
"Huh, kukira dia seperti apa. Ternyata kecantikannya masih kalah dengan Aurora." Gumam Dziban ketus.
"Ahh... Jadi itu putri Anna yang katanya akan menjadi tunangan kakak, cantik sekali..." Pikir Aurora terkagum-kagum.
"Suatu kehormatan bagi clan Ashura bisa mendapat kunjungan dari clan besar Scarlet, sebelumnya aku sebagai pemimpin clan Ashura mewakili semuanya untuk mengucapkan selamat datang." Holder membuka pembicaraan "Kami mempersilahkan kepada tamu untuk menyampaikan suatu hal tentang pertunangan ini."
"Tidak! Aku menolak! Aku tidak ingin menikah dengan pria lemah sepertinya!" Teriak Anna memecah keheningan, seketika itu semua yang ada disana langsung terkejut mendengar ucapannya.
Dziban yang pertama kali meresponnya, karna memang ucapannya itu membuat ia tersinggung "Tarik ucapanmu itu kembali, atau kau akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya."
"Kau tidak ada hak untuk berbicara denganku! Lebih baik kau-" Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, tetua Lucy langsung memotong cepat "Ma... Maafkan kelancangan tuan putri Anna, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya."
"Ah, tidak apa-apa. Anak-anak memang seperti itu, tidak perlu terlalu diperhatikan." Ucap Holder sambil tertawa kecil. Sebenarnya ia juga tersinggung karna ucapan Anna, tapi ia memendam rasa itu jauh didalam hatinya, berusaha untuk tetap menjaga imagenya.
"Terima kasih atas kebaikan hati pemimpin clan Ashura." Ucap tetua Lucy sambil membungkukkan badannya.
"Biasa saja, kalau begitu kembali ketopik utama. Apa yang membuat putri Anna dan rombongannya datang jauh-jauh ketempat kecil ini? Bukankah acara pertunangannya akan diadakan 5 bulan lagi?" Holder membawa kembali arus pembicaraan kedalam topik utama.
"Jadi be-" Belum sempat tetua Lucy menjawab, Dziban memotong pembicaraan dengan cepat "Tunggu dulu! Biarkan putri Anna berbicara duluan, bukankah masih ada hal penting yang harus dilakukannya? Ingat baik-baik, aku tidak pernah mengulangi perintahku dua kali."
__ADS_1
"Dasar lancang! Tetaplah bersikap hormat! Kau tidak boleh seperti pada tamu!" Teriak seorang pria berambut kuning yang tersisir rapi kebelakang, berpupil mata hitam pekat. Ia bernama Goro, salah satu tetua clan Ashura. Kekuatannya mencapai tingkat Obsidian bintang 7, sedangkan umurnya tepat 60 tahun.
"Kau jangan ikut-ikutan, atau kau akan tahu apa yang terjadi selanjutnya." Ucap Dziban dingin sambil menatap tajam tetua Goro. Hawa membunuh terpancar keluar dari tubuhnya, membuat tetua Goro langsung terdiam tak berkutik. Anehnya, hanya ia yang merasakan hal itu, sedangkan yang lainnya tidak.
"Tuan, mohon tetap tenang. Jangan karna emosi anda, rencana yang sudah kita siapkan jadi sia-sia." Bisik tetua Lucy ditelinga Anna.
"Baiklah, jadi sekarang apa yang harus kulakukan?" Tanya Anna dengan mengecilkan suaranya.
"Turuti saja keinginannya, yang penting rencana kita berhasil." Jawab tetua Lucy dengan berbisik.
"Ini... Tidak mungkin! Bukannya bocah itu kehilangan semua kekuatannya?! Tapi bagaimana bisa ia memiliki hawa membunuh semengerikan ini?! Hawa membunuh sekuat ini... Hanya bisa didapatkan setelah membunuh ratusan manusia!" Pikir tetua Goro dengan tubuh gemetar, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Baiklah, kalau begitu kutarik ucapanku kembali." Ucap Anna kesal.
"Nah, begitu lebih baik." Ucap Dziban santai, tak lupa ia menghapus hawa membunuh yang dipancarkannya.
"Jadi, tujuan kedatangan kami kali ini... Untuk memberikan surat dari pemimpin clan Scarlet, anda bisa membacanya sendiri, tidak sopan rasanya jika saya yang menjelaskan." Ucap tetua Lucy sambil mengeluarkan selembar surat dari dalam kantung jubahnya. Surat itu digulung dan diikat dengan sebuah tali berwarna merah.
Ia memberikan surat itu pada salah seorang prajurit yang berdiri dibelakangnya, dan langsung saja prajurit itu memberikannya pada Holder. Holder membuka surat itu dan langsung membacanya, raut wajahnya langsung berubah setelah membaca surat tersebut.
__ADS_1
"Apa maksudnya ini? Jangan bilang pemimpin clan Scarlet ingin membatalkan janji pertunangan yang sudah diwariskan turun-temurun ini?" Tanya Holder memastikan.
Seketika itu pula, semua orang yang mendengar ucapan Holder sontak terkejut. Tatapan mereka langsung mengarah pada orang yang sama, yaitu tetua Lucy. Tentunya tetua Lucy mengetahui apa maksud mereka, yaitu menunggu jawaban darinya.
"Biarkan saya yang menjelaskannya, agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara kita. Sebenarnya, clan kami sudah membentuk sebuah agen yang khusus bertujuan untuk memantau orang yang menjadi tunangan putri Anna. Jika ini beberapa tahun yang lalu sebelum putra anda kehilangan kekuatannya, mungkin clan kami tidak akan keberatan untuk menikahi penerusnya dengan putra anda, terlebih lagi bakatnya sangat luar biasa. Tapi saat ini, putra anda sudah kehilangan seluruh kekuatannya, tentunya clan kami keberatan untuk menikahi penerusnya dengan putra anda yang tidak memiliki kekuatan sama sekali. Juga, putri Anna tidak setuju dengan pertunangan ini walaupun putra anda belum kehilangan seluruh kekuatannya. Jadi, kami mohon maaf sebesar-besarnya, karna harus membatalkan pertunangan ini. Kami tentu saja tidak membatalkannya begitu saja, sudah ada kompensasi yang kami bawa untuk membayar hutang janji ini." Jelas tetua Lucy sebelum akhirnya meminta seorang prajurit untuk membuka kotak emas besar yang mereka bawa.
Ternyata kotak emas itu berisi tumpukan perhiasan emas dan uang, juga ada 3 artefak tingkat 4 bintang 10 didalamnya, serta 3 buku Mythical art tingkat 4 bintang 10. Semua orang terkagum-kagum melihat semua itu, mereka tak menyangka clan Scarlet sekaya ini, mungkin kekayaan clan Ashura tidak ada apa-apanya dihadapan clan Scarlet.
Dziban mengambil surat dari tangan ayahnya, lalu merobek surat tersebut dan langsung membuangnya begitu saja "Kalau hanya ini saja tujuan kalian, lebih baik jangan datang kemari. Menyusahkan saja, lain kali jika ada hal penting seperti ini, cukup telpon kenomorku saja."
"Bocah! Tutup mulutmu!" Teriak seorang pria berambut cokelat yang terikat panjang seperti ekor kuda, pupil matanya berwarna coklat serasi dengan warna rambutnya. Ia bernama Asgort, salah satu dari empat tetua clan Ashura. Kekuatannya mencapai tingkat Obsidian bintang 6, umurnya 69 tahun.
"Kau juga jangan banyak bicara." Ucap Dziban yang seketika itu langsung membuat tetua Asgort terdiam tak bicara. Sepertinya hal yang sama terjadi padanya, terkena tekanan hawa membunuh yang terpancar dari tubuh Dziban.
"Pertanyaan ini khusus hanya putri Anna yang menjawabnya." Ucap Dziban sambil menghapus hawa membunuh yang terpancar dari tubuhnya "Apa kau yakin ingin membatalkan pertunangan ini?"
"Aku yakin!" Jawab Anna tegas tanpa ragu sedikitpun.
"Well, keinginan kita sama. Tapi apa kau tahu apa akibatnya membatalkan pertunangan ini? Jika aku yang mengunjungi clan Scarlet dan membatalkannya, bagaimana rasanya? Tentunya marah bukan, begitupun dengan yang sebaliknya. Selain itu, dampaknya sangat besar bagi clan Ashura. Nama clan Ashura akan tercoreng, dan semua anggotanya akan terus direndahkan oleh clan-clan lainnya. Tentu saja pikiranmu tidak sampai disini, terlebih lagi kau terlalu dimanjakan." Jelas Dziban panjang lebar. Mendengar hal itu, para tetua dan Holder terkagum-kagum. Mereka tidak menyangka seorang anak berumur 10 tahun sudah bisa memikirkannya sejauh ini, rasanya sangat tidak mungkin.
__ADS_1