KING OF KINGS

KING OF KINGS
BAB 21 : BERTAHAN


__ADS_3

Beberapa meter didepan Dziban yang tengah bersembunyi didalam semak, terlihat para Thunder Wolf celingak-celinguk kebingungan. Mereka pasti berpikir kemana perginya orang yang mereka kejar tadi, baunya masih tercium, tapi jejaknya tidak ada.


"Kubunuh saja mereka satu persatu, selagi energi didalam tubuhku masih penuh." Pikir Dziban sebelum akhirnya melompat tinggi keatas dahan pohon yang berada didekatnya.


"Mythical art : Earth Shaking Tread!" Teriak Dziban sambil memukulkan kedua tangannya.


2 gelombang energi berbentuk genggaman tangan raksasa muncul beberapa meter didepannya, dan langsung menghantam satu sama lain. Serangan itu membuat 2 ekor Thunder Wolf mati, sedangkan yang lainnya berhasil menghindar. Beberapa Thunder Wolf mulai menyadari keberadaan Dziban, salah satu dari mereka langsung melompat menerjangnya.


Dziban mengeluarkan pisau Death Spyder, lalu menahan cakaran serigala itu dengan pisau tersebut. Ia langsung menggunakan Ghost Shadow Step, lalu melesat cepat menjauhi kawanan serigala tersebut. Akan tetapi kawanan serigala itu lebih cepat dari gerakannya, hanya tinggal menunggu waktu untuk menyusulnya.


Menyadari hal itu Dziban mengeluarkan beberapa pisau hitam dari cincin Nightcore, lalu melempar semua pisau itu kebelakang. Seekor serigala mati karnanya, sedangkan sisanya terus berlari mengejarnya. Dziban mengeluarkan sebuah bola hijau semi transparan, lalu melemparkannya kebawah.


Buzz


Bola hijau itu meledak dan mengeluarkan asap hitam pekat yang menghalangi pandangan, radius 5 meter dari tempat terjatuhnya bola itu tertutupi oleh asap hitam pekat. Dziban memanfaatkan kesempatan ini untuk bersembunyi dari kejaran kawanan serigala tersebut, ia langsung memanjat sebuah pohon setinggi 3 meter dan mengintai dari dahannya yang paling atas.


"Mythical art : Earth Shaking Tread!" Teriaknya.

__ADS_1


Seketika itu pula, muncullah sebuah gelombang energi berbentuk genggaman tangan raksasa. Melayang beberapa meter diatas kawanan serigala yang tertutupi oleh asap hitam pekat tersebut. Kali ini ukurannya 2 kali lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya, dikarnakan Dziban yang menggunakan lebih banyak energi saat mengeluarkannya.


"Hancurkan!" Perintahnya tegas.


Seketika itu pula, genggaman tangan raksasa itu langsung meluncur kebawah, menghantam permukaan tanah sehingga terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat. Asap hitam pekat itu langsung menyebar karnanya, dan menghilang beberapa saat kemudian. Kini permukaan tanah ditempat itu sudah tidak rata lagi, hancur berantakan dengan sebuah kawah sebagai pusatnya. Terlihat 7 ekor Thunder Wolf tergeletak tak bernyawa, sedangkan beberapa ekor terluka parah.


"90 ekor yang masih tersisa, dan 5 ekor terluka parah. Selagi mereka terluka, lebih baik aku membunuhnya sekarang, daripada aku yang terbunuh oleh mereka nantinya." Pikir Dziban sebelum akhirnya melompat kedahan sebuah pohon yang lebih rendah.


Ia mengeluarkan 10 pisau hitam dari cincin Nightcore, lalu melempar sebuah pisau dan melompat kedahan lainnya. Ia terus melakukannya sampai kesepuluh pisau hitam itu habis dilemparnya, namun hanya 2 ekor serigala yang berhasil dibunuh olehnya. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, Dziban mengeluarkan 10 pisau hitam lagi dan kembali melakukan hal yang sama. Ia berhasil membunuh ketiga serigala terluka yang tersisa, bahkan melukai seekor serigala lainnya.


Baru saja ia akan mengeluarkan Earth Shaking Tread, seekor serigala menyadari keberadaannya dan langsung melompat menerjangnya. Karna kecepatannya yang sangat luar biasa dan jaraknya lumayan dekat, Dziban tidak sempat untuk menghindari cakaran serigala itu, tubuhnya terluka oleh serangan tersebut.


"Selagi asap hitam itu masih menghalangi pandangan mereka, lebih baik aku memulihkan energiku dulu, daripada kehabisan energi saat mereka mengejarku lagi nanti." Pikir Dziban sebelum akhirnya duduk bersila diatas dahan tersebut.


Baru saja ia memejamkan matanya, instingnya memberitahukan sebuah firasat buruk.


Craattt

__ADS_1


Sebuah cakaran yang tak bisa dihindari mengenai punggungnya, membuat keseimbangannya terganggu dan jatuh dari dahan pohon tersebut. Sebelumnya ia tidak menyadari asap hitam itu sudah menghilang, dan sekarang terlihat sekawanan serigala menunggunya dibawah. Untungnya ketinggian dahan itu lumayan, ia memanfaatkannya dengan mengeluarkan sebilah pisau hitam dan melemparkannya pada dahan sebuah pohon. Pada pisau hitam itu terlihat sebuah benang putih tipis, setelah pisau itu menancap ia langsung menarik tubuhnya dengan benang putih yang melilit ditelapak tangannya.


Tubuhnya terlempar memutari bagian bawah dahan itu dan berhasil mendarat diatasnya, ia langsung memasukkan pisau hitam itu kembali dan segera kabur menjauhi kawanan serigala tersebut.


Hingga akhirnya ia berhasil bertahan sampai tengah malam, namun posisinya kali ini sangat berbahaya. Sekujur tubuhnya dipenuhi oleh luka cakaran dan gigitan, ia duduk bersandar pada batang pohon dibelakangnya. Tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan lagi, energi dan tenaganya sudah terkuras habis. Darah merah mengkilap membasahi tubuhnya, dan menggenang diatas permukaan tanah disekitarnya. Didepannya, terlihat 10 ekor Thunder Wolf yang melangkah mendekatinya.


Mulutnya yang awalnya tidak bisa digerakkan, secara otomatis berteriak saat seekor Thunder Wolf melompat menerjangnya "Guru! Aku butuh bantuanmu!"


Tepat setelah meneriakkan itu, ia langsung pingsan dan tidak sadarkan diri lagi. Lawrance langsung muncul dihadapannya dan menebas seekor serigala yang tadi menerjang muridnya, ia menebas serigala itu hanya dengan telapak tangan kanannya.


"Berani sekali kalian menyakiti muridku! Kalau begitu rasakan sendiri apa akibatnya!" Ucap Lawrance tegas sebelum akhirnya mengangkat telapak tangan kanannya sedada.


Diatas telapak tangannya muncullah inti api Cold Bone Fire, ia mengendalikan inti api itu dan membakar habis kesembilan Thunder Wolf dihadapannya. Setelahnya, ia membalikkan tubuhnya dan memasukkan sebuah pil yang setengahnya berwarna merah pekat dan setengahnya lagi berwarna kuning.


"Pil Emperor Regeneration ini akan membantu mempercepat regenerasi tubuhmu, sekaligus mengembalikan energi dan tenagamu. Hmph! Begini caraku membantu sebagai gurumu, bahkan sampai harus mengorbankan sebuah pil tingkat 3 bintang 5. Tapi kau sebagai murid sangat kurang ajar, untungnya kau adalah keluargaku." Gumam Lawrance sebelum akhirnya masuk kedalam kalung itu kembali.


Beberapa saat setelahnya, sekujur tubuh Dziban tiba-tiba diselimuti oleh aura hijau pekat yang bahkan membuat tubuhnya tidak terlihat. Dalam sekejap ia menghilang dari tempatnya, dan muncul kembali didalam rumah pohon dengan posisi tertidur pulas diatas kasur. Entah kenapa ia tiba-tiba tersenyum lebar, padahal ia sedang tertidur pulas.

__ADS_1


Malam itu berlalu dengan tenang, suasananya masih seperti biasa, sepi dan sunyi. Angin pada malam hari ini tidak terlalu kencang, hawanya juga lebih hangat. Keadaan itu membuat Dziban tertidur semakin pulas, ia sudah tidak ingat lagi dengan luka disekujur tubuhnya.


__ADS_2