
Ujian terus berlanjut, tanpa ada halangan yang mengganggu. Akhirnya waktu ujian hanya tersisa 5 menit lagi, peserta yang pertama kembali adalah Zetis. Ia langsung mengeluarkan semua inti core yang berhasil dikumpulkannya keatas meja yang sudah disediakan, inti core berbagai macam warna menumpuk diatas meja tersebut.
Tetua Asgorth menghitung jumlah inti core itu satu persatu, dalam waktu beberapa menit akhirnya iapun selesai menghitungnya "50 inti core tingkat 1, 30 inti core tingkat 2, dan 10 inti core tingkat 3, totalnya adalah 1400 poin. Dalam ujian kali ini, Zetis berhasil mendapatkan 1400 poin!"
Seketika para penonton bersorak riang, diiringi dengan suara tepuk tangan. Beberapa saat kemudian, akhirnya Leona dan Zyan muncul dari dalam Dimension Gate. Mereka langsung mengeluarkan inti core mereka pada meja masing-masing, dan tetua Asgorth mulai menghitungnya. Pertama-tama, ia menghitung inti core milik Leona, lalu berlanjut menuju Zyan.
"60 inti core tingkat 1, 20 inti core tingkat 2, dan 20 inti core tingkat 3, totalnya adalah 1600 poin. Dalam ujian kali ini, Leona berhasil mendapatkan 1600 poin!" Ucap tetua Asgorth mengumumkan yang seketika itu disambut oleh sorakan-sorakan dan tepuk tangan para penonton.
"70 inti core tingkat 1, 30 inti core tingkat 2, dan 15 inti core tingkat 3, totalnya adalah 1600 poin. Dalam ujian kali ini, Zayn berhasil mendapatkan 1600 poin!" Sambungnya yang seketika itu disambut oleh sorakan-sorakan dan tepuk tangan para penonton.
"Tetua, saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan." Ujar Leona sopan.
"Silahkan." Tetua Asgorth mempersilahkan.
"Aku dan Zyan mendapatkan poin dengan jumlah yang sama, jika mendapatkan juara, apa kami harus berbagi hadiahnya?" Tanya Leona.
"Tidak! Jika kalian mendapatkan juara, maka kalian harus berduel diarena, dan pemenangnya lah yang akan mendapatkan hadiahnya. Jika tidak mendapatkan juara, maka kalian tidak perlu melakukannya." Jelas tetua Asgorth menjawab.
"Tidak perlu melakukannya! Kalian juga tidak akan bisa menjadi juara!" Sahut Gliss yang baru saja keluar dari Dimension Gate.
"Hei, apa maksudnya perkataanmu?!" Protes Zyan emosi.
"Mungkin ini bisa menjelaskannya." Jawab Gliss santai sambil mengeluarkan semua inti core yang berhasil dikumpulkannya keatas meja yang sudah disediakan.
Inti core itu menumpuk diatas meja, bahkan ada beberapa yang jatuh. Para penonton langsung bersorak-sorak seketika, terus meneriakkan nama Gliss untuk mendukungnya. Sedangkan tetua Asgorth mulai melakukan tugasnya, menghitung satu persatu inti core milik Gliss.
"150 inti core tingkat 1, 70 inti core tingkat 2, dan 40 inti core tingkat 3, totalnya adalah 4100 poin. Dalam ujian kali ini, Gliss berhasil mendapatkan 4100 poin! Diantara para peserta yang sudah kembali, poin miliknya adalah yang tertinggi!" Ucap Tetua Asgorth mengumumkan yang seketika itu disambut oleh sorakan-sorakan dan tepuk tangan para penonton, kali ini terdengar lebih meriah daripada yang sebelum-sebelumnya.
"Gliss! Aku mendukungmu!"
"Kau pasti akan menjadi juaranya, Gliss!"
"Juara pertama adalah milikmu!"
Para penonton mulai mengidolakan Gliss, peserta yang mungkin saja akan menjadi juara pada ujian kali ini. Gliss celingukan kesana-kemari, sepertinya ia sedang mencari seseorang "Kemana kuda hitam itu? Apa dia belum kembali?"
"Apa maksudmu bocah sampah itu?" Tanya Zetis.
__ADS_1
"Ya, mungkin kalian memanggilnya seperti itu." Jawab Gliss mengangguk.
"Dia belum kembali, kenapa kau mencarinya?" Jawab Zetis sekaligus bertanya balik.
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat sebanyak apa inti core yang berhasil dikumpulkannya." Jawab Gliss.
"Haha... Sepertinya kau terlalu mengharapkannya. Mungkin, poinnya tidak lebih banyak dari milikku." Ucap Zetis sambil tertawa terbahak-bahak.
"Benarkah? Apa kau berani bertaruh?" Tantang Gliss.
"Kalau kau menang, kau bisa mengambil cincin Nightcore ini." Jawab Zetis setuju sambil memperlihatkan cincin Nightcore yang terpasang pada jari tengah tangan kanannya.
"Gliss, kau bisa mengambil cincin Nightcore miliknya!" Sahut Dziban yang baru saja keluar dari Dimension Gate, ia berjalan bersama dengan Aurora.
"Apa maksudmu?" Tanya Gliss kebingungan.
Aurora mengeluarkan semua inti core yang berhasil didapatkannya keatas meja, akan tetapi meja itu tidak bisa menampung semua inti core miliknya. Setengahnya ia keluarkan keatas meja, dan setengahnya lagi ia tumpukkan didepan meja. Para penonton menganga tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, ternyata dalam waktu yang begitu singkat Aurora berhasil membunuh begitu banyak beast. Tetua Asgorth mulai menghitung semua inti core itu satu persatu, dibantu oleh tetua Vlare.
"260 inti core tingkat 1, 150 inti core tingkat 2, 50 inti core tingkat 3, dan 5 inti core tingkat 4, totalnya adalah 7350 poin. Dalam ujian kali ini, Aurora berhasil mendapatkan 7350 poin!" Teriak tetua Asgorth mengumumkan, seketika para penonton mulai bersorak-sorak dan bertepuk tangan. Kali ini terdengar lebih meriah lagi, bahkan para tetua ikut melakukannya.
"Wow! Besar sekali! Sepertinya juara pertama akan dipegang olehmu." Ucap Gliss sambil bertepuk tangannya juga.
"Aurora, juara pertama adalah milikmu!"
"Aurora adalah sang juara!"
"Aurora! Kau sangat hebat!"
Dziban tersenyum kecil, lalu mengeluarkan semua inti core miliknya ketanah. Seketika suasana langsung berubah sepi, para penonton terdiam melihat tumpukan inti core milik Dziban. Para tetua juga sama, bahkan ada beberapa yang matanya melotot tak percaya dan mulutnya menganga lebar.
"Gliss, apa kau mengerti maksudku sekarang?" Tanya Dziban sambil terkekeh kecil menatap Gliss.
Gliss menutup kembali mulutnya yang menganga lebar, lalu menggelengkan kepalanya beberapa kali seolah mencoba untuk kembali sadar. Ia menganggukkan kepalanya "Yah, kalau tidak salah maksudmu taruhannya dimenangkan olehku."
"Haha... Tebakanmu sepenuhnya benar!" Sahut Dziban membenarkan.
"Kau... Bocah sampah... Dengan kemampuanmu yang lemah itu, bagaimana caramu bisa mendapatkan semua inti core ini?" Tanya tetua Goro sambil menatap tumpukan inti core tersebut.
__ADS_1
Dziban tiba-tiba menghilang dari tempatnya, lalu muncul dihadapan tetua Goro. Kedua tangannya menggenggam katana Darkness Frozen, bilah katana itu membentang tepat dihadapan leher tetua Goro "Apa kemampuan seperti ini kau masih menyebutnya sampah?"
"Tii... Tii... Tidak!" Jawab tetua Goro ketakutan, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.
"Baguslah, akhirnya kau tahu diri juga." Ucap Dziban sebelum akhirnya memasukkan katana itu kedalam sarungnya yang terikat disebelah kanan pinggulnya. Setelahnya, ia memasukkannya kembali kedalam kalungnya "Kalau mau, mungkin tadi aku sudah membunuhmu. Maaf saja, tapi statusmu adalah seorang tetua clan Ashura, aku masih harus berpikir 2 kali jika ingin melakukannya."
"Tetua Asgorth, apa kau bisa mulai menghitungnya?" Tanya Dziban sambil menunjuk tumpukan inti core miliknya.
Tetua Asgorth tersadar dari lamunannya, lalu mulai menghitung semua inti core tersebut. Bukannya sendiri, ia dibantu oleh ketiga tetua lainnya, bahkan Holder juga ikut turun tangan.
"1500 inti core tingkat 1, 1000 inti core tingkat 2, 500 inti core tingkat 3, dan 300 inti core tingkat 4, totalnya adalah 65.000 poin! Dalam ujian kali ini, Dziban sudah dipastikan akan memegang juara pertama! Selain itu, namanya akan dicatat dalam buku sejarah clan! Ia berhasil memecahkan rekor poin terbanyak yang dulunya dipegang oleh leluhur Moro!" Teriak tetua Asgorth mengumumkan.
"Sekarang semuanya boleh beristirahat! Acara pembagian hadiahnya akan dimulai besok jam 10 pagi, lokasinya adalah gedung aula pertemuan!" Sambungnya.
Baru saja para penonton akan bubar, tiba-tiba seseorang muncul dari dalam Dimension Gate. Itu adalah Garoz, terlihat berbagai macam luka disekujur tubuhnya. Ia mengeluarkan semua inti core yang berhasil dikumpulkannya ke meja yang sudah disediakan.
Hanya dengan melihatnya saja, para tetua mengurungkan niatnya untuk menghitung inti corenya. Karna jumlah inti core miliknya sangat jauh dibawah inti core milik Gliss dan Aurora, apalagi Dziban.
"Hei, berapa poin milikku?!" Protes Garoz.
"Maaf, kurasa kami tidak perlu menghitung semua inti coremu. Karna sudah pasti dibawah Gliss dan Aurora, terlebih lagi Dziban." Jawab tetua Vlare santai.
"Memangnya sebanyak apa milik mereka?!" Garoz mulai emosi.
"Itu, kau bisa melihatnya sendiri." Jawab tetua Vlare sambil menunjuk semua inti core milik Gliss.
Garoz menganga lebar melihat tumpukan inti core itu, ia mengalihkan pandangannya dan melihat inti core milik Aurora seperti yang ditunjukkan oleh tetua Vlare. Kedua matanya melotot melihat semua inti core itu, mulutnya menganga lebih lebar lagi. Saat ia melihat inti core milik Dziban, ia langsung terkejut dan terjatuh pingsan ketanah. Sepertinya, ia sulit menerima semua itu.
"Tetua, dimana aku harus meletakkan kedua benda ini?" Tanya Dziban sambil memperlihatkan dua inti core tingkat 5 yang dipeluknya. Seperti yang kalian ketahui, inti core itu adalah milik Giant Ice Gorilla dan Frost Purple Garaga. Ukurannya sama seperti inti core lainnya, yang membedakannya adalah aura yang menyelimutinya. Lebih kuat dan jauh lebih pekat, intinya mengerikan.
"Inti core tingkat 5?!" Teriak tetua Asgorth terkejut.
"Itu adalah inti core milik penguasa hutan ini!" Teriak tetua Vlare terkejut.
"Salah satu inti core itu milik Giant Ice Gorila!" Teriak tetua Goro terkejut.
"Satunya lagi adalah milik Frost Purple Garaga!" Teriak tetua Brighton terkejut.
__ADS_1
"Bagaimana caramu mengalahkan kedua penguasa hutan ini?!" Tanya Holder terkejut.
"Yah... Tidak terlalu sulit, hanya menunggu kesempatan emas saja dan melancarkan serangan terakhir." Jawab Dziban terkekeh kecil.