
Pagi harinya, seperti yang sudah ditentukan, para peserta dan penonton berkumpul terlebih dahulu diarena, lalu berjalan bersama menuju hutan Snow Land.
Beberapa menit kemudian, akhirnya merekapun tiba ditempat tujuan. Seperti namanya, hutan ini selalu dituruni salju, beast yang menghuninya pun seluruhnya berkaitan dengan es ataupun salju. Mereka berkumpul disebuah bangunan besar yang terletak diperbatasan, didepan bangunan itu terlihat 10 cermin raksasa yang melayang diudara, serta sebuah Dimension Gate. Gerbang dimensi yang wujudnya hampir mirip seperti portal, namun berbentuk persegi panjang sepanjang 5 meter dengan tinggi 3 meter.
Gedung tempat mereka semua berkumpul hampir menyerupai aula pertemuan Clan Ashura, dibagian depannya terlihat sebuah panggung yang diatasnya terletak 5 buah kursi merah elegan, sedangkan didepan panggung itu terlihat ratusan atau bahkan ribuan kursi berwarna hitam elegan. Holder duduk dikursi tengah yang berada diatas panggung, sedangkan para tetua duduk dikursi yang tersisa. Para penonton menduduki kursi hitam didepan panggung, dan peserta ujian yang tersisa berdiri tegak diatas panggung, tepatnya dibelakang tempat duduk Holder dan para tetua.
"Ujian kelima adalah perburuan! Para peserta ujian yang tersisa harus membunuh beast dihutan ini dan mengumpulkan inti core mereka, inti core tingkat 1 dinilai 10 poin, inti core tingkat 2 dinilai 20 poin, inti core tingkat 3 dinilai 30 poin, dan tingkat 4 keatas dinilai 50 poin. Ujian kali ini berlangsung selama 12 jam, peserta yang belum kembali sebelum waktunya berakhir, maka akan dinyatakan gagal. Peserta dengan poin terbanyak akan mendapatkan juara pertama, peserta dengan poin kedua terbanyak akan mendapatkan juara kedua, dan peserta dengan poin ketiga terbanyak akan mendapatkan juara ketiga. Juara pertama akan mendapatkan hadiah berupa uang sebesar 100.000 Gold, 100 ginseng Blood Spiritual, 1 artefak tingkat 3 bintang 5, 3 buku Mythical art tingkat 3 bintang 5, kualifikasi bebas memasuki perpustakaan Clan lantai 1, dan beasiswa keakademi Night Zodiac. Juara kedua akan mendapatkan 50.000 Gold, 50 ginseng Blood Spiritual, 1 artefak tingkat 2 bintang 5, 2 buku Mythical art tingkat 3 bintang 5, kualifikasi bebas memasuki perpustakaan clan lantai 1, dan beasiswa keakademi Night Zodiac. Dan juara ketiga akan mendapatkan 30.000 Gold, 30 ginseng Blood Spiritual, 1 artefak tingkat 1 bintang 5, 1 buku Mythical art tingkat 3 bintang 5, kualifikasi bebas memasuki perpustakaan clan lantai 1, dan beasiswa keakademi Night Zodiac." Holder mengumumkan panjang lebar.
Seketika suasana menjadi ribut, karna hadiah ujian clan kali ini lebih besar berkali-kali lipat dari ujian clan sebelumnya, dan hadiah pada ujian clan kali ini mendapatkan beasiswa keakademi Night Zodiac.
"Sekarang, para peserta masuk kedalam Dimension Gate dan para penonton bisa menonton dari Cermin God Observation." Sambung Holder.
Seperti yang sudah dijelaskan, para peserta dan penonton langsung berjalan keluar dari arena.
"Peserta yang berhasil lolos menuju ujian kali ini ada 7 orang yaitu Dziban, Aurora, Leona, Zyan, Garoz, Zetis, dan Gliss. Dipersilahkan kepada para peserta untuk memasuki Dimension Gate, ujian kelima resmi dimulai!" Teriak Holder mengumumkan yang seketika itu disambut oleh tepuk tangan para penonton.
Dziban dan para peserta lainnya segera berjalan memasuki Dimension Gate, secara tiba-tiba Dziban sudah berada ditengah-tengah hutan, sedangkan Aurora dipindahkan keperbatasan hutan. Baru saja Dziban akan melangkahkan kakinya, tanah tiba-tiba bergetar dan seekor ular biru raksasa muncul dari dalam tanah tepat didepannya. Ular itu memiliki panjang 5 meter dengan tubuh yang sangat besar, kulit birunya dilapisi oleh es bening tebal, ekornya berujung runcing, dan terlihat sepasang tanduk es tajam menjulang keluar dari keningnya.
Dziban mengeluarkan belati Nether Sovereign sambil terkekeh kecil "Blue Ice Snake, beast tingkat 3 bintang 5. Beruntung sekali, secepat ini aku sudah menemukannya, jadi tidak perlu susah-susah mencarinya."
__ADS_1
Ular biru itu menyemburkan cairan berwarna biru dari mulutnya menuju Dziban, untungnya Dziban berhasil menghindari semburan itu dengan Ghost Shadow Step nya. Semburan itu mengenai beberapa pohon dibelakang Dziban dan membekukannya seketika, Dziban memutar-mutar belatinya ditangan kanan lalu melangkahkan kakinya. Dalam sekejap ia sudah berada dibelakang ular tersebut, beberapa saat kemudian tubuh ular itu terpotong menjadi 3 bagian dan darah biru muncrat dari potongan-potongan tubuhnya. Setelah mengambil inti core ular itu, ia langsung melesat mencari beast lainnya.
Dilain tempat, terlihat Aurora baru saja membunuh seekor Snow Fox, beast tingkat 2 bintang 8. Setelah mengambil inti core rubah itu, ia langsung melesat mencari beast lainnya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Dziban berhasil menemukan sekawanan Ice Fanged Wolf. Seperti namanya, rubah putih itu memiliki sepasang taring es tajam dideretan giginya. Merupakan beast tingkat 1 bintang 10, kawanan itu beranggotakan 20 ekor.
"Hehe... Saatnya panen!" Ucap Dziban sambil terkekeh kecil mengayunkan belatinya secara horizontal "Weapon art : Flaming Wave Half Circle!"
Seketika muncullah api membara berbentuk bulan sabit raksasa dari ayunannya, api itu membakar hangus setiap Ice Fanged Wolf yang dilewatinya. Dalam sekejap semuanya berubah menjadi abu, dan inti corenya berserakan diatas permukaan tanah yang tertutup salju. Dziban mengumpulkan semua inti core itu, lalu memasukkannya kedalam kalung.
Belum sempat ia pergi meninggalkan tempat itu, seekor Frost Bear berlari menghampirinya. Beruang biru setinggi 3 meter itu berlari kearahnya, terlihat beberapa luka sayatan yang lumayan dalam dibeberapa tempat pada tubuhnya.
Dziban menyadari ini adalah sebuah kesempatan emas, tak ingin menyia-nyiakannya ia langsung berlari kearah beruang itu, melompat menerjangnya dan langsung mengayunkan belatinya. Kepala beruang itu terlempar dari tempatnya semula, lalu tubuhnya terjatuh ketanah.
Baru saja ia memasukkan inti core itu kedalam kalungnya, Dziban tiba-tiba merasakan sebuah firasat buruk dan tak pikir panjang ia langsung menundukkan kepalanya. Tepat setelahnya, sebuah gelombang energi sayatan berwarna merah melesat dari atas kepalanya, mungkin kepalanya akan tertebas jika ia tidak menundukkan kepalanya tadi.
Dziban langsung menoleh kebelakang, mendapati seorang pria berambut merah gelap lebat telah berdiri beberapa meter dibelakangnya. Pria itu berpupil mata merah keemasan, terlihat sebuah katana dengan bilah berapi dalam genggaman tangan kanannya, selain itu seekor phoenix kecil melayang didekatnya, tubuh phoenix itu sepenuhnya terbuat dari api merah membara. Sebagai atasan ia mengenakan kemeja putih dengan dasi biru yang dibalut oleh jaket hitam, sedangkan sebagai bawahan ia mengenakan celana jeans hitam panjang dengan sepatu kets berwarna hitam.
__ADS_1
"Hei, apa maksudmu menyerangku?" Dziban melemparkan pertanyaannya setelah membalikkan badannya.
"Kau mengambil mangsaku, seharusnya akulah yang mendapatkan inti core beruang itu." Jawab pria berambut merah itu.
Dziban mengeluarkan inti core beruang itu kembali, lalu melemparkannya pada pria itu "Kalau begitu ambillah."
Baru saja ia membalikkan badannya dan akan melangkah pergi, pria itu tiba-tiba menghentikannya "Tunggu! Kenapa kau menyerahkannya begitu saja padaku?! Seharusnya kau memberikan perlawanan karna kau juga berperan membunuhnya!"
Dziban menoleh kebelakang "Maaf saja, sekarang tujuanku adalah mengumpulkan inti core sebanyak mungkin, aku tidak akan melakukan sesuatu yang bisa menghambat tujuan awalku."
"Baiklah, kalau begitu sampai ketemu diatas panggung." Pria berambut merah itu membalikkan badannya "Terima kasih atas kebaikanmu telah mengembalikan inti core milikku."
Baru saja pria itu akan melangkahkan kakinya, kali ini Dziban yang menghentikannya "Tunggu dulu! Aku belum tahu siapa namamu, bisakah kau memberitahukannya dulu."
"Gliss sang Phoenix Iblis Api, Elementum api generasi ketujuh." Ucap pria berambut merah itu memperkenalkan dirinya.
"Gliss, nama yang bagus. Kalau begitu perkenalkan, aku Dzi-" Belum sempat Dziban memperkenalkan dirinya, Gliss langsung memotong cepat sebelum akhirnya melesat pergi "Tidak perlu, aku sudah tahu kau adalah si kuda hitam itu. Kalau begitu ayo kita lanjutkan saja, jangan sampai kita kalah dengan peserta lainnya."
"Elementum? Apa itu?" Pikir Dziban kebingungan sebelum akhirnya waspada kembali karna mendengar suara teriakan seekor beast yang sangat dekat dengannya.
__ADS_1
Dziban langsung melesat kearah suara teriakan itu berasal "Teriakannya sekencang ini? Pasti beast tingkat 4! Beruntung sekali!"
Setibanya disana, Dziban menemukan seekor gorila raksasa yang sedang bertarung melawan seekor ular ungu. Gorila itu memiliki bulu lebat berwarna biru cerah, wajahnya berwarna biru gelap dengan sepasang mata biru cerah seperti api membara. Terlihat puluhan duri-duri es tajam menjulang keluar dari punggungnya, selain itu sepasang taring es panjang menjulang keatas dari deretan gigi bawahnya, dan kuku-kuku Kaki dan tangannya terlihat seperti es tajam. Sedangkan ular yang dilawannya memiliki panjang sekitar 7 meter, kulitnya berwarna ungu gelap dengan corak garis berwarna biru menyala, ekornya terlihat seperti es tajam, sepasang tanduk es panjang menjulang keluar dari keningnya dan melengkung kebelakang, 2 pasang taring es terlihat diderita giginya, lidahnya berwarna biru tajam, dan sepasang matanya sepenuhnya berwarna ungu seperti api membara.