KING OF KINGS

KING OF KINGS
BAB 33 : GIANT ICE GORILLA VS FROST PURPLE GARAGA


__ADS_3

"Giant Ice Gorilla dan Frost Purple Garaga! Ternyata ini bukan beast tingkat 4, tapi keduanya adalah beast tingkat 5 bintang 10 puncak! Keduanya adalah raja diantara para beast tingkat 5!" Pikir Dziban terkejut.


"Sepertinya keberuntunganku memang tak terbatas! Aku hanya perlu menunggu salah satu diantara mereka terbunuh, lalu membunuh satunya lagi yang kemungkinan besar akan terluka parah!" Pikir Dziban merencanakan sebelum akhirnya melompat tinggi dan mendarat diatas dahan sebuah pohon.


Sepertinya kedua beast itu sudah bertarung sejak beberapa jam yang lalu, buktinya mereka sudah terluka parah dan mulai kehabisan energi. Terlihat beberapa luka cakaran ditubuh ular ungu itu, sedangkan beberapa luka tusukan dan gigitan terlihat pada tubuh gorila tersebut.


Gorila itu mengangkat kedua tangannya, lalu mengayunkannya menyerang ular dihadapannya. Akan tetapi ular itu dengan gesit menghindarinya, sepertinya ukuran tubuhnya tidak mempengaruhi kelincahannya. Kini giliran ular itulah yang menyerang, ia mengangkat tinggi ekor es runcingnya, lalu melesatkannya menyerang gorila itu. Sayangnya gorila itu berhasil menangkap ekornya, tapi bodohnya ia tidak menggenggam ujungnya dan malah menggenggam pertengahannya. Menyadari hal itu ular tersebut langsung melesat membuka mulutnya lebar-lebar, akan tetapi berhasil ditepis gorila itu dengan tangan kanannya.


Tanpa sadar gorila itu sudah melepas genggaman tangannya, ular itu memanfaatkan kesempatan tersebut dan langsung menggerakkan ujung ekornya, berhasil menusuk bagian kanan dada gorila itu dan menembusnya. Belum sempat ia melancarkan serangan selanjutnya, gorila itu mengangkat kedua tangannya dan mencakar ekor ular yang menusuk tubuhnya. Ular itu mencabut ekornya, lalu melesat mundur kebelakang.


"Wow! Sepertinya mereka sama-sama cerdas!" Pikir Dziban kagum sambil menonton pertarungan dengan menikmati sebungkus popcorn.


Gorila itu membuka mulutnya lebar-lebar, ular ungu itu juga melakukan hal yang sama. Seketika muncullah kedua gelombang energi biru dari dalam mulut mereka masing-masing, melesat menuju arah yang berlawanan.

__ADS_1


Dbuaarrr


Asap hitam muncul karnanya, menghalangi pandangan Dziban yang sedang asik menonton. Saat asap hitam itu menghilang, terlihat ular itu sudah melilit tubuh gorila tersebut, gorila itu berusaha untuk memberikan perlawanan namun ternyata sia-sia saja. Ular itu membuka mulutnya lebar-lebar, lalu menggigit bagian kanan leher gorila tersebut.


Gorila itu berteriak kesakitan, tak pikir panjang ia terus memukul tubuh ular yang melilit tubuhnya itu dengan kedua genggaman tangannya. Ular itu mengangkat ekornya tinggi-tinggi, sejajar diatas kepala gorila tersebut. Menyadari hal itu gorila tersebut langsung melompat kebelakang, membuat serangan tusukan yang dilancarkan ular itu meleset dan ekornya menancap didalam tanah. Belum lagi tubuhnya terjepit oleh permukaan tanah dan tubuh gorila itu, karna sangat kesakitan iapun melonggarkan lilitannya.


Gorila itu langsung beranjak bangkit, lalu melompat menginjak tubuh ular tersebut. Serangan pertama dan kedua berhasil dilancarkannya, akan tetapi serangan ketiga gagal karna ular itu melesat menghindarinya dan bangkit kembali. Ular itu melompat menerjang gorila tersebut dan membuka mulutnya lebar-lebar, ia juga mengangkat ekornya tinggi-tinggi keatas. Gorila itu mengayunkan genggaman tangan kanannya keatas dan berhasil membuat kepala ular itu terlempar, sedangkan tangan kirinya berhasil menangkap ekor ular itu yang gagal melancarkan serangan tusukan.


Gorila itu menggenggam ekor ular tersebut dengan kedua tangannya, lalu menancapkannya ketanah dan terus memukulnya sampai membuatnya masuk semakin dalam ketanah. Ular itu bangkit kembali dan berusaha untuk mencabut ekornya, akan tetapi usahanya sia-sia karna ekornya sudah tidak bisa dicabut dari dalam tanah. Mengetahui ekornya tidak bisa digunakan lagi, ular itu melesat menuju gorila tersebut dan membuka mulutnya lebar-lebar.


Tak pikir panjang ia langsung melesat membuka mulutnya lebar-lebar, dan berhasil menggigit paha kanan gorila itu. Selanjutnya ia mengangkat tinggi ekornya, menusuk bagian kiri dada gorila tersebut, lalu mencabutnya dan kembali melancarkan serangan tusukan. Ia berhasil menusuk tubuh gorila itu beberapa kali ditempat yang berbeda, selagi gorila itu kesakitan ia langsung menggerakkan ekornya, melilit kedua kaki gorila tersebut dan menariknya sehingga membuatnya terjatuh.


Ia melepas lilitannya dan menancapkan ekornya kedalam tanah, lalu berteriak kencang. Seketika muncullah sebuah meteor es raksasa yang melayang beberapa meter diatas tubuhnya, meteor itu langsung meluncur menuju gorila tersebut. Karna tidak sempat untuk menghindarinya, gorila itu memilih untuk menahannya. Ia mengangkat kedua telapak tangannya lurus dengan tubuhnya, seketika muncullah sebuah pelindung emas berbentuk lingkaran raksasa yang melayang dihadapan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Blaarrr


Pelindung emas itu berhasil menahan meteor es tersebut, namun langsung retak seketika. Baru saja gorila itu akan beranjak bangkit, ekor ular itu datang meluncur menghancurkan pelindung emasnya, untungnya ia sempat menangkapnya sebelum ekor itu menusuk tubuhnya lagi.


"Padahal mereka sudah terluka parah dan energi mereka sudah hampir habis, tapi mereka masih saja sama-sama kuat. Sepertinya julukan raja beast tingkat 5 tidak salah diberikan kepada mereka." Pikir Dziban.


Gorila itu berhasil bangkit kembali, kedua tangannya masih menggenggam erat ekor ular tersebut. Ular itu berpikir bahwa gorila itu sudah tidak memiliki apapun untuk menahan serangannya lagi, tak pikir panjang ia langsung melesat dan membuka mulutnya lebar-lebar. Sayangnya pemikirannya itu salah, gorila itu mengangkat dengkul kanannya dan berhasil melempar kepala ular itu keatas. Ia melepas genggaman tangan kanannya dan langsung menangkap kepala ular itu, setelahnya ia pun mengangkat tubuh ular tersebut dan menghantamkannya ketanah. Ia terus melakukannya beberapa kali sampai akhirnya ular itu menjulurkan lidahnya cepat dan menusuk telapak tangan kanan gorila itu yang masih menggenggam kepalanya, gorila itu langsung melepas genggaman tangan kanannya dan ular tersebut langsung melesat menggigit dada gorila itu.


Gorila itu melepas genggaman tangan kirinya dan langsung menghantam kepala ular itu dengan kedua genggaman tangannya. Berhasil menghantam kepalanya dan membuatnya menghantam tanah, ia langsung menginjaknya dengan kaki kanannya.


Ular itu mengangkat ekornya tinggi-tinggi dan menusuk dada gorila tersebut sampai menembusnya, gorila itu membuat kepala ular tersebut sebagai pijakannya, lalu mencabut ekor ular itu dengan kedua tangannya. Selanjutnya ia melompat kebelakang, lalu berlari menendang kepala ular itu dan membuatnya terlempar jauh kebelakang.


Ular itu mengangkat ekornya kembali, lalu melancarkan serangan tusukan beberapa kali. Akan tetapi gorila itu berhasil menghindari semua serangannya, dan bahkan berhasil mencakar ekornya beberapa kali. Ular itu menghentikan serangannya dan langsung melesat membuka mulutnya lebar-lebar, akan tetapi gorila itu berhasil menangkap lehernya dan mencekiknya keras-keras.

__ADS_1


Ular itu membuka mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan cairan biru yang membuat tubuh gorila itu membeku seketika. Ia segera mencabut kepalanya, bergerak mundur beberapa meter sebelum akhirnya menancapkan ekornya kembali kedalam tanah. Meteor es itu kembali muncul diatas tubuhnya dan langsung bergerak menghantam tubuh gorila itu, ternyata serangan itu berhasil membuatnya memenangkan pertarungan ini. Es yang membekukan tubuh gorila itu langsung hancur, dan tubuhnya jatuh ketanah, tergeletak tak bernyawa lagi.


__ADS_2