
"Aku harus kabur secepatnya! Selagi dia masih sibuk menghancurkan gua itu dan belum menyadari keberadaanku." Pikir Dziban sebelum akhirnya menggunakan Ghost Shadow Step.
Baru saja ia akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba ia merasakan firasat buruk dan segera melompat dari tempatnya. Tepat setelahnya, sebuah semburan hitam kehijauan mengenai pasir tempatnya berdiri tadi. Serangan itu membuat permukaan pasir tersebut berlubang, dan ******* semua pasir yang terkena olehnya.
"Itu pasti adalah beast art miliknya! Dark Poison Breath! Untungnya aku sempat menghindarinya, jika tidak aku pasti akan dilumat olehnya seperti pasir itu." Pikir Dziban sambil menatap cairan hitam kehijauan yang terus ******* pasir dibawahnya, dan membuat lubang tersebut semakin dalam.
Dziban mengeluarkan pedang Holy Blue, dan bersiap-siap untuk menghadapi laba-laba raksasa itu "Tidak ada lagi kesempatan untuk kabur, saat ini ada 1 cara untuk bertahan hidup! Membunuhnya!"
Laba-laba raksasa itu berjalan menghampiri Dziban, mengangkat salah satu kakinya dan langsung menyerang Dziban. Untungnya Dziban berhasil menangkis serangan itu dengan pedangnya, akan tetapi tubuhnya terlempar jauh karna saking kuatnya serangan tersebut. Laba-laba itu melesat dengan kecepatan mengerikan menghampiri Dziban, ternyata ukuran tubuhnya tidak mempengaruhi kelincahannya.
Ia mengangkat kedua kaki depannya, dan langsung menyerang Dziban. Kali ini Dziban memilih untuk menghindar, tidak menangkisnya lagi karna berpikir ia akan terlempar lagi jika melakukannya. Berhasil menghindarinya, Dziban langsung melompat tinggi keatas. Seketika itu pula sebuah skateboard muncul dibawahnya, dan tepat sekali ia terjatuh diatas skateboard tersebut.
Skateboard tersebut berwarna biru mengkilap, biru cerah dan biru gelap barpadu mewarnainya. Dibagian bawahnya terlihat 2 buah benda yang bentuknya seperti kipas angin, tapi ukurannya lebih kecil dan kecepatan putarannya jauh ribuan kali lebih cepat. Dibagian belakangnya terlihat 2 buah benda seperti kenalpot yang menyambung dengan bagian kiri dan kanan skateboard, ukurannya jauh lebih kecil dan mengeluarkan cahaya berwarna biru cerah dari dalam lubangnya. Skateboard itu juga adalah buatannya sendiri, ia menamainya dengan Sky Explorer Skateboard.
Ia langsung melesat dengan skateboard tersebut, menuju kepala laba-laba itu. Ia mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, namun malah jatuh terpental karna kerasnya kulit laba-laba tersebut. Untungnya skateboard tersebut langsung menjemputnya, ia jadi mendarat dengan tepat diatasnya.
"Sial! Jika senjata tajam tidak bisa, kita coba menggunakan senjata tumpul!" Pikir Dziban sebelum akhirnya memasukkan pedang Holy Blue dan mengeluarkan sebuah palu hitam pekat yang diselimuti oleh kilatan-kilatan kuning.
"Mari kita lihat, lebih kuat Black Thunder Hammer atau kulit bajamu!" Tepat setelah mengatakan itu, Dziban langsung melesat menuju laba-laba tersebut.
__ADS_1
Ia mengayunkan palu ditangan kanannya, menghantam cangkang laba-laba tersebut. Namun hal yang sama terjadi, ia terpental dan diselamatkan oleh skateboard nya lagi.
"Sial! Ternyata masih tidak bisa, memang hanya 1 kelemahannya!"
Laba-laba itu melompat menerjang Dziban, tak pikir panjang Dziban langsung melesat dari tempatnya. Menyadari usahanya gagal, laba-laba itu langsung mengejar Dziban dan terus-menerus melancarkan serangan dengan keempat kaki depannya. Dziban segera menggunakan Ghost Shadow Step dan bergerak menghindari serangan beruntun itu, akan tetapi Mythical art itu tidak bertahan lama karna dirinya kehabisan energi.
Laba-laba itu membuka mulutnya lebar-lebar, lalu memuntahkan cairan hijau kehitaman kearah Dziban. Baru saja Dziban berhasil menghindarinya, tiba-tiba saja laba-laba itu muncul dibelakangnya dan langsung menusuk tubuhnya dengan salah satu kakinya.
"*******! Sakit sekali!" Pikir Dziban sebelum akhirnya memukulkan kedua genggaman tangannya "Mythical art : Earth Shaking Tread!"
Seketika itu pula, kedua genggaman tangan raksasa yang muncul disebelah kiri dan kanan laba-laba itu langsung menghantam satu sama lain, menyerang laba-laba tersebut dari 2 arah yang berlawanan. Selagi laba-laba itu kesakitan, Dziban langsung menarik tubuhnya dan akhirnya terbebas dari kaki laba-laba yang menusuk bagian kanan dadanya.
"Kecepatan maksimal!" Perintah Dziban dengan nada suara tinggi, seketika itu pula cahaya biru yang keluar dari kenalpot skateboard tersebut berubah warna menjadi merah.
Ia segera memutari laba-laba itu, kecepatan skateboard itu kini jauh lebih mengerikan daripada yang sebelumnya. Dziban mengeluarkan ribuan Darkness Knife yang seketika melayang disekitarnya, selang 1 detik sekali ia terus melemparkan beberapa pisau kearah laba-laba yang diputarinya. Namun semua itu tidak berguna melihat kulit laba-laba itu yang sangat keras, tapi yang sebenarnya bukan itu tujuan Dziban. Ia memiliki sebuah tujuan lain, dan yang dilakukannya saat ini hanyalah pengecoh.
Beberapa saat kemudian, ribuan Frost Knife melesat tinggi keluar dari dalam tanah tepat dibawah laba-laba tersebut. Semua pisau itu menusuk bagian bawah laba-laba tersebut dan membawanya terbang keatas, beberapa saat kemudian pisau itupun lenyap dan secara tiba-tiba laba-laba tersebut membeku. Tubuhnya dikurung oleh bongkahan es yang sangat besar, menghentikan pergerakannya.
"Bagus! Usahaku tidak sia-sia juga!" Pikir Dziban sebelum akhirnya melesat kebawah tubuh laba-laba tersebut, jarak mereka hanya beberapa meter saja.
__ADS_1
Efek pisau es itu ternyata tidak hanya membekukan, tapi juga melawan gravitasi. Buktinya, laba-laba yang terkurung oleh bongkahan es itu tidak kunjung jatuh, bahkan tidak bergerak sedikitpun.
Dziban mengangkat telapak tangan kanannya tinggi-tinggi, menghadap kearah laba-laba yang melayang diatasnya.
"Saatnya pertunjukkan!"
Seketika itu pula muncullah ribuan pisau berbagai warna dari dalam tanah disekitar tubuh Dziban, letak kemunculannya ada 4 tempat dan membentuk sebuah lingkaran yang mengelilingi tubuhnya. Disebelah kirinya terlihat ribuan Lightning Knife menerjang keatas, disebelah kanannya terlihat ribuan Burning Knife menerjang keatas, didepannya terlihat ribuan Storm Knife menerjang keatas juga, dan dibelakangnya terlihat ribuan Dark Knife ikut menerjang juga.
Dbuaarrr
Semua pisau itu menciptakan sebuah ledakan setelah menghantam tubuh laba-laba itu bersamaan. Seketika itu muncul asap hitam pekat yang menghalangi pandangan, setelah asap hitam itu menghilang terlihat laba-laba tersebut terkapar diatas pasir. Ia tidak memperlihatkan tanda-tanda akan bergerak, asap putih keluar dari tubuhnya, ribuan pisau menancap dibagian bawah tubuhnya, dan cangkang keras ditubuhnya mengalami keretakan parah.
"Guru! Aku berhasil me-" Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, pandangannya tiba-tiba menjadi buram dan tubuhnya terjatuh perlahan-lahan.
Ia tergeletak pingsan tepat didepan tubuh laba-laba tersebut, beberapa saat setelahnya laba-laba itu tiba-tiba beranjak bangkit. Menahan luka parah disekujur tubuhnya, ia berjalan menghampiri tubuh Dziban. Baru saja ia mengangkat salah satu kakinya dan hendak menusuk tubuh Dziban, tiba-tiba saja tubuhnya terbakar oleh api merah membara yang entah datang darimana.
Ia kembali terjatuh, beberapa saat setelahnya api itupun lenyap. Saat akan beranjak bangkit, tubuhnya tersengat hebat oleh kilatan-kilatan petir kuning yang menyelimuti tubuhnya. Ia kembali terjatuh, tubuhnya tidak bisa digerakkan sedikitpun. Beberapa saat setelah kilatan-kilatan petir itu menghilang, pusaran angin yang sangat kencang menyelimuti tubuhnya, menebas beberapa kakinya. Setelah pusaran angin itu menghilang, tubuhnya terlihat penuh luka dan cairan hitam kehijauan muncrat keluar dari luka-luka tersebut. Belum lagi ditambah dengan aura hitam pekat yang menggerogoti tubuhnya, ******* seluruh tulang didalam tubuhnya dan menghilang.
Lawrance tiba-tiba muncul didepan tubuh Dziban, tersenyum menatapnya "Bagus! Kau benar-benar monster kecil yang mengerikan! Kupikir kau akan menggunakan Mythical Weapon untuk mengalahkannya, tapi ternyata kau berhasil hanya dengan mengandalkan kemampuanmu. Kali ini kau tidak mengecewakanku, baru kali ini aku melihat bocah 10 tahun berhasil menghabisi Nightmare Spyder berusia 10.000. Sebelumnya aku mengucapkan selamat padamu, kau berhasil memaksimalkan penguasaanmu terhadap Ghost Shadow Step."
__ADS_1
Beberapa saat setelahnya, Lawrance dan Dziban diselimuti oleh aura hijau pekat, lalu menghilang dari tempatnya dalam sekejap.