
hallo up date ya aku, jangan lupa di kasih like👍 biar aku nambah semangat🔥🔥🔥🔥bertikel tikel ingin menulis. komen juga ya, okl'ah selamat membaca📓📖.
Flash back.
Jody mengantar Big Bosnya dan Nyonya Muda ke rumah sakit terdekat, karena bisa di pastikan jika tidak cepat di tangani akan berkibat fatal. mengemudi dengan kecepatan di atas rata rata.
Priiiit.....suara peluit dan juga klason mobil terdengar nyaring di luar mobil. memberhentikan Mobil yang di kendarai Jody. akhirnya berhenti dan membuka kaca jendela mobilnya.
Selamat Pagi setengah siang " ucap polisi, bisa kami lihat sim dan stnknya Pak.
Maaf Pak kami tidak sempat membawanya pasalnya ini darurat Pak , ucap Jody.
Kiko membuka jendela dan menyapa Pak polisi itu dengan sedikit bentakan.
Pak ada apa sih?, istri saya mau melahirkan Pak. ini tuh darurat Pak. apakah jika nanti terjadi suatu hal yang tidak mengenakan pada istri saya Bapak mau bertagung jawab, akan saya tuntut bapak!! , Ia mau ?".ucap Kiko.
Oh Pak Kiko" Maaf Pak !!, begini saja biar kami kawal sampai rumah sakit, bujuk Pak Made polantas di sana.
Siapa sih yang gak kenal Kiko orang nomer satu di kota itu , dengan segan hati Polantas tersebut mengantar sampai di rumah sakit bersalin saat itu juga.
Mas cepat " aku sudah mau melahirkan, kata Albert memegang bahu suaminya dan mencengkeram dengan kuat.
Auww...auw... sakit Sayang, Ucap Kiko mengelap buliran keringat yang keluar di keningnya dan istrinya berharap cengkeraman istrinya sedikit di longgarkan.
Sampai lah mereka di ruang bersalin, dengan tegang Kiko menemani istrinya di dampingi Jody.
Jo jangan tinggalkan aku Jo" aku bingung jika berhadapan dengan darah, ucapnya.
Datanglah Bidan dan Dokter Obgyn melihat pangkal paha milik Albert.
Baiklah Pak " pembukaan sudah lengkap jadi sudah waktunya bayi ini lahir. ucap perawat dan bidan di sana, tapi yang mana suaminya?..
Dan tolong keluar untuk yang tidak berkepentingan, ucap Dokter obgyn.
Kami kamilah suaminya" ucap Kiko dengan panic, Jadi saya harap biarkan kami menunggui pasien ini.
Apa?...jadi maksud anda ibu ini poliandry?. tanya Dokter itu lagi.
Bukan Dok saya asisten Bos Saya ini" Ucap Jody menunjukan jari telunjuknya ke arah Big Bos.
Baiklah terserah kalian saja"ucapnya, jaman makin edan batin Dokter OBGYN.
Baiklah Bu Al" dengarkan aba aba saya jika saya bilang buang maka Ibu harus mengejan ya.
__ADS_1
Baik Dok " jawab Albert.
123 tarik nafas Buang" ucap Dokter
Albert pun siap mengejan eegmmm...keluarlah bayi merah itu satu. Kiko yang mendengar istrinya tadi mengejan diapun mengikuti. eghmmm..
Melihat sarung tangan Dokter dan perawat penuh dengan darah Kikopun pingsan sambil berdiri di samping Jody.
Bos bangun Bos" lihat prajurit mu menyapa dunia. ucap Jody menepuk kedua pipi Kiko. Kikopun terbangun lagi.
Mas haus " ucap Albert, Jody yang siaga memberikan air mineral kepadanya setelah setengahnya tandas di mulut Kiko.
Tubuh Kiko melemas hingga terduduk pada sebelah pinggir ranjang istrinya. dan lima menit kemudian rasa mulas itu datang lagi.
Ayo Bu bayi ke dua sudah di bibir **** * , saya hitung kembali dan lakukan hal seperti tadi ya. ucap Dokter. 123 tarik nafas buang.
Albert melakukan hal yang sama seperti tadi, kali ini sakitnya lebih sakit dari yang tadi , Albert menarik rambut suaminya dengan kuat sambil mengejan lagi. eghmmm....
Aduh Sayang sakit " teriak Kiko menahan jambakan istrinya di kepalanya. Tolong aku Jo..ucap Kiko.
Sabar Bos" tahan,aduh...aduh...lenganku jangan di cengkeram Bos"!. keluh Jody.
Ayo Bu dengar aba aba saya 123 tarik dan hembuskan ucap Dokter itu. eghhmmm....... keluh Albert ke sekian kali keluarlah bayi kedua di sertai tangisanya yang kencang.
Jo Aku aku....Suara parau Kiko dan terkapar pingsan melihat darah di depan matanya. kemudian di tangkap oleh Jody. Ya ampun Bos bos!. bikinya aja banyak gaya giliran gini mampus, batin Jody.
Albert menguap dan mengerjapkan matanya beberapa kali..Baik Dokter.
perawat tambahkan selang infuse untuk tambah darah" perintah Dokter.
Baik Dokter " jawab perawat dan langsung bertindak seperti yang di perintahkan.
Jo mana suamiku?. tanya Albert pasalnya tadi saat perjuangan bayi ke dua dia pingsan dan di pindah tempat kan.
Sebelah sini Sayang " Kiko menjawab di arah sebelah ranjang Albert dan tertutup selambu penghalang.
Sini Mas temani aku" manjanya Albert memanggil Kiko.
Ia bentar aku ke situ" Kiko mendudukan tubuhnya yang terbaring lemas.
Jo sini" papah aku ke situ tubuhku tak bertulang ini. suruhnya dengan emosi.
Jo aku laper" Ucap Albert.
__ADS_1
Jody mengeluarkan sandwich dalam tas yang di bawa untuk sarapan dan ia buat sendiri, lalu masukan dalam kotak sarapanya yang belum tersentuh, kemudian menyuapi Albert dengan telaten. tanpa menghiraukan Big Bos yang memanggilnya, bermonolog darurat yang lebih penting.
Jo taik" dia itu biniku bisanya kamu suapin. ****** lo!!. kata Kiko dengan emosi . seketika tubuh yang lemas menjadi semangat lagi.
Sini biar aku yang suapin, mau cari kesempitan di atas ketidak berdayaanku ya?. jawab sarkasnya.
Kesempatan Bos bukan kesempitan, kasian Bos Nyonya, bantah Jody.
Para pegawai kesehatan di bikin tersenyum dalam bisu dan megelengkan kepala, takjup akan pertengkaran di ruangan itu
Di saat Kiko mengambil kotak sarapan Jody dan hendak menyuapinya Albert merasa kan mulas kembali pada perutnya.
Mas sakit" hiks....hiks... ini ini seperti mau berak di sini, ucap Albert merangkul kembali lengan suaminya.
Dokter yang berjaga di pojok ruangan itupun mendatangi Albert dan menyingkap kain penutup di pangkal paha Albert melihat kembali kepala bayi yang akan keluar.
Jo... sini pegang bahuku" perintah Kiko dan di turuti oleh Jody.
Tanpa Aba aba Albert langsung mengejan dan keluarlah bayi terakhir beserta ari arinya tergelantung dan di potong oleh Dokter OBGYN.
Kiko yang melihat itu kembali pingsan terkapar dan di tangkap Jody.
Ya ampun Bos Bos " tau gini ngapain juga dekat Nyonya. berabe lagikan aku. gumamnya dengan lirih.
Bidanpun membersihkan sisa darah beku pada pangkal paha Albert dan memberikan beberapa jahitan.
Para baby pun di bersihkan kemudian di taruh dalam Bok kaca masing masing di ruang Baby.
Albert yang menahan lelah dan kantukpun ingin terlelap dalam mimpi.
Dokter kemudian membiarkan pasienya tertidur. Baru ini melihat ibu ibu melahirkan dengan semangat dan tak capek capek menyemangati diri sendiri mana 3 lagi salud deh.batin Dokter OBGYN.
Jody mengakat berat tubuh Kiko. menaruh ke atas ranjang.
Brensek ini orang apa batu berat banget. shiit... dah ah.
untungnya gua asisten setia mencakup segala hal, ntar kalau sudah sadar awas saja gak kasih bonus buat aku bakal aku obrak abrik tu perusahaan, makinya dengan lirih dan si empunya sudah terbangun tanpa di ketahui Jody.
Yang penting kamu rahasiain kejadian ini aku tambah bonusmu 2x lipat, ucap Kiko
Beneran ni" Alhmdullilah bencana jadi berkah ini mah. ucap Jody dengan senyum penuh😀
Ya sudah sekarang kamu balik ke ruang meting kantor kita dan minta Maaf kan atas ke tidak hadiranku pada staff pemegang saham di sana.
__ADS_1
Asiap Bos" sekarang juga saya meluncur ke sana selamat datang masa depan teriaknya menyemangati diri sendiri.
Kiko yang melihat asistenya pergi dengan bahagia membuatnya sedikit lega, sambutlah itu data data yang menumpuk di hadapan mu ucapnya lirih.