KING OF KINGS

KING OF KINGS
BAB 14 : MENGHANCURKAN SUMBER MASALAH


__ADS_3

"Apa hanya itu saja?" Tanya Dziban.


"Benar, memangnya kenapa?" Lawrance bertanya balik.


"Tidak ada, hanya menyesal saja karna sudah mendengarnya." Jawab Dziban sambil memalingkan wajahnya.


"Kau... Bocah yang tidak tahu sopan santun." Ucap Lawrance kesal.


"Sudahlah, aku hanya bercanda, guru. Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa terluka parah malam itu? Apa kau sedang bertarung dengan seseorang?" Tanya Dziban.


"Tidak! Aku tidak sedang bertarung, lebih tepatnya aku dikhianati oleh muridku sendiri. Ia sengaja memintaku untuk memperlihatkan cara membuat pil tingkat 5 padanya, tapi ternyata ia menusukku dengan tombak saat aku lengah karna kelelahan. Untungnya aku berhasil kabur, tapi ternyata semua usaha itu gagal karna tombak yang digunakannya sudah dilumuri oleh racun Falling Heart. Tapi tidak sepenuhnya gagal sih, karna aku bisa bertemu denganmu." Jawab Lawrance.


"Hmm... Kalau begitu satu pertanyaan lagi, inti api jenis apa yang kau dapatkan digunung Snow Blood?" Dziban bertanya lagi.


"Kau bisa melihatnya sendiri." Jawab Lawrance sebelum akhirnya mengangkat telapak tangan kanannya dihadapan Dziban, sejajar dengan kepala Dziban.


Beberapa saat setelahnya, muncullah sebuah kobaran api diatas telapak tangannya. Api itu berwarna biru cerah menyala, didalamnya terlihat 2 buah tulang putih semi transparan yang bersilang. Dziban terhempas oleh tekanan inti api itu dan membentur tembok dibelakangnya, tak hanya itu, nafasnya juga terasa sesak karna tekanannya. Masih ada lagi, sekujur tubuhnya terasa sangat panas, padahal jaraknya dari inti api itu beberapa meter jauhnya. Menyadari hal itu, Lawrance langsung menggenggam telapak tangan kanannya kuat-kuat yang membuat inti api itu hilang seketika.


"Kau sudah tau kan, inti api jenis apa itu?" Tanya Lawrance.


"Itu... inti api terkuat urutan ke-13... Cold Bone Fire..." Jawab Dziban sambil beranjak bangkit, sekujur tubuhnya masih terasa panas. Selain itu, punggungnya terasa sangat sakit karna benturan tadi yang lumayan keras.


"Hmm... Sepertinya kau tahu banyak, bakatmu memang sangat luar biasa. Kalau begitu, pelajaran pertamamu adalah mengatasi sumber masalah yang membuat seluruh kekuatanmu hilang." Ujar Lawrance sambil melayang mendekati Dziban "kalau kau bisa menyelesaikannya dalam waktu 5 hari, aku berjanji akan membantumu untuk mencapai tingkat Bronze bintang 7."


"Tingkat Bronze bintang 7?! Berarti itu sama dengan tingkatan Aurora saat ini!" Pikir Dziban sebelum akhirnya mengeluarkan jawabannya "Baiklah! Kalau begitu kita sepakat! Tapi aku masih punya 1 permintaan, ajarkan aku 1 Mythical art juga jika aku berhasil melakukannya."


"Baiklah, setuju! Kalau begitu pelajaran pertamamu dimulai dari hari ini!" Tegas Lawrance.


Tak pikir panjang, Dziban segera memasak menu makan siang. Sangat sederhana, hanya sepiring nasi dengan lauk telur dadar dan daging White Rabbit yang dipanggang, sebagai minumannya ia hanya membuat segelas es susu yang dipadukan dengan inti core Flaming Chicken yang sudah dilelehkan.


Selesainya menyantap makan siang, ia langsung duduk bersandar diatas kasur. Ratusan buku tentang kultivasi ia keluarkan dari cincin Nightcore, dan mulai membacanya satu per satu. Lawrance merasa apa yang dilakukannya itu hanya sia-sia, karna tidak mungkin ia bisa menemukannya didalam semua buku tersebut.


Dziban terus menerus membaca semua buku itu tanpa henti, bahkan sambil makan ia tetap membacanya, begitupun saat membuang kotoran, ia tetap membacanya juga. 3 hari kemudian, akhirnya semua buku itu sudah selesai dibacanya. Bukan hanya Lawrance, ia sendiri juga terkejut bisa membaca habis ratusan buku hanya dalam waktu 3 hari. Selain itu, semuanya sudah berada diluar kepalanya, ia mengingat jelas semua yang sudah dibacanya itu. Ia berpikir pasti semua ini adalah efek dari kalung Absolute Phoenix Dragon Emperor, karna tidak ada lagi kemungkinan lain selain artefak itu.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kau sudah tahu apa sumber masalahnya?" Tanya Lawrance memastikan, sebenarnya ia sudah tahu bahwa Dziban sudah pasti tidak akan bisa menemukannya, namun ia sengaja melakukannya hanya untuk memancing debat saja.


"Tidak, tapi aku menemukan beberapa petunjuk. Masalah yang berkaitan dengan jiwa hanya bisa diselesaikan oleh si pemilik jiwa, tidak ada seorangpun yang bisa ikut campur. Untuk menemukan sumber masalahnya, aku hanya perlu masuk kedalam dunia jiwa ku, dan memeriksa sumber masalahnya." Jawab Dziban menjelaskan.


"Hoho... Ternyata ia lebih pintar dari yang kuduga, rencanaku langsung gagal olehnya. Jadi semakin sulit untuk menerima kenyataan bahwa ia adalah seorang anak berumur 10 tahun." Pikir Lawrance terkagum-kagum.


"Sekarang apa yang akan kau lakukan?" Tanyanya kemudian.


"Tentu saja masuk kedalam dunia jiwa ku, apalagi selain itu. Aku sudah menemukan caranya, kau tidak perlu memberitahuku." Jawab Dziban sebelum akhirnya mengambil posisi bersila.


Ia menutup matanya, dan berusaha untuk mengosongkan pikirannya. Saat membuka matanya kembali, ia sudah berada disebuah tempat yang sangat familiar. Tempat itu luasnya tak terhingga, suasananya seperti berada diluar angkasa, gelap gulita dengan bintang-bintang kecil yang bersinar.


Ia sangat terkejut melihat sesuatu yang ada dihadapannya, sebuah kubus raksasa yang didalamnya menahan aliran energinya. Didalam kubus itu terlihat energi-energi berwarna kuning cerah berkecamuk seperti angin kencang, namun tidak ada satupun yang bisa menembus kubus raksasa itu.


"Sepertinya aku harus menghancurkannya untuk membebaskan semua energiku." Pikir Dziban sambil menyentuh kubus raksasa itu dengan tangan kanannya.


Akan tetapi, tangan kanannya langsung tersedot masuk oleh kubus tersebut. Ia berusaha menarik tangannya sekuat tenaga, dan berhasil mengeluarkannya. Namun ternyata kubus raksasa itu tidak membiarkannya begitu saja, terlihat sebuah pusaran besar disalah satu sisi kubus raksasa tersebut, dan kebetulan ia sedang berada dihadapan sisi kubus itu.


Pusaran itu menarik tubuhnya dengan sangat kuat, hingga akhirnya ia tidak bisa menahannya dan setengah tubuhnya sudah tersedot kedalam pusaran tersebut.


"Apa mungkin kubus raksasa ini harus dihancurkan dengan perintah dari pemilik jiwa?! Entah apapun itu aku coba saja! Gagal atau tidak sama saja, tidak akan merugikanku!" Pikirnya.


Pusaran itu sudah menarik hampir dari seluruh tubuhnya, hanya kepalanya saja yang masih terlihat dipermukaan. Daripada tidak melakukan apapun, Dziban mencoba untuk memberikan perintah pada kubus raksasa tersebut "Aku adalah sang pemilik jiwa! Kubus raksasa, hancurlah!"


Tepat setelahnya kubus raksasa itupun hancur tak bersisa, semua energi yang terjebak didalamnya langsung masuk kedalam tubuhnya.


"Bagus! Instingku menyelamatkanku lagi kali ini! Aku sungguh beruntung!" Teriak Dziban bahagia.


Tak pikir panjang ia langsung memejamkan kedua matanya, dan mengosongkan pikirannya. Ia membayangkan bahwa dirinya sudah keluar dari dunia jiwa, dan benar saja setelah membuka matanya kembali ia sudah berada didunia nyata.


"Bagaimana?" Tanya Lawrance singkat.


"Well, aku berhasil menyelesaikannya. Sekarang tepatilah janjimu! aku bahkan sudah menyelesaikannya jauh sebelum waktunya berakhir!" Ucap Dziban penuh semangat.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku hanya perlu mengajarkanmu 1 Mythical art saja." Ucap Lawrance.


"Lalu bagaimana dengan tingkat Bronze bintang 7 yang kau janjikan?" Tanya Dziban kebingungan.


"Kekuatanmu akan kembali dengan sendirinya, jadi aku tidak perlu membantumu lagi." Jawab Lawrance sambil memalingkan wajahnya.


"Apa maksudmu?" Dziban masih terlihat kebingungan.


"Kekuatanmu akan kembali seperti saat kau belum kehilangan seluruh kekuatanmu, kalau tidak salah dulu tingkatan tertinggimu adalah tingkat Silver bintang 9." Lawrance menjelaskannya dengan lebih detail.


"Jadi... Kau... Menipuku!!!" Teriak Dziban dengan wajah marah, kemudian mengayunkan kedua tangannya menyerang Lawrance.


Namun semua itu hanya sia-sia karna Lawrance yang sekarang berwujud jiwa, jadi serangannya hanya menembus Lawrance begitu saja, seolah memukul angin.


"Brengsek! Ternyata kau hanya menipuku! Aku tidak akan pernah dengan kata-katamu lagi!" Teriak Dziban kesal.


"Ahh... Aku juga baru saja menyadarinya kok..." Ucap Lawrance sambil memalingkan wajahnya seolah tidak mengetahui apapun.


"Jangan berlagak seolah kau tidak mengetahuinya! Dasar penipu brengsek!" Teriak Dziban yang semakin bertambah kesal.


"Baiklah baiklah, kalau begitu aku akan mengajarimu 1 Mythical art lagi, jadi totalnya 2 Mythical art." Jelas Lawrance.


"Baguslah, kalau begitu terima kasih." Ucap Dziban tulus.


"Eh, kenapa kau tiba-tiba berterima kasih?" Tanya Lawrance kebingungan.


"Sebenarnya aku sudah tahu kau sengaja menjanjikan hal itu, tujuannya pasti agar aku lebih semangat untuk menyelesaikan pelajaran pertamamu. Aku juga tahu kau tidak mungkin tega melakukannya, pasti kau akan memberikan sesuatu untuk menebusnya. Haha... Jadi sekarang kau tahu kan, siapa yang lebih pintar diantara kita..." Ucap Dziban sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kau... Ternyata kau lebih brengsek dariku!" Teriak Lawrance kesal.


"Haha... Kalau begitu kita langsung saja mulai latihannya, soalnya tinggal 2 bulan lagi ujian clan akan dimulai. Untuk syaratnya sekarang aku tidak perlu khawatir, tapi dalam ujian tarung nanti aku tidak punya satupun Mythical art untuk diandalkan, jadi kesimpulannya persentase kemenanganku sangat kecil." Jelas Dziban panjang lebar.


"Baiklah, kalau begitu kapan kita mulai? Aku sudah tidak sabar untuk melatihmu, terakhir kali aku melatih seseorang beberapa bulan yang lalu." Tanya Lawrance yang seketika itu membuat Dziban merasakan sebuah firasat buruk.

__ADS_1


"Hari ini, tapi nanti malam saja kita mulai. Aku sangat lelah karna pelajaran pertamamu, aku ingin istirahat dulu." Jawab Dziban sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya diatas kasur.


__ADS_2