KING OF KINGS

KING OF KINGS
BAB 16 : LATIHAN DIMULAI


__ADS_3

Pagi harinya, Dziban sudah terbangun pagi-pagi sekali bahkan sang fajar belum menampakkan dirinya. Ia sangat terkejut karna rasa sakit disekujur tubuhnya sudah menghilang, bahkan tubuhnya sudah penuh dengan energi. Dan juga yang paling membuatnya terkejut, bagaimana bisa ia berada ditempat ini? Bukannya tadi malam ia tidak sadarkan diri didekat pohon raksasa ini?


Tapi karna tidak ada hal yang merugikannya, ia tidak terlalu memikirkan semua itu dan langsung membersihkan badannya dikamar mandi. Setelahnya, ia langsung memasak menu sarapan dan segera menyantapnya. Setelah selesai, ia berjalan keluar dari rumah dan mencari bahan-bahan latihan seperti yang dikatakan Lawrance. Ia mengumpulkan semuanya didekat pohon raksasa itu, dan latihannya pun langsung dimulai.


"Latihan pertama akan langsung dimulai, kau dilarang untuk beristirahat sebelum menyelesaikannya atau kau akan mengulanginya lagi dari awal." Jelas Lawrance pada Dziban yang sudah mengikat sebuah batu hitam dibelakang punggungnya.


Dziban langsung memulai latihan pertama, berlari mengelilingi hutan Falling Heart sebanyak 10 kali dengan membawa sebuah batu hitam seberat 10 kilogram. Keliling hutan Falling Heart mencapai 2 kilometer, jadi totalnya ia harus berlari sepanjang 20 kilometer. Bukan hanya itu tantangannya, belum lagi harus menghindari beast yang berkeliaran diluar wilayah hutan. Baru mengelilinginya sekali saja, Dziban sudah merasakan tubuhnya semakin berat. Saat selesai mengelilinginya 2 kali, nafasnya sudah mulai terengah-engah. Setelah selesai mengelilinginya 3 kali, keringat dingin sudah membasahi tubuhnya. Sepertinya ia lupa dengan pakaian yang dikenakannya, jika ada yang melihatnya mungkin orang itu akan berpikir "Anak itu sangat bodoh karna mengenakan sweater saat hari panas begini."


Namun ternyata ia tidak lupa dengan hal itu, tapi ia sengaja mengenakannya agar tantangannya lebih terasa. Namun perhitungannya sedikit meleset, ia tidak menyangka latihan pertama saja akan sesulit ini. Setelah menyelesaikan putaran kelima, ia jatuh tersungkur karna tidak kuat lagi untuk menahan tubuhnya. Apalagi ditambah dengan beban seberat itu, rasa lelahnya meningkatkan drastis 2 kali lipat. Dziban sudah tidak punya tenaga lagi untuk menggerakkan tubuhnya, semuanya sudah terkuras habis. Lawrance tersenyum kecil memandanginya, sepertinya ia sudah menebak hal ini akan terjadi. Untung saja ia sudah menyiapkan rencananya, dan langsung saja ia melayang menghampiri Dziban yang masih terkapar diatas permukaan tanah.


"Bocah! Apa hanya ini batasanmu?! Padahal seluruh kekuatanmu sudah kembali, tapi kau masih saja selemah ini! Membayangkan kekuatanmu setelah seluruhnya menghilang, membuatku berpikir tikus dirumahku jauh lebih kuat darimu! Tidak salah jika semua orang menganggapmu sampah! Kau memang sampah! Sampah! Ingat, orang lemah hanya ditindas! Jadilah kuat dan buktikan pada mereka semua bahwa kau adalah orang yang berguna! Aku juga tidak akan sudi memiliki seorang murid sampah yang tidak berguna!" Teriak Lawrance membentak Dziban habis-habisan.


Semua hal yang dikatakan Lawrance langsung menusuk kedalam hatinya, itulah yang dirasakan Dziban. Kedua matanya melotot penuh amarah, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, darah didalam tubuhnya terasa mendidih, dan api amarah membakar hatinya. Seketika itu, yang terbayang dipikirannya adalah hinaan-hinaan dari semua orang pada dirinya. Ia merasakan energi yang sangat kuat berkecamuk didalam tubuhnya, sambil mengencangkan rahangnya ia mencoba untuk bangkit.


"Jangan sebut aku sampah lagi! Aku akan membuktikan pada semua orang bahwa sebenarnya akulah yang terkuat!" Teriak Dziban penuh amarah sebelum akhirnya kembali berlari melanjutkan latihannya.

__ADS_1


"Sudah kuduga! Hidup dibawah tekanan membuat seseorang menjadi lebih kuat, aku bisa mengetahuinya karna aku juga pernah mengalaminya jauh ribuan tahun lebih cepat darimu." Pikir Lawrance sambil tersenyum memandangi Dziban.


Dalam waktu kurang dari 1 jam, Dziban berhasil menyelesaikan latihan pertama. Namun masalahnya, ia langsung pingsan setelah membuka tali yang mengikat batu hitam itu dan punggungnya, mungkin saja karna kehabisan tenaga. Lawrance memasukkan sebuah pil berwarna hijau cerah kedalam mulut Dziban, dan menunggunya untuk sadar kembali.


"Pil Green Leaf itu akan membantu mempercepat regenerasi energimu, jadi mungkin saja energimu akan terisi penuh dalam waktu 10 menit. Memang pil Green Leaf hanyalah pil tingkat 1 bintang 5, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk memulihkan energi seorang Mythical tingkat Bronze dan Silver sepenuhnya." Pikir Lawrance.


20 menit kemudian, akhirnya Dziban kembali tersadar. Ia sangat terkejut dengan energi yang mengisi penuh tubuhnya, ia berpikir mungkin itu disebabkan oleh kecepatan regenerasi tubuhnya yang semakin meningkat, namun tentu saja apa yang dipikirkannya itu salah. Tidak menunggu lebih lama lagi, ia langsung menjalankan latihan kedua.


"Kau sudah siap?" Tanya Lawrance sambil melayang dihadapan Dziban.


"Kalau begitu terimalah!" Lawrance memukulkan genggaman tangan kanannya diudara, seketika itu pula sebuah gelombang energi kuning raksasa berbentuk genggaman tangan melesat keluar dan bergerak cepat menuju Dziban "Mythical art: Earth Shaking Tread!"


Dziban mencoba untuk meminimalisir efek serangan itu dengan memusatkan seluruh energi pada tubuhnya, namun ia tetap terhempas oleh serangan itu dan membentur pohon dibelakangnya. Karna benturannya terlalu kuat, pohon itu langsung tercabut dari dalam tanah dan tumbang.


"Itu... Mythical art yang diberikannya padaku, tak kusangka kekuatannya sangat mengerikan. Padahal aku sudah mencoba untuk meminimalisir efeknya, tapi masih saja begitu kuat." Pikir Dziban sambil beranjak bangkit.

__ADS_1


"Sepertinya aku lupa memberitahumu, energi Mythical tidak boleh digunakan pada latihan ini. Kau hanya mengandalkan kemampuan fisikmu saja, hal ini berlaku pada semua latihan yang kuberikan." Jelas Lawrance.


"Latihan ini terlalu gila! Meminimalisir efeknya saja aku masih terhempas, apalagi jika aku tidak melakukannya, mungkin aku akan langsung pingsan." Pikir Dziban sambil memasang kuda-kudanya kembali.


Serangan berikutnya membuat Dziban terhempas lebih jauh dari sebelumnya, bahkan pohon yang dibentur oleh tubuhnya ikut terhempas dengannya. Ia tidak pingsan karna serangan itu, malahan tidak bisa menggerakkan tubuhnya lagi karna rasa sakit ditubuhnya. Tulang-tulang dadanya terasa patah, dan ia memuntahkan darah merah kental dari mulutnya. Tapi darahnya sedikit unik, tidak seperti darah pada umumnya yang berwarna merah gelap, justru darahnya berwarna merah mengkilap dengan butiran-butiran kecil seperti pasir berwarna emas.


"Darah Heaven's Gold Dust?! Bagaimana mungkin bocah ini memilikinya?! Apa clan Ashura ini... Adalah clan kuno yang kubuat?!" Pikir Lawrance tak percaya.


"Bocah, apa kunci simbol clan Ashuramu?" Tanyanya kemudian.


"Ichthyosaurus Nine Bonds, sebuah gelang biru cerah berbentuk seekor ikan naga panjang, matanya berwarna merah menyala." Jawab Dziban sebelum akhirnya membuka mulutnya lebar-lebar yang kemudian Lawrance memasukkan sebuah pil Green Leaf kedalamnya.


"Ternyata benar! Itu adalah clan Ashura yang pernah kubuat dulu! Tak kusangka ternyata bocah ini adalah keturunanku! Dan aku lumayan terkejut bahwa clan Ashura bisa bertahan selama ini, padahal aku sudah membuatnya sejak ribuan tahun yang lalu. Tapi sepertinya clan ini menjadi lebih lemah, padahal dulu clan ini masuk kedalam tingkatan clan kuno terkuat , dan dijuluki clan nomor 1. Aku masih penasaran, apa clan ini masih termasuk clan kuno?" Pikir Lawrance.


"Baiklah guru, ayo kita lanjutkan latihannya!" Seru Dziban semangat sambil memasang kuda-kudanya kembali.

__ADS_1


__ADS_2