Ketiga Si Kembar

Ketiga Si Kembar
Kita ulang lagi yuk.


__ADS_3

jadi semangat kalau mau up date jika di beri like,di kasi vote, di komenin, apala lagi kalau di beri giff makaciiih banget.ya sudah selamat membaca.


Jody menuju kamar hotel di mana Liya sedang tertidur lelap.Setelah mengantar Bos masa depan.


Ya ampun Sayang imutku masih terlelap juga,bahkan makananya saja belum tersentuh sama sekali.gumam Jody, menaruh tasnya dan laptop beserta kertas kertas kerjaannya.


menuju ranjang tidur kekasihnya dan membelai rambut halus milik Liya.


Andai saja setiap pulang kerja menatap yang terkasih begini damainya hati, apa lagi di layani, duh hati rasa gemetar sendiri,batin Jody beserta otaknya yang treveling sendiri.


Ah.... geli" ucap Liya terbangun dari tidurnya merasai jambang yang mulai tumbuh di area dagu dan pipi bawah tirus milik Jody.


Bangun donk sudah sore" bahkan hampir mau malam lho. ucapnya dengan tangan yang mengelus rambut dan mengusap pipi Liya yang mulus.


Auwh....sakit"!. keluh Liya merasai pengkal pahanya, beraoa ronde sih aku melakukan itu ?. ah bahkan kenikmatan itu sudah lupa? , sebenarnya ada apa dengan diriku?. ih.. jadi malu sendiri kenapa bisa kebablasan seperti jalan tol. Bisa di tebas kepala ku sama Abang dan juga Bunda. bagaimana ini?. gumam dan batin Liya yang berkecamuk terlihat jelas oleh raut wajahnya.


Sudahlah gak perlu di tangisi" Aku akan bertagung jawab, jadi kapan kiranya kita bisa lamaran dan menikah?. tanyanya Jody 😊.

__ADS_1


Masalah nya bukan itu Kak"!. tapi bagaimana jelasinya ke Bunda, Mama Maria dan Papa Ridho ?. belum lagi Abang aku yang menjujung tinggi martabat dan harga diri, bisa bisa di krek... leher ini. jelas Liya yang bak memotong lehernya kemudian Liya duduk di atas ranjang tanpa menyadari kalau tubuhnya saat ini polos tanpa sehelai benang pun, dan asik menatap wajah sang Kanda.


Jody melihat tubuh polos di depanya membuat Ia menelan salifanya dengan keras ritme jantungnya pun memulai dengan menambah kecepatan. apa lagi saat menatap dua litel pink di dada Liya seolah melambai ingin di sentuh, apa lagi jejak kepemilikan yang belum hilang saat akrobat Siang tadi.


Kak...panggil Liya agak kencang pasalnya lawan bicaranya hanya menatap antusias di area dua dada miliknya. Liya jadi bingung menyadari tubuhnya yang polos tanpa helai benang kemudian menarik selimut dengan kasar dan menutupi area polos miliknya.


Sudah tak perlu kau tutupi Baby"!, semuanya sudah aku cicipi dan rasa nya sangat amat manis, membuat candu ingin memiliki mu, cerocos Jody.


Ya otaknya malah treveling!. ini gimana jelasinya ke mereka Kak?. Aku' aku gak mau di hukum gantung tutur Liya.


Sudah sudah kau cukup diam saja toh tersangka utamanya Brilio yang kasih minumanmu obat perang*sang, dan Aku tersangka kedua yang kau ajak menggempur pintu surga yang tak ada habisnya. bahkan banyak di tubuhku tanda kepemilikan mu, lihat ini !. Jody melepas kemeja kerjanya bahkan saat ini sudah Bu*gil tinggal celana Boxer yang tersangkut di tubuhnya.lihatlah Baby ini semua itu ulahmu.


Tidak sayang" semua yang terjadi itu efek dari obat" bantah Jody. Jadi bagaimana jika kita ulang yuk!. pintanya. dan langsung menyesap ranum manis bibir Liya. bahkan tanganya mulai agresif di area sensitif milik Liya.


Flas back on.


Bunda Ria menelpon Albert dan di angkat oleh Kiko, karena saat ini si embem Eric sedang asik meminum Asi langsung dari pemiliknya.

__ADS_1


Mas angkat tuk Hp aku sudah berbunyi dari tadi!. ucap Albert.


Siap Ibu negara" Kiko menaruh Baby Tyo dan Abi di ranjang dan melepaskan Buaianya.


Halo Bunda Ria ada apa ya?, tanya Kiko


Hem... Bunda mau tanya Nak Albert " apa Liya ada jadwal lembur malam ini ya?, Bunda tunggu dari tadi tapi kok belum pulang, hawatir akunya.


Hemmm sebenarnya saat ini Liya ada di.... duh jadi gak enak mau ngomong. gini aja deh Kiko meluncur ke sana aja sekalian bawa para krucil jalan jalan ke rumah Bunda aja deh. Kiko langsung menutup sambungan telponya.


Sayang yuk jalan bawa mereka" sekalian kita cari makan di luar ajak Kiko pada sanh istri.


Ayuklah lagian mau di rumah terus aku bosan, cuma mereka satu satunya hiburanku, tunjuk Albert pada si krucil.


Makanya Ayo cepat kita ke rumah Bunda Ria dulu"! ajak Kiko.


***

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2