KING OF KINGS

KING OF KINGS
BAB 12 : DEWA OBAT LAWRANCE


__ADS_3

"Hahh... Untung saja dia percaya, jika tidak aku benar-benar akan kesusahan." Pikir Dziban lega sambil mengelus-elus dadanya.


"Oi, bocah. Terima kasih sudah menyelamatkanku, beruntung sekali bisa bertemu denganmu." Mendengar suara itu, Dziban langsung melompat terkejut sampai terjatuh dilantai.


Dziban menoleh kebelakang, dan mendapati pria berambut putih yang ia sembunyikan didalam lemari. Tapi penampilannya saat ini berbeda, tubuhnya semi transparan dan melayang beberapa cm diatas lantai.


"Kau..." Ucap Dziban sambil menunjuk pria berambut putih itu.


"Haha... Kalau begitu maaf, sepertinya aku mengagetkanmu." Ucap pria berambut putih itu sambil terkekeh kecil.


"Tidak apa-apa, sebenarnya aku juga tidak terkejut." Dziban beranjak bangkit, lalu membersihkan bagian belakang sweaternya "Hanya sengaja, agar kau berkomentar."


"Eh, tapi tidak terlihat tanda-tanda kau sengaja melakukannya?" Pikir pria berambut putih itu sambil terkekeh kecil.


"Kalau begitu izinkan aku untuk mem-" Dziban memotong cepat "Tunggu dulu, karna sekarang kau sudah berada dalam wujud jiwa, kita apakan jasadmu itu?"


"Eng... Terserah dirimu, aku juga tidak membutuhkannya lagi." Jawab pria tersebut.


"Bagus! Kalau begitu aku akan menggunakannya untuk memperkuat pisau Death Spyder, darah dari jasad Mythical yang sangat kuat akan membuatnya berkembang lebih jauh."


"Hah, darimana kau tahu aku adalah Mythical yang sangat kuat? Memangnya kau bisa membaca kekuatanku?" Tanya pria berambut putih itu.


"Kau pikir aku bodoh? Racun legendaris Falling Heart itu tidak hanya menyerang jasad seseorang, tapi juga jiwanya. Menurut perkiraanku, kau terkena racun itu bukan langsung pada malam saat aku menemukanmu, tapi sepertinya sudah beberapa hari. Konon katanya, racun Falling Heart akan langsung membunuh jasad dan jiwa seseorang dalam waktu kurang dari 5 detik, melihatmu bisa bertahan selama itu, aku tidak yakin kau adalah orang biasa." Jelas Dziban.


"Hmm... Pengetahuan bocah ini ternyata sangat luas, bahkan tentang racun legendaris Falling Heart pun sudah diluar kepalanya. Dalam umurnya yang sangat muda ini bisa mengetahui semua itu, mungkin saja bakatnya tidak tertandingi." Pikir pria berambut putih itu.


"Kau kenapa?" Tanya Dziban karna kebingungan melihat pria berambut putih itu hanya diam saja.


"Ah, tidak ada apa-apa! Jadi begini, karna kau tahu banyak tentang racun legendaris Falling Heart, berarti kau sudah tahu kan siapa aku?"

__ADS_1


"Ah! Kau..." Dziban menunjuk pria berambut putih itu, mencoba untuk mengingat-ingat.


"Hmm... Kau tahu kan?" Ucap pria berambut putih itu dengan nada sombong, berpikir Dziban sudah tahu siapa ia sebenarnya.


"Hehe... Sepertinya..." Dziban tidak melanjutkan ucapannya.


"Hmph! Akhirnya kau tahu ju-" Belum sempat pria berambut putih itu menyelesaikan ucapannya, Dziban menerobos melanjutkan ucapannya "Aku tidak tahu."


Kraakkk


Harapan pria berambut putih itu pecah seketika, sepertinya ia berpikir terlalu jauh. Tidak mungkin orang yang sudah hidup lama sepertinya bisa dikenal oleh orang yang hidup pada masa kini, apalagi hanya anak-anak.


"Kau serius tidak tahu?" Tanyanya yang kemudian dibalas oleh Dziban dengan anggukkan kepala.


"Lalu bagaimana kau tahu tentang racun legendaris Falling Heart?! Kau seharusnya tahu racun itu diciptakan olehku!!!" Teriak pria berambut putih itu kesal.


"Apa?! Kau... Kau yang ada dalam legenda itu?! Lawrance sang Dewa Obat?!" Teriak Dziban terkejut, kedua matanya melotot tak percaya.


"Karna kau tahu siapa aku, berarti kau tahu kan tentang sejarahku?" Tanya Lawrance.


"Tidak, hanya sedikit buku yang menjelaskan sejarahmu. Itupun hanya sedikit penjelasannya, yang kutahu kau sudah hidup 7000 tahun sebelum terjadinya tragedi perang darah, jadi kalau tidak salah kau berumur 10.000 tahun. Selain itu, katanya kau mempunyai banyak sebutan, Dewa Obat, Api Iblis, Penguasa Jiwa, Dewa Racun, dan Mythical Heaven. Lebih tepatnya, ada 5 sebutan terkenal yang diberikan orang-orang padamu." Jawab Dziban panjang lebar.


"Pengetahuannya benar-benar sangat luas, aku tak percaya dia sebenarnya hanya berumur 10 tahun." Pikir Lawrance.


"Apa hanya itu saja?" Tanya Lawrance memastikan.


"Benar." Jawab Dziban singkat.


"Kalau begitu biarkan aku sendiri yang menceritakan sejarahku padamu. Tapi sebelum itu, ada hal yang ingin kukatakan padamu." Ucap Lawrance misterius.

__ADS_1


"Apa itu?" Tanya Dziban singkat.


"Aku ingin mengangkatmu menjadi muridku, anggap saja sebagai ucapan terima kasih karna telah menyelamatkan jiwaku. Tapi semuanya terserah padamu, kalau tidak ma-" Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, Dziban memotongnya lagi "Bodoh, sudah jelas aku setuju. Orang mana yang tidak ingin menjadi muridmu, Mythical terkuat dalam sejarah."


Lawrance merasa sangat kesal karnan ucapannya dipotong terus menerus oleh bocah dihadapannya, padahal ribuan tahun yang lalu ia sangat dihormati dan tidak ada seorangpun yang berani melakukan itu padanya. namun rasa itu hanya dipendamnya didalam hati, ia tidak mungkin bertindak kasar pada orang yang telah menyelamatkan hidupnya.


"Baguslah, kalau begitu ambil ini." Ucap Lawrance sambil menyerahkan sebuah kalung bertali hitam pada Dziban. Mata kalungnya berbentuk seekor naga bersayap phoenix, berwarna merah gelap menyala.


Dziban menerima kalung itu dari tangan Lawrance, lalu mengamatinya "Apa ini?"


"Kalung Absolute Phoenix Dragon Emperor, artefak tingkat 10 bintang 10. Kalung itu bisa mempercepat kultivasimu 2 kali lipat, meningkatkan karakteristikmu 2 kali lipat, dan mempercepat penguasaanmu terhadap Mythical art. Kegunaannya juga lumayan banyak, sebagai tempat penyimpanan barang, tempat penyimpanan jiwa, dan terdapat ruang dimensi didalam kalung tersebut. Selain itu, kalung tersebut bisa menghidupkan kembali pemiliknya, namun hanya berlaku 1 kali selamanya." Jelas Lawrance panjang lebar.


"Artefak tingkat 10 bintang 10?! Kau tidak bercanda kan?! Berarti artefak ini setara dengan pedang Excalibur! Akhirnya, aku bisa menjadi pemilik artefak terkuat saat ini." Teriak Dziban terkagum-kagum.


"Hah... Artefak terkuat? Apa dizaman ini tingkatan tertinggi sebuah artefak adalah tingkat 10 bintang 10?" Tanya Lawrance.


"Benar! Karna itu aku bilang bahwa kalung ini dan pedang Excalibur adalah artefak terkuat saat ini." Jawab Dziban membenarkan.


"Hahahaha!!! Hahahaha!!!" Tawa Lawrance meledak, tidak bisa ditahan lagi oleh mulutnya.


"Kau kenapa?" Tanya Dziban kebingungan.


"Tidak... Tidak ada... Hahahaha!!!" Teriak Lawrance dengan tawanya yang kembali meledak.


"Hei, kau sebenarnya kenapa?" Dziban mengulangi pertanyaannya kembali.


"Ha... Ha... Tunggu dulu... Tunggu dulu... Aku kesulitan bernafas... Aku... akan menghentikan tawaku dulu..." Ucap Lawrance dengan nafas terengah-engah.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Lawrance berhasil menghentikan tawanya. Namun nafasnya masih sedikit terengah-engah.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kau sudah bisa menjelaskannya?" Tanya Dziban dengan wajah datar.


"Jadi seperti ini... Ribuan tahun yang lalu, artefak tingkat 10 bintang 10 tidak ada apa-apanya. Masih ada 90 tingkatan diatasnya, jadi tingkatan artefak yang tertinggi sebenarnya adalah tingkat 100 bintang 10. Jadi aku menyimpulkan, orang-orang pada zaman ini sudah jauh lebih lemah dari zaman ribuan tahun yang lalu. Dan juga satu hal yang perlu kau tahu, sebenarnya pedang Excalibur adalah artefak Legenda, sudah tidak ada tingkatannya lagi. Sepertinya sejarah sudah keliru menuliskannya, atau mungkin tidak mengetahui kebenarannya dan mengarangnya begitu saja." Jelas Lawrance panjang lebar.


__ADS_2