
Tepat setelah Aurora pergi, Dziban langsung memeriksa isi kotak emas tersebut. Ketiga artefak dan ketiga buku Mythical art itu ia masukkan kedalam cincin Nightcore, dan juga semua uang yang ada disana ia masukkan kedalam cincin Nightcore, hanya perhiasan-perhiasan saja yang disisakannya. Setelah itu, ia langsung pergi menuju hutan Falling Heart, menuju rumah pohonnya.
Ia melanjutkan tidurnya disana, dan terbangun pada malam harinya. Ia memakan semua buah-buahan didalam lemari penyimpanan untuk mengisi perutnya yang sudah kelaparan. Tanpa sadar ia sudah memakan semua buah-buahan itu sampai habis tak bersisa, terpaksa ia keluar dari rumah pohonnya dan mencari buah-buahan lagi sebagai persediaan makanan.
Hingga akhirnya sampailah ia dihadapan sekumpulan pohon pisang, tak pikir panjang ia langsung memetik setandan demi setandan pisang, lalu memasukkannya kedalam cincin Nightcore. Baru saja ia akan berjalan pergi, tiba-tiba beberapa pohon pisang itu bergerak dengan sendirinya. Dziban langsung mengeluarkan pisau Death Spyder, dan pandangannya menjadi waspada.
"To... Long... To... Long..." Suara itu berasal dari dalam kumpulan pohon pisang tersebut, terdengar seperti suara pria dengan nada merintih kesakitan.
"Suara ini... Tidak mungkin dibuat-buat! Ini pasti nyata, ada orang yang sedang kesakitan disana." Pikir Dziban sebelum akhirnya melangkah maju menuju sumber suara itu berasal.
Setibanya disana, ia menemukan seorang pria berambut putih panjang yang dibiarkan terurai kebelakang hingga betisnya, pupil matanya berwarna biru cerah. Tubuhnya tinggi dan berkulit putih halus, ia mengenakan jubah putih bangsawan dengan sedikit hiasan-hiasan berwarna biru cerah. Ternyata ada sebuah tombak yang menancap di dada pria tersebut, pengaruhnya terlihat sangat jelas. Aura hitam beracun yang menyelimuti tombak tersebut, tersebar luas menuju sekujur tubuh pria itu.
Tidak membuang-buang waktu lagi, Dziban langsung mencabut tombak itu dengan kedua tangannya. Tombak itu disimpannya kedalam cincin Nightcore, lalu ia pun melesat kembali menuju rumah pohon sambil menggendong pria tersebut.
Setibanya disana, ia langsung membaringkan tubuh pria itu diatas kasur. Sedangkan ia melesat keluar dari rumah pohon, sepertinya ada sesuatu yang sedang dicarinya "Aku harus menemukan satu Ginseng Ocean Regeneration dan satu Daun Life Soul. Orang itu sudah pasti akan mati, sangat mustahil dia bisa melepaskan diri dari efek racun Falling Heart. Meski begitu, racun itu hanya menyerang tubuhnya saja, tidak ada pengaruhnya terhadap jiwa. Jadi meskipun tubuhnya terbunuh, aku masih bisa menyelamatkan jiwanya dan membantunya mencari tubuh baru. Tak kusangka racun legenda itu masih ada sampai saat ini, padahal dalam buku dicatat racun itu sudah menghilang 5000 tahun lamanya."
Karna sudah mengetahui apa saja yang berada dihutan ini, Dziban tidak terlalu kesulitan untuk mencari Ginseng Ocean Regeneration dan Daun Life Soul. Akan tetapi, tempat keduanya berada sangat jauh dan berlawanan, terlebih lagi keduanya dijaga oleh seekor beast tingkat 1 bintang 10. Meski terkesan begitu lemah, tapi bagi Dziban beast itu sangatlah kuat.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, akhirnya Dziban sampai ditempat Ginseng Ocean Regeneration berada. Diatas sebongkah batu hitam kecil, terlihat sebuah ginseng berwarna biru yang terselimuti oleh aura biru cerah melayang. Ginseng itu terlihat semi transparan, seperti terbuat dari gelembung. Beberapa meter dari bongkahan batu tersebut, terlihat seekor Blue Eyed Bear, beast tingkat 1 bintang 10. Jika dilihat dari penampilannya, sepertinya hanya berumur 100 tahun. Seperti namanya, beruang besar berbulu hitam ini memeliki sepasang mata berwarna biru menyala seperti kobaran api. Selain itu, terlihat sebuah kristal biru menyala didadanya.
"Aku harus memancingnya untuk meninggalkan tempat ini terlebih dahulu, lalu mengambil ginseng itu. Menurut buku yang pernah kubaca, kelemahan Blue Eyed Bear berada didadanya, dia akan mati jika kristal biru itu dihancurkan. Tapi itu akan sangat sulit untukku, lebih baik menipunya saja untuk meninggalkan tempat ini. Kalau tidak salah, makanan kesukaannya adalah inti core Diamond Whale. Untung saja aku mempunyainya beberapa." Ucap Dziban sebelum akhirnya mengeluarkan 5 buah kristal biru dari cincin Nightcore. Didalam kristal tersebut, terlihat jiwa dari seekor Diamond Whale yang memilikinya. Itulah bentuk dari inti core, persis seperti kristal, hanya saja memiliki jiwa pemiliknya.
Dziban langsung melesat kebelakang beruang besar itu, lalu meletakkan sebuah inti core Diamond Whale diatas permukaan tanah tepat 100 meter dibelakang Blue Eyed Bear. Ia kembali meletakkan sebuah inti core Diamond Whale, arahnya sejajar dengan inti core pertama dan jaraknya tepat 100 meter. Ia terus melakukannya hingga akhirnya tersisa sebuah inti core Diamond Whale, ia sengaja tidak menggunakan inti core ini karna inilah yang akan menjadi pancing untuk menjalankan rencananya, sedangkan empat inti core lainnya bertugas sebagai benang.
Ia melesat menuju arah yang berlawanan dari inti core yang sudah diletakkannya, tak pikir panjang ia langsung melempar inti core yang tersisa menuju beruang itu dan secara telak mengenai kepalanya. Namun beruang itu tidak terlihat marah sedikitpun, malahan terlihat sangat senang mendapatkan makanan favoritnya. Baru saja ia akan memakan inti core itu, tiba-tiba tercium bau inti core yang sama oleh hidungnya. Baunya sangat menggiurkan, membuat beruang itu langsung mengurungkan niatnya dan segera mencari inti core lainnya.
Melihat rencananya berhasil, Dziban langsung mengambil Ginseng Ocean Regeneration dari tempatnya, dan langsung melesat menuju tempat Daun Life Soul.
"Tak kusangka beast tingkat 1 akan sebodoh itu, jadi sangat mudah untuk mendapatkan tanaman herbal yang dijaganya." Pikir Dziban dengan wajah gembira.
"Harimau itu lebih kuat daripada beruang tadi, dan juga kecerdasannya lumayan. Kelemahannya adalah kedua taringnya, jika berhasil menghancurkannya maka secara otomatis harimau itu akan mati. Tapi itu tidak semudah yang direncanakan, lebih baik aku memancingnya saja untuk meninggalkan tempat ini, seperti yang kulakukan sebelumnya. Makanan kesukaannya adalah inti core Sky White Rabbit, kebetulan aku punya beberapa." Ucap Dziban sebelum akhirnya mengeluarkan 7 kristal putih dari dalam cincin Nightcore, terlihat jiwa seekor Sky White Rabbit didalam kristal itu masing-masing.
Tak pikir panjang Dziban langsung menyiapkan hal yang sama seperti sebelumnya, setelah itu, ia langsung menuju posisinya. Dilemparkannya inti core Sky White Rabbit yang tersisa menuju Red Yellow Tiger yang kemudian tekan mengenai kepalanya. Namun reaksinya sama seperti Blue Eyed Bear, tidak terlihat tanda-tanda amarah, dan malahan merasa senang bisa mendapatkan makanan favoritnya. Beberapa saat setelahnya, ia mencium bau inti core yang sangat menggiurkan, dan tanpa sadar langsung berjalan kearah bau itu berasal.
Melihat hal itu, Dziban langsung melesat menuju tumbuhan kecil yang dijaga oleh harimau itu. Tepat setelah ia selesai mencabut daun Life Soul, yaitu daun berwarna kuning, ia tiba-tiba merasakan firasat buruk. Tubuhnya bergerak secara otomatis dan langsung menundukkan kepalanya, tepat setelah itu cakaran Red Yellow Tiger melewati tempat kepalanya yang sebelumnya. Jika bukan karna instingnya yang tajam, mungkin saja ia akan mati saat itu juga.
__ADS_1
Tak pikir panjang ia langsung melesat menjauh dari harimau itu, dan langsung mengeluarkan pisau Death Spyder dari cincin Nightcore.
"Ahh... Sesuatu yang tidak kuinginkan akhirnya terjadi juga, merepotkan saja." Keluh Dziban sambil menatap tajam kearah Red Yellow Tiger.
Harimau itu langsung melesat menuju Dziban, kecepatannya sangat luar biasa. Ia mengayunkan kedua cakarnya membentuk tanda silang, dan dalam sekejap sudah berada dibelakang Dziban.
Craattt
Dziban terkena telak oleh serangan itu, terlihat luka cakaran panjang berbentuk tanda silang didadanya. Namun ia tidak lengah hanya karena luka itu, ia menganggapnya sebagai hal kecil jika dibandingkan dengan semua yang pernah dilaluinya saat ini.
"Kau memaksaku untuk menggunakannya, jadi jangan salahkan aku jika kau terbunuh." Ucap Dziban sebelum akhirnya memasukkan pisau Death Spyder nya kembali.
Red Yellow Tiger melesat cepat menuju Dziban, lalu melompat cepat untuk menerkamnya. Akan tetapi belum sempat ia menyentuh tubuh Dziban sedikitpun, ia sudah terhempas oleh hawa kematian yang menyelimuti tubuh Dziban. Ir mencoba untuk bangkit, namun tidak bisa. Tubuhnya seperti tertimpa oleh benda yang sangat berat, selain itu ia juga kesulitan untuk bernafas.
Dziban mengangkat telapak tangan kanannya, diatasnya melayang sebuah kartu hitam pekat dengan setiap sisinya yang sangat tajam bagaikan pisau, mangannya berwarna merah menyala. Ditengah-tengah kartu tersebut terlihat tulisan-tulisan kuno yang sangat aneh, berwarna merah gelap menyala. Kartu itu diselimuti oleh hawa membunuh yang sangat pekat, bahkan hawa membunuh itu terpancar kesegala penjuru hutan. Beast yang umurnya masih dibawah 100 tahun langsung mati seketika, sedangkan beast yang berada diatas 100 tahun mengalami hal yang sama dengan Red Yellow Tiger.
"Bentuk Pertama Seven Deadly Sins Card : Lucifer Sword." Ucapnya.
__ADS_1
Seketika itu pula, kartu tersebut langsung berubah menjadi sebilah pedang hitam berjenis longsword. Pedang itu memiliki gagang berwarna hitam pekat dengan sedikit garis-garis emas, sedangkan bilahnya berwarna biru menyala