mendekap Jody dengan erat.
__ADS_1
Kak... Boking yuk"! ajak Liya merapatkan tubuhnya.
Iih....yang cowok ngonde yang cewek gatel serem ih". Kata emak emak yang gak jelas bentuknya.
Situ sensi atau ngarep"?, jawab Jody emosi jiwa.
Wa...ah kalau gratis mah mau" gak pakai nolak lagi, jawab Emak emak gak jelas.
Jody merasa risih ketika Liya semakin agresif dengan tubuhnya, Dia menjawab dengan acungan jari tengah ke hadapan Emak emak lucinta lu sendiri. kemudian meninggalkan toilet itu menuju lobby untuk memboking kamar sesuai permintaan Liya.
Siang Pak bisa saya bantu " ucap pegawai resepsionis.
Bokingkan satu kamar untuk saya" ucap Jody yang sudah kuwalah oleh perlakuan Liya yang terang terangan mendambanya. mengecup leher,pipi bergantian hingga seluruh wajah.
Sabar Dek" Kakak jadi kuwlahan ni bawa kamu belum lagi tasmu dan berkas berkas ini.
Gendong Aku Kak"! ,manjanya keluar tanpa aba aba menangkup kan lenganya ke leher Jody tak ketinggalan kakinya mengapit tubuh Jody dengan erat dan kuat, kemudian megesek gesekan Anunya ke Anu Jody.
Ini Pak kunci ruanganya di lantai lima nomer 127. ucap pegawai resepsionis dan membelalakan matanya melihat tingkah perempuan yang menempel bak perangko itu.
Trimakasih Mbak" ucap Jody yang ikut merah padam akibat ulah kecil yang di lakukan Liya. mengambil Kunci ruangan yang berupa Card,langsung menuju kesana sambil megendong Liya yang masih tetap asik menggosok gosokan Anunya dan mencumbui bibir Jody.
di dalam liff mereka bertemu dengan sepasang kakek nenek dan melihat tingkah Liya. dan hanya senyuman tersungging di wajah mereka.
Kek" jadi ingat masa muda kita, bagaimana caramu menuntut rasa cintaku yang terpendam dulu. jadi ingat bagaimana kita MP dulu.
Anak muda sekarang tak jauh dari kita dulu juga ya Nek?. tingkahnya jawab Kakek.
Kalian sepasang suami istri yang lagi menikmati indahnya haney moon ya?, tanya Nenek.
Ia Nek" jawab Jody dengan malu karena Liya tak jua melepaskan pelukanya dan bergerak gerak di sana, sampai di lantai lima Jody membuka pintu liff dan mencari ruang kamar yang sudah ia pesan. Kami pergi dulu, mari Kek" Nek, tuturnya dengan sopan.
****
Bersambung... DDB
__ADS_1