Ketiga Si Kembar

Ketiga Si Kembar
Go home


__ADS_3

Selamat pagi dan Selamat beraktifitas.


Ke esokan pagi Albert membayar dan menyelesaikan administrasi di lantai dasar rumah sakit.


Dengan setia Tompy mengantar Papa Suji ke lantai dasar mendorong kursi rodanya hingga lobby.


Sudah Al" ini benar mau langsung ke rumah? tanya Tompy.


Ia Kak " kita langsung ke rumah badanku lelah mual terus bawaanya.jawab Albert.


Om jangan lupa kontrol ya " paling gak dua minggu sekali. pesan Tompy.


Ia Nak" Papa ngikut aja. jawab Papa Suji.


Bentar ya Kak aku ambil mobil dulu" titip Papa ya!. ucap Albert dan meninggalkan mereka di lobby menuju tempat parkiran Mobil Honda Freed hitam miliknya.


Tak berapa lama ke mudian Albert sampai di lobby, Tin... suara klakson mobil menandakan kalau Albert sudah ada di situ. Tompy mendorong kursi roda Papa Suji menuju arah yang sudah di tuju, membuka pintu dan memngarahkan Papa suji supaya duduk di depan .


Al apa perlu ku antar hingga sampai di rumahmu?. tanya Tompy lagi.


Ah gak perlu Kak" tenang aja Al bisa sendiri kok. ucap Albert.


Tenang aja Nak Tompy " Om sudah sembuh kok tinggal masa pemulihan saja. ucap Papa Suji sambil memperlihatkan wajah bahagianya.


Ok" 👍 siipp percaya aku Om" kata Tompy.


Trimakasih untuk segalanya ya Kak" Albert mengulurkan tangan kananya dan menyalami Dokter Tompy. kalau ada waktu main je rumah ya Kak. tawar Albert.


Selesai Al memasukkan barang bawaanya iapun menutup pintu mobil dan mengendarai dengan kecepatan rata rata. 20 menit kemudian sampailah mereka di kediaman barunya.


Bibi asisten Rumah , menyambut kedatangan mereka.


Masuk Non dan Tuan , langsung aja ke kamar Bibi sudah bersihkan dan memasak sesuai ke inginan Non tadi. ucap Bibi.

__ADS_1


Trimakasih ya Bi" Aku mau di sini saja Suji mendudukan bokongnya di kursi ruang tamu.


Albert menemani Papa Suji sambil memangku laptop lalu mengerjakan tugas kantornya di rumah.


Serius Amat Ning" tanya Papa Suji.


Ia nih Pa" Al punya usaha kecil kecilan dan mulai berkembang jadi harus benar benar Al pantau. jawabnya, Papa mau makan ?" Al ambilkan, Albert hendak berdiri tapi di cegah oleh Suji.


Gak usah Ning" Papa masih kenyang jawabnya.


Al rumah yang kamu beli ini adem ya Papa suka.ucapnya.


Syukurlah jika Papa suka" emang sih rumahnya tak sebesar punya Papa tapi ini cukup untuk kita dan calon cucu Papa" ini Albert menujuk perutnya yang mulai membuncit.


Apa cucu"? tanya Papa Suji yang sedikit terkejut. lalu bagaimana dengan menantuku apakah dia Sudah tahu, tanyanya lagi.


Al akan pisah Pa sama Mas Kiko, surat suratnya masih OTW. jadi gak perlulah dia tahu. ucap Albert.


Sudah di pikir betul betul" sudah di mantapkan hati. tanya Suji.


Semangat ya Nak" bukanya Papa mengijinkan akan perceraian tapi kalau itu baik untuk kamu jalankan saja, toh usiamu masih muda. jadikan hari esok lebih indah dari hari ini. ucap Suji memberi semangat.


Trimakasih Pa untuk suportnya, dan Albert akan jadikan pengalaman ini sebagai perjalan hidup Yang sedih serta membahagiakan.


Tak berapa lama Liya datang ke rumah dengan memakai taksi.


Melihat pintu terbuka Liya langsung memasukinya, Aslalamualaikum ....teriaknya sedikit di kencangkan.


Walaikum salam Liya" masuk aja kita duduk di sini kok" ucap Albert.


Om" Liya langsung menyalami dan duduk di sana.


Ini Kak pesananmu" (Tas yang tertinggal di mension Maria). Kak kapan terbang ke tempat MR.Andarson ? tanya Liya.

__ADS_1


Belum juga satu minggu Liya " biar mereka siapakan dengan matang baru setelah itu kita tinjau kembali. jawab Albert.


Coba lihat kembali telpon Kakak " pasti banyak telpon masuk dari klaien kita, kata Liya.


Sepertinya kalian sedang sibuk kalau begitu Papa di kamar saja ya, Papa doakan semoga usaha Yang kalian laksanakan menjadi berkembang dan lebih sukses lagi dari sekarang. ucap Papa Suji dan di amini oleh mereka berdua.


Liya coba tanyakan di kota J berapa anggota Yang di butuhkan " perintah Albert.


Sudah Kak kemarin " merka butuh sekitar 120 orang untuk di sebar luaskan.


Albert membuka tas Yang di berikan Liya kemudian melihat HP miliknya mati tanpa daya. pantas mati" baiknya aku Cas dululah. gumamnya dengan lirih.


Kak sewaktu aku mengambil Tas mu di sana, ada Tante Maria " beliau berpesan jika tasnya sudah di berikan harap menelpon balik dan Yang terakhir, apapun putusan kalian Mama tetap menyayangi Al. gitu pesanya.kata Liya.


Albert menutup kembali laptopnya" memikirkan kembali masalah rumah tangga mereka yang sudah di ujung tanduk.


Kak " panggil Liya membubar bariskan lamunanya.


Eh ia " maaf Liya jadi melamun, Trimakasih banyak ya sudah bantuin aku, ucap Albert membasuh dan menyibakan rambutnya dengan kasar.


Bukanya Liya ingin ikut campur masalah rumah tangga Kakak tapi alangkah baiknya semua di pikir pajang Kak " kasian calon anak Kakak. ucap Liya.


Aku ngerti kok " harus bagaimana bersikap , mungkin sebaiknya saat ini aku fokusin dulu urusan kerja ini agar terlupa darinya. tutur Albert.


Aku percaya kok Kak kadang kita mesti risaint dulu menjalani rutinitas asmara kita untuk masa depan kita" saran Liya.


Duuh.. kenapa jadi kayak orang tua saja tutur bicaramu Liya. senyum pun mengembang di wajah Albert.


Sementara itu di tempat lain , Kiko masih melipat wajahnya dalam ruangan kantornya. pekerjaan yang sudah tinggal di bubuhi tanda tangan masih ia persalahkan, suasana kantor menjadi ajang kemarahanya, para pegawai menjadi harap harap cemas akan situasi saat ini, Jody hanya megelengkan kepalanya melihat tingkah laku majikanya yang tersulut emosi tak tahu jalan pulangnya.


Kemana perginya bidadari penenang jiwanya? , jika seperti ini terus bisa jadi Bumerang untukku sendiri. batin Jody.


****

__ADS_1


Trimakasih banyak ya sudah mau baca karyaku, Jangan lupa like dan komen, salam damai untuk semua😘😝


__ADS_2