
Hadir lagi ya gaes, selamat membacaπ tapi jangan lupa like,komen dan votenya yaπΌπΌπΌπΌπΌ jadikan karyaku tetap terbaca ππ.
Tompy memegang kedua telapak tangan Albert. Gini ya Ning gelis " kondisi Om sudah mulai bagus tapi Ning mesti sabar karena untuk oprasi jantung memang di butuhkan waktu yang agak lama untuk menormalkan kondisi fisiknya , kamu tahu sendiri karya manusia tidak sama dengan karya Tuhan. jadi sabar ya!!.
Baik Kak Albert mengerti" katanya dan terkejut dengan Sambaran kedua tangan mendarat tepat di kedua bahunya.
Lepaskan istri ku " apa Hakmu menyentuh kedua tanganya. Kiko menarik tubuh istrinya mendekap dengan posesifnya.
Iiiih Mas Koko lepaskan sesakni" Kak Tompy cuma memberi semangat aja kok. tangan Albert mencoba meregangkan pelukan Kiko dari belakang.
Baiklah kalau begitu saya pamit dulu" ucap Tompy dan berlalu dari ruangan itu.
Kiko menyusul kepergian Tompy dan mencegatnya di tengah lorong.
Hei.. tunggu dulu Dokter gadungan" jata Kiko menghadangnya. Aku hanya sekedar mengingatkan Albert istriku jangan berharap kamu bisa memilikinya.
Ooo..tenang dulu Man" aku juga berpesan tubuh bisa kau miliki tapi hati bisa berpaling dan aku menunggu saat itu tiba. Tompy mendorong tubuh Kiko sedikit terdorong ke belakang.
Dam....t apa kau menyatakan perang bersamaku, Ha...ha.. baru kali ini aku melihat Dokter yang tak bermartabat seperti dirimu.soroh Kiko.
Hanya Dokter profesiku tapi aku bisa menjadi penjahat bila di perlukan untuk mempertahankan milikku. Tompy berlalu dan pergi dari lorong itu menuju tempat jaganya malam ini.
Kiko mendenguh kesal meninju dan menendang ke arah angin, pasalnya selama ini tidak pernah ada rival atau saingan di dalam bercinta dan mecintai. Kiko berjalan dengan cepat ke ruangan Papa Suji.
Sayang malam ini kita harus pulang " ucap kiko penuh penegasan dan perintah yang harus di iakan tanpa penolakan.
Sabar Mas aku telpon Bibi dulu biar ke sini " keluh Albert sambil menarik dalam nafas dan membuangnya dengan kasar. Ini orang kesetanan kali ya sudah tau aku ke sini tujuanya apa, eh.. malah marah seperti orang kebakaran jenggot. Apa sih maunya kayak lagi PMS aja!! . Batin Albert.
Aslalamualaikum Bi...
(.......)
Tolong jagain Papa dulu Bi" besok pagi Albert ke rumah sakit lagi, maaf ngerepotin Bibi.
(......)
Ia deh Albert tunggu . kemudian Albert menutup dan menyimpan HP dalam tasnya.
__ADS_1
Sini" kata Kiko yang duduk di sofa dan menepuk nepuknya.
Ia Mas sabar napa " ngegas aja dari tadi nti cepat tua lo, biar kalau punya anak manggilnya Grand Pa. jawab Albert sambil memasukan Hpnya tadi.
Tanpa jawaban dan suara Kiko mengakat mebopong dalam pelukan berarah ke sofa.
Cerewet kali kau" Kiko langsung melahap bibir ranum milik istrinya yang berada di atas pangkuan.
Albert tak menolak ciuman lembut suaminya, menikmati apa saja yang di lakukan Kiko.
Tak berapa lama mereka yang sedang asik dalam buaian terhenyak kala suara dorongan pintu terbuka. Albert dan Kiko serasa tertangkap basah melihat penampilan masing masing yang acak acakan.
Eh Bibi" Ucap Albert.
Ia Ning tinggal aja biar Tuan saya tungguin saja rumah juga sudah bersih kok Ning, jawab Bibi.
Baiklah kalau gitu Bi, itu di narkas dan lemari pendingin ada roti sama Buah kalau Bibi mau makan aja. kata Albert lagi.
Baik Ning gelis" Nanti kalau Tuan bangun akan saya telpon dan beri tahu. jawab Bibi.
Sementara Papa belum boleh konsumsi sembarangan ya Bi cuma susu itu yang di kasih oleh pihak RS" , ya udah saya pulang dulu ya Bi.
Setelah itu Albert dan Kiko menuju tempat parkir Mobil miliknya.
Dengan muka tertekuk Kiko membuka Mobil dan membanting pintu Mobilnya.
Brak...
Albert terkejut melihat perubahan sikap suaminya.
Albert membuka daun pintu Mobil dan mendudukan tubuhnya pada jok Mobil lalu memakai seatbelnya.
Mas sudah ni " ayo ini tu juga sudah Malam jam 21.00 Wib.kata Albert memecah keheningan.
Kamu sudah tapi lihatni dedek aku gak bisa di ajak kompromi, tadi aja sudah Aku tutupi pakai bawahan bajuku. enak aja udah. jawab ketus Kiko.
Nanti aja kalau di rumah toh siapa sih yang mau ngambil. Jawab Albert.
__ADS_1
Yee banyak tauk yang mau' tangan Kiko memegang kedua dada Albert yang menyembul dalam bra melumyaat dan menyesapnya, Ini Ini dan ini semua milik aku kata Kiko sambil menyentuh dada,bibir,bokong dan terakhir area sensitif milik Albert, ingat ya aku gak mau itu terbagi.
Boleh boleh Mas " toh bukan hati dan jiwaku . jawab Albert lagi.
Apa maksudnya " Kiko mendorong tubuh Albert dan merebahkan tubuhnya di jok yang ia rendahkan supaya terbaring lalu kiko merubah posisinya hingga di atas tubuh istrinya. melakukan hubungan di dalam sana keringat dan peluh menjadi satu dalam erangan kenikmatan surga duniawi.
Sekarang kita pulang dulu besok baru kembali ke sini lagi. suara Kiko dan mengendarai mobilnya.
***
Sesampainya di dalamm Apartemen milik Kiko.
Brak.. daun pintu kamar tidur terbanting oleh senggolan tangan kekar milik Kiko.
Maaas... " ada apa sih dari tadi emosi terus jadi emosi sendiri aku", teriak Albert dari dalam kamar mandi.Selesai ritualnya membersihkan diri Albert keluar dan menemui suaminya.
Katakan padaku Mas sebenarnya ada apa denganmu yang seperti orang jualan karedok di depan rumah teriak sambil memukul bilah bambu. ucap Albert mengoyangkan tubuh sang suami yang tidur dan membelakangi tubuhnya.
Oooh ayolah aku tau kamu tidak sedang tidur "!!!. hening tak di hiraukan
Ya sudah kalau gak mau hiraukan aku, aku pergi ya tungguin Papa Suji. Albert hendak berdiri dari kasur dan memakai bajunya di walk in closet, secara saat ini dia hanya berbelit kauin handuk kecil yang pas di tubuhnya menutupi sampai di atas lutut.
Katakan padaku hati dan jiwamu untuk siapa bentak Kiko tanpa melihat posisi tubuh istrinya.
Ya untuk Papa dan keluarga aku lah. bentak Albert.
Bukan untuk Dokter gadungankan kan..." Kini Kiko melihat tubuh istrinya yang duduk di belakang tubuhnya.
Hemmm... jadi dari tadi itu kamu cemburu sama aku... Sama Kak Tompy juga. tanyanya
Apa aku cemburu ke dia wah... dunia ke balik kali Cok"..umpatan kasar keluar dari mulut Kiko.
Apa kamu ngatain Aku".. Albert seketika naik ke ranjang dan menaiki tubuh suaminya kemudian memukulnya dengan bantal yang ada di situ. Dasar Babi.... badan aja gede doang tampang kebule seperempat, beraninya ngatain aku Cok"... hi....i.. otak udang. Albert makin menguatkan pukulanya membuat kiko ingin berguling tapi di kunci oleh kedua paha istrinya.
Anjay..... Albert membuang bantal yang tadi ia pegang hingga bertabur kemana mana isinya. Albert menjambak rambut Kiko. Resek..... kamu buat aku marah ya.
Lepaskan Sayang sakit rambutku aduh" Kiko meraih kedua tangan istrinya menangkupnya menjadi satu tangan membalikkan posisi hingga posisi Kikolah saat ini di tengah pangkal paha Albert.
__ADS_1
πππ ingin tau lanjutanya tunggu episod nekt ya. di tunggu ni jejaknyaππΌπ biar aku tambah π₯π