KING OF KINGS

KING OF KINGS
BAB 34 : PANEN BESAR


__ADS_3

BAB 34 : PANEN BESAR


"Sepertinya sudah waktunya." Pikir Dziban sebelum akhirnya melompat menerjang ular itu dan mengayunkan belatinya.


Karna kehabisan tenaga, ular itu tidak bisa menghindarinya dan serangan itu berhasil menebas kedua tanduknya. Dziban mengeluarkan skateboardnya dan berhasil mendarat diatasnya, bersamaan dengan itu ular itu terjatuh ketanah dan tergeletak tak bernyawa lagi.


"Bodoh sekali, jika gorila itu menebas kedua tanduk ular itu dari tadi, sudah pasti ialah yang akan menjadi pemenangnya." Ucap Dziban sambil mengontrol skateboardnya menurun kebawah, lalu kembali menginjakkan kedua kakinya diatas permukaan tanah.


Ia memasukkan skateboardnya kembali, lalu membelah tubuh ular itu dan mengeluarkan inti corenya. Ia juga melakukan hal yang sama pada gorila itu, lalu memasukkan kedua inti core tersebut kedalam kalungnya.


Baru saja ia akan melangkah pergi, seekor singa putih muncul didepannya. Ukurannya 2 kali lipat lebih besar dari singa biasa, ekornya terlihat seperti es tajam, cakar dan taringnya terlihat seperti es tajam.


Singa itu langsung melompat menerjang Dziban, Dziban juga melakukan hal yang sama dan langsung mengayunkan belatinya. Tubuh singa putih itu langsung tertebas menjadi 2 bagian, Dziban berjalan menghampirinya dan mengambil inti corenya "Ah, sepertinya aku lupa, inti core milik beast tingkat 5 bintang 10 puncak akan menarik perhatian para beast yang lebih lemah dari mereka. Karna jika mereka memakannya, maka mereka akan langsung naik 1 tingkatan."


Benar saja, beberapa saat setelahnya sekawanan Snow Fox muncul dari arah barat. Akan tetapi ia tidak takut sedikitpun menghadapi mereka, karna ia masih memegang sebuah prinsip 'Jumlah tidak bisa menentukan hasil'.


Ia berhasil membunuh ke-35 rubah putih itu hanya dengan Flaming Wave Half Circle, tak pikir panjang ia langsung mengumpulkan semua inti core rubah itu. Belum sempat ia mengumpulkan semuanya, tiba-tiba sekawanan White Frost Eagle datang menghampiri dan dalam beberapa saat sudah berkumpul beberapa meter diatasnya.


Dziban menebas seekor elang putih yang meluncur kearahnya, lalu menancapkan belatinya ketanah "Weapon art : Meteor Rain!"


Hujan meteor itu membunuh ke-30 elang putih itu hanya dalam waktu beberapa detik saja, semua bangkainya berserakan diatas permukaan tanah. Belum sempat ia mengumpulkan inti corenya, sekelilingnya sudah berkumpul lebih dari 100 ekor beast, diantaranya ada sekawanan Ice Scorpion, Ice Metal Lion, Green Ice Wolf, Red Frozen Lizard, dan Blue Snow Boar. Ternyata masih terus berlanjut, para beast terus menerus berkumpul mengelilinginya.


Dilain tempat, terlihat Aurora sedang membelah dada seekor Fullmetal Ice Lion. Ia mengeluarkan inti corenya, lalu memasukkannya kedalam cincin Nightcore.


"Kemana perginya semua beast itu? Aku bahkan baru membunuh kurang dari 30 ekor beast, sedikit sekali." Gumam Aurora sedikit kesal.


Dilain tempat, terlihat Gliss sedang dikepung oleh 5 ekor Snow Bear. Akan tetapi bukannya takut, justru ia malah terkekeh bahagia. Gliss membentangkan lurus katananya, lalu memutari tubuhnya dengan cepat. Seketika kelima Snow Bear itu langsung tertebas menjadi 2 bagian, tubuh mereka langsung hangus terbakar. Dalam beberapa saat tubuh mereka sepenuhnya berubah menjadi abu, sedangkan inti core mereka tergeletak diatas permukaan tanah.


Gliss mulai memungut kelima inti core itu satu persatu, lalu memasukkannya kedalam cincin Nightcore "Kemana perginya beast-beast itu? Susah sekali untuk menemukan mereka."


Dilain tempat, terlihat Leona dan Zyan sedang bekerjasama bertarung melawan seekor Black Frost Lizard.


Kadal hitam itu melesat cepat menuju Leona, lalu melompat menerjangnya. Setelah berhasil menghindarinya, Leona langsung melompat tinggi kebelakang, mencabut anak panahnya, lalu menarik tali busurnya kuat-kuat. Setelah ia melepaskan tali busurnya, anak panah biru mengkilap itu langsung melesat dan menancap tepat dihadapan kadal hitam itu "Mythical art : Sky Through Arrow!"


Craattt craattt craattt

__ADS_1


Ratusan anak panah biru mengkilap meluncur satu persatu dari dalam tanah, menusuk bagian bawah tubuh kadal hitam itu dan membawanya terbang semakin tinggi.


Zyan melompat tinggi menerjang kadal hitam itu, lalu mengayunkan palu emas ditangan kanannya secara vertikal diudara "Mythical art : Giant Golden Hammer!"


Seketika muncullah sebuah palu emas raksasa yang melayang didekat kadal hitam itu, beberapa meter didepannya. Bentuknya sama persis dengan palu miliknya, hanya saja ukurannya sangat besar beberapa kali lipat. Palu emas raksasa itu bergerak dengan sendirinya, menghantam tubuh kadal hitam itu dan membuatnya meluncur cepat kebawah menghantam permukaan tanah.


Dbuaarrr


Seketika permukaan tanah disekitarnya langsung hancur, sebuah kawah berradius 3 meter tercipta oleh tubuhnya. Kadal itu tergeletak tepat ditengah-tengah kawah tersebut, keadaannya sudah tidak bernyawa lagi. Zyan mengambil pisau hitam kecil disebelah kanan pinggulnya, lalu membelah dada kadal hitam itu. Setelah mengeluarkan inti corenya, ia langsung melemparkannya pada Leona "Sekarang kau yang mendapatkannya."


"Bagus! Terima kasih." Ucap Leona sebelum akhirnya memasukkan inti core itu kedalam cincin Nightcore nya "Perasaan beast dihutan ini jumlahnya mencapai ribuan, tapi kenapa sulit sekali menemukannya?"


"Yah kau benar, sangat jarang kita menemui beast-beast itu." Sahut Zyan.


Dilain tempat, terlihat seorang pria berbadan kekar dengan kepala botak sedang membelah dada seekor Snow Leopard dengan belati kuning mengkilap ditangan kanannya. Pupil matanya berwarna hitam pekat, dan warna tubuhnya coklat muda seperti sawo matang. Pria itu bernama Garoz, salah satu peserta yang berhasil lolos keujian terakhir.


"Aaaakkhh!!! Kenapa susah sekali menemukan para beast itu?! Kemana perginya mereka?!" Teriak Garoz kesal sebelum akhirnya memasukkan inti core itu kedalam cincin Nightcore nya, lalu melanjutkan kembali pencariannya.


Dilain tempat, terlihat seorang pria berambut biru sedang berdiri diatas sebuah gua. Pupil matanya berwarna kuning mengkilap, tubuhnya tinggi dan kulitnya putih. Ia bernama Zetis, salah satu peserta yang berhasil lolos keujian terakhir. Ia mengacungkan katana kuning dalam genggaman tangan kanannya pada seekor gagak raksasa berwarna putih yang terbang dihadapannya.


Seketika muncullah sebuah gelombang energi kuning berbentuk tebasan raksasa dari gerakan yang dilakukannya, tebasan raksasa itu melesat cepat menuju gagak putih didepannya. Gagak itu berhasil menghindarinya dengan sangat mudah, tapi ia tidak menyadari bahwa Zetis sudah berada disebelahnya. Zetis mengayunkan pedangnya dan langsung membuat gagak putih itu tertebas, inti core keluar dari tubuhnya dan terjatuh keatas permukaan tanah.


Zetis segera memungut inti core tersebut, lalu memasukkannya kedalam cincin Nightcore "Sekarang sulit sekali untuk menemukan para beast yang menghuni hutan ini, apa ini adalah rencana para tetua?"


Kembali ketopik utama, dalam waktu beberapa menit saja, sudah berkumpul ribuan beast disekelilingnya. Diantaranya bertingkat 1-5, semuanya bergabung menjadi satu.


Dziban memasukkan kembali belatinya, lalu mengeluarkan pedang Skull Spyder. Bersamaan dengan itu, beberapa beast mulai melesat kearahnya. Dziban mengangkat pedangnya tinggi-tinggi seraya berteriak "Weapon art : Chaos Claws!"


Drrrtttt


Tanah bergetar secara tiba-tiba, beberapa saat kemudian muncullah ribuan duri hitam yang bentuknya menyerupai kuku tangan raksasa berujung runcing. Ratusan beast langsung mati karna serangan itu, tertusuk mengenaskan.


Dziban segera memasukkan pedang itu kembali, lalu mengeluarkan katana Darkness Frozen. Mencabut katana itu dari sarungnya dan langsung saja menancapkannya ketanah "Weapon art : Darkness Snow Storm!


Whuuzzz whuuzzz whuuzzz

__ADS_1


Seketika muncullah badai salju yang sangat kencang, membuat siapapun tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi didalam badai salju tersebut. Dalam sekejap, salju putih yang berterbangan itu berubah warna menjadi hitam pekat.


Para penonton dan tetua langsung dibuat terkejut oleh kemampuan Dziban yang sebenarnya, mereka tak menyangka bahwa bocah sampah itu sudah sekuat ini dalam waktu singkat.


"Darimana dia mendapatkan Mythical art sebanyak itu?! Dan semuanya tidak ada satupun yang lemah?! Mengerikan!" Pikir Holder sambil menatap sebuah Mirror Observation.


Kembali lagi ketopik utama. Beberapa saat kemudian, badai salju hitam itu akhirnya lenyap. Tapi badai itu menciptakan sesuatu yang sangat mengagumkan sekaligus mengerikan, kini diatas permukaan tanah para beast sudah membeku oleh sebongkah es hitam.


Dziban segera memasukkan katana itu kembali, lalu mengeluarkan pedang Dark Golden Angel. Ia mengangkat pedang itu tinggi-tinggi dan dalam sekejap aura hitam dan aura emas yang sangat pekat terpancar dari tubuhnya "Weapon art : Ashura's Transformation!"


Kini tubuhnya diselimuti oleh aura hitam yang sangat pekat, hanya memperlihatkan lekuk tubuhnya dan menutup tubuh aslinya. Kini tidak ada seorangpun yang tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya, semuanya dibuat kebingungan oleh aksinya.


Perlahan-lahan, aura hitam itu mulai menghilang, dan beberapa saat kemudian akhirnya menghilang sepenuhnya. Kini penampilannya sangat berbeda jauh dari yang sebelumnya, perbedaannya sangat-sangat jauh. Kini perawakannya menjadi lebih dewasa dan tubuhnya semakin bertambah tinggi, memiliki rambut putih panjang yang terurai kebelakang sebetis dan bagian depannya terponi menutup mata kirinya, pupil matanya berwarna ungu menyala, sebuah tanda ungu besar menjulang keluar dari bagian kanan kepalanya dan melengkung keatas, ujung telinganya menjadi runcing, dan kuku-kuku tangannya berubah warna menjadi hitam pekat. Ia mengenakan pakaian yang terlihat seperti jubah panjang berwarna hitam dan ungu dibeberapa tempat, celana hitam panjang dengan rantai putih disebelah kiri dan kanan pinggul, serta sepatu hitam dengan garis ungu. Pedang Dark Golden Angel itu kini tidak terlihat lagi, sekarang ia tidak menggenggam senjata apapun.



Dziban mengangkat telapak tangan kanannya tinggi-tinggi, seketika muncullah sebuah Sniper hitam yang melayang diatas telapak tangannya. Ia segera menggenggamnya dan langsung menodongkannya lurus ketanah, tak pikir panjang iapun menarik pelatuknya.


Dorr


Beberapa saat setelahnya, terdengar suara rentetan tembakan. Ternyata dari bawah tanah setiap beast, muncul sebuah peluru yang meluncur keatas menyerang mereka. Es hitam yang menyelimuti mereka kini berlubang, sepertinya peluru itu menembus bongkahan es tersebut dan bahkan menembus tubuh mereka.


Sniper hitam itu tiba-tiba menghilang, berganti menjadi pedang pemotong kepala Dark Flame Chaos. Dziban langsung mengayunkannya secara vertikal menghantam tanah "Weapon art : Seven Dark Chaos!"


Dbuaarrr


Para beast langsung terlempar dari permukaan tanah, dan dalam sekejap permukaan tanah sudah hancur. Permukaannya tidak rata lagi, mengalami keretakan parah, dan ada beberapa tanah yang menjulang runcing keatas. Setiap beberapa kali muncullah semburan lava dari dalam tanah, mengenai para beast yang terlempar diudara, dan es hitam itupun langsung meleleh.


Pedang pemotong kepala itu tiba-tiba menghilang, berganti menjadi sabit berantai Death Absolute. Dziban mengayunkan kedua sabit itu, membuatnya menancap ketanah "Weapon art : Destruction Cross!"


Seketika muncullah sebuah tanda salib raksasa diatas permukaan tanah, berwarna hitam pekat dan aura hitam pekat melayang diatasnya. Dalam sekejap para beast itu ditarik oleh tanda salib tersebut, semuanya berkumpul menutup tanda salib itu.


Beberapa saat kemudian, tubuh para beast itu dalam sekejap berubah menjadi abu hitam. Inti core mereka berserakan diatas permukaan tanah, dan tanda salib itupun langsung menghilang.


Dziban mengubah penampilannya kembali seperti semula, lalu mengumpulkan ribuan inti core yang berserakan disekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2